Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS DAN PERANCANGAN LAYOUT DRUM UNTUK MENGURANGI RESIKO CEDERA OTOT PADA LENGAN TISYADI, NAUFAL AL LABIB; Desrianty, Arie; Nugraha, Cahyadi
REKA INTEGRA Vol 2, No 1 (2014): Edisi Kelima
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.581 KB)

Abstract

Makalah ini menyajikan rangkuman penelitian mengenai perbaikan layout drum untuk mengurangi cedera otot pada bagian lengan. Drum merupakan salah satu alat musik yang berfungsi untuk mengatur ritme lagu. Dalam memainkan ritme lagu, seorang pemain drum harus melakukan beberapa notasi secara berulang-ulang. Pola permainan drum merupakan pola gerakan yang berulang-ulang (repetitive motion). Pengulangan gerakan tersebut dapat menyebabkan repetitive motion injury (RMI) atau cedera yang disebabkan oleh gerakan berulang. Penempatan layout drum yang salah dapat menyebabkan pemain melakukan gerakan-gerakan yang tidak diperlukan, sehingga meningkatkan terjadinya RMI. Metode untuk menganalisis peluang resiko terjadinya RMI pada lengan adalah Ovako Working Posture Analysis System. Setelah teridentifikasi gerakan yang menimbulkan resiko cedera, dilakukan perbaikan rancangan layout. Perbaikan layout dilakukan dengan biomekanika dan antropometri. Hasil perancangan ini diharapkan dapat mengurangi resiko cedera otot pada lengan. Kata kunci: Repetitive Motion, Repetitive Motion Injury, Biomekanika, Antropometri Abstract This paper presents a summary of research on the drum layout improvement to reduce injury to the muscles in the arms. Drum is one of the main music instrument that is used to be played in a band. The drummer has to play the same note over and over again while doing a rhythm in a song. Therefor drumming movement is classified as repetitive motion. Repetitive motion can cause repetitive motion injury (RMI). Incorrect drum layout placement can cause the player to perform movement that are not needed, thus increase the risk of RMI. Analysis method that is used to determine the chance of having RMI is Ovako Working Posture Analysis System. After the incorrect movements that cause RMI are identified, improvement of the drum layout is conducted.  Drum layout will be designed by using biomechanics and antropometry. Hopefully this new design can decrease the chance of having RMI on drummers arm. Keywords: Repetitive Motion, Repetitive Motion Injury, Biomechanics, Antropometry
Analisis Peningkatan Produktivitas di Lantai Produksi dengan Menggunakan Metode Objective Matrix (OMAX) Rahmi, Gita Destriana; Bakar, Abu; Desrianty, Arie
REKA INTEGRA Vol 1, No 1 (2013): Edisi Pertama
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.703 KB)

Abstract

Perkembangan industri yang semakin meningkat mendorong PT Agronesia Divisi Industri Plastik untuk meningkatkan produktivitasnya agar mampu bersaing dengan perusahaan lain. Ketercapaian target produksi menjadi salah satu indikator produktivitas pada perusahaan tersebut. Kriteria produktivitas yang diukur dilihat dari input, proses, dan output produksi yaitu rasio konsumsi bahan baku, kerusakan mesin, utilisasi penggunaan mesin, efisiensi bahan baku, konsumsi energi listrik, rasio produk cacat, dan pencapaian produksi terhadap jam mesin. Objective Matrix (OMAX) merupakan metode yang dapat digunakan untuk mengukur produktivitas di suatu perusahaan. Berdasarkan hasil perhitungan OMAX untuk data tahun 2011, di mesin injection indikator performansi tertinggi pada bulan November sebesar 540 dan terendah pada bulan Februari sebesar 40. Indikator performansi terbesar di mesin blowing pada bulan Juni sebesar 480 dan terendah bulan Agustus sebesar 155. Kata kunci: produktivitas, objective matrix (OMAX), indikator performansi
ANALISIS TINGKAT KELELAHAN DAN KANTUK PADA SUPIR BUS BERDASARKAN HEART RATE VARIABILITY (HRV) DAN ELECTRO-ENCHEPALOGRAMS (EEG) Putra, Ghea Aditya; Desrianty, Arie; Yuniar, Yuniar
REKA INTEGRA Vol 3, No 4 (2015): Edisi Keduabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.131 KB)

Abstract

Keselamatan dan keamanan pengguna moda transportasi bus dalam kota merupakan hal yang sangat diperhatikan. Keselamatan dan keamanan tersebut dapat tergantung pada kondisi jalan yang dihadapi, kendaraan yang digunakan, dan kondisi pengemudi. Kecelakaan yang sering terjadi diakibatkan karena kesalahan pengemudi atau human error. Penelitian ini membahas tentang analisis tingkat kelelahan dan kantuk supir bus berdasarkan Heart Rate Variability (HRV) dan Electro-enchepalograms (EEG). Pengukuran HRV menggunakan Polar RS800CX dengan parameter HRV menggunakan software KUBIOS HRV 2.2. Pengukuran EEG menggunakan emotive EEG dan software EEGLAB. Rute yang dianalisis adalah Leuwipanjang-Cicaheum. Hasil pengolahan data menunjukan bahwa semua responden mengalami kelalahan dan kantuk. Hal ini bisa disebabkan karena durasi mengemudi, waktu istirahat, dan kondisi lingkungan. Kata kunci: kelelahan, kantuk, Heart Rate Variability, Electro-enchepalograms   ABSTRACT Safety and security of users of bus transportation in the city is very aware. Safety and security can be depending on road conditions encountered, the vehicle that is used, and the condition of the driver. Accidents often caused because the driver's fault or human error. This study discusses the analysis level of fatique and sleepiness bus driver based on Heart Rate Variability (HRV) and Electro-enchepalograms (EEG). The measurement of HRV using the Polar RS800CX with variable parameter using software KUBIOS HRV HRV 2.2. Measurement of EEG using EEGLAB software EEG and emotive. The route is the route who analyzed Leuwipanjang-Cicaheum. The result of the processing of data showed that all of the respondents experienced kelalahan and drowsiness. This can be caused because the duration of driving, rest periods, and environmental conditions. Keywords: fatique, sleepiness, Heart Rate Variability, Electro-enchepalograms
UPAYA USULAN PERBAIKAN TERHADAP AIR MINUM DALAM KEMASAN (19 LITER)DENGAN PENDEKATAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) danVALUE ENGINEERING Dongan, Abe; Desrianty, Arie; Rispianda, Rispianda
REKA INTEGRA Vol 4, No 1 (2016): Edisi Ketigabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.428 KB)

Abstract

Jumlah jenis  cacat yang diperoleh oleh perusahaan selama tahun 2015 sejumlah 15% dari total produksi. Produk yang cacat ditimbulkan oleh proses produksi yang berisiko menyebabkan kerusaka karena berjumlah sangat besar. Dampak resiko dapat mempengaruhi produktivitas, performansi, kualitas dan anggaran. Oleh karena itu, Penelitian ini meneliti analisa resiko dan mengefisienkan biaya-biaya tidak perlu, menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Value Engineering. Identifikasi produk cacat dilakukan dengan mencari failure mode pada proses produksi kemudian mencari failure effect dan failure cause. Tahapan selanjutnya adalah memberikan alternatif usulan perbaikan menggunakan metode Value Engineering. Pada tahapan value engineering diperoleh value performansi alternative perbaikan sebesar 1,33 yaitu alternative perbaikan 1 dan alternatif pebaikan 2 Kata Kunci : Failure Mode and Effect Analyze, Value Engineering Analytical Hirearchy Priority Abstract Amount of defect type has collected by company during 2015 as counted 15% from all total production. Defective products caused by the production process that the risk of causing damage. The impact of risk can affect the productivity, performance, quality and budget. Therefore, this research examined the risk analysis, and streamline costs is not necessary, use Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) and Value Engineering. Identification of defective products is done by looking at the production process failure mode and then seek failure effect and cause failure. The next step is to give some alternative for the improvement using Value Engineering. In value engineering phase will gain the highest performance value of improvement alternative as scoring 1.33 which is the first and the second improvement recommendation. Keywords: Value Engineering, Failure Mode and Effect Analyze, Analytical Hirearchy Priority
RANCANGAN ALAT PENGISI DAYA DENGAN PANEL SURYA (SOLAR CHARGING BAG) MENGGUNAKAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) Permana, Evan; Desrianty, Arie; Rispianda, Rispianda
REKA INTEGRA Vol 3, No 4 (2015): Edisi Keduabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.252 KB)

Abstract

Sumber listrik menjadi kebutuhan yang sangat penting, tetapi penggunaan yang semakin meningkat tidak diikuti dengan penambahan pasokan listrik yang baik akan menjadi masalah yang serius. Sebagai alat elektronik handphone, laptop dan kamera sudah menjadi kebutuhan yang sangat membutuhkan alat untuk mengisi ulang daya baterai. Para pekerja lapangan, traveler, maupun pecinta alam membutuhkan alat-alat tersebut. Penelitian dilakukan untuk membuat produk yang menggunakan energi matahari dapat menyimpan daya listrik dan dapat dibawa dengan mudah. Metode quality function deployment, digunakan untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan konsumen. Hasil analisis penelitian diketahui solar charging bag dapat memenuhi kebutuhan listrik dimanapun dengan tidak menggunakan sumber listrik Negara.   Kata Kunci: Daya listrik, energi matahari,quality function deployment   ABSTRACT Power source become an important needs, but increased use not with the addition of extend power supply becomes a serious problems. Handphone, laptop, and camera already become a very needed tools to recharge the power. Workers, travelers, often requires it. Research conductor to create products use solar energy that can save power and can be carried easily. Quality function deployment, methods used to knowing the needs of consumers. Research analysis result that solar charging bag can fulfil power needs anywhere that doesn’t need to use state electricity source. Keywords: Power source, solar energy, quality function deployment
EVALUASI BEBAN KERJA MENTAL DAN KUALITAS TIDUR OPERATOR CALL CENTER MENGGUNAKAN METODE HEART RATE VARIABILITY DAN SLEEP QUALITY INDEX MARIZKI, IVIA; Wahyuning, Caecilia Sri; Desrianty, Arie
REKA INTEGRA Vol 2, No 2 (2014): Edisi Keenam
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.151 KB)

Abstract

Persaingan yang ketat antara perusahaan jaringan telekomunikasi, menyebabkan adanya tuntutan performansi kerja yang maksimal. Salah satu bagian yang penting pada dalam perusahaan jaringan telekomunikasi adalah call center, yang bekerja selama 24 jam dengan sistem shift. Call center  merupakan pekerjaan yang berpengaruhi terhadap beban kerja mental pekerja. Beban kerja mental timbul akibat pekerjaan dan perubahan jadwal kegiatan seperti perubahan shift kerja, yang dapat mengganggu kualitas tidur pekerja. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran kualitas tidur secara  subjektif menggunakan sleep quality index dan mengukur beban mental kerja secara objektif menggunakan Heart Rate Variability. Hasil yang didapat seluruh pekerja call center memiliki score PSQI > 5 artinya kualitas tidur pekerja call center tidak baik dan tingkat beban kerja mental berdasarkan nilai parameter HRV mengidentifikasi bahwa beban kerja mental operator call center rata-rata meningkat ketika perubahan shift kerja. Kata kunci: Shift Kerja, Heart Rate Variability, Sleep Qualitry Index   Abstract   Intense competition among telecommunication network company, led to demands for a maximum job performance. One important part of the telecommunications network company is a call center, who worked for 24 hours with shifts system. Call center is a job that uses mental effort, with consequences for the mental workload of workers. Mental workload come from work activities and schedule changes such as changes in work shifts, which can disrupt sleep quality of workers. To measured sleep quality using subjective methods of sleep quality index and mental work load were seen using objective methods of Heart Rate Variability. The results obtained throughout the call center workers have a goal PSQI score > 5 means the sleep quality of call center workers not good and the level of mental workload based on the value of HRV parameters that identify the mental workload of the operator call center increases when the shift changes. Keyword: work shift, Heart Rate Variability, Sleep Qualitry Index
Evaluasi Pengaruh Kemampuan Kognitif Terhadap Kecepatan Reaksi Pekerja Shift dan Non Shift ERAWAN, REDY; Wahyuning, Caecilia Sri; Desrianty, Arie
REKA INTEGRA Vol 2, No 1 (2014): Edisi Kelima
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.364 KB)

Abstract

Pelayanan keamanan dan pelayanan peminjaman buku bergantung pada kinerja satpam dan petugas perpustakaan. Satpam merupakan pekerja shift dan petugas perpustakaan merupakan pekerja non-shift. Penelitian ini membahas tentang pengaruh kemampuan kognitif berdasarkan Cognitive Failure Questionnaire (CFQ) terhadap kecepatan reaksi berdasarkan tes Reaction Time. Kemampuan kognitif diukur menggunakan kuesioner CFQ. Tes Reaction Time diukur menggunakan software kecepatan reaksi yaitu “DirecRT” dengan stimulus visual (T5) serta stimulus audio dan visual (T6). Data kuesioner CFQ dan tes kecepatan reaksi diolah menggunakan uji statistika seperti uji linieritas dan uji korelasi. Berdasarkan hasil uji linieritas menunjukkan kegagalan kognitif mempengaruhi kecepatan reaksi seseorang dalam mengambil keputusan. Kata Kunci: Kemampuan Kognitif, Kecepatan Reaksi   ABSTRACT Security service and borrowing book service base on work of security guard and library staff. Security guards are shift workers and library staffs are non-shift workers. This research discusses about the influence of cognitive ability based on Cognitive Failure Questionnaire (CFQ) to there action speed of shift workers and non-shift workers seen by the Reaction Time test. The cognitive ability was measured by using CFQ. The Reaction Time test was measured by using reaction speed software that "DirecRT" with a visual stimulus (T5) as well as audio and visual stimulus (T6). Data of CFQ and reaction speed test analysed by using statistic test such as linearity test and correlation test. According to linearity test result show that cognitive failure influence reaction speed someone on making decision. Keywords: Cognitive Ability, Reaction Speed
ANALISIS TINGKAT KELELAHAN DAN KANTUK PADA PENGEMUDI BUS X BERDASARKAN METODE OBJEKTIF DAN SUBJEKTIF Juliatara, Birditha; Desrianty, Arie; Yuniar, Yuniar
REKA INTEGRA Vol 3, No 4 (2015): Edisi Keduabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.3 KB)

Abstract

Mengemudi merupakan pekerjaan yang monoton apabila dilakukan secara terus menerus. Pekerjaan monoton akan memicu timbulnya kelelahan dan kantuk. Kelelahan dan kantuk merupakan faktor pemicu human error yang akan mengakibatkan resiko kecelakaan. Oleh karena itu perlu adanya pengukuran tingkat kelelahan dan pengukuran tingkat kantuk pada pengemudi agar dapat meminimasi terjadinya human error dan resiko kecelakaan. Pengukuran dilakukan dengan metode Elektroensefalograf (EEG) untuk pengukuran secara objektif dan metode Visual Analog Scale (VAS) untuk pengukuran secara subjektif. Hasil pengukuran menunjukan bahwa adanya kelelahan yang dialami beberapa pengemudi akibat adanya beban fisik maupun mental sebelum mengemudi dan kantuk yang dirasakan akibat jam kerja yang berlebih sehingga kurangnya waktu tidur.   Kata kunci: ergonomi, fisiologi kerja, kelelahan, kantuk   ABSTRACT Driving is a monotonous job when done continuously. Monotonous job will trigger the onset of fatigue and sleepiness. Fatigue and sleepiness is a trigger factor human error that will result in the risk of accidents. Hence the need for the measurement of the degree of fatigue and sleepiness level measurements on the driver to be able to manage the occurrence of human error and the risk of accidents. The measurement is done with the method Elektroensefalograf (EEG) for the measurement objectively and method of Visual Analog Scale (VAS) for the measurement of subjectively. The results of the measurements showed that the presence of fatigue that plagued some drivers due to physical or mental burden before driving and sleepiness a perceived due to excess hours of work so that lack of sleep time. Keywords: ergonomic, physiology of work, fatigue, sleepiness
Rancangan Meja Dapur Multifungsi Menggunakan Quality Function Deployment (QFD) Anggraeni, Mutiara; Desrianty, Arie; Yuniar, Yuniar
REKA INTEGRA Vol 1, No 2 (2013): Edisi Kedua
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.914 KB)

Abstract

Rancangan produk yang berkualitas adalah rancangan yang dibuat berdasarkan fungsi dasar produk yang disesuaikan dengan kualitas, kapasitas dan penampilan yang memuaskan konsumen, serta nilai tambahan yang dapat menunjang dan menarik keinginan konsumen seperti gaya dan variansi warna pada produk. Keterbatasan lahan membangun rumah menyebabkan ruang untuk dapur terbatas. Untuk itu dibutuhkan meja dapur multifungsi untuk menampung peralatan dapur. Pengguna dapur menginginkan produk yang fleksibel dalam penggunaan dan penyimpanannya dengan melihat kenyamanan pengguna dapur. Meja dapur dirancang dengan beberapa fungsi dengan metode Quality Function Deployment (QFD) yang merupakan sebuah metode perancangan yang langsung melibatkan konsumen. Meja dapur berguna untuk menaruh peralatan dan melakukan berbagai kegiatan. Meja dapur yang dihasilkan berguna untuk menaruh peralatan dan melakukan berbagai kegiatan kemudian memiliki kelebihan dapat dibawa jika berpergian dan pada saat pindah rumah dan memiliki beberapa posisi dengan berbagai fungsi dan kegiatan. Kata Kunci : Perancangan Meja Dapur Multifungsi, Quality Function Deployment ABSTRACT The design of a quality product is a design that is based on the basic functions of products tailored to the quality, capacity and performance to satisfy the consumer, as well as the additional value that can support and attract consumer desires such as style and color variance in the product. A limitation of land to build a house has limited space for the kitchen. That requires a multifunctional kitchen table to accommodate kitchen appliances. Kitchen users want products that are flexible in use and storage by looking at the user's convenience kitchen. The kitchen table is designed with multiple functions by using Quality Function Deployment (QFD), which is a design method that directly engages consumers. The kitchen table is useful to put equipment and perform various activities. The kitchen table is generated useful to put equipment and perform a variety of activities and then have the advantage to be taken if it is traveling and when moving house and have some positions with a variety of functions and activities. Keyword : Design multifunctional kitchen table, Quality Function Deployment
USULAN RANCANGAN TAS SEPEDA TRAIL MENGGUNAKAN METODE ERGONOMIC FUNCTION DEPLOYMENT (EFD) Firmansyah, Reza Adrianto; Desrianty, Arie; Herni, Fifi
REKA INTEGRA Vol 2, No 2 (2014): Edisi Keenam
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.689 KB)

Abstract

Bike trial adalah salah satu jenis olah raga sepeda yang tidak memiliki tempat duduk dan bentuk frame sepeda yang lebih ramping dari sepeda lainnya. sehingga bike trial tidak dapat digunakan untuk jarak tempuh yang jauh. Kendala yang biasa dihadapi para pengendara bike trial adalah kesulitannya membawa sepeda saat berpergian jauh. Oleh karena itu dibutuhkan alat bantu berupa tas sepeda untuk memudahkan membawa bike trial. Tas sepeda dirancang dengan menggunakan metode Ergonomic Function Deployment (EFD) agar pengguna tas sepeda ini dapat semua prinsip ENASE (efektif, nyaman, aman, sehat, efisien). Berdasarkan prinsip ENASE maka dapat diketahui kebutuhan konsumen terhadap produk kemudian perancangan tas sepeda didasari dari kebutuhan konsumen tersebut. Tas sepeda yang dihasilkan memiliki dimensi 110 x 28 x 58 (cm), dimensi tas didapat dari pengukuran geometri bike trial. Bahan tas yang digunakan adala cordura D 1682, tas sepeda dapat dilipat agar mudah untuk membawa atau menyimpannya saat tidak digunakan. Kata kunci: perancangan produk, Ergonomic Function Deployment, tas sepeda   ABSTRACT Bike trials is one type of exercise bike that does not have a seat and a bike frame shape is more slender than the other bikes. so the bike trial can not be used for long distance. Constraints commonly faced trial bike riders is the difficulty to bring a bike to travel far. Therefore we need tools such as a bike bag for easy carrying bike trial. Bike bag is designed by using the method Ergonomic Function Deployment (EFD) so that users can bag this bike all ENASE principle (effective, convenient, safe, healthy, efficient), based on the principle ENASE it can be seen consumer demand for products and then design a bike bag based on the needs the consumer. The resulting bike bag has dimensions of 110 x 28 x 58 (cm), obtained from measurements of the dimensions of the bag geometry trial bike. Materials used are cordura bag D 1682, bike bag can be folded for easy to carry or store it when not in use. Keywords: product design, Ergonomic Function Deployment, bicycle bag