Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

STRATEGI PENINGKATAN KOMPETENSI LULUSAN PERGURUAN TINGGI MELALUI STUDI PELACAKAN ALUMNI (TRACER STUDY) Rofaida, Rofi; Gautama, Budhi Pamungkas
IMAGE : Jurnal Riset Manajemen Vol 8, No 1 (2019): IMAGE : Jurnal Riset Manajemen. April 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/image.v7i1.23171

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran mengenai kompetensi yang dimiliki lulusan, mengetahui gambaran mengenai kompetensi tuntutan industri, mengetahui gambaran mengenai kesenjangan kompetensi yang dimiliki lulusan dengan tuntutan dunia kerja/industri, dan menentukan strategi penjaminan mutu perguruan tinggi didasarkan pada hasil studi pelacakan lulusan (tracer study). Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif.  Unit analisis adalah lulusan Program Studi Manajemen Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia. Metodepengambilansampelyangdigunakanadalahpurposivesamplingdengansampel100 orang lulusan.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi yang masih harus ditingkatkan adalah bahasa Inggris, komputer, kerjasama tim, komunikasi tertulis, komunikasi lisan, pemberdayaan masyarakat, dan kepemimpinan. Peningkatan kualitas pendidikan di program studi Manajemen dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas pada pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta kerjasama dengan industri. Kata Kunci: kompetensi lulusan; penjaminan mutu perguruan tinggi; studi pelacakan lulusan
STRATEGI PENINGKATAN KOMPETENSI SUMBERDAYA MANUSIA PADA INDUSTRI KREATIF BERBASIS BAHAN BAKU LOKAL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN DAYA SAING INDUSTRI (Kajian Pada Industri Kerajinan di Kabupaten Bandung) Rofaida, Rofi
IMAGE : Jurnal Riset Manajemen Vol 4, No 1 (2015): IMAGE : Jurnal Riset Manajemen. April 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/image.v4i1.2327

Abstract

Industri kerajinan merupakan salah satu industri kreatif yang memberikan kontribusi besar terhadap PDB dan penyerapan tenaga kerja.  Namun industri ini memiliki  beberapa kelemahan, diantaranya kualitas sumberdaya manusia (wirausaha) dan tenaga kerja  yang masih rendah, lemah  dalam desain produk, kurangnya sentuhan modern, belum fokus pada komersialisasi produk, dan kurang memahami manajemen bisnis yang berdampak pada ketidak berhasilan untuk meningkatkan usaha.Penelitian ini bertujuan untuk (1) Memperoleh gambaran/pemetaan kompetensi sumberdaya manusia dan gambaran perilaku kewirausahaan pada industri kerajinan berbasis bahan baku lokal di Kabupaten Bandung.  (2) Mengembangkan strategi untuk meningkatkan kompetensi sumberdaya manusia pada industri kreatif berbasis bahan baku lokal sebagai upaya peningkatan daya saing industri. Penelitian menggunakan metode survey deskriptif. Subyek studi adalah industri kerajinan yang menggunakan bahan baku lokal, seperti industri bordir /sulaman (KBLI), industri lukisan dan industri boneka.Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri kerajinan di Kabupaten Bandung, dilihat dari beberapa aspek memiliki kompetensi yang cukup tinggi, seperti terlihat pada aspek motivasi, ketersediaan tenaga kerja, dan kemampuan pengelolaan bahan baik. Namun ada beberapa kendala, diantaranya kreatifitas dan inovatif, pengembangan yang berkelanjutan (countinuous improvement), minimnya informasi pemasaran, mekanisme peminjaman/kredit yang masih sulit, bantuan dalam pemasaran dan informasi teknologi serta manajemen pelatihan. Strategi peningkatan kompetensi akan melibatkan tiga pihak yaitu : pemerintah, perguruan tinggi, dan bisnis
ANALISIS DAN STRATEGI UPGRADING RANTAI NILAI (VALUE CHAIN MANAGEMENT) PADA INDUSTRI SUSU DI KABUPATEN BANDUNG BARAT Rofaida, Rofi
IMAGE : Jurnal Riset Manajemen Vol 1, No 1 (2012): IMAGE : Jurnal Riset Manajemen. April 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/image.v1i1.2322

Abstract

Kementrian Pertanian menyebutkan bahwa Indonesia memiliki prospek pengembangan industri sapi perah yang relatif . Pasar susu diperkirakan akan tumbuh sekitar 7,3%/ tahun. Ini merupakan peluang sekaligus tantangan karena sampai tahun 2010 produksi susu dalam negeri baru dapat memasok 30% dari permintaan nasional, sisanya 70% berasal dari impor. Permasalahan yang terjadi pada industri susu, termasuk di dalamnya industri susu di Kabupaten Bandung Barat terletak pada kinerja rantai nilai yang kurang optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Pengamatan menggunakan cakupan waktu “one shoot” / cross sectional. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai nilai dimana peternak menggunakan koperasi sebagai operator yang menjalankan fungsi pemasaran dalah rantai nilai yang paling efisien. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja rantai nilai diantaranya adalah  meningkatkan peran koperasi dalam pembinaan dan pendampingan kepada peternak dan meningkatkan peran pemerintah untuk melindungi industri susu melalui kebijakan yang pro peternak.
Peran Kepemimpinan Transformasional dan Knowledge Sharing dalam Menstimulasi Perilaku Inovatif di Institusi Pendidikan Hidayat, Agi Syarif; Rofaida, Rofi
Jurnal Ilmu Manajemen Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : UNESA In Collaboration With APSMBI (Aliansi Program Studi dan Bisnis Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.046 KB) | DOI: 10.26740/jim.v9n2.p%p

Abstract

Human resources are the main production factors in implementing organizational innovation, so organizations need to encourage employees to have innovative behavior at work. Innovative behavior is not something that is genetically inherited, but something that can be learned and applied to employees in the organization. This research explores the influence of transformational leadership and knowledge sharing on innovative behavior. The research method used is a quantitative method. The population in this study were lecturers at 3 universities in the city of Cirebon. The number of samples in this study were 86 respondents. Data collection using a questionnaire instrument. Analysis of research data using multiple regression. The results showed that transformational leadership and knowledge sharing have a positive and significant influence on innovative behavior. In this study the knowledge sharing variable has a more dominant contribution compared to the transformational leadership variable to manage employee innovative behavior.
HUMAN RESOURCE COMPETENCE DEVELOPMENT MODEL IN BANDUNG CITY TOURISM AS AN ATTEMPT TO IMPROVE THE COMPETITIVENESS OF TOURISM SECTOR Rofaida, Rofi
ASEAN Journal on Hospitality and Tourism Vol 14, No 2 (2015)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.967 KB)

Abstract

The development of tourism sector is closely related to the improvement of hotel and restaurant industry. Its contributions to PDRB, employment, and the increasing business entity show that the economic activity in this sector remains high and becomes superior in Bandung city. Nevertheless, the problem existed is related with the mismatch between the competence owned by the human resource and the industry requirement. The aim of the study are (1) developing strategy to improve the human resource competence in hotel and restaurant sector based on gap analysis between the required human resource competence profile and provided human resource competence profile.(2) Mapping and analyzing the role of ‘triple helix’ system (industry, government, and academician) in constructing human resource competence development model. The result of the study in front office, housekeeping, waiter, and cook show that the competence owned have not fulfilled the SKKNI standard in Hotel and Restaurant. Strategies proposed by this study are: (1) Improving training institution capacity. (2) Developing human resource competence through training and (3) Developing human resource through certification and standardization. Developing human resource competence is determined by three factors: industry, government policy, and education institution. Mapping and analyzing the role of ‘triple helix’ system (industry, government, and academician) will develop human resource competence development model in hotel and restaurant sector
Pengaruh Internal Staffing dan Pelatihan Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Rofaida, Rofi
Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi Vol 4, No 1 (2005): Manajerial : Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/manajerial.v4i1.16509

Abstract

Pengaruh Internal Staffing dan Pelatihan Terhadap Prestasi Kerja Karyawan
KEPRIBADIAN KARYAWAN DAN BUDAYA ORGANISASI: FAKTOR DETERMINAN KETERIKATAN KARYAWAN (EMPLOYEE ENGAGEMENT) Nurjanah, Rian; Rofaida, Rofi; Suryana, Suryana
Jurnal Manajemen Vol 20, No 2 (2016): June 2016
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.174 KB) | DOI: 10.24912/jm.v20i2.50

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh hasil penjualan yang menurun dan tidak memenuhi target, denda keterlambatan penyelesaian proyek yang tinggi, dan kerugian yang dialami oleh PT X, salah satu perusahaan yang bergerak pada industri telekomunikasi di Jawa Barat. pada tahun 2014. Profitabilitas dan produktivitas perusahaan berkaitan dengan keterikatan karyawan (employee engagement). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepribadian karyawan, persepsi budaya organisasi menurut karyawan, dan keterikatan karyawan serta untuk mengetahui pengaruh kepribadian karyawan dan persepsi budaya organisasi terhadap keterikatan karyawan (employee engagement). Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dan verifikatif. Desain penelitian ini adalah desain kausalitas. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis korelasi pearson product moment dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepribadian karyawan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keterikatan karyawan. Demikian dengan persepsi budaya organisasi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterikatan karyawan. Kepribadian karyawan dan persepsi budaya organisasi secara simultan dan signifikan berpengaruh terhadap keterikatan karyawan, namun yang memiliki pengaruh lebih besar terhadap keterikatan karyawan adalah kepribadian karyawan.This research based on declining sales outcome and not achieves the target, a fine delay completion of project high, and losses PT X, one of the companies in telecommunication industry at Jawa Barat in 2014. Profitability and productivity relating to employee engagement. Research aims to describe employee personality, organizational culture perception, and employee engagement and to know the influence of employee personality and organizational culture perception on employee engagement. This research is done with descriptive and verification method. This research use causality design. Statistical analysis used in this research was pearson correlations analysis and multiple regression. This research result indicates that employee personality influential positively and significant impact on employee engagement. Organizational culture perception has positive and significant impact on employee engagement too. Employee personality and organizational culture perception simultaneously and significant impact on employee engagement, but the biggest influence to employee engagement is employee personality.
PENINGKATAN KAPASITAS KOMUNITAS PARIWISATA DESA TENTANG PARIWISATA KREATIF DI BELITUNG TIMUR Yuliawati, Ayu Krishna; Rofaida, Rofi; Gautama, Budhi Pamungkas; Wulung, Shandra Rama Panji; Aryanti, Asti Nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 3 No 2 (2020): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.688 KB) | DOI: 10.36341/jpm.v3i2.1149

Abstract

The role of rural tourism development can help promote and help the local community of Sebunyuk Village. The purpose of this activity is to identify the needs and problems in developing Sebunyuk as a Tourism Village. The activity partner is the tourism community in Nam Pit Salu, Sebunyuk Village. The main problem is the mindset of people who still have a mindset as farm laborers or miners and do not see tourism as a field that benefits rural communities in the future. Partner problems are overcome through capacity building and assistance in implementing organization management, especially in management and marketing creative tourism products.
Model Peningkatan Kompetensi Sumberdaya Manusia pada Sektor Pariwisata di Kota Bandung Sebagai Upaya Meningkatkan Daya Saing Sektor Pariwisata Rofaida, Rofi
Jurnal Manajemen dan Bisnis Indonesia Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Manajemen Bisnis Indonesia - Edisi Oktober 2013
Publisher : Forum Manajemen Indonesia (FMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31843/jmbi.v1i1.14

Abstract

Perkembangan sektor pariwisata tidak terlepas dari kemajuan industri hotel dan restoran. Kontribusi sektor terhadap PDRB, penyerapan tenaga kerja, dan adanya peningkatan jumlah entitas usaha menunjukkan bahwa aktifitas ekonomi sektor ini tetap tinggi dan menjadi andalan Kota Bandung. Namun demikian permasalahan yang terjadi terkait dengan SDM adalah rendahnya tingkat penyerapan tenaga kerja disebabkan adanya ketidaksesuaian antara kompetensi yang dimiliki dengan kebutuhan industri. Tujuan dari kajian ini adalah : Menyusun strategi peningkatan kompetensi SDM pada sektor hotel dan restoran yang berbasis pada analisis kesenjangan antara profil kompetensi SDM yang dibutuhkan dengan profil kompetensi SDM yang ada saat ini. Melakukan pemetaan dan analisis peran sistem ‘triple helix’ (industri, pemerintah dan akademisi) dalam menyusun model peningkatan kompetensi SDM Hasil penelitian terhadap karyawan front office, tatagraha, pramusaji, dan cook/koki menunjukkan bahwa kompetensi yang dimiliki belum memenuhi standar yang ditetapkan SKKNI untuk bidang hotel dan restoran. Strategi Peningkatan Kompetensi SDM yang diajukan terdiri dari : (1). Peningkatan kapasitas lembaga diklat (2). Peningkatan kompetensi SDM melalui pelatihan, dan (3) Peningkatan kompetensi SDM melalui program sertifikasi dan standarisasi Peningkatan kompetensi SDM ditentukan oleh tiga faktor, yaitu : industri, kebijakan pemerintah, dan institusi pendidikan. Pemetaan dan analisis peran sistem ‘triple helix’ (industri, pemerintah dan akademisi) akan menghasilkan Model Peningkatan Kompetensi SDM Sektor Hotel dan Restoran. Kata kunci : kompetensi, Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), pelatihan, dan model peningkatan kompetensi SDM
The linkage of competence, professionalism and islamic work ethic: A literature review Hasan Basri, Nurfahmiyati; Maliki, Zainuddin; Iswati, Sri; Rofaida, Rofi; Meidiaswati, Harlina
Journal of Innovation in Business and Economics Vol. 4 No. 01 (2020): Journal of Innovation in Business and Economics
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jibe.v4i01.8409

Abstract

This paper aims to encourage the relationship between competence, professionalism, and the concept of Islamic work ethics as a proxy. Through a literature review, the results of this study show that in general, the study of competence, professionalism, and the concept of Islamic work ethics can be divided into three major groups, namely conceptual or theoretical studies, empirical studies of the effect of Islamic work ethics on performance, and efforts to increase the role of Islamic work ethics. Based on the selected literature and supported by major references, it can be concluded that there is an agreement between the concept of competence and conventional professionalism with Islamic work ethic. However, this study also does not deny that the implementation of Islamic work ethics still faces several obstacles and needs to continue to find solutions.