Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

STUDI KUANTITATIF: PERUBAHAN KEYAKINAN MAHASISWA TENTANG MATEMATIKA SEBELUM DAN SAAT KULIAH DI POLITEKNIK Arif Rahman Hakim; Ipung Yuwono; Subanji Subanji; Swasono Raharjo
JPPM (Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika) Vol 9, No 1 (2016): JPPM (Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika) Volume 9 Nomor 1 Februari 2
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.625 KB) | DOI: 10.30870/jppm.v9i1.980

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan keyakinan mahasiswa tentang matematika dari sebelum kuliah hingga saat kuliah di Politeknik. Juga untuk mengetahui hubungan keyakinan tersebut dengan kinerja matematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif ditambah dengan sedikit pengambilan data kualitatif. Sampel sebanyak 71 mahasiswa diambil secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keyakinan mahasiswa tentang matematika baik sebelum maupun saat kuliah di Politeknik adalah “positif rendah”. Mayoritas mahasiswa (84,5%) keyakinannya tentang matematika berubah. Juga keyakinan tersebut berkorelasi positif dengan kinerja matematika, pada tingkat signifikansi 1% dan koefisien korelasi Pearson 0.474.
KETERKAITAN REGULASI DIRI DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL DI PONDOK PESANTREN AL-AMANAH AL-GONTORY PONDOK AREN TANGERANG Arif Rahman Hakim; Linda Mora
Psychopedia Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 2 No 2 (2017): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psikologi.v2i2.704

Abstract

This study aims to determine the relationship of self-regulation with social adjustments in Al-Amanah Al-Gontory Islamic Boarding School in Tangerang. the population of this study was 200 respondents, with a trial sample of 40 respondents and the sample to be used in this study was based on Morgan's table of 135 respondents. The sampling technique uses the technique of ramdom sampling and data collection is done by using a scale of self-regulation and social adjustment scale. After testing, it is known that the correlation coefficient of the validity of statements on the self-regulation scale of 0.340-0.756 with p = 0.000-0.032, and there are 30 valid statements and 12 statements that fall, with a reliability of 0.07212. While the validity of the statement from the social adjustment scale obtained a value of 0.271-0.676 with p = 0.000-0.0049, there are 37 valid statements and 11 statements that fall, with a reliability of 0.8357. Based on the results of data analysis obtained correlation coefficient of self-regulation with social adjustment of rxy = 0.499 with p = 0,000 <0.05. Keywords: Self-Regulation, Social Adjustments. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan regulasi diri dengan penyesuaian sosial di Pondok Pesantren Al-Amanah Al-Gontory Tangerang. populasi dari penelitian ini sebanyak 200 responden, dengan sample uji coba sebanyak 40 responden dan sample yang akan digunakan dalam penelitian ini berdasarkan tabel morgan sebanyak 135 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik ramdom sampling dan pengambilan data dilakukan dengan menggunakan skala regulasi diri dan skala penyesuaian sosial. Setelah dilakukan uji coba, diketahui koefisien korelasi validitas pernyataan pada skala regulasi diri sebesar 0,340-0,756 dengan p=0,000-0,032, dan terdapat 30 pernyataan yang valid dan 12 pernyataan yang gugur, dengan reliabilitas 0,07212. Sedangkan validitas pernyataan dari skala penyesuaian soial diperoleh nilai sebesar 0,271-0,676 dengan p=0,000-0,0049, terdapat 37 pernyataan yang valid dan 11 pernyatan yang gugur, dengan reliabilitas 0,8357. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh koefisien korelasi regulasi diri dengan penyesuaian sosial sebesar rxy=0,499 dengan p=0,000<0,05. Kata Kunci: Regulasi Diri, Penyesuaian Sosial.
Pengembangan LKS Berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) Pada Pembelajaran IPA di SDN Sakuru Arif Rahman Hakim; Hairunisa Hairunisa; Makasih Makasih; Abd. Haris
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 10 No 2 (2020): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : LPPM STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v10i2.364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan LKS berbasis CTL yang efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA materi daur air kelas V SDN Sakuru. Jenis Penelitian ini adalah penelitian Research and Development (R&D) yang terdiri dari beberapa tahap, meliputi: potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, ujicoba produk, ujicoba pemakaian dan produksi masal. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Sakuru. Uji coba produk dilakukan di kelas VI dengan jumlah 10 siswa dan uji coba pemakaian dilakukan di kelas V dengan jumlah 26 siswa. Teknik analisis data menggunakan uji deskriptif, (1) Analisis kelayakan produk dari Tim Ahli, (2) Analisis peningkatan hasil belajar siswa yaitu dengan mencari nilai rata-rata dan ketuntasan klasikal yang diperoleh dari pretest dan posttest siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) LKS yang dikembangkan mengandung komponen CTL yang terdiri dari kegiatan percobaan dan pengamatan; (2) LKS berbasis CTL valid berdasarkan validasi dari Tim ahli dan Guru; (3) LKS berbasis CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang ditunjukkan dengan nilai rata-rata pretest 65,16 dan rata-rata nilai posttest 81,15, sedangkan ketuntasan secara klasikal pada pretest 42,3% sedangkan pada posttest meningkat menjadi 88,45%. Simpulan penelitian ini adalah LKS yang dikembangkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
RESILIENSI SEBAGAI MEDIATOR PENGARUH BULLYING TERHADAP PSYCHOTIC LIKE EXPERIENCE PADA REMAJA DI KABUPATEN KARAWANG Cempaka Putrie Dimala; Arif Rahman Hakim; Riki Aprijal; Indah Nur Azizah; Ahmad Fuad Fadhil
Psychopedia Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 6 No 2 (2021): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v6i2.2024

Abstract

Psychotic Like Experiences (hereinafter abbreviated as PLEs) are understood as changes in the way a person perceives and thinks about reality, which presents certain peculiarities and thoughts, which are characterized by unconventional logic (Pedero, 2011). One of the factors that cause PLEs are victims of bullying or victims of bullying which can affect mental health (Campbella & Morrisona, 2007). However, most of the studies mentioned do not take into account possible protective factors such as resilience (Georgiades, Farquharson, & Ellett, 2015), and may have the potential to reduce the risk of developing psychotic symptoms. This study aims to test the suitability of the theoretical model of bullying against PLEs with Resilience as a moderator. The measuring instrument used is the CAPE Psychotic-Like Experiences Scale, the CD-RISC Scale, and the Bullying Scale. The sample of this study was 422 teenagers in Karawang, which were obtained through the Nonprobability technique with the snowball sampling technique. The results of the analysis using JASP version 15.0, with the results of the direct effect of the bullying variable on PLEs with a p value of 0.001 <0.05, which means that the bullying variable directly has a significant influence on the psychotic like experience. While the results of the indirect effect calculation between the bullying variable and the psychotic like experience variable and the resilience variable as a mediator, obtained a p value of 0.219> 0.05, which means that the resilience variable cannot be a mediator between the bullying and psychotic like experience variables. Keywords: Psychotic-like experience, bullying, resilience, adolescents, Karawang. Psychotic Like Experiences (yang selanjutnya disingkat PLEs) dipahami sebagai perubahan dalam cara seseorang memandang dan berpikir tentang realitas, yang menghadirkan keanehan dan pemikiran tertentu, yang ditandai oleh logika non-konvensional (Pedero, 2011). Salah satu faktor yang menyebabkan PLEs adalah korban penindasan atau korban bullying yang dapat mempengaruhi kesehatan mental (Campbella & Morrisona, 2007). Namun sebagian besar penelitian yang disebutkan tidak memperhitungkan kemungkinan faktor pelindung seperti resiliensi (Georgiades, Farquharson, & Ellett, 2015), dan mungkin memiliki potensi untuk mengurangi resiko terjadinya gejala psikotik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh bullying terhadap PLEs dengan Resiliensi sebagai moderator. Alat Ukur yang digunakan adalah Skala CAPE Psychotic-Like Experiences, Skala CDRISC, dan Skala Bullying. Sampel penelitian ini adalah 422 remaja di Kabupaten Karawang, yang diperoleh melalui teknik Nonprobability dengan teknik snowball sampling. Hasil analisis menggunakan JASP versi 15.0, dengan hasil direct effect variabel bullying terhadap PLEs dengan nilai p 0.001<0,05 yang berarti secara langsung variabel bullying memiliki pengaruh yang signifikan terhadap psychotic like experience. Sedangkan hasil perhitungan secara indirect effect antara variabel bullying dengan variabel psychotic like experience dan variabel resiliensi sebagai mediator, diperoleh nilai dari p sebesar 0,219>0,05 yang berarti variabel resiliensi tidak bisa menjadi mediator antara variabel bullying dan psychotic like experience. Kata Kunci: Psychotic-like experience, bullying, resiliensi, remaja, Kabupaten Karawang
PERBEDAANLAMA KERJA PERAWAT DENGANSIKAP KEPATUHAN TERHADAP STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL Arif Rahman Hakim; Idawati Manurung; Yuniastini Yuniastini
Jurnal Keperawatan Vol 10, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.657 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v10i2.288

Abstract

Salah satu pembinaan manajemen dengan membuat standar prosedur operasional (SPO) yang menjadi pedoman perawat bekerja, menjadi standar dalam bekerja, penilaian mutu dan penilaian kinerja prosedur operasional rumah sakit mengharapkan, semakin lama bekerja, semakin perawat patuh pada SPO, tetapi kecenderungan saat ini, perawat masih ada yang belum patuh terhadap SPO. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  hubungan lama kerja perawat dengan kepatuhan terhadap SPO di Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu. Desain penelitian cross sectional dengan uji statistik yang digunakan adalah uji t-Test dengan total populasi berjumlah 77 orang perawat. Hasil penelitian tidak ada hubungan antara lama kerja perawat dengan sikap kepatuhan terhadap SPO dengan hasil  nilai p value=0,943.Kesimpulan penelitian  tidak ada hubungan yang bermakna antara lama masa kerja dengan kepaturhan, disarankan pihak rumah sakit membuat program yang mampu membuat perawat patuh seperti supervisi dan penilaian kinerja yang lebih terstruktur. 
IBM LABMAT BAGI SEKOLAH DASAR Mutia Lina Dewi; Arif Rahman Hakim; Fauziah Shanti CSM
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak siswa mempunyai anggapan bahwa matematika adalah mata pelajaran yang paling sulit. Hal ini dikarenakan matematika adalah ilmu yang abstrak. Oleh karena itu diperlukan metode mengajar matematika yang menyenangkan, sehingga siswa menyukai matematika dan mudah memahami konsep matematika.Penggunaan alat peraga edukatif merupakan salah satu metode yang membuat siswa senang, bisa belajar sambil bermain.Sayangnya, tidak semua sekolah mampu menyediakan sarana belajar yang memadai. Guru mengajarkan matematika yang abstrak tanpa bantuan benda kongkret, sehingga sulit bagi siswa memahami konsep matematika. SD Negeri 1 dan 2 yang lokasinya di Desa BuntaranTulungagung adalah sekolah pemerintah (gratis) yang rata-rata kemampuan siswanya rendah, sarana pembelajarannya sangat minim dan kurang diminati. Orang tua lebih memilih sekolah swasta (Madrasah Ibtidaiyah) yang sarananya lengkap, SPP nya mahal, serta sumbangan gedungnya besar. Oleh karena itu diperlukan inovasi pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dan menambah wawasan guru. Hasil kegiatan kedua sekolah sangat senang mendapat wawasan dan bantuan alat peraga matematika dan berharap kegiatan pengabdian masyarakat ini berkelanjutan. Kata-kata Kunci: kesulitan, alat peraga, pelatihan,  Abstract Many students have difficulty in Mathematics. The problems are mathematics is an abstract science. Therefore we need a method of teaching mathematics is fun, so students enjoy math and easily understand the concept of Math. .Educational props is one method that makes students happy, can learn while playing. But, not all schools are able to provide adequate learning facilities. Teachers teach abstract mathematics without the help of concrete objects, making it difficult for students to understand mathematical concepts. SD Negeri 1 and 2, which are located in the village of BuntaranTulungagung are government schools (free) average low ability students and minim facilities. Parents prefer private schools (Islamic elementary schools) whose facilities are complete and expensive. The results of the activities are the schools are very pleased with math teaching aids and training in the use it. Theyhope, there are community service activities next time. Keywords: difficulty, teaching aid, training
Pengaruh Pitch Turbulator Terhadap Ntu Pada Double Pipe Heat Exchanger Mufid Mufid; Arif Rahman Hakim; Bambang Widiono
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol 3, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1156.273 KB) | DOI: 10.33795/jtkl.v3i1.101

Abstract

Saat ini kebutuhan akan energi di dunia terus meningkat, sejalan dengan semakin tumbuhnya industri untuk menopang kehidupan manusia. Namun kenaikan kebutuhan energi tersebut tidak diimbangi dengan bertambahnya sumber energi, sehingga harga energi semakin mahal. Untuk meminimalisir kebutuhan energi, maka perlu dicari sumber-sumber energi alternatif baru, terutama sumber energi baru dan terbarukan. Disamping itu perlu dilakukan pengelolaan energi yang lebih baik, sehingga kebutuhan energi dunia bisa dikurangi. Double Pipe Heat exchanger memiliki pipa luar stainless steel dengan diameter dalam (Do) 3,5 inchi, ketebalan pipa (To) 1,5 mm, dan panjang pipa (Lo)  790mm dan pipa dalam (Di) 1 3/8 inchi,   ketebalan(Ti) 0,6 mm, dan panjang pipa (Li) 920mm, dengan air dingin dan air panas yang digunakan sebagai fluida uji di annulus dan pipa dalam. Helical turbulator dari besi (mild steel) dengan dimensi geometris jarak antar elemen (pitch) sebesar 25mm, 50 mm dan 75 mm berdiameter dalam (Di) 5/16 inchi dan diameter luar(Do) 1 5/16 inchi dengan panjang 750mm dimasukkan dalam inner tube dari heat exchanger. Air panas memasuki tabung dengan variasi flowate mulai  400 l/jam sampai 900 l/jam, sedangkan flowrate air dingin konstan 900 l/jam. Hasil penelitian dengan  disisipkannya helical turbulator   sebagai turbulator pada heat exchanger mengakibatkan peningkatan laju perpindahan kalor. Helical turbulator dengan pitch 25mm menimbulkan peningkatan laju perpindahan kalor  paling besar sebesar ±62% dibandingkan plain tube. Helical turbulator mengakibatkan peningkatan NTU heat exchanger terbesar sebesar ±63% dihasilkan oleh helical turbulator dengan pitch 25mm.At present the need for energy in the world continues to increase, in line with the growing industry to sustain human life. However, the increase in energy needs is not offset by the increase in energy sources, so energy prices are increasingly expensive. To minimize energy needs, it is necessary to look for new alternative energy sources, especially new and renewable energy sources. Besides that, better energy management is needed, so that the world's energy needs can be reduced. Double Pipe Heat Exchanger has stainless steel outer pipe with inner diameter (Do) 3.5 inch, pipe thickness (To) 1.5 mm, and pipe length (Lo) 790 mm and pipe inside (Di) 1 3/8 inch, thickness (Ti) 0.6 mm, and the length of pipe (Li) 920 mm, with cold water and hot water used as test fluid in the annulus and inner pipe. Mild steel helical turbulators with geometric dimensions of 25mm, 50mm and 75mm intervals between 5/16 inch in diameter and a 750mm length 5/16 inch outer diameter (Do) are included in the inner tube of heat exchanger. Hot water enters the tube with variations in flowate from 400 l / hour to 900 l / hour, while the cold water flowrate is constant 900 l / hour. The results of the study by inserting a helical turbulator as a turbulator in a heat exchanger resulted in an increase in the heat transfer rate. Helical turbulators with a pitch of 25mm give rise to the highest heat transfer rate of ±62% compared to plain tubes. Helical turbulators cause the largest increase in NTU heat exchanger of ±63% produced by a helical turbulator with a 25mm pitch.
STUDI FENOMENOLOGI TENTANG PENGALAMAN KORBAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA DI MASA PANDEMI COVID-19 Arif Rahman Hakim; Linda Mora; Nuram Mubina; Laela Kamila
Psychopedia Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 7 No 1 (2022): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v7i1.2361

Abstract

The number of cases of termination of employment during the Covid-19 pandemic has various psychological impacts on victims. This study aims to understand the experiences of victims of termination of employment during the Covid-19 pandemic, especially regarding the psychological impact felt by victims of termination of employment. The researcher used an analytical method with a Descriptive Phenomenological Analysis (DPA) approach. The DPA approach was chosen because it fits the research objectives and has a detailed and structured data analysis procedure. Data collection techniques using semi-structured interviews to participants who experienced layoffs in the Karawang areas. The participants in this study were three people, sampling using purposive sampling technique. Based on the results of research that has been carried out, the themes that emerge include: (1) emotional shocks (2) stressors that increase the burden of layoffs (3) resilience (4) religious values (5) gratitude (6) social support.Keywords: Emotional shock, stressor, resilience, gratitude, social support. Banyaknya kasus pemutusan hubungan kerja di masa pandemi Covid-19memberikan berbagai dampak psikologis pada diri korban. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman korban pemutusan hubungan kerja di masa pandemi Covid-19,terutama terkait dampak psikologis yang dirasakan oleh korban pemutusan hubungan kerja. Peneliti menggunakan metode analisis dengan pendekatan Descriptive Phenomenological Analysis (DPA). Pendekatan DPA dipilih karena sesuai dengan tujuan penelitian serta memiliki prosedur analisis data yang terperinci dan terstruktur. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara semi terstruktur kepada partisipan yang mengalami pemutusan hubungan kerja di daerah Karawang. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah tiga orang, pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan tema-tema yang muncul antara lain: (1) guncangan emosional (2) Stresor penambah beban PHK (3) Resiliensi (4) Nilai-nilai agama (5) gratitude (6) dukungan sosial. Kata Kunci: Guncangan emosional, Stresor, resiliensi, gratitude, dukungan sosial
Revitalisasi Sistem Informasi Akademik Berbasis Spreadsheet Bagi Guru MI Darussalam Jatiguwi Sigit Hadiantoro; Arif Rahman Hakim; Achmad Sjaifullah; Ade Sonya Suryandari
Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jppkm.v9i1.112

Abstract

Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darussalam Jatiguwi merupakan salah satu lembaga penyelenggara pendidikan dasar berbasis Islam di Kabupaten Malang yang sederajat dengan sekolah dasar. MI Darussalam berada di bawah naungan Yayasan Darussalam Jatiguwi yang didalamnya juga mencakup Raudhotul Athfal (RA), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan pondok pesantren. Dalam perkembangannya saat ini, banyak permasalahan yang dihadapi oleh lembaga, salah satunya adalah jumlah dan kompetensi guru atau tenaga pengajar yang terbatas serta minat dari siswa-siswi baru yang kurang. Sehingga dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini, dilaksansakan bimbingan teknis untuk revitalisasi dan pembinaan terhadap guru MI Darussalam terkait dengan pengembangan kompetensi dalam hal pemanfaatan spreadsheet sebagai media penyajian sistem akademik. Dengan adanya program ini diharapkan guru MI Darussalam mampu memperbaiki sistem akademik pada institusi tersebut. Program ini awalnya dilaksanakan secara tatap muka langsung, namun karena saat ini masih berada pada situasi pandemi Covid-19 maka kegiatan ini dilaksanakan secara semi daring.
Perancangan Manajemen Risiko Keamanan Informasi Layanan Jaringan MKP Berdasarkan Kerangka Kerja ISO/IEC 27005:2018 dan NIST SP 800-30 Revisi 1 Meilita Karenda Putri; Arif Rahman Hakim
Info Kripto Vol 15 No 3 (2021)
Publisher : Politeknik Siber dan Sandi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56706/ik.v15i3.34

Abstract

Jaringan merupakan salah satu layanan internal yang dikelola oleh instansi MKP. Layanan ini termasuk salah satu yang kritikal dikarenakan hampir seluruh pertukaran informasi dan kegiatan perkantoran di lingkungan instansi tersebut membutuhkan koneksi jaringan. Apabila terjadi gangguan pada layanan jaringan maka gangguan tersebut dapat menyebabkan adanya penurunan reputasi dan kendala pada pelaksanaan proses bisnis instansi MKP. Oleh karena itu, perlu adanya metode manajemen risiko keamanan informasi yang dilakukan terhadap layanan jaringan instansi MKP. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan perancangan manajemen risiko keamanan informasi pada layanan jaringan milik instansi MKP menggunakan kerangka kerja ISO/IEC 27005:2018 yang dikombinasikan dengan kerangka kerja NIST SP 800-30 Revisi 1 pada tahap penilaian risiko. Tahapan perancangan manajemen risiko yang dilakukan yaitu penetapan konteks, penilaian risiko, perlakuan risiko dan penerimaan risiko. Penilaian risiko dilakukan dengan menganalisis data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, telaah dokumen, dan pemberian kuisioner penilaian risiko. Berdasarkan hasil penilaian risiko, telah teridentifikasi 23 aset dengan 59 skenario risiko yang diketahui. Dari 59 skenario risiko tersebut, 12 skenario diantaranya dapat diterima dan 47 skenario lainnya dimitigasi. Pada tahap perlakuan risiko dan penerimaan risiko, 47 skenario risiko tersebut diberikan strategi perlakuan modifikasi dan rekomendasi kontrol serta ditentukan penanggung jawab kontrol berdasarkan skenario risikonya. Hasil dari penelitian ini adalah perancangan manajemen risiko keamanan informasi yang disertakan dengan rekomendasi kontrol keamanan informasi yang mengacu pada kerangka kerja ISO/IEC 27002:2013.