Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Indonesian Journal of Cancer

Perbandingan Uji Diagnostik Mesothelin Serum dengan CA-125 pada Kanker Ovarium Tipe Epitel ERI PERDANA USHAN; BRAHMANA ASKANDAR T; BUDIONO BUDIONO
Indonesian Journal of Cancer Vol 9, No 2 (2015): April-Juni 2015
Publisher : National Cancer Center - Dharmais Cancer Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1314.123 KB) | DOI: 10.33371/ijoc.v9i2.379

Abstract

This study was conducted to determine and compare the sensitivity, specificity, PPA and NPV of Mesothelin tumor marker, CA-125, combination of Mesothelin and CA-125 as a tumor marker in patients with epithelial ovarian carcinoma. This is a cross sectional diagnostic test on 30 subjects with malignant dan 30 sunjects with benign ovarian tumors that meet the inclusion and exclusion of research criteria in Department of Obstetrics and Gynecology, Medical Faculty Airlangga University/Dr. Soetomo, Surabaya. Blood sample were taken prior to surgery to examine tumor markers (Mesothelin and CA-125) and ultrasound to evaluate tumor mass, and then histopathology of surgery specimen. Statistical data calculated using SPSS. There is a significant increase of Mesothelin serum level and can be used as a tumor marker (alone or in combination with other methods as a triage tool, consider the use of new cut-off value of 1.75 nmol/L). Sensitivity, specificity, PPV, NPV of CA125 is 70%, 33.3%, 51.2% and 52.6%. Sensitivity, specificity, PPV, NPV of Mesothelin-1 is 50%, 80%, 71.4% and 61.5%. Sensitivity, specificity, PPV, NPV of Mesothelin-2 is 36.7%, 93.4%, 84.6% and 59.6%. Sensitivity, specificit , PPV, NPV combination of CA-125 + Mesothelin-1 is 33.3%, 86.7%, 71.4%, 56.5% and 60%. Sensitivity, specificity, PPV, NPV combination of CA-125 + Mesothelin-2 is 23.3%, 93.3%, 77.8%, and 54.9%. Sensitivity, specificity, PPV, NPV of RMI is 83.3%, 36.7%, 56.8%, and 68.8%. CA-125 (as a single tumor marker) has the highest sensitivity and proved as a simple and effective method for the early detection at general population. Mesothelin-2 (either as a single tumor marker or in combination) is more appropriate for the diagnosis tools (triage, determining the risk of malignant from benign ovarian masses) are better than the current and can be considered to replace CA-125.Keywords: tumor marker, CA-125, Mesothelin, combine tumor marker.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui dan membandingkan sensitivitas, spesifisitas, PPV, dan NPV antara penanda tumor Mesothelin, CA-125, dan kombinasi Mesothelin dan CA-125 sebagai penanda tumor pada penderita keganasan ovarium tipe epitel. Penelitian ini merupakan uji diagnostik cross sectional terhadap 30 pasien tumor jinak dan 30 pasien tumor ganas tumor ovarium yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi di Bagian Obstetri dan Ginekologi FK-Unair/RSU Dr. Soetomo, Surabaya. Dilakukan pengambilan serum darah untuk memeriksa tumor marker (Mesothelin dan CA-125) dan pemeriksaan ultrasonografi sebelum dilakukan tindakan pembedahan. Kemudian dilakukan pemeriksaan patologi anatomi spesimen operasi. Penghitungan data statistik menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan kadar serum Mesothelin yang dapat digunakan sebagai pemeriksaan penanda tumor tunggal atau kombinasi sebagai alat triase dengan mempertimbangkan penggunaan nilai cut-off 1,75 nmol/L. Sensitivitas, spesifisitas, PPV, dan NPV CA125 adalah 70%; 33,3%; 51,2%; dan 52,6%. Sensitivitas, spesifisitas, PPV, dan NPV Mesothelin-1 adalah 50%; 80%; 71,4%; dan 61,5%. Sensitivitas, spesifisitas, PPV, dan NPV Mesothelin-2 adalah 36,7%; 93,4%; 84,6%; dan 59,6%. Sensitivitas, spesifisitas, PPV, dan NPV kombinasi CA-125 + Mesothelin-1 adalah 33,3%; 86,7%; 71,4%; 56,5%; dan 60%. Sensitivitas, spesifisitas, PPV, dan NPV kombinasi CA-125 + Mesothelin-2 adalah 23,3%; 93,3%; 77,8%; dan 54,9%. CA-125 (sebagai penanda tumor tunggal) memiliki sensitivitas tertinggi sehingga merupakan metode sederhana dan efektif untuk deteksi dini pada populasi. Mesothelin-2 (baik sebagai penanda tumor tunggal maupun dalam kombinasi) lebih tepat untuk proses penegakan diagnosis (triase, penentuan risiko massa ovarium ganas dari jinak) yang lebih baik dan dapat menggantikan CA-125.Kata Kunci: penanda tumor, CA-125, Mesothelin, kombinasi CA-125 dan Mesothelin
Co-Authors Abd. Syakur Agus Frianto Agus Tinus Aindrianingsih, Aindrianingsih Ainistikmalia, Nurin Alif Tiwi Estriyanti Alpha Fardah Athiyyah Amalia, Firdha Anang Kistyanto Andre Dwijanto Witjaksono Anisya Fitri Aprilia Wulan Arini Julia Wardani Asri Wijayanti AYU WULANDARI Badu’l Mat Saleh Baksono Winardi Bayu Kharisma Brahmana Askandar Tjokroprawiro Candra Rahma Wijaya Putra Dachlan, Yoes P Dewi Ayu Lestari Dewi, Gita Kusuma Diyah Fatmasari Diyah Putri Permata Djoko Sutikno Dominicus Husada Dwi Puji Rahayu Rahayu Endang Susilaningsih ERI PERDANA USHAN Faizah Yunianti Fitriah Fitriah Fitriah Fitriah Hafid Kholidi Hadi Haruki Uemura I Gusti Made Reza Gunadi Ranu I Gusti Made Reza Gunadi Ranuh Ika Rahmania Indrian Supheni Islamiyah, Wardah Rahmatul IWayan Sarjana Januardi, Dicky Jayanti, Lira Wiet Jun Surjanti Khoirunnisa, Nabila Farah Liesnaningsih Liesnaningsih M Y. Probohoesodo Muhammad Faizi Mustayah ., Mustayah Mustayah Mustayah Ngestreini, Rahmadani Nadya Nikie Astorina Yunita Dewanti Octavia, Dini Hariani Pertami, Sumirah Budi Pertami, Sumirah Budi Rachman Iswanto Raden Bagus Yanuar Renaldy Rahayu, Dian Yuniar Syanti Ratna Feti Wulandari Risky Dwiprabowo Ristya Sylva Imannia Rohmat Taufiq Rose Fitria Lutfiana ROSSYANTI, LYNDA Shalima, Irsyadi Sidarti Soehita Siswanto Darmadi Sita Hendrakusuma Samsu Siti Fatimah Soenaryo Siti Wahyu Wulandari Slamet Wahyudi Soraya Salle Pasulu Sriwijayanti Sulistyawati Sugeng Riyanto Sugeng Riyanto Sugeng Sutiarso Sukmawati Basuki Sulistyawati, Sriwijayanti Suwarsono Suwarsono Syarifuddin Dahlan Tony Seno Aji Uemura, Haruki Umu Nur Latifah Vide Bahtera Dinastiti Vinzy Yulina Widiana, Putri Wina Aprilia Purnamasari Wolayan, Grahana Ade Candra Yoes P Dachlan Yuyun Isbanah Zahra, Farah Az Zukhaila Salma