Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Quantum untuk Mengatasi Kecemasan Matematika Siswa Jehadus, Emilianus
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : STKIP Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2016/jpkm.v10i2.215

Abstract

Kecemasan matematika adalah suatu perasaan takut, cemas, tertekan, tak berdaya, gangguan mental dan rasa takut yang tidak menyenangkan ketika diharuskan untuk menyelesaikan permasalahan matematika. Kecemasan matematika merupakan salah satu faktor yang paling signifikan menghambat pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Berdasarkan study di SMP Katolik Sta. Clara, penulis menemukan beberapa siswa cemas dengan matematika. Untuk mengetahui kecemasan matematika, siswa diberikan tes diagnostik yaitu tes kecemasan matematika. Model pembelajaran quantum sebagai salah satu solusi untuk mengatasi kecemasan matematika siswa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses dan hasil pengembangan perangkat pembelajaran model quantum yang baik pada materi sistem persamaan linear dua variabel dan mengetahui keefektifan pembelajaran dengan model pembelajaran quantum untuk mengatasi kecemasan matematika siswa pada materi sistem persamaan linear dua variabel. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan. Penelitian ini menerapkan model pengembangan perangkat pembelajaran model 4-D. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPK Santa Clara yang mengalami kecemasan matematika dalam pembelajaran. Produk dari penelitian ini adalah RPP, Lembar Kerja Siswa (LKS), dan Tes Hasil Belajar (THB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perangkat pembelajaran model quantum untuk siswa kelas VIII pada materi sistem persamaan linear (SPLDV) yang dikembangkan telah memenuhi kriteria perangkat pembelajaran yang baik karena telah dinyatakan valid oleh para validator, dan pada tahap uji coba diperoleh kemampuan guru mengelola pembelajaran berkategori minimal baik, aktivitas siswa selama pembelajaran efektif, respons siswa berkategori positif, Tes hasil belajar memenuhi kriteria valid, reliabel dan sensitif dan kecemasan matematika siswa dapat teratasi 100%; (2) pembelajaran model quantum efektif untuk mengatasi kecemasan matematika siswa. Efektivitasnya diakui oleh kemampuan guru untuk mengelola pembelajaran yang dikategorikan minimal baik; aktivitas siswa selama pembelajaran efektif; respon siswa positif dan ketuntasan klasikal tercapai di mana 100% siswa dinyatakan mencapai KKM yang ditetapkan sekolah. Selain itu, masalah kecemasan matematika siswa dalam pembelajaran dapat teratasi 100%
Kemandirian Belajar Mahasiswa dalam Pembelajaran Jarak Jauh Selama Masa Pandemi Makur, Alberta Parinters; Jehadus, Emilianus; Fedi, Sebastianus; Jelatu, Silfanus; Murni, Viviana; Raga, Polikarpus
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.53 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i1.862

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk melihat kemandirian belajar mahasiswa pada mata kuliah Matematika Dasar dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh khususnya pembelajaran dalam jaringan selama masa Pandemi Covid-19. Merupakan penelitian kuantitatif-deskriptif dengan 85 orang mahasiswa tahun pertama Prodi Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng dengan fokus untuk mempelajari kemandirian belajar mahasiswa yang mengikuti pembelajaran dalam jaringan karena situasi Pandemi Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan 18.82% mahasiswa yang memiliki kemandirian belajar rendah, sedangkan 81.18% mahasiswa memiliki kemandirian belajar yang tinggi. Selanjutnya, dalam wawancara semi terstruktur ditemukan bahwa mahasiswa pada awalnya mengalami kesulitan dalam beradaptasi perubahan kebiasaan belajar, keterbatasan sumber daya belajar dalam jaringan, dan kurangnya interaksi baik sesama mahasiswa maupun dengan dosen. Keterbatasan ini mendorong mahasiswa semakin mandiri dalam belajar yang terlihat dari lebih dari 70% mahasiswa sudah menetapkan tujuan belajar, strategi belajar, mampu mengatur waktu belajar, dan melakukan evaluasi diri terhadap proses pembelajaran yang telah diikuti. Lebih dari 80% mahasiswa menentukan lingkungan belajar yang mendukung suasana belajar dan mencari bantuan dari rekan sekelas apabila mengalami kesulitan dalam belajar.  Kata Kunci: kemandirian belajar, pandemic Covid-19, pembelajaran jarak jauh. AbstractThis research was conducted to see the independence of student learning in the Basic Mathematics course in participating in distance learning, especially online learning during the Covid-19 Pandemic. This is a quantitative-descriptive study with 85 first-year students of the Agricultural Socio-Economic Study Program of the Indonesian Catholic University, Santu Paulus Ruteng, with a focus on studying the learning independence of students who take online learning due to the Covid-19 Pandemic situation. The results showed 18.82% of students had low learning independence, while 81.18% of students had high learning independence. Furthermore, in semi-structured interviews, it was found that students initially experienced difficulties in adapting to changes in learning habits, limited learning resources in the network, and a lack of interaction between students and lecturers. This limitation encourages students to be more independent in learning, which can be seen from more than 70% of students who have set learning goals, learning strategies, being able to manage study time, and conduct self-evaluation of the learning process that has been followed. More than 80% of students determine a learning environment that supports a learning atmosphere and seek help from classmates.Keywords: independent learning, Covid-19 pandemic, distance learning.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MODEL QUANTUM UNTUK MENGATASI KECEMASAN MATEMATIKA SISWA Emilianus Jehadus
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.209 KB)

Abstract

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Quantum untuk Mengatasi Kecemasan Matematika Siswa. Kecemasan matematika adalah suatu perasaan takut, cemas, tertekan, tak berdaya, gangguan mental dan rasa takut yang tidak menyenangkan ketika diharuskan untuk menyelesaikan permasalahan matematika. Kecemasan matematika merupakan salah satu faktor yang paling signifikan menghambat pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Berdasarkan study di SMP Katolik Sta. Clara, penulis menemukan beberapa siswa cemas dengan matematika. Untuk mengetahui kecemasan matematika, siswa diberikan tes diagnostik yaitu tes kecemasan matematika. Model pembelajaran quantum sebagai salah satu solusi untuk mengatasi kecemasan matematika siswa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses dan hasil pengembangan perangkat pembelajaran model quantum yang baik pada materi sistem persamaan linear dua variabel dan mengetahui keefektifan pembelajaran dengan model pembelajaran quantum untuk mengatasi kecemasan matematika siswa pada materi sistem persamaan linear dua variabel. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan. Penelitian ini menerapkan model pengembangan perangkat pembelajaran model 4-D. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPK Santa Clara yang mengalami kecemasan matematika dalam pembelajaran. Produk dari penelitian ini adalah RPP, Lembar Kerja Siswa (LKS), dan Tes Hasil Belajar (THB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perangkat pembelajaran model quantum untuk siswa kelas VIII pada materi sistem persamaan linear (SPLDV) yang dikembangkan telah memenuhi kriteria perangkat pembelajaran yang baik karena telah dinyatakan valid oleh para validator, dan pada tahap uji coba diperoleh kemampuan guru mengelola pembelajaran berkategori minimal baik, aktivitas siswa selama pembelajaran efektif, respons siswa berkategori positif, Tes hasil belajar memenuhi kriteria valid, reliabel dan sensitif dan kecemasan matematika siswa dapat teratasi 100%; (2) pembelajaran model quantum efektif untuk mengatasi kecemasan matematika siswa. Efektivitasnya diakui oleh kemampuan guru untuk mengelola pembelajaran yang dikategorikan minimal baik; aktivitas siswa selama pembelajaran efektif; respon siswa positif dan ketuntasan klasikal tercapai di mana 100% siswa dinyatakan mencapai KKM yang ditetapkan sekolah. Selain itu, masalah kecemasan matematika siswa dalam pembelajaran dapat teratasi 100%.
THE INFLUENCE OF CONCEPTUAL UNDERSTANDING PROCEDURES (CUPs) LEARNING MODELS CONCEPT OF UNDERSTANDING OF CONCEPT STUDENT MATH Emilianus Jehadus; Maximus Tamur; Silfanus Jelatu; Kristianus Viktor Pantaleon; Fransiskus Nendi; Stanislaus Sepi Defrino
Journal Of Educational Experts (JEE) Vol 3, No 2 (2020): Journal of Educational Experts (JEE)
Publisher : Kopertis Region IV Jabar and Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30740/jee.v3i2p53-59

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan memahami konsep matematika yang diajarkan siswa menggunakan model pembelajaran Conceptual Understanding Procedures (CUPs) dengan kemampuan memahami konsep matematika yang diajarkan siswa dengan menggunakan model pembelajaran langsung pada siswa kelas VIII di SMPN 2 Langke Rembong. NTT, Indonesia. Quasi Experimental Research dengan desain Posttest-Only Control Group Design melibatkan siswa kelas 358 di SMP 2 Langke Rembong, yang berjumlah 355 orang. 65 anggota sampel dipilih menggunakan random sampling. Analisis data menggunakan statistik parametrik melalui uji-t yang didahului dengan melakukan uji prasyarat analisis. Perhitungan ukuran efek dilakukan untuk melihat seberapa besar pengaruh model pembelajaran CUP terhadap pemahaman siswa tentang konsep matematika menggunakan persamaan Hedges. Sebagai hasil analisis disimpulkan bahwa kemampuan untuk memahami konsep matematika siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran CUP lebih baik daripada kemampuan untuk memahami konsep matematika siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran langsung, pada tingkat signifikansi 0,05. Analisis lebih lanjut memperoleh ukuran efek 0, 53 yang menunjukkan bahwa efek CUPs pada kemampuan siswa untuk memahami konsep matematika berada dalam kategori sedang. Ini berarti bahwa penerapan model CUP tidak memiliki pengaruh besar pada kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Fakta ini memberikan pertimbangan bagi pendidik dan peneliti untuk mempertimbangkan variabilitas yang mungkin memediasi efek CUP pada kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. 53 menunjukkan bahwa pengaruh CUPs pada kemampuan siswa untuk memahami konsep matematika berada dalam kategori sedang. Ini berarti bahwa penerapan model CUP tidak memiliki pengaruh besar pada kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Fakta ini memberikan pertimbangan bagi pendidik dan peneliti untuk mempertimbangkan variabilitas yang mungkin memediasi efek CUP pada kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. 53 menunjukkan bahwa pengaruh CUPs pada kemampuan siswa untuk memahami konsep matematika berada dalam kategori sedang. Ini berarti bahwa penerapan model CUP tidak memiliki pengaruh besar pada kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Fakta ini memberikan pertimbangan bagi pendidik dan peneliti untuk mempertimbangkan variabilitas yang mungkin memediasi efek CUP pada kemampuan pemahaman konsep matematika siswa.
The Use of Folding Paper to Support Students’ Understanding of Summation and Subtraction Ndiung, Sabina; Jehadus, Emilianus; Sennen, Eliterius
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2021): February
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jisd.v5i1.33019

Abstract

Fractions are part of mathematical material that is difficult for elementary school teachers to teach which results in students not being able to solve problems related to the concept and arithmetic operation of fractions. The aim of this study is to improve the learning outcomes and the activeness of students in computing the addition and subtraction of fractions using folding paper. This research is a class action research using the design of Kemmis & McTaggart. The subjects of this study included students in Grade V of three elementary schools, with a total of 170 research subjects. The data were collected by using test and observation techniques. The test instrument used was eight items in the form of descriptions to measure mathematics learning outcomes, while observations were made by the observer using observation sheets to measure student activity in learning using folding paper. The data analysis technique used is quantitative descriptive technique with a minimum of 85% classical completeness criteria with a score of 75 for learning outcomes and the activeness of students at least in the active category. Based on the implementation of two-cycle learning, the results show that the learning outcomes of students have improved from cycle I to cycle II, with criteria for completeness exceeding the permitted requirements. Similar to the student activeness data increased from the fairly active category in the first cycle to the very active category in the second cycle. Thus it can be said that the use of folding paper can enhance the students' activeness and learning outcomes in the computation of the addition and subtraction of fractions. So it is suggested that teachers as innovators have the awareness to innovate in material knowledge content and use teaching aids in learning.
Hubungan Kreativitas Belajar Dan Gaya Belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa SMA Emilianus Jehadus; Eufrasia Jeramat; Elisabeth V. Mbohong
JOURNAL OF SONGKE MATH Vol. 2 No. 2 (2019): December Edition
Publisher : UNIKA SANTU PAULUS RUTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.736 KB)

Abstract

The study aims to know the (1) a significant correlation in learning creativity and mathematics learning achievement of SMAK XI IIS Setia Bakti Ruteng students in academic year 2019/2020, (2) significant correlation in learning styles and mathematics learning achievement of SMAK XI IIS Setia Bakti Ruteng students in academic year 2019/2020, (3) simultaneous correlationin learning creativity and learning style on the mathematics learning achievemen of SMAK XI IIS Setia Bakti Ruteng students in academic year 2019/2020. The research is an correlation research using the desaign of simple random sampling. The population in all students of class XI IIS SMAK Setia Bakti Ruteng which amounted to 116 people. The number of members of the study sample was 68 people. Data on correlation were collected by descriptions nontest. Data were analyzed using normality test, linearity test, and multicollinearity test were performed. The analysis showed that the data came from populations that were normally distributed, linearly patterned, and not multicollinearly related. Based on the results of data analysis, it was found that the results: (1) a significant correlation of learning creativity and mathematics learning achievement of students with a correlation coefficient of 0.413 and a value of 3.268 > 1.674. The contribution of learning creativity to mathematics learning achievement is 17%. (2) a significant Correlation of learning styles and mathematics learning achievement of students with a correlation coefficient of 0.410 and a value = 3.242 > 1.674. The contribution of learning styles to mathematics learning achievement is 16.8%. (3) a simultaneous correlations in learning creativity and learning style on the mathematics learning achievement of students with a correlation coefficient of 0.546 and a value of 4.700 > 1.674. The contribution of learning creativity and learning styles simultaneously to mathematics learning achievement was 29.8%. Based on these findings it is concluded that there is a relationship between learning creativity and learning style on students' mathematics learning achievement.
The influence of tutoring and learning motivation on mathematics achievement of junior high school students Emilianus Jehadus; Maximus Tamur; Jihe Chen; Krisna Satria Perbowo
Journal of Honai Math Vol 5, No 1 (2022): Journal of Honai Math
Publisher : Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jhm.v5i1.206

Abstract

Many factors influence student academic achievement, including tutoring and learning motivation. This research aimed to describe the influence of tutoring and learning motivation on Year 8 students’ mathematics achievement in one of the junior high schools in Ruteng, Indonesia in the academic year of 2019/2020. This descriptive research with survey design involved 66 students. Data were collected by administering a student questionnaire consisting of 20 questions. The 5-point Likert scale questionnaire used in this research focused on two categories: tutoring and learning motivation. The final semester test scores were used as the data on students' achievement in learning mathematics. The results revealed that the two factors were positively related to students' mathematics achievement; both contributed to student achievement by 18.49%. These findings confirm that tutoring and students’ motivation from teachers or parents are essential because both mediate student achievement. These results provide meaningful knowledge about the importance of teachers or parents providing structured tutoring to support the mathematics achievement of junior high school students.
CTPS: HAND WASHING FACILITIES USING CREATIVE SOAP TO INCREASE COMMUNITY AWARENESS ABOUT THE IMPORTANCE OF HEALTH IN BANGKA VILLAGE THROUGH MANGGARAI BARAT Emilianus Jehadus; Eufrasia Jeramat; Maria Vilkanova Yolenta; Natalia Geofani; Regina Heni Jelita
Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2022): Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jrt.v5i1.945

Abstract

The CTPS (Washing Hands with Soap) program was a flagship program from Bangka Village which was created to succeed a West Manggarai government program, namely the STBM (Community-Based Total Sanitation) program. Based on the results of field observations, it appears that the health of the community in Bangka through Village was still very poor. In the sense that the community has not realized the importance of cleanliness and health. In this case, people did not care to wash their hands before eating or after doing housework that makes hands dirty. According to the health department, people in this village should know how to wash their hands properly with soap and water. For this reason, the solution is to present the PKM implementation team to carry out socialization after making the CTPS container by providing an understanding of people's habits of not washing their hands before preparing food, before eating, after defecating, after returning from the fields/gardens, after the children play with the soiland improper hand washing. In implementing this program, the TIM used a method that contains the following stages: (1) Planning of activities to be carried out, (2) Preparation of activities starting with coordinating the Village head and RT head, (3) Implementation of activities, (4) Monitoring and evaluation of activities is carried out. The results show that the people of Bangka Village have begun to realize the importance of health and hygiene and that the community has started to get used to and family members to wash their hands before eating and after urinating and defecating
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIFTIPE TWO STAY-TWO STRAY DENGAN NUMBERED HEADS TOGETHER TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA SISWA Fransiska Denensi; Bedilius Gunur; Emilianus Jehadus
JIPMat Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jipmat.v5i1.5725

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) efektifitas model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa, 2) efektifitas model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa, 3) membandingkan efektifitas penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) dengan Numbered Heads Together (NHT) terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIII SMP Swasta Widya Bhakti Ruteng yang berjumlah 116 orang.  Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling, dengan terlebih dahulu dilakukan uji kesetaraan kelas. Hasil penelitian ini menunjukan, 1) model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) efektif terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa; 2)  model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) efektif terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa; 3) model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) lebih efektif dibandingkan dengan Numbered Heads Together (NHT)  terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa.
Optimalisasi Media Pembelajaran Interaktif dalam Meningkatkan Kemampuan Matematis Anak di Desa Popo Kabupaten Manggarai Ricardus Jundu; Emilianus Jehadus; Fransiskus Nendi; Yohanes Kurniawan; Fulgensius E. Men
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 10, No 2 (2019): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v10i2.3353

Abstract

Proses pembelajaran yang baik akan menunjang belajar efektif. Pelaksanaan pembelajaran cenderung mengalami kendala pada proses pelaksanaannya. Salah satu kendala belajar siswa yaitu jarangnya pemanfaat media dalam belajar. Proses belajar siswa cenderung terpaku pada buku bacaan. Proses belajar sebenarnya bisa juga menggunakan media pembelajaran yang menarik sehingga bisa meningkatkan minat belajar dan pemahaman konsep siswa. Siswa di desa Popo kecamatan Satarmese Utara kabupaten Manggarai lebih dominan belajar dengan memanfaatkan buku bacaan saja sehingga siswa cepat merasa bosan untuk belajar. Belajar yang menyenangkan bisa memanfaatkan media pembelajaran sederhana dengan memanfaatkan berbagai macam alat dan bahan yang ada di sekitar lingkungan. Media pembelajaran yang dihasilkan memberikan manfaat bagi anak SD di desa Popo terutama dalam kemampuan matematisnya. Siswa lebih mudah untuk memahami berbagai konsep matematika karena dibantu media pembelajaran interaktif. Guru termotivasi untuk mengembangkan media pembelajaran dalam meningkatkan minat belajar matematika siswa.