Claim Missing Document
Check
Articles

PENILAIAN STATUS GIZI ANAK SEKOLAH DASAR DURI KEPA 11 MENGGUNAKAN INDEKS TINGGI BADAN MENURUT UMUR DAN INDEKS MASSA TUBUH MENURUT UMUR Nuzrina, Rachmanida; Melani, Vitria; Ronitawati, Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 3, No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe quality of Indonesian children is an important determinant for the quality of Human Resources in the next generation, so that Indonesian can be taken into account at the global level. High quality human resources is determined by several factors, such as adequate nutrient intake and optimal nutritional status. This activity aimed to measure the height and weight of students to obtain the nutritional status of primary school students using BAZ Score and HAZ Score. This activity carried out in March 2016. The sample size of this activity are 83 school age children grades 3 and 4 elementary school. Nutritional status measurement was done by measuring the height and weight of the children and then calculate the Z score. Z Score result then compared with the nutrtional status WHO 2005 standards. Results showed that most of children have normal nutritional status according to HAZ Score Index , however there are five children who on Stunted and severe stunted nutritional status. While based on the BAZ Score Indeks , Most of children (52 persons) have normal nutritional status. There are 25 children who are overweight. Periodic assessment of nutritional status were needed as a basis to an interventions to nutritional problems among schhol age children.Keywords: nutritional status, BAZ Score, HAZ score, school age children AbstrakKualitas anak-anak Indonesia merupakan penentu kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di masa mendatang dan menjadi generasi penerus pembangunan negara serta investasi Indonesia menuju negara maju yang dapat diperhitungkan di tingkat global. Terbentuknya SDM yang berkualitas, yaitu sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif ditentukan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah terpenuhinya kebutuhan pangan yang bergizi dan tercapainya status gizi optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur tinggi badan dan berat badan siswa sehingga didapatkan gambaran status gizi siswa sekolah dasar dengan indeks TB/U dan IMT/U. Waktu kegiatan dilakukan pada bulan Maret 2016. Besar sampel kegiatan ini adalah anak-anak usia sekolah kelas 3 dan 4 yang berjumlah 83 orang. Pengukuran status gizi dilakukan dengan cara mengukur tinggi badan dan berat badan kemudian dilakukan perhitungan Z Score dan dibandingkan dengan baku standar WHO 2005. Berdasarkan hasil kegiatan didapatkan hasil bahwa menurut indeks TB/U sebagian besar anak berstatus gizi normal, namun terdapat 5 orang berstatus gizi pendek dan pendek sekali. Sedangkan berdasarkan indeks massa tubuh menurut umur, 52 orang anak berstatus gizi normal dan 25 orang berstatus gizi lebih serta sisanya berstatus gizi kurang. Perlu diadakan penilaian status gizi berkala serta intervensi terhadap masalah gizi yang dialami oleh siswa dan siswi di SDN Duri Kepa 11 Jakarta Barat.Kata Kunci : status gizi, IMT/U, TB/U, siswa sekolah dasar.
PENDIDIKAN SARAPAN SEHAT MENUJU BANGSA SEHAT BERPRESTASI BAGI ANAK SEKOLAH DASAR NEGERI MAUK III KABUPATEN TANGERANG BANTEN Ronitawati, Putri; Sa’Pang, Mertien; Sitoayu, Laras; Nuzrina, Rachmanida; Melani, Vitria; Dhyani S, Prita; Novianti, Anugerah
Jurnal Pengabdian Masyarakat AbdiMas Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdimas
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractIn the 6-12 year period, school-aged children are very sensitive in shaping their cognitive development. If during this period they experience hunger then the opportunity to study in school to be reduced (WFP 2006). One message Balanced Nutrition (message six), based on Permenkes No. 41/2014 is a habit of breakfast. Nutrition education accompanied by the provision of food in schools such as a healthy breakfast will run more effectively when walking in tandem. Healthy breakfast education activity aims to raise public awareness, especially school children about the importance of breakfast, the benefits of breakfast, the type of healthy breakfast, and snacks safe. This activity is held in order to commemorate World Health Day and National Education Day and aim to socialize healthy breakfast education activity for School Children at SDN Mauk III of Tangerang Regency of Banten. Socialization is done by providing nutrition education with comic media "Come Breakfast" as one of education media which accompanied by healthy breakfast together in class as much as 268 School Children attend and follow this activity with good Understanding and socialization is strengthened by education media and practice directly related healthy breakfast together in accordance with Balanced Nutrition used and given to the participants so easily understood and applied in everyday life both at home and at school. Such activities are important every year with different target targets, so that the socialization of healthy breakfast in accordance with the principles of balanced nutrition with nutrition education can be achieved well. Keywords: primary school children, nutrition education, healthy breakfast AbstrakPada periode 6-12 tahun, anak usia sekolah sangat sensitif dalam membentuk perkembangan kognitifnya. Bila pada periode ini mereka mengalami kelaparan maka kesempatan untukbelajar di sekolah menjadi berkurang(WFP 2006).Salah satu pesan Gizi Seimbang (pesan keenam), berdasarkan Permenkes No 41/2014 adalah biasakan sarapan.Pendidikan gizi disertai penyelenggaraan makanan di sekolah seperti Sarapan sehat akan berjalan lebih efektif bila berjalan beriringan. Kegiatan pendidikan sarapan sehat bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya anak sekolah mengenai pentingnya sarapan, manfaat sarapan, jenis sarapan sehat, dan jajanan aman. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Dunia dan Hari Pendidikan Nasional serta bertujuan untuk  mensosialisasikan kegiatan pendidikan sarapan sehat bagi Anak Sekolah di SDN Mauk III Kabupaten Tangerang Banten. Sosialisasi dilakukan dengan memberikan pendidikan gizi dengan media komik “Ayo Sarapan” sebagai salah satu media edukasi yang disertai dengan sarapan sehat bersama di kelas sebanyak 268 Anak Sekolah hadir dan mengikuti kegiatan ini dengan baik  Pemahaman dan sosialisasi diperkuat dengan adanya media edukasi serta praktek secara langsung terkait sarapan sehat bersama sesuai dengan Gizi Seimbang yang digunakan serta diberikan pada peserta sehingga mudah dipahami dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari baik di rumah maupun di sekolah. Kegiatan seperti ini penting dilakukan setiap tahun dengan target sasaran yang berbeda-beda, sehingga sosialisasi sarapan sehat sesuai dengan prinsip gizi seimbang yang disertai pendidikan gizi dapat tercapai dengan baik. Kata kunci : anak sekolah dasar, pendidikan gizi, sarapan sehat
HUBUNGAN CITA RASA DAN SISA MAKANAN LUNAK PASIEN KELAS III DI RSUD BERKAH KABUPATEN PANDEGLANG Anggraeni, Diah; Ronitawati, Putri; Hartati, Lilik Sri
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 9, No 01 (2017): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v9i01.1723

Abstract

Abstract The leftover is a classic problem founded in many hospitals in Indonesia. The number of leftover can cause loss of nutrition for patient after hospitalization. Lack of nutrients will have an impact on nonoptimal nutritional status which will disrupted the healing process. If the patient does not finish the food as well as recommended and this goes on for a long time, it will cause the nutrients deficiency, also resulting in hospital malnutrition. The fact in supplying the soft-food for patient, there were number of foods left since patient whose supplied by soft-food has a serious condition than the normal food patient. The high level of water in soft food causing the high volume of food and must contained by non-stimulated seasoning. This research aimed to determine the correlation between the taste of soft-food for patient in Berkah Hospital Pandeglang, especially for patient at level 3 facility. This research took a sample of level 3 patients, because this class has the largest bed capacity is in the hospital. This study is descriptive analytic, with cross sectional design, and the sample amounted to 70 people. Interview conducted by questionnaire then the direct weighing process for soft-food leftover held for 2 days. Analysis process used the chi square test. The result of bivariate analysis with chi square test was obtained by the taste of breakfast menu (p Value = 0,017), lunch (p Value = 0,008) and dinner (p Value = 0,009). The results showed there was a relationship between the taste and the soft-food leftover for breakfast (p <0.05), afternoon (p <0.05), and night (p <0.05). It recommended to held an periodically evaluation for the menu (in 6 months), especially on the taste of food aspect, especially if the food remains more and more. Keywords : leftover, taste of food, soft food, nutrition
ANALISIS PENYELENGGARAAN MAKANAN DAN KONTRIBUSI MAKANAN TERHADAP PERSEN LEMAK TUBUH DI SKADRON PENDIDIKAN 504 Asalwa, Nabila; Swamilaksita, Prita Dhyani; Ronitawati, Putri
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 11, No 02 (2019): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v11i2.2889

Abstract

AbstractBackground: Percent of body fat students in the dormitory can be influenced by several factors, including the influence of organizing food and the contribution of food from outside. The aim of this study is to analyze the food management system and the contribution of food from outside the hostel on the body fat percent of students in the Education Squadron 504. Method: Quantitative research and the design of this study is cross sectional in the form of observational studies. The total sample of Educational Squadron students 504 was 35. Results: Food management system which includes input, process, output, feedback and control in the 504 Education Squadron does not meet the food management standards. There is a relationship between contributions of energy, fat, and carbohydrate intakeoutsidethe hostel with body fat percent and has a moderate negative correlation (p <0.05). However, there was no significant relationship between the contribution of protein intake from outside the hostel with percent body fat (p> 0.05). Conclusion: There is a relationship between the contribution of energy in take, fat,and carbohydrates from out side the hostel to the percent body fat. Keywords: Food delivery system, contribution food from outside dormitory, body fat percent AbstrakPersen lemak tubuh siswa diasrama dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah pengaruh penyelenggaraan makanan dan kontribusi makanan dari luar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sistem penyelenggaraan makanan dan kontribusi makanan dari luar asrama terhadap persen lemak tubuh siswa di Skadron Pendidikan 504. Metode : Penelitian kuantitatif dan desain penelitian ini adalah crosssectional dalam bentuk studi observasional. Jumlah sampel siswa Skadron Pendidikan 504 yaitu 35 orang. Uji analisis bivariat yang digunakan adalah uji korelasi Spearman. Hasil: Sistem penyelenggaraan makanan yang meliputi input, proses, output, feedback serta kontrol di Skadron Pendidikan 504 belum memenuhi standar manajemen penyelenggaraan makanan. Terdapat hubungan antara kontribusi asupan energi, lemak, dan karbohidratdari luar asrama dengan persen lemak tubuh dan mempunyai korelasi negative sedang (p<0.05). Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kontribusi asupan protein dari luar asrama dengan persen lemak tubuh (p>0.05).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kontribusi asupan energi, lemak, dan karbohidrat dari luar asrama terhadap persen lemak tubuh. Kata kunci: Sistem penyelenggaraan makanan, kontribusi makanan dari luar asrama, persen lemak tubuh
ANALISIS KUALITAS MAKANAN DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN PADA PENYELENGGARAAN MAKANAN DI KANTIN UNIVERSITAS ESA UNGGUL Ronitawati, Putri; Simangunsong, Desi W.T
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 8, No 2 (2016): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v8i2.1607

Abstract

AbstractThe development of the food service industry caused competition to meet consumer needs in order to obtain satisfaction. The advantages of a service depends on the quality shown by these services.Consumer satisfaction is the starting point of the growth of loyalty consumer so it's important to know the customer satisfaction ratings. The purpose of this study was to assess the quality of service to the level of customer satisfaction in the implementation of the food in the cafeteria EsaUnggul University. This type of research is observational with cross sectional study. The population of this research is that consumers in the canteen EsaUnggul University with a sample of 100 people. The results of this study are 55% of the sample said that the quality of service in the cafeteria EsaUnggul University is good and there is a relationship between service quality and customer satisfaction levels (p value = 0.000). Keywords: Food quality, quality of service, consumen AbstrakMakanan sebagai faktor yang sangat penting bagi kehidupan manusia harus memenuhi cita rasa yang enak danpenampilan yangmenarik agar memenuhi kebutuhan konsumen. Setiap jasa boga harus dapat meningkatkan kualitas produk untuk dapat menciptakan kepuasan pelanggan yang dapat berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan.Berkembangnya industri jasa makanan menyebabkan adanya persaingan untuk memenuhi kebutuhan konsumen agar memperoleh kepuasan. Selain kualitas makanan, kualitas pelayanan juga berperan penting dalam menentukan tingkat kepuasan konsumen. Tujuan penelitian ini adalah menganalisiskualitasmakanandankualitas pelayanan terhadap tingkat kepuasan konsumen di kantin Universitas Esa Unggul. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan cross sectional study. Populasi penelitian ini adalah konsumen di kantin Universitas Esa Unggul dengan sampel 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara kualitas makanan dan kualitas pelayanan terhadap tingkat kepuasan konsumen (pvalue =0,001). Berdasarkan hasil analisa regresi logistik bahwa kualitas pelayanan merupakan faktor yang paling dominan yang mempengaruhi tingkat kepuasan konsumen (OR = 9,286).Kata kunci: Kualitas makanan, kualitas pelayanan, konsumen
Status Gizi Berdasarkan Pola Konsumsi Pada Anak Usia 6-7 Tahun Di Pulau Sumatera (Analisis Riskesdas 2010) Puspita, Tri; Ronitawati, Putri
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 4, No 2 (2012): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v4i2.1246

Abstract

AbstractNutritional status of children are influenced by many factors, one of which is the consumption pattern. The consumption patterns may either bring a child into the status of malnutrition or overweight that inhibits growth and development. This study to identifying consumption patterns based on the nutritional status of children aged 6-7 years on the island of Sumatera. We used secondary data RISKESDAS 2010, with cross-sectional approach. The total of respondent are 2304 children’s. We used one-way An-nova test to analyzing data. Based on the results of the study, as many as 79.7% of children of normal nutritional status, underweight 10.3% and 9.9% overweight. The results showed that children who overweight nutritional status of the mostly had consumed foods from cereals and grains (441±178) g, meat and poultry (12.4 ± 46.7) g, egg (24±45) g, milk (7.8± 35) g, vegetables (64.5± 84 g and fruits (19±55.5) g. Meanwhile, the children who underweight nutritional status mostly consumed of marine products such as fish and other marine products (40±70) g. There were no significant differences between consumption pattern of (cereals and grains, beans, meat, poultry, fish, milk, fats or oils, vegetables, fruits, snack foods, beverages, sugar and others) and nutritional status in children age 6-7 years on the island of Sumatera. We need more efforts to prevent and overcome problem of malnutrition with the comprehensive approach that includes aspects related to the nutritional status. Keywords: Nutritional Status, Food Consumption Pattern, Children aged 6-7 y AbstrakStatus gizi pada anak banyak dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satu diantaranya adalah pola konsumsi. Pola konsumsi yang tidak baik dapat membawa anak menjadi berstatus gizi kurang atau berstatus gizi lebih yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangannya. Mengidentifikasi pola konsumsi berdasarkan status gizi pada anak usia 6-7 tahun di Pulau Sumatera. Data yang digunakan adalah data sekunder RISKESDAS 2010, dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel anak yang masuk penelitian sebesar 2304 anak. Dalam pengujian statistik menggunakan uji one-way annova. Berdasarkan hasil penelitian, sebanyak 79,7% anak berstatus gizi normal, 10,3% berstatus gizi kurang dan 9,9% berstatus gizi lebih. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa anak dengan status gizi lebih paling banyak mengonsumsi makanan dari sumber serealia dan umbi-umbian 441 (±178 gr), daging dan unggas 12,4 (±46,7 gr), telur 24 (±45 gr), susu 7,8 (±35 gr), sayuran 64,5 (±84 gr) dan buah-buahan 19 (±55,5 gr). Sementara untuk anak dengan status gizi kurang paling banyak mengonsumsi bahan makanan dari hasil laut seperti ikan dan hasil laut lainnya 40 (±70 gr). Tidak terdapat perbedaan bermakna antara pola konsumsi (serealia dan umbi-umbian, kacang-kacangan, daging, unggas, ikan, susu, lemak atau minyak, sayuran, buah-buahan, makanan jajanan, minuman, gula dan lainnya) dan status gizi pada anak usia 6-7 tahun di Pulau Sumatera. Dalam upaya mencegah dan menanggulangi masalah gizi perlu dilakukan pendekatan menyeluruh yang meliputi aspek yang terkait dengan status gizi Kata Kunci : Status Gizi, Pola Konsumsi, Anak Usia 6-7 tahun
EDUKASI BEKAL SEHAT BERDASARKAN PRINSIP GIZI SEIMBANG DENGAN MEDIA "ISI BEKALKU" PADA SISWA SEKOLAH DASAR Ronitawati, Putri; Sitoayu, Laras; Nuzrina, Rachmanida; Melani, Vitria; Prabowo, Mas Dwi Yoga; Budiarti, Tia; Nabilah, Anisa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 4, No 3 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.765 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v4i3.2526

Abstract

Abstrak: Pola makan anak usia sekolah sering tidak sarapan, tidak membawa bekal makanan ke sekolah dan sering jajan di sekolah. Hal ini ditandai dengan rendahnya asupan zat gizi makro dan status gizi yang kurang pada anak sekolah di desa Weninggalih. Selain itu, belum adanya materi mengenai gizi seimbang dalam materi pendidikan jasmani di sekolah dan belum adanya pemberian edukasi terkait gizi seimbang dengan praktek membawa bekal. Edukasi ini bekerjasama dengan semua pihak baik dari puskesmas, kecamatan, sekolah dan perangkat desa yang dilaksanakan di SDN Sinargalih 2, Desa Weninggalih. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku siswa sekolah dasar mengenai gizi seimbang yang diaplikasikan melalui isi bekalku. Adapun jumlah siswa yang diberikan edukasi sebanyak 50 orang. Praktik yang didasari oleh pengetahuan akan bertahan lama sehingga penting bagi anak untuk memperoleh pengetahuan gizi dari berbagai sumber kegiatan yang akan dilakukan berupa edukasi mengenai gizi seimbang, dan isi piring makanku yang diaplikasikan dalam media “Isi Bekalku” yang sesuai dengan prinsip gizi seimbang. Hasilnya menunjukkan bahwa ada perubahan yang baik terkait pengetahuan siswa serta adanya perubahan perilaku yang tercermin dengan menu bekal yang bervariasi dan tepat porsinya. Abstract:  The eating patterns of school-aged children often do not eat breakfast, do not bring food to school and often eat snacks at school. This is indicated by the low intake of macro nutrients and poor nutritional status of school children in the village of Weninggalih. In addition, there is no material on balanced nutrition in physical education materials in schools and the absence of providing education related to balanced nutrition with the practice of carrying supplies. This education is in collaboration with all parties, both from the Public Health Center, schools and village apparatuses held at SDN Sinargalih 2, Weninggalih Village. The objective of this activity to improve the knowledge and behavior of elementary school students about balanced nutrition which is applied through my lunch “Isi Bekalku”. The number of students who were given education was 50 people. Practices based on knowledge will last so long that it is important for children to obtain nutritional knowledge from various sources of activities that will be carried out in the form of education about balanced nutrition, and the contents of my plates which are applied in the media "Isi Bekalku" in accordance with the principle of balanced nutrition. The results show that there are good changes related to student knowledge as well as changes in behavior that are reflected in the varied and precise portions of the lunch menu.
Hubungan Asupan, Status Gizi, Aktivitas Fisik, Tingkat Stres dan Siklus Menstruasi Atlet Bulutangkis Fernanda, Catrine; Gifari, Nazhif; Mulyani, Erry Yudhya; Nuzrina, Rachmanida; Ronitawati, Putri
Sport and Nutrition Journal Vol 3 No 1 (2021): Sport and Nutrition Journal
Publisher : Program Studi Gizi Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang (UNNES) bekerjasama dengan Persatuan Ahli Gizi (PERSAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/spnj.v3i1.41133

Abstract

ABSTRAK Gangguan siklus menstruasi dapat mengakibatkan penurunan performa pada atlet. Asupan yang tidak seimbang, beratnya latihan, status gizi tidak normal dan stress dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan asupan, status gizi, aktivitas fisik dan tingkat stres terhadap gangguan siklus menstruasi pada atlet bulutangkis. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional dan sampel berjumlahkan 20 atlet. Data diperoleh melalui online google form yaitu data asupan karbohidrat, protein, lemak, zat besi, folat dan vitamin C dengan Food Record 3x24 jam, status gizi dengan IMT/U, aktivitas fisik dengan lembar IPAQ, tingkat stress dengan lembar kuesioner HARS, dan siklus menstruasi. Analisis data menggunakan uji Korelasi Spearman Rank. Hasil Penelitian menunjukkan ada hubungan antara hubungan asupan karbohidrat (p = 0.015, r = 0.535) asupan protein (p = 0.021, r = -0.513), asupan lemak (p = 0.021, r = -0.513), vitamin C (p = 0.048, r = 0.447) dan gangguan siklus menstruasi pada atlet bulutangkis. Namun tidak ditemukannya hubungan antara zat besi, folat, status gizi, aktivitas fisik dan tingkat stress terhadap gangguan siklus menstruasi pada atlet bulutangkis (p > 0.05). Ada hubungan yang bermakna antara asupan karbohidrat, protein, lemak, vitamin C dan gangguan siklus menstruasi pada atlet bulutangkis putri. Kata Kunci : Atlet putri, bulutangkis, gangguan siklus menstruasi ABSTRACT Menstrual cycle disorder can result in decreasing athletes’ performance. Unbalanced intake, strenuous exercise, abnormal nutritional status and stress can increase the risk of disorders. This study aims to analyze the relationship between intake, nutritional status, physical activity and stress levels on menstrual cycle disorders in badminton athletes. This research uses quantitative research with cross sectional research design and a sample of 20 athletes. Data obtained through online google form, namely data on intake of carbohydrate, protein, fat, iron, folate and vitamin C with Food Record 3x24 hours, nutritional status with BMI/U, physical activity with IPAQ sheets, stress levels with HARS sheets, and menstrual cycles. Data analysis uses the Spearman Rank Correlation test. The results showed a relationship between intake of carbohydrate (p = 0.015, r = 0.535), protein (p = 0.021, r = -0.513), fat (p = 0.021, r = -0.513), vitamin C (p = 0.048, r = 0.447) and menstrual cycle disorders in badminton athletes. However, there was no relationship between iron, folate, nutritional status, physical activity and stress levels on menstrual cycle disorders (p> 0.05). There is a significant relationship between intake of carbohydrates, protein, fat, vitamin C and menstrual cycle disorders in female badminton athletes. Key words : female athlete, badminton, menstrual cycle disorder
KONSUMSI PANGAN, PENYAKIT INFEKSI, SOSIAL EKONOMI BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI PERMUKIMAN KUMUH PADA MASA COVID-19 Lubis, Stefany; Sa’pang, Mertien; Sitoayu, Laras; Ronitawati, Putri; Novianti, Anugrah
Health Publica Vol 2, No 01 (2021): Health Publica Jurnal kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/hp.v2i01.4075

Abstract

Salah satu kelompok usia yang rentan mengalami masalah gizi yaitu balita, asupan gizi yang kurang dikonsumsi balita merupakan faktor penyebab langsung terjadinya masalah gizi. Pada masa pandemi, konsumsi pangan yang mengandung zat gizi seimbang sangat dibutuhkan karena diperlukan imunitas tubuh. Asupan energi, protein, lemak dan karbohidrat yang kurang menyebabkan zat gizi tidak optimal sehingga rentan mengalami penyakit infeksi. Faktor ekonomi juga mempengaruhi adanya masalah gizi balita karena tersedianya bahan pangan yang bergizi dipengaruhi oleh sosial ekonomi keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan konsumsi pangan, penyakit infeksi dan sosial ekonomi dengan status gizi (BB/U) balita. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dan jumlah sampel 57 balita yang tinggal di permukiman kumuh RT 03 Kelurahan Gandasari Tangerang. Pengumpulan data karakteristik responden meliputi usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, penyakit infeksi dan sosial ekonomi diperoleh dengan wawancara menggunakan instrumen kuesioner umum. Data status gizi dengan BB/U, konsumsi pangan menggunakan kuesioner food recall 2x24 jam dan dianalisa menggunakan program Nutrisurvey. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil dari penelitian ini menunjukkan balita mempunyai status gizi normal (57.9%). Penyakit infeksi yang sering dialami adalah ISPA (56,1%) sedangka diare (38,6%). Sebagian besar balita memiliki tingkat asupan energi, protein, lemak dan karbohidrat dalam kategori cukup dan tingkat sosial ekonomi rendah (73,7%). Tidak terdapat hubungan konsumsi pangan (p=1,000), penyakit infeksi (p=0,093) dan sosial ekonomi (p=0,426) terhadap status gizi balita indeks BB/U.Kata Kunci: Konsumsi Pangan, Penyakit Infeksi, Sosial Ekonomi, Status Gizi 
METODE PDAT DAN COMSTOCK LEBIH EFISIEN DIBANDINGKAN FOOD WEIGHING DALAM MENILAI SISA MAKANAN PASIEN Nisak, Nova Khairun; Ronitawati, Putri; Palupi, Khairizka Citra
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 11, No 01 (2019): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v11i01.2751

Abstract

Food waste is one of indicator to measure the quality of food service system. The most frequent method in assessing food waste is the Comstock visual method. Recently, PDAT (Pictorial Dietary Assessment Tool) has been identified as another valid and reliable method in assessing food waste. However, it remain unknown the difference of quantity and times between Comstock, PDAT and food weighing (gold standard) method. The aim of this study is to identify the difference of quantity and times of assessment between Comstock, PDAT and food weighing methods. This was quasi experimental study which assesses food waste by using three methods (Comstock, PDAT and food weighing) in Koja Hospital, North Jakarta. Comstock and PDAT methods were done by nutritionist at Koja Hospital and food weighing conducted by researchers. Total sample of this study was 70 trays. We found that there was no significant difference on quantity of food waste between methods of PDAT versus Comstock, PDAT versus food weighing, and Comstock versus food weighing (p>0.05). The time of assessment demonstrated significant difference between methods of PDAT versus food weighing and Comstock versus food weighing (p<0.05). However, there was no significance different in time of assessment between method of PDAT and Comstock. In conclusion, The PDAT, Comstock and Food weighing methods produce similar results in assessing the quantity of patient food waste. PDAT and Comstock methods were more efficient than food weighing in assessing the patient's food waste Keywords: food waste, PDAT, Comstock, Food weighing
Co-Authors Adhella Komala Dewi Aditya Sagara Putra Anggraeni, Diah Asalwa, Nabila Ashifa Meyta Kristya Aspiyani Aspiyani Bestari, Dania Senja BUDI SETIAWAN Budiarti, Tia Bunga F Ayupradinda Chairunissa Aulia Zikrika Dewanti, Lintang Purwara Dian Aryani Dudung Angkasa Dudung Angkasa Dudung Angkasa Dudung Angkasa Dwi Noviyantini Elika Mareta Rahim Elistia Elvandari, Miliyantri Erry Yudhya Mulyani Erry Yudhya Mulyani Fadilatunnisa Hayatunnufus Febriyani Febriyani Fenny Anngraeny Nasution Fernanda, Catrine Gifari, Nazhif Harna Harna Harna, Harna Hartati, Lilik Sri Ima Yudiyanti Inggriani Puji Lestari Intan Ali Ramadhiany Intan Dwi Asmarani Khairizka Citra Khairizka Citra Palupi Khairizka Citra Palupir Laras Sitoayu Laras Sitoayu Laras Sitoayu Leyrina Rizky Utami Lubis, Stefany Maria Tambunan Mertien Sa’pang Michael Fujima Mika Puspita Milka Alana Sabu Mury Kuswari Mury Kuswari Mury Kuswari Nabilah, Anisa Nadina Karima Nadiyah Nadiyah Nadya Faradilla Nanda Aula Rumana Nazhif Ghifari Ni Putu Dewi Ninda Aini Syaher Nisak, Nova Khairun Novia Indri Saputri Novianti, Anugerah Novianti, Anugerah Novianti, Anugrah Nur Azizah Palupi, Khairizka Citra Prabowo, Mas Dwi Yoga Prita Dhyani Swamilaksita Putri Nurhasanah Putri Nurhasanah Yahya Putri Nurhasanah Yahya Putri, Vira Herliana Rachmanida Nuzrina Rachmi Octaviana Rahmatia Risda Rahmawati Rasidin Ratri Oktaria Jasmine Reza Fadhilla Reza Fadhilla Reza Fadhilla Reza Fadhilla Rianti Sri Widayati Risa Martiana Rumana, Nanda Aula Sarah Mardiyah Sari, Ira Purnama Septia Rosdyaningrum Simangunsong, Desi W.T Siti Badriyah Siti Mutia Rahmawati Sry Rizki Amelia Tiurma Sinaga Tri Puspita, Tri Viki Riantama Vira Herliana Putri Vitria Melani Vitria Melani Vitria Melani Vitria Melani Vitria Melani Vitria Melani, Vitria Wahyu Pratama Wahyu Pratama Yulia Wahyuni Yuni Pradila