Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBM) DAN STRATEGI KOOPERATIF TERHADAP KEMAMPUAN MENYELESAIKAN MASALAH DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF BIOLOGI DITINJAU DARI KEMAMPUAN AKADEMIK AWAL SISWA KELAS X SMA NEGERI 3 MATARAM Gayatri, I Gst Ayu Suartini; Jekti, Dwi Soelistya Dyah; Jufri, A. Wahab
Jurnal PIJAR Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal PIJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini sekolah belum menerapkan suasana belajar yang mengembangkan kemampuan siswa, terutama dalam kemampuan menyelesaikan masalah dan hasil belajar kognitif siswa. Sehingga tingkatan kemampuan berpikir siswa hanya berada pada tataran berpikir tingkat rendah yang tidak memiliki penalaran dan kemampuan menyelesaikan  masalah yang nyata. Pendekatan pembelajaran berbasis masalah dan strategi pembelajaran kooperatif menjadi alternatif pendekatan pembelajaran yang dapat meningktakan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penerapan pembelajaran (PBM terintegrasi STAD, PBM dan STAD), kemampuan akademik siswa dan interaksi antara strategi pembelajaran dengan tingkat kemampuan akademik siswa terhadap kemampuan menyelesaikan masalah dan hasil belajar kognitif biologi siswa kelas X SMAN 3 Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment  dengan Pretest-Posttes Nonequivalent Control Group Design, perlakuan dengan seting faktorial 2 x 3. Populasi penelitian sebanyak 480 siswa yang tersebar dalam 12 kelas. Teknik sampling dipilih dengan cluster random sampling dan diperoleh 120 siswa yang tersebar dalam 3 kelas. Hasil uji statistik menunjukkan  adanya pengaruh yang signifikan (p<0,05) pada penerapan strategi pembelajaran (PBM terintegrasi STAD, PBM dan STAD) terhadap kemampuan menyelesaikan masalah  dan hasil belajar kognitif siswa.  Tingkat kemampuan akademik siswa (tinggi dan rendah) juga menunjukkan pengaruh yang signifikan (p<0,05) terhadap kemampuan menyelesaikan masalah  dan hasil belajar kognitif siswa. Namun interaksi antara srategi pembelajaran dengan kemampuan akademik siswa tidak berpengaruh terhadap kemampuan menyelesaikan masalah  dan hasil belajar kognitif siswa (p>0,05).
FILOSOFI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN SAINS DALAM PROSES TRANFORMASI SAINS, TEKNOLOGI DAN NILAI-NILAI KEMANUSIAAN Jufri, A. Wahab
Jurnal PIJAR Vol 3, No 2 (2008)
Publisher : Jurnal PIJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pendidikan sebagai proses memerlukan adanya filsafat sebagai acuan dalam mengarahkan tujuan pendidikan yang ingin dicapai. Beberapa aliran yang ber­pengaruh terhadap filsafat pendidikan di Indonesia antara lain aliran idealisme, aliran rasionalisme, humanisme dan pragmatisme. Dalam kondisi budaya Indonesia yang khas perlu dikembangkan filsafat pendidikan yang bersifat progresif dan terpadu dengan nilai-nilai budaya lokal sehingga menjadi perpaduan yang serasi dan relevan dengan nilai-nilai pancasila sebagai dasar dan filosofi umum bangsa Indonesia. Dalam konteks ini, filsafat pendidikan khususnya dalam bidang pembelajaran sains berperan sebagai acuan untuk membantu generasi muda bangsa menghadapi pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta arus globalisasi budaya dan ekonomi. Dalam kondisi seperti ini setiap pendidik bidang sains perlu mengembangkan filosofi yang mantap dalam upaya mengembangkan pembelajaran sains yang berpusat pada peserta didik, memaksimalkan peran pendidikan sains dalam proses rekonstruksi paradigma pembelajaran, serta dalam pengembangan kete­rampilan berpikir peserta didik di setiap jenjang sekolah. Sehubungan dengan hal tersebut, adalah menjadi tanggung-jawab pendidik dan sekolah untuk berusaha 1) mengidentifikasi implikasi nilai-nilai etika dalam setiap proses perubahan yang terjadi, 2) membantu untuk berkembangnya nilai-nilai positif dalam diri peserta didik, dan 3) membantu peserta didik untuk dapat mengambil sikap dan keputusan yang tepat dalam merencanakan kehidupannya secara berarti. Kata-kata kunci: filsafat, filosofi sains, idealisme, rasionalisme, humanisme,
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF DITINJAU DARI KEMAMPUAN AKADEMIK MAHASISWA Fahruddin, Fahruddin; Jufri, A. Wahab; Jamaluddin, Jamaluddin
Erudio Journal of Educational Innovation Vol 2, No 2 (2014): ERUDIO (JOURNAL OF EDUCATIONAL INNOVATION)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.695 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif terhadap hasil belajar kognitif  ditinjau dari kemampuan akademik mahasiswa.  Penelitian ini adalah penelitian  eksperimen semu dengan desain pretest-posttest non equivalen control group design dengan rancangan  faktorial 2x4. Populasi penelitian adalah mahasiswa program studi pendidikan Biologi semester IV STKIP Bima, sebanyak 8 kelas dengan jumlah   336 mahasiswa. Sampel penelitian diperoleh melalui teknik simple random sampling, dari 8 kelas yang ada diambil  4 kelas sebagai sampel dengan jumlah 168 mahasiswa. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar kognitif. Data hasil penelitian dianalisis dengan teknik statistik  Anacova dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD, Jigsaw II, dan TGT terhadap hasil belajar kognitif mahasiswa (p<0,05), 2) Ada pengaruh kemampuan akademik terhadap hasil belajar kognitif mahasiswa (p<0,05), 3) Tidak ada pengaruh interaksi model pembelajaran kooperatif tipe STAD, Jigsaw II, dan TGT dengan kemampuan akademik terhadap hasil belajar kognitif mahasiswa (p>0,05), 4) Hasil uji beda menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TGT yang signifikan perbedaan pengaruhnya terhadap hasil belajar kognitif, dibandingkan dengan tipe Jigsaw II, dan STAD (berkoofisien positif dan sig.< 0,05). 
Contributions of The Medusae of Phyllorhiza punctata (Scyphozoa: Rhizostomae) in Production of Dissolved Organic Carbon (DOC) Jufri, A. Wahab
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 10, No 1 (2005): February 2005
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.008 KB) | DOI: 10.24002/biota.v10i1.2794

Abstract

Medusa Phyllorhiza punctata mampu menghasilkan lendir yang dapat diserap olehmolekul organik serta berperan sebagai agregat atau sumber energi bagi pertumbuhandan perkembangan bakteri. Penelitian ini telah dilaksanakan dengan tujuan untukmengetahui pola produksi karbon organik terlarut (KOT) oleh medusa P.punctata danuntuk mendeterminasi hubungan antara produksi KOT dengan produksi dan konsumsioksigen dalam proses fotosintesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa medusa yangberukuran kecil (berat basah < 7 gram) menghasilkan oksigen lebih banyak dari jumlahyang dibutuhkan. Sedangkan medusa yang berukuran lebih besar mengkonsumsi oksigenlebih banyak dari jumlah yang dihasilkan. Secara individual, medusa dengan beratantara 4 - 6,8 gram dapat memproduksi karbon organik terlarut sebesar 27,44 mgkarbon per hari dan medusa yang berukuran besar dengan berat 27 - 45 gram dapatmenghasilkan KOT sekitar 308,7 mg karbon per hari.
LEARNING TOOLS WITH INQUIRY MODELS INTEGRATED OF CHARACTER EDUCATION Azmi, Irham; Jufri, A. Wahab; Makhrus, Muh.
Lensa: Jurnal Kependidikan Fisika Vol 8, No 1: June 2020 (in Press)
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-lkf.v8i1.2750

Abstract

This study aimed to describe the characteristics and validity of learning tools with inquiry models integrated of character education that is used in learning at junior high school level. The intended learning tools include syllabus, lesson plans, teaching materials, student worksheets, and scientific creativity test instruments. This research is an evaluative descriptive study that describes the characteristics and evaluates the quality of the validity of learning tools. The learning tools validation process involves three validators who validate the learning tools on aspects of content validity and construct validity. The validation results show that the validator's assessment of the learning framework developed in the aspects of content validity and construct validity are categorized as very valid with an average range of scores of ?85%, with a percentage of agreement ?75%. The results of this study can be used as a foundation that the learning tools with inquiry models integrated of character education can be implemented in the field.
Contributions of The Medusae of Phyllorhiza punctata (Scyphozoa: Rhizostomae) in Production of Dissolved Organic Carbon (DOC) A. Wahab Jufri
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 10, No 1 (2005): February 2005
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v10i1.2794

Abstract

Medusa Phyllorhiza punctata mampu menghasilkan lendir yang dapat diserap olehmolekul organik serta berperan sebagai agregat atau sumber energi bagi pertumbuhandan perkembangan bakteri. Penelitian ini telah dilaksanakan dengan tujuan untukmengetahui pola produksi karbon organik terlarut (KOT) oleh medusa P.punctata danuntuk mendeterminasi hubungan antara produksi KOT dengan produksi dan konsumsioksigen dalam proses fotosintesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa medusa yangberukuran kecil (berat basah < 7 gram) menghasilkan oksigen lebih banyak dari jumlahyang dibutuhkan. Sedangkan medusa yang berukuran lebih besar mengkonsumsi oksigenlebih banyak dari jumlah yang dihasilkan. Secara individual, medusa dengan beratantara 4 - 6,8 gram dapat memproduksi karbon organik terlarut sebesar 27,44 mgkarbon per hari dan medusa yang berukuran besar dengan berat 27 - 45 gram dapatmenghasilkan KOT sekitar 308,7 mg karbon per hari.
ANALISIS KEMELEKAN SAINS (SCIENCE LITERACY) DAN KEMELEKAN INKUIRI (INQUIRY LITERACY) GURU MATA PELAJARAN IPA SMP A. Wahab Jufri; Hikmawati Hikmawati
Jurnal Pijar Mipa Vol. 9 No. 1 (2014): Maret
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.276 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v9i1.37

Abstract

Abstrak: Kemelekan sains dan kemelekan inkuiri adalah dua hal penting yang harus dikuasai secara memadai oleh peserta didik dalam era globalisasi. Telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk menganalisis tingkat kemelekan sains dan kemelekan inkuiri guru-guru mata pelajaran IPA SMP. Sampel penelitian terdiri atas 25 orang guru IPA SMP yang sedang menempuh program S2 pada Program Studi Magister Pendidikan IPA di Universitas Mataram tahun akademik 2012/2013. Penelitian dilaksanakan dengan pola pretes-postes dan diberikan perlakuan berupa pelatihan berjenjang dengan total waktu 400 menit (4 kali tatap muka). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemelekan sains dan inkuiri guru-guru IPA SMP masih tergolong rendah. Dalam pola pelatihan berjenjang seperti ini guru hanya mampu meningkatkan kemelekan sains sebesar 1% dan kemelekan inkuiri sebesar 5%. Mengingat pentingnya peran kemelekan sains dan kemelekan inkuiri bagi peserta didik maka perlu dilakukan upaya sistematis untuk meningkatkan kompetensi profesional para guru khususnya aspek kemelekan sains dan kemelekan inkuiri.Kata kunci: kemelekan, sains, inkuiri Abstract: Science literacy and inquiry literacy are two important aspects of life skills needed by both teachers and students in this globalization era. This research has been undertaken to analyzed science and inquiry literacy of high school science teachers in West Nusa Tenggara Provence. The research subjects consist of 25 teachers who joined the master degree in  the Magister Study Program of Educational Sciences in the University of Mataram during academic year 2012/2013. The research has been designed as one group pretest-postest experiment. The teacher students have been trained for 4 times of lecturer classes which equal to 400 minutes. The results of this research shown that the average scores  of science literacy and inquiry literacy of those student teachers can be categorized as low level (M ≤ 50%). The average scores of science literacy increased only 0,7 % and the inquiry literacy score increased about 5% after the training. Due to the important of these aspects in the context of science, therefore it is strongly recommended to constructs systematic and continuous efforts to help improve the teachers professional competences includes the science literacy and inquiry literacy.Keywords: literacy, sience, inquiry
EFEKTIVITAS MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS FLASH DAN MODEL 5E UNTUK MENINGKATKAN SIKAP TERHADAP SAINS SISWA SMP NEGERI 6 MATARAM Ellysabeth Usmiatiningsih; Ahmad Harjono; A. Wahab Jufri
Jurnal Pijar Mipa Vol. 8 No. 1 (2013): Maret
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.61 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v8i1.54

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan pengaruh multimedia interaktif berbasis flash (MIBF) dan model 5E terhadap  keterampilan berpikir kritis siswa. Desain penelitian eksperimen adalah pretest-postest non-equivalent control group dan setting pelaksanaan penelitian dengan rancangan faktorial  2 x 2. Populasi penelitian adalah kelas VIII SMPN6 Mataram, sebanyak 196 siswa yang tersebar di 7 kelas. Sampel  dipilih dengan simple random sampling dan diperoleh 97 siswa yang tersebar di 4 kelas yakni kelas VIIIB menerapkan model pembelajaran 5E tanpa menggunakan MIBF, kelas VIIIC menerapkan model pembelajaran 5E dan menggunakan MIBF, Kelas VIIID menerapkan model pembelajaran 2EK tanpa MIBF, dan kelas VIIIE menerapkan model 2EK dan menggunakan MIBF. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh penggunaan MIBF (F = 100,96, p = 0,00) dan model 5E (F = 65,46, p = 0,00) pada sikap terhadap sains. Terdapat pengaruh interaksi antara MIBF dan model 5E (F = 38,64, p = 0,00) terhadap keterampilan perpikir kritis dan terdapat pengaruh interaksi antara MIBF dan model  5E(F = 13,05, p = 0,00) pada sikap terhadap sains siswa. Maka dapat disimpulkan bahwa MIBF dan model 5E efektif meningkatkan sikap tergadap sains.Kata kunci: MIBF, model 5E, sikap terhadap sains. Abstract: The aim of this study was to know effectiveness and effect of flash based interactive multimedia (FBIM) and 5E model toward students attitudes toward science. Experimental research desain was pretest-postest non-equivalent  control group and faktorial  2 x 2. The population consist of  196 students spread in 7 classes. These classes are grade VIII in SMPN6 Mataram. Sample  was choosen by using simple random sampling, Sample of this reseacrh consist of  97 students spread in 4 classes are grade VIIIB applied 5E model without FBIM grade VIIIC applied 5E model and FBIM, grade VIIID applied  2EK model without FBIM, and grade VIIIE applied 2EK model and  FBIM Result of experiment reseach shows that there are significant effect of FBIM (F = 100.96, p = 0.00) and 5E model (F = 65.46, p = 0.00) on attitudes toward science. There are significant effect of interaction between FBIM and 5E model (F = 13.05, p = 0.00) on attitudes toward science. It can be concluded that FBIM and 5E model are effective to enhance students attitudes toward science.Keywords: Flash based interactive multimedia, 5E model, attitudes  toward science.
EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBM) DAN STRATEGI KOOPERATIF TERHADAP KEMAMPUAN MENYELESAIKAN MASALAH DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF BIOLOGI DITINJAU DARI KEMAMPUAN AKADEMIK AWAL SISWA KELAS X SMA NEGERI 3 MATARAM I Gst Ayu Suartini Gayatri; Dwi Soelistya Dyah Jekti; A. Wahab Jufri
Jurnal Pijar Mipa Vol. 8 No. 2 (2013): September
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.268 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v8i2.77

Abstract

Abstrak: Saat ini sekolah belum menerapkan suasana belajar yang mengembangkan kemampuan siswa, terutama dalam kemampuan menyelesaikan masalah dan hasil belajar kognitif siswa. Sehingga tingkatan kemampuan berpikir siswa hanya berada pada tataran berpikir tingkat rendah yang tidak memiliki penalaran dan kemampuan menyelesaikan  masalah yang nyata. Pendekatan pembelajaran berbasis masalah dan strategi pembelajaran kooperatif menjadi alternatif pendekatan pembelajaran yang dapat meningktakan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penerapan pembelajaran (PBM terintegrasi STAD, PBM dan STAD), kemampuan akademik siswa dan interaksi antara strategi pembelajaran dengan tingkat kemampuan akademik siswa terhadap kemampuan menyelesaikan masalah dan hasil belajar kognitif biologi siswa kelas X SMAN 3 Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment  dengan Pretest-Posttes Nonequivalent Control Group Design, perlakuan dengan seting faktorial 2 x 3. Populasi penelitian sebanyak 480 siswa yang tersebar dalam 12 kelas. Teknik sampling dipilih dengan cluster random sampling dan diperoleh 120 siswa yang tersebar dalam 3 kelas. Hasil uji statistik menunjukkan  adanya pengaruh yang signifikan (p<0,05) pada penerapan strategi pembelajaran (PBM terintegrasi STAD, PBM dan STAD) terhadap kemampuan menyelesaikan masalah  dan hasil belajar kognitif siswa.  Tingkat kemampuan akademik siswa (tinggi dan rendah) juga menunjukkan pengaruh yang signifikan (p<0,05) terhadap kemampuan menyelesaikan masalah  dan hasil belajar kognitif siswa. Namun interaksi antara srategi pembelajaran dengan kemampuan akademik siswa tidak berpengaruh terhadap kemampuan menyelesaikan masalah  dan hasil belajar kognitif siswa (p>0,05). Kata kunci: Pembelajaran berbasis masalah, strategi kooperatif, kemampuan menyelesaikan masalah, hasil belajar kognitif. Abstract: Currently the school has not implemented a learning environment that develops students' skills, particularly in the ability to solve problems and cognitive learning outcomes of students. So the level of students' thinking skills are only at the level of the low-level thinking and reasoning that does not have the ability to solve real problems. Approach to problem-based learning and cooperative learning strategies into alternative learning approach that can drive the students' learning outcomes. This study aimed to investigate the effect of the application of learning (STAD integrated PBL, PBL and STAD), academic ability of students and interaction between learning strategy and academic level of students' ability to problem-solving ability and cognitive learning outcomes biology class X student of SMAN 3 Mataram. This research is a quasi-experiment with pretest Posttes Nonequivalent Control Group Design, treatment with 2 x 3 factorial setting. The study population of 480 students in 12 classes spread. Sampling technique selected by random cluster sampling and obtained 120 students spread into 3 classes. Statistical test results showed a significant effect (p <0.05) on the application of learning strategies (STAD integrated PBL, PBL and STAD) the ability to solve problems and cognitive learning outcomes of students. Students' level of academic ability (high and low) also showed a significant effect (p <0.05) to the problem-solving skills and cognitive learning outcomes of students. However, the interaction between the strategy of learning with students' academic abilities do not affect the ability to solve problems and cognitive learning outcomes of students (p> 0,05).Keywords:      Problem-based learning, cooperative strategies, problem-solving skills, cognitive learning outcomes.
PENELITIAN TINDAKAN KELAS: ANTARA TEORI DAN PRAKTEK A. Wahab Jufri
Jurnal Pijar Mipa Vol. 5 No. 2 (2010): September
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.77 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v5i2.166

Abstract

Abstrak : Penelitian tindakan kelas merupakan salah satu proses inkuiri yang penting untuk dilaksanakan oleh guru dalam rangka meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar peserta didik. Ada tiga karakteristik PTK yang perludipahami yakni, 1) dilaku-kan atas dasar adanya masalah yang dipicu oleh kesadaran guru bahwa praktik pembelajaran yang dilakukannya di kelas memerlukan perbaikan, 2) merupakan suatu bentuk kegiatan inkuiri yang dilakukan melalui refleksi diri, dan 3) dilaksanakan di dalam kelas oleh guru secara terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran dan dapat menjadi tindakan inovatif guru dalam proses pelaksanaan tugas profesinya. Dalam rangka mengembangkan semangat dan kemampuan guru untuk melaksanakan PTK maka guru perlu difasilitasi untuk berperan serta sebagai peneliti pendamping dosen, diciptakan peluang dan akses untuk mengikuti diseminasi tentang hasil penelitian dan teori-teori serta praktik PTK di sekolah.Kata kunci : PTK, inkuiri, teori-praktik, peneliti pendampingAbstract : Classroom action research is one form of teacher inquiry activities to improve the quality of teaching processes and student learning achievements. There are three important characteristics of classroom action research (CAR) that should be known by teacher. First, it is conducted by teacher based on their awareness in relation to his/her teaching process. Second, it is a teacher’s inquiry activity which should be conducted through self reflection. Third, it is conducted by teacher as form of teaching innovation during his/her professional activities. In the efforts to developsteacher spirits and ability to proceeds classroom action research, therefore it is important to provide broad facility for teacher to be involved in lecturer’s research activities as co-researcher and to joint dissemination of scientific articles about theories and practices of the lassroom action research.Keywords : CAR, inquiry, theory-practices, co-researcher