Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Performance Karbon Aktif dari Limbah Cangkang Kelapa Sawit sebagai Bahan Elektroda Superkapasitor Hermansyah Aziz; Olly Norita Tetra; Admin Alif; Syukri Syukri; Yola Azli Perdana
Jurnal Zarah Vol. 5 No. 2 (2017): Jurnal Zarah
Publisher : Jurnal Zarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.709 KB) | DOI: 10.31629/zarah.v5i2.208

Abstract

Performance karbon aktif dari limbah cangkang kelapa sawit sebagai bahan elektroda pada superkapasitor telah dipelajari. Superkapasitor dirangkai dengan metoda plat/sandwich yang dipisahkan oleh separator PVA (Polivinil Alkohol). Untuk meningkatkan nilai kapasitansi dilakukan aktivasi terhadap karbon menggunakan aktivator KOH 10 M dan dipelajari karakterisasinya dengan XRD (X-Ray Diffraction), FTIR (Fourier Transform infrared Spektroscopy), SEM-EDX (Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive X-Ray) dan SAA (Surface Area Analyzer). Karbon aktif yang diaktivasi memiliki luas permukaan 15 kali lebih besar yaitu 27,253 m2/g dibandingkan dengan karbon tanpa diaktivasi yaitu 1,829 m2/g. Superkapasitor dibuat dengan menvariasikan ukuran partikel, luas plat, konsentrasi larutan elektrolit dan waktu pengisian dan dihasilkan nilai kapasitansi tertinggi yaitu 48,2516 µF dengan luas permukaan 3 x 11 cm2, waktu pengisian 35 menit dan konsentrasi elektrolit H3PO4 0,3 N.
PENGARUH PENAMBAHAN KARBON AKTIF DARI TANAH GAMBUT TERHADAP KAPASITANSI ELEKTRODA SUPERKAPASITOR BERBAHAN DASAR KARBON AKTIF CANGKANG KELAPA SAWIT Olly Norita Tetra; Hermansyah Aziz; Syukri Syukri; Bustanul Arifin; Asih Novia
Jurnal Zarah Vol. 6 No. 2 (2018): Jurnal Zarah
Publisher : Jurnal Zarah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.106 KB) | DOI: 10.31629/zarah.v6i2.562

Abstract

Pengaruh penambahan karbon aktif tanah gambut terhadap kinerja superkapasitor berbahan dasar cangkang kelapa sawit telah dipelajari. Karbon aktif dari tanah gambut dibuat dengan menambahkan KOH 10 M dan dilakukan perendaman pada perbandingan massa 1: 4 antara karbon dengan KOH. Karbon aktif yang dihasilkan dikarakterisasi dengan XRD (X-Ray Difraksi), SEM-EDX (Scanning Elektron Microscopy-Energi Dispersive X - Ray), dan FTIR (Fourier Transform infrared Spektroscopy). Penambahan karbon aktif dari tanah gambut memberikan nilai kapasitansi meningkat menjadi 8063 kali lebih besar pada perbandingan masaa 1: 2 dengan luas luas pelat elektroda 3x3 cm2, konsentrasi elektrolit H3PO4 0,3 N dan waktu pengisian 15 menit. Pencampuran Karbon aktif dari tanah gambut dan cangkang kelapa sawit memiliki kinerja yang baik sebagai bahan elektroda superkapasitor.
Pembentukan Hidrogen dari Air Secara Fotokatalitik oleh Serbuk TiO2 yang Didoping Nitrogen Febrina Arfi; Hermansyah Aziz; Admin Alif
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 2, No. 2, November 2016
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.005 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v2i2.3077

Abstract

Abstrak   Kesadaran terhadap ancaman krisis energi karena kebutuhan yang sangat besar dan pencemaran lingkungan yang terjadi, maka perlu dilakukan penelitian untuk menghasilkan sumber energi alternatif. Hidrogen merupakan energi alternatif yang dapat digunakan sebagai bahan bakar, ramah lingkungan, dan dihasilkan dari sumber yang melimpah di bumi  yaitu air. Salah satu metode yang dipakai untuk memproduksi gas hidrogen adalah metode fotolisis. Katalis yang digunakan adalah TiO2 yang didoping N, tujuannya mempelajari pengaruh variasi perbandingan TiO2/N terhadap aktifitas fotokatalitik pembentukan hidrogen. Hasil penelitian memperlihatkan produksi gas menggunakan TiO2/N pada kondisi optimum terjadi pada perbandingan 4:6 yang menghasilkan gas 2.2 mL. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa TiO2 doping N dapat membantu pembentukan gas secara fotokatalitik.   Kata kunci : Fotolisis, katalis, doping, fotokatalitik Abstract The awareness about energy crisis is rising quickly. Consider to the very fast growing need of energy and the environmental impact caused by the conventional energy, so that the research about renewable energy as an alternative energy resource is very urgent. Therefore, the research to produce hydrogen as an alternative energy resourse was conducted. Hydrogen can be used as a green fuel which can be extracted from water, a huge amount of resource on the earth. In this research, the photolysis method was used. Nitrogen-doped TiO2 catalyst was used in order to analyse the influence of variational ratio of TiO2/N to the photocatalytic process of hydrogen production. The result shows that the optimum condition in producing gas using TiO2/N occured at the ratio 4:3 which produced as much as 2.2 ml gas. From this result can be concluded that Nitrogen-doped TiO2 supports the extraction of gas in photocatalytic process.   Keywords: Photolysis, catalys, doped, photocatalytic   DOI: http://dx.doi.org/10.15408/jkv.v0i0.3077
Penyerapan Timbal(II) dan Cadmium(II) di dalam Larutan Menggunakan Limbah Kulit Buah Kapuk Rahmiana Zein; Dewi Nofita; Refilda Refilda; Hermansyah Aziz
Chimica et Natura Acta Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.207 KB) | DOI: 10.24198/cna.v7.n1.20813

Abstract

Kulit buah kapuk (Ceiba pentandra L) merupakan limbah pertanian yang belum dioptimalkan sampai sekarang. Penelitian biosorpsi Pb(II) dan Cd(II) menggunakan biosorben kulit buah kapuk telah dilakukan dengan metoda batch. Parameter yang dipelajari untuk penentuan kondisi optimum yaitu pH, konsentrasi awal, waktu kontak, massa biosorben dan ukuran partikel. Biosorben terlebih dahulu diaktivasi dengan HNO3 0,01 M. Kondisi optimum biosorpsi diperoleh pada pH 4, waktu kontak 15 menit, massa biosorben 0,025 g dan ukuran partikel ≤25 µm kedua ion logam, sedangkan konsentrasi awal larutan 1200 mg/L untuk Pb(II) dan 1000 mg/L untuk Cd(II). Studi isotherm adsorpsi mengikuti model isoterm Langmuir dengan koefisien determinasi (R2) 0,9983 untuk Pb(II) dan 0,9892 untuk Cd(II). Kinetika adsorpsi mengikuti model pseudo orde dua yang menunjukkan bahwa adsorpsi terjadi secara kimia. Karakterisasi menggunakan FTIR menunjukkan bahwa biosorben mengandung gugus fungsi seperti –OH, dan -C=O yang berperan dalam proses biosorpsi, sedangkan karakterisasi menggunakan SEM menunjukkan adanya pori – pori biosorben sebelum menyerap ion logam dan pori – pori akan tertutup setelah menyerap ion logam. Kapasitas adsorpsi Pb(II) sebesar 223,72 mg/g dan Cd(II) 88,7 mg/g. Hal ini menunjukkan bahwa kulit buah kapuk merupakan biosorben potensial dengan biaya rendah dalam menyerap Pb(II) dan Cd(II).
Kulit Salak Sebagai Biosorben Potensial Untuk Pengolahan Timbal(II) Dan Cadmium(II) Dalam Larutan Rahmiana Zein; Novrizaldi Wardana; Refilda Refilda; Hermansyah Aziz
Chimica et Natura Acta Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.012 KB) | DOI: 10.24198/cna.v6.n2.17857

Abstract

Biosorben dari kulit salak (Salacca sumatrana) digunakan untuk mempelajari penyerapan Pb(II) dan Cd(II) dalam larutan dengan metode batch. Adsorpsi Pb(II) dan Cd(II) menggunakan kulit salak ini dipelajari pada variasi pH, konsentrasi adsorbat dan waktu kontak. Kondisi optimum penyerapan yang diperoleh pH 4 untuk Pb(II) dan 5 untuk Cd(II), konsentrasi adsorbat 1200 mg/L untuk Pb(II) dan 800 mg/L untuk Cd(II), waktu kontak 45 menit untuk Pb(II) dan 15 menit untuk Cd(II). Kapasitas penyerapan dari biosorben kulit salak sebesar 83,33 mg/g untuk Pb(II) dan 27,78 mg/g untuk Cd(II) dengan pola adsorpsi mengikuti isoterm Langmuir dengan koefisien determinasi 0,987 dan 0,937 dan data kinetika mengikuti model pseudo orde kedua. Konsentrasi Pb(II) dan Cd(II) sebelum dan setelah penyerapan ditentukan dengan Spektrometri Serapan Atom (SSA), karakterisasi kulit salak dilakukan dengan FTIR dan SEM. Adsorben kulit salak sangat baik digunakan untuk mengurangi kadar Pb(II) dan Cd(II) dalam larutan.
Pembuatan Karbon Aktif dari Tandan Kosong Kelapa Sawit sebagai Elektroda Superkapasitor Amelina Dwika Hardi; Rahma Joni; Syukri Syukri; Hermansyah Aziz
Jurnal Fisika Unand Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.4.479-486.2020

Abstract

Pembuatan karbon aktif dari Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKS) sebagai elektroda superkapasitor sudah diteliti. Karbon aktif dibuat dari proses karbonisasi dan aktivasi menggunakan Kalium Hidroksida (KOH). Karbon aktif TKS dikarbonisasi melalui pembakaran sampel pada suhu 400°C dan diaktivasi dengan KOH pada suhu 800°C dalam lingkungan gas nitrogen. Karbon aktif TKS dikarakterisasi menggunakan Energi Dispersive X-Ray (EDX),  X-Ray Difraction (XRD), Scanning Electron Miscroscopy (SEM), Surface Area Analyzer (SAA).  Komposisi unsur karbon yang dihasilkan dari karbon aktif TKS adalah sebesar 88,93 %wt.  Struktur kristalit dari  karbon aktif TKS menunjukkan struktur amorf pada sudut 2θ 26,20° dan 43,08°. Hasil analisis SAA dengan metode Brunauer-Emmet-Teller (BET) didapatkan luas permukaan karbon aktif TKS sebesar 898,229 m2/g. Pengukuran sifat listrik karbon Aktif TKS sebagai elektroda superkapasitor menggunakan larutan elktrolit H2SO4 1M dengan metoda Cyclic Voltametry (CV) didapatkan nilai kapasitansi spesifik sebesar 107,83 F/g. Preparation of activated carbon from Oil Palm Empty Fruit Bunch (TKS) as a supercapacitor electrode has been investigated. Activated carbon is made from carbonization and activation processes using Potassium Hydroxide (KOH). Activated carbon TKS is carbonized by burning the sample at 400°C and activated with KOH at 800°C in a nitrogen gas environment. Activated carbon TKS was characterized using Energi Dispersive X-Ray (EDX), X-Ray Difraction (XRD), Scanning Electron Miscroscopy (SEM), Surface Area Analyzer (SAA). The composition of the element carbon produced from activated carbon TKS is 88.93% wt. The crystallite structure of TKS activated carbon shows an amorphous structure at an angle of 2θ 26,20° and 43,08°. The results of the SAA analysis by the Brunauer-Emmet-Teller (BET) method showed that the surface area of the TKS activated carbon was 898.229 m2/g. Measurement of electrical properties of activated carbon TKS as a supercapacitor electrode using a 1M H2SO4 electrolyte solution with the Cyclic Voltametry (CV) method obtained specific capacitance values of 107.83 F /g.
DISAIN GEOMETRI REAKTOR FOTOSEL CAHAYA RUANG Rahadian Zainul; Admin Alif; Hermansyah Aziz; Syukri Arief; Syukri -
Jurnal Riset Kimia Vol. 8 No. 2 (2015): March
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrk.v8i2.230

Abstract

This research aims to obtain reactor design photocells that can convert light energy into electrical energy space. Room light energy derived from sunlight that comes into the room and fluorescent light irradiation. Photocells reactor using a panel of copper oxide (Cu2O/CuO) of calcined Cu plate and filler electrolyte Na2SO4 0.5 N. The design of the geometry of the reactor photocells covering thickness of the glass pane, the distance between the electrodes, the interface layer, layer and coating reflector panels, and junction type np used. Reactor photocells 1 (R1) and 2 (R2) is identical in geometry to the thickness of the glass panel 3 mm thick reactor 15 mm without anti reflector, but the difference at the junction of type n, (R1 = plate Cu; R2 = plate Aluminum) generate 182.82 mW/m2 and 21119644.3 NW/m2. Design R3 (junction-type n = plate Cu) and R4 (junction-type n = plate Al), a panel thickness of 15 cm and has a layer anti reflector provide power 214.95 mW/m2 and 24163298.3 NW/m2. Design Reactor 5 (R5 = Cu) and R6 (Al), thickness of 9 mm, the distance between the electrodes 0:30 mm, using anti reflector carbon, giving each the power of 277.36 mW/m2 and 31258420.91 NW/m2. The most optimum reactor design is the design of R6 with 2:14% conversion capabilities (Intensity = 90.21 foot candles) for the sunlight into the room.
INHIBISI KOROSI BAJA RINGAN MENGGUNAKAN BAHAN ALAMI DALAM MEDIUM ASAM KLORIDA: Review Yeni Stiadi; Syukri Arief; Hermansyah Aziz; Mai Efdi; E. Emriadi
Jurnal Riset Kimia Vol. 10 No. 1 (2019): March
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrk.v12i2.321

Abstract

The corrosion of steel and its alloys is an important problem in industry, especially in acidic environments. Mild steel is one of the important alloys of iron which has many industrial applications because of its excellent mechanical properties, but mild steel is susceptible to corrosion. Corrosion problems need to be a concern and must be handled properly. Hydrochloric acid is widely used for pickling, cleansing, decomposition and metal etching, on the other hand also contributes to corrosion of metal surfaces. Plant extracts investigated the properties, mechanisms of adsorption and efficiency of inhibition as environmentally friendly corrosion inhibitors for various steel materials in different acidic media. The efficiency of corrosion inhibition of steel from plant extracts analyzed ranged from 72-98% and generally as a mixed-type inhibitor. Most of the inhibitors are adsorbed on the steel surface through a physisorption mechanism.
Validasi Metode MPM untuk Penentuan Kandungan Antioksidan dalam Sampel Herbal serta Perbandingannya dengan Metode PM, FRAP dan DPPH Yefrida Yefrida; Hamzar Suyani; Hermansyah Aziz; Mai Efdi
Jurnal Riset Kimia Vol. 11 No. 1 (2020): March
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrk.v11i1.342

Abstract

The Modified Phenanthroline Method (MPM) has been validated for determination of antioxidant content in herb samples. Validation was done using Relative Standard Deviation (RSD) and percentage of recovery. The RSD and percentage of recovery for herb samples are 3.13% and 98.6%, respectively. Based on these values, MPM method is valid for determining antioxidant content in herb samples. T test shows no significant differences of antioxidant content using any of these methods, MPM, PM, FRAP or DPPH, at a 95% confidence level. MPM method shows a very strong correlation with PM and FRAP method.  While with DPPH and TPC shows is strong.
Pengaruh Penggunaan Fly Ash dari Berbagai Sumber terhadap Sifat Kimia dan Sifat Fisika pada Semen Tipe I (OPC) Yulizar Yusuf; Vivin Firman Savitri; Hermansyah Aziz
Jurnal Riset Kimia Vol. 11 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrk.v11i2.350

Abstract

The aim of this study is to utilize fly ash from various sources on chemical and physical properties of cement type I (OPC). Utilization of fly ash can improve the strengthness of the cement. It can reduce the waste of fly ash by utilization into cement process. The procedure has been carried out on cement type I (OPC) with the addition of fly ash additives from various sources with concentration variations such as 10% and 20%. Utilization of fly ash as additives substance in cement works to improve the quality of cement. The main parameter in determining the quality of cement is determined by the compressive strength. The results of the compressive strength test showed that the addition of fly ash with a concentration of 10% had a higher effect on the compressive strength than the addition of a concentration of 20%. 5 types fly ash from various sources, fly ash from PT Sinar Mas gives greater compressive strength at 28 days. the addition of fly ash additives to OPC cement mixture has chemical and physical properties which are not much different from properties of PCC cement.