Claim Missing Document
Check
Articles

Penelitian penggunaan minarex pertamina sebagai minyak pelunak kompon karet untuk sol sepatu kanvas Karani, Sofyan; Prayitno, Prayitno; Bandi, Sri; Budiasih, Sri
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 19 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1655.193 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v10i19.436

Abstract

The objective of the research is to use minarex, by product of Pertamina, as a softener in making rubber sole compound for canvas shoes. The formula of the compound applied four kinds of minarex, manely minarex A, B, C and D with variation 2 – 8 phr. The mastication and mixing processes used two roll mill machine and the compound was vulcanized at 150 oC, at the pressure 150 kg/cm2and 10 mnutes curing time. The comformityt of softener, minaret, is excellent and no oil exist to the surface of the vulcanized compound. The property of the vulcanized compound fulfilled all the quality requirements of SNI 0778-89- A and SNI 1844-90-A for canvas shoe rubber sole, except abrasion for sport shoe (max. 1.00 mm3/ kgm compared with the result of the test, 1.52 – 2.35 mm3/kgm). Data analysed proves the to kinds of minarex to influence all properties in rubber compounds. While treatment of minarex to inflience the properties of elongation at break, permanent set and hardness. The type of minarex to influince properties of the tear strength, abrasion and density to rubber compound.    INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk menggunakan minarex Pertamina sebagai bahan pelunak dalam pembuatan kompon karet untuk sol sepatu kanvas. Formula kompon menggunakan empat jenis minarex yaitu minarex A, B, C dan D dengan variasi antara 2 – 8 phr. Pencampuran menggunakan giling karet terbuka dan kompon divulkanisasi pada suhu 1500C, tekanan 150 kg/cm2 dan waktu 10 menit. Tingkat kecocokan bahan pelunak minarex sangat baik, tidak terjadi pengeluaran minyak ke permukaan kompon dan vulkanisat kompon. Sifat vulkanisat memenuhi semua persyaratan mutu dalam SNI 0778-89-A dan SNI 1844-99-A untuk sol karet sepatu kanvas, kecuali syarat mutu ketahanan kikis sol sepatu untuk olah raga maks. 1,00 mm3 / kgm dibandingkan dengan hasil uji kikis vulkanisat yaitu antara 1,52 – 2,35 mm3 /kgm. Hasil analisa data uji menunjukkan jenis minrex mempengaruhi semua sifat fisis kompon yang di ujikan. Sedangkan sifat perlakuan minarex mempengaruhi perpanjangan putus, perpanjangan tetap dan kekerasan. Type minarex mempengaruhi ketahanan jenis dan ketahanan sobek  kompon karet.   
Skills of Students Asking in Learning Clasical Format Deliani, Nurfarida; Prayitno, Prayitno; Yusuf, A. Muri; Jamna, Jamaris
Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education Vol 3 No 1 (2019): Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education (SJDGGE)
Publisher : Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.695 KB) | DOI: 10.24036/sjdgge.v3i1.199

Abstract

Learning is characterized by the use of good questioning skills , especially in learning for large groups of children. Skills in question play an important role in student learning activities. The low skill of students asking in the learning process can lead to disruption of an effective learning process and must be handled by the BK teacher appropriately. Questions are one of the stimuli of thinking that is good for teaching students. The research method used is R & D (Research and Development) by following the steps in developing the ADDIE pattern (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). The subject of the research trial consisted of experts to test the feasibility of the model, the BK teacher to assess the suitability of the model, and students to test the effectiveness. The study was conducted by collecting initial data as a material for consideration in preparing the initial model which was then tested for its suitability and effectiveness through Focus Group Discussion (FGD) and expert testing. The results of this study show that the students' skills in question are in the high category.
PEMBELAJARAN MENULIS SURAT RESMI DI SEKOLAH DASAR DALAM KURIKULUM 2013 Prayitno, Prayitno
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 19 No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.01 KB) | DOI: 10.24090/insania.v19i1.469

Abstract

Tulisan ini bertujuan agar siswa Sekolah Dasar dapat menulis surat yang baik dan benar sesuai dengan ketentuan bentuk surat dan kaidah bahasa. Peningkatan pembelajaran menulis surat resmi dapat ditanggulangi guru kelas dengan cara: (1) mengemas materi bahasa Indonesia dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran /kegiatan inti/langkah-langkah pembelajaran menulis surat resmi yang sesuai dengan kompetensi dasar Kurikulum 2013, dan (2) mengaplikasikan metode pemodelan dalam pembelajaran menulis surat resmi tentang peristiwa bencana alam pada peserta didik kelas 5 Sekolah Dasar. This paper aims that elementary school students can write a good and correct letter in accordance with the provisions of letter forms and rules of language. Improving learning in writing an official letter can be overcome by teachers by means of: (1) packing the Bahasa Indonesian material in the lesson plan/core activities/steps of learning to write an official letter that corresponds to the basic competence in 2013 curriculum, and (2) applying modeling methods in learning to write an official letter of natural disasters on 5th grade elementary school students.
Pemanfaatan Hasil AUM PTSDL untuk Pelayanan Bimbingan dan Konseling Utomo, Dian Purbo; Prayitno, Prayitno; Effendi, Z Mawardi
Konselor Vol 6, No 3 (2017): KONSELOR
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/02017637464-0-00

Abstract

This research purposed to describe the results of AUM PTSDL and its use by Guidance and Counseling Teacher or Counselor for Guidance and Counseling services to students. This research used descriptive method with qualitative and quantitative approach. The instruments of research used AUM PTSDL Format 2, The format of BMB3 and guideline for interview. The results of research are analyzed statistically and narrative. This research shows that AUM PTSDL results of Senior High School students in Padang who became samples in form quality score of learning activities still very low or less is average 36.30% from ideal score, and also their learning problems pretty much is average 28,14% from number of learning problems that may exist. Response dynamics of BMB3 student to data of AUM PTSDL results are quite positive, means that students are aware of their flaws and eager to fix it. Guidance and Counseling Teacher or Counselor welcomes positively to awareness and enthusiasm of students accompanied prepare themselves in use AUM PTSDL and utilization results to improve the quality of their learning activities by Guidance and Counseling services, which organized through various types of services and their supporting activities in specific format. The school’s leadership have role in facilitating the implementation of Guidance and Counseling services and supports Guidance and Counseling Teacher or Counselor performance at school.
Isolasi dan identifikasi mikroorganisme dalam lumpur aktif pengolahan limbah industri kulit Prayitno, Prayitno; Widowati, Titik Purwati; Suryaningsih, Puji Ediari; Susila, R. Jaka
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 17, No 1-2 (2001): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1504.975 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v17i1-2.255

Abstract

The aim of this research is to isolate and to identify the microorganisms that grow as activated sludge used in the tannery wastewater treatment plant. The result shows that the protozoa in the activated sludge were β mesosaprobik protozoa. Other microorganisms in the sludge were spherical – gram negative bacteria (Zoogloea) and cylindrical – gram positive bacterial (Sphaerotillus). It is therefore can be concluded that the wastewater which treated with the activated sludge was medium polluted condition. INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi mikro organisme yang tumbuh sebagai lumpur aktif yang digunakan dalam pengolahan limbah cair industry penyamakan kulit. Hasil penelitian menunjukkan protozoa yang tumbuh dalam lumpur aktif yaitu protozoa kelompok β mesosaprobik. Selain itu juga terdapat bakteri gram negatif  berbentuk bula (Zoogloea) dan bakteri gram positif berbentuk batang (Sphaerotillus). Dari isolasi dan identifikasi jenis mikroorganisme yang ada pada lumpur aktif dapat disimpulkan limbah cair yang diolah pada kondisi pencemaran tingkat sedang.
Penerapan Metode Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Barisan dan Deret Bilangan Pada Siswa Kelas IX E SMPN 1 Kalidawir Prayitno, Prayitno
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 3, No 1 (2018): Volume 3 Nomor 1, Februari 2018
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.124 KB) | DOI: 10.28926/briliant.v3i1.140

Abstract

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di Kelas IX E pada waktu pembelajaran Matematika diperoleh hasil bahwa Hasil belajar siswa kurang memuaskan, yaitu dari 32 siswa hanya 13 siswa yang nilainya dapat mencapai KKM atau ≥ 70, sedangkan 19 siswa lainnya masih belum dapat mencapai KKM atau ≤ 69. Hal ini disebabkan karena guru kurang memberikan penekanan materi yang jelas tentang Barisan dan Deret Bilangan tersebut. Untuk itu agar dapat meningkatkan Hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal tentang Barisan dan Deret Bilangan serta untuk tercapainya tujuan pembelajaran perlu diadakan perbaikan pembelajaran dengan menerapkan Metode Problem Based Learning. Penerapan pembelajaran Barisan dan Deret Bilangan melalui Metode Problem Based Learning dapat meningkatkan Hasil belajar siswa Kelas IX E  SMP Negeri 1 Kalidawir Tulungagung dan dapat mempermudah siswa dalam menyelesaikan persoalan Barisan dan Deret Bilangan.
Peningkatan kualitas air limbah terolah industri penyamakah kulit menggunakan taman tanaman air dengan tumbuhan bambu air Prayitno, Prayitno; Sholeh, Muhammad
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 1 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.781 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v30i1.120

Abstract

A research of constructed wetland system vegetated with Equisetum hyemale for treating of treated tannery wastewater have been conducted. The constructed wetland was 3 m long, 1 m wide, and 1 m deep or equal with volume of 3 m3. The construction of wetland consisted of 4 main layers (from the bottom to the top): 0.3 m of rock; 0.3 m of gravel; 0.1 m of black sugar-palm fiber; and 0.3 m of sand. The wetland was operated with subsurface flow system (SSF). The detention time was varied at 3.125; 2.083; and 1.563 days. The result showed that the optimum removal were 60.60% for COD with detention time of 3.125 days, 60.17% for BOD with detention time of 2.083 days, 93.76% for TSS with detention time of 3.125 days, 89.02%  for S with detention time of 3.125 days and 96.89% for total chrome wth detention time of 2.083 days.ABSTRAKTelah dilakukan penelitian taman tanaman air (TTA) dengan tanaman bambu air untuk mengolah limbah cair terolah industri penyamakan kulit. Konstruksi TTA berukuran panjang 3 m, lebar 1 m, dan dalam 1 m, atau sama dengan volume 3 m3. Media terdiri atas empat lapisan mulai dari bawah adalah koral 0,3 m, kerikil 0,3 m, ijuk 0,1 m, dan lapisan paling atas adalah pasir 0,3 m. TTA dioperasikan dengan sistem aliran subsurface (SSF). Waktu tinggal divariasi berturut-turut pada 3,125; 2,083; dan 1,563 hari. Hasil penelitian menunjukan efektivitas penurunan COD sebesar 60,60% dengan waktu tinggal 3,125 hari, penurunan BOD sebesar 60,17% dengan waktu tinggal 2,083 hari, penurunan TSS sebesar 93,76% dengan waktu tinggal 3,125 hari, penurunan S sebesar 89,02% dengan waktu tinggal 3,125 hari dan penurunan krom sebesar 96,89% dengan waktu tinggal 2,083 hari.
Kajian penerapan bioteknologi pengolahan kulit untuk mengurangi limbah Prayitno, Prayitno
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 26, No 1 (2010): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2407.842 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v26i1.243

Abstract

In its wider scope, biotechnology has been used in the tanning industry for several years, since the inception of enzyme utilization. Enzyme in leather processing can be successfully applied at the several stage of processes. At the soaking, enzyme was able to decrease soaking time from 7 hours to 4 hours for salted raw stock and from 24 hours to 10 hours for dried raw stock. At the liming and unhairing processes, however enzyme can be recover a good quality of hair with a good saleable value, recution of sodium sulfide to minimize the waste, the quality of tanned leather will increase, by using 3 % of the enzyme concentration moreover the tensile strength increased from 138,35 kg/cm2 to 209.50 kg/ cm2,while elongation at break degrease from 69.91% to 62.54%. at the bating process, the proteolitic enzyme was the only one substance and it can’t be substituted by other chemicals. At the degreasing process, the use of lipase enzyme will improve the quality of waste effluent, it was due to the application of fat solvent on contional method of tanning. The use 0.02% concentration of collagenase enzyme in vegetable tanning will increase the tanning’s substance absorption efficiency by 98%. Whereas at the waste treatment, the acidophilic fungi might absorb chromium that was liberated from the re-tanning process with 95% affectivity. Immobilized cells were also possible to be applied in effluent waste treatment of leather industry.  Keyword : biotechnology, enzyme, tanning, waste Dalam lingkup yang lebih luas, bioteknologi telah diterapkan dalam industry kulit bertahun-tahun sejak diperkenalkannya enzim. Pada proses penyamakan kulit penggunaan enzim cukup sukses pada beberapa tahapan proses. Pada proses perendaman (soaking) dapat mempercepat waktu perendaman dari 7 jam menjadi 4 jam untuk kulit awet garam dan dari 24 jam menjadi 10 jam untuk kulit awet kering. Pada proses pengapuran dan penghilangan bulu (liming dan unhairing) akan menghasilkan bulu kualitas baik yang mempunyai nilai jual dan mengurangi pengunaan garam sulfide sehingga dapat mengurangi cemaran. Kulit samak yang dihasilkan meningkat kualitas pada penggunaan 3 % ensim, sementara kuat tarik meningkat dari 138,35 kg/cm2 menjadi 209,50 kg/cm2, namun kemuluran turun dari 69,91% menjadi 62,54%. Pada proses pengkikisan protein (bating), enzim protease merupakan satu-satunya bahan bating dan tidak bias digantikan oleh kimia lain. Pada proses penghilangan lemak (degreasing) maka penggunaan enzim lipase dapat mengurangi cemaran akibat bahan pelarut lemak yang digunakan pada cara konvensional. Penggunaan enzim kolagenase sebesar 0,02 % pada proses penyamakan dengan pada cara konvensional. Penggunaan enzim kolagenase sebesar 0,02% pada proses penyamakan dengan samak nabati telah meningkatkan efisiensi penyerapan bahan penyamak sampai 98%. Sedangkan penanganan limbah dengan bioteknologi mengurangi kromium pada proses penyamakan ulang menggunakan jamur asidophilik yang efektifitas mencapai 95%. Penggunaan immobilisasi sel memungkinkan untuk diterapkan pada penanganan limbah industry penyamaan kulit. Kata Kunci : bioteknologi, ensim, penyamakan, limbah.
Pembuatan vermikompos menggunakan limbah fleshing di industri penyamakan kulit Prayitno, Prayitno
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 2 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.766 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v29i2.194

Abstract

ABSTRACTA research on utilization of fleshing waste at the tannery industry by vermicomposting have been conducted. The growth media consist of dung, fleshing waste, and stubbles. Ratio of dung and fleshing waste were varied at 100:0; 90:10; 80:20; 70:30; 60:40; and 50:50 respectively. All the media were fermented for three weeks and then proceeded by incubation process of earthworm for another six weeks. The changes of the volume per weight of media, the earthworm weight, C, N, and C/N ratio were observed and measured every week. The result showed that media volume per weight value were decreased in direct proportional to weight of the fleshing waste added in the media, those were 1.66; 1.64; 1.53; 1.50; 1.39; and 1.31 cm3/g, respectively. C/N ratio were below 15 for all combination of media ratio after two weeks incubation. The optimum result was achieved for compost with dung and fleshing waste ratio of 60:40.Keywords: Earthworm, fleshing waste, C/N ratio, vermicomposting.ABSTRAKTelah dilakukan penelitian pemanfaatan limbah sisa fleshing pada proses penyamakan kulit untuk pembuatan kompos menggunakan cacing tanah. Penelitian ini dilakukan dengan membuat media pertumbuhan cacing tanah yang terdiri atas campuran kotoran sapi, sisa fleshing, dan potongan jerami. Perbandingan antara kotoran sapi dengan limbah fleshing berturut-turut 100:0; 90:10; 80:20; 70:30; 60:40; dan 50:50. Fermentasi campuran bahan kompos dilakukan selama 3 minggu dan dilanjutkan pemeraman cacing selama 6 minggu. Setiap minggu dilakukan pengamatan terhadap parameter keberhasilan pembuatan media habitat cacing tanah yang meliputi nilai keambanan media, berat cacing, unsur C, unsur N dan rasio C/N. Hasil percobaan menunjukan keambanan media turun seiring dengan jumlah limbah fleshing yang ditambahkan, berturut-turut sebesar 1,66; 1,64; 1,53; 1,50; 1,39; dan 1,31 cm3/g, sedangkan rasio C/N hingga dibawah 15 untuk semua perlakuan dicapai setelah inkubasi 2 (dua) minggu. Rasio C/N optimum diperoleh pada perlakuan dengan perbandingan kotoran sapi dengan fleshing 60:40.Kata kunci: cacing tanah, limbah fleshing, rasio C/N, vermikompos.
Penanganan limbah krom dengan metode destruksi kimia Wiryodiningrat, Suliestiyah; Kismolo, Endro; Prayitno, Prayitno
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 23, No 1 (2007): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.298 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v23i1.328

Abstract

The treatment of chrome waste water was conducted by chemical destruction method. Chromium recovery process that at the same time lowering the chrome content is considered the best solution so far. The treatment of chrome The treatment of chrome waste water was done by chemical process using Magnesium Oxide and Lime to produce Sludge of Chromium performed. By the process of chemical destruction method using Sulphuric Acid, Chrome Sulphate or Chromosal powder that can be used as an alternative tanning agent can be obtained. It can be concluded from the research that destruction process of Chrome Hydroxide Sludge of Lime Process requires speed of stirring 100 rpm. At this state, the content of soluble Solid Substance in Chromium Sulphate Liquor was 5.125 g/l, and the solubility of chromosal in water was 99.15%, whereas for Sludge of Chrome Hydoxide from Magnesium Oxide process, the best speed of stirring was 150 rpm, with soluble solid substance in the Chrome Sulphate was 4.085 g/l and solubility of Chromosal powder in water was 99.54%. Key word : Chrom, chemical destruction, waste water. ABSTRAKTelah dilakukan penanganan limbah krom dengan metode distruksi kimia. Proses mendapatkan kembali kromium dan sekaligus menurunkan kadar krom limbah industri penyamakan kulit adalah merupakan pemecahan masalha yang terbaik. Penanganan limbah krom dilakukan dengan proses kimiawi menggunakan magnesium oksida dan kapur untuk membentuk lumpur krom. Melalui proses distruksi kimia dengan asam sulfat, dapat diperoleh krom sulfat atau serbuk kromosal yang dapat digunakan sebagai bahan penyamak kulit alternatif. Dari percobaan dapat disimpulkan bahwa pada proses distruksi lumpur krom hidroksida dari proses kapur membutuhkan kecepatan pengadukan sebesar 100 rpm. Pada kondisi ini kadar zat padat terlarut dalam larutan krom sulfat sebesar 5,125 g/l, dan nilai kelarutan dalam air pada produk serbuk kromosal sebesar 99,15%. Sedangkan untuk lumpur krom hidroksida hasil pengendapan menggunakan MgO kecepatan pengadukan terbaik dicapai pada 150 rpm, dengan nilai kadar zat padat terlarut dalam produk larutan krom sulfat sebesar 4,085 g/l dan nilai kelarutan dalam air pada produk serbuk kromosal sebesar 99,54^. Kata Kunci : Krom, destruksi kimia, limbah cair.
Co-Authors A. Muri Yusuf A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Jami Agnes C Davinchi, Agnes C Agus Basukesti, Agus Any Setyaningsih, Any B Subarjo, B Bambang Priyono Basuki Basuki Christiana Maria Herry Purwanti, Christiana Maria Herry Dattadewi Purwantini Dwi Ningsih, Dwi Dwi Wahini Nurhajati, Dwi Wahini EA Rimbawanto, EA Effendi, Z Mawardi Emiliana Kasmudjiastuti, Emiliana Endro Kismolo, Endro Fadhilah, Alya Nur Febrianto, Firman Hadi Musthofa, Hadi Hadi Saroso Hafni Lissa Nuri Hafsah, Diana Sayyidah Hanum, Muthia Hardjono Hardjono, Hardjono Haren, Hassan Ishag Hassan Herman Nirwana Herminiwati Herminiwati, Herminiwati I Irawan, I Ismoyowati Isra, Fauzi Jalil , Mahben Jamna, Jamaris Jaya, Yahya Jaya, Yahya Johana A. Rombang, Johana A. Johny S. Tasirin Karneli, Yeni Karneli, Yenni M. Pancoko M. Y. Sumaryadi Maria Y.M.A. Sumakud Matondang, Anas Monandar Mita Prastika, Mita Mochamad Mufti MUHAMMAD SHOLEH Nur Wachid Sahadi, Nur Wachid Nurfarida Deliani Oktaviyah, Lisa Puji Ediari Suryaningsih, Puji Ediari R Pratiwi, R R. Jaka Susila, R. Jaka Rahmadani, Riyan Rahmiati Rahmiati Rani Raharjanti Romanda, Romanda S Zubaidah, S Samsu Wasito Saputri, Sisca Meidina Saputri, Sisca Meidina Sari, Rezmelia SNO Suwandyastuti Sofyan karani, Sofyan Sri bandi, Sri Sri Budiasih, Sri Sri Rulianah, Sri Sri Sutyasmi, Sri Sri Waskito, Sri Sugihartono Sugihartono Suliestiyah Wiryodiningrat Suprapto Suprapto SUTRISNO T Hartati, T T Hartatik, T Thomas Tukirin, Thomas Titik Purwati Widowati, Titik Purwati Utomo, Dian Purbo W Manalu Wahono Wahono WT Artama, WT Yuliani Indrianingsih Zakiyyah, Dini A.F.