Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Kajian Teknis Rencana Pembangunan Jembatan Berdasarkan Analisa Nilai Ekonomi Transportasi (Studi Kasus Jembatan Lamreung – Limpo) Natsir Sandiah
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan Lamnyong adalah salah satu penghubung yang paling padat saat ini yang menghubungkan antara kawasan kota dan sekitarnya menuju ke kampus Universitas Syiah Kuala Darussalaam. Pergerakan orang dan barang antara kawasan Ulee Kareng disebalah Timur pada saat ini bertumpuk pada Jembatan Lamnyong yang beban lalu lintasnya sangat padat, sesusai denan hasil survey dan analisa data untuk kinerja jalan pada ruas Jalan T. Nyak Arief dengan volume lalu lintas sebesar 2.644 smp/jam dengan kapasitas 2.454 smp/jam diperoleh nilai derajat kejenuhan DS = 1,08 0,75 (Noviar, 2011) sebagaimana yang diisyaratkan oleh MKJI (1997). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan akses jaringan jalan alternatif yang lebih ekonomis dengan melakukan kajian dan analisa nilai ekonomi terhadap rencana pembangunan Jembatan Lamreung – Limpok dengan unsure penghematan BOK, penghematan waktu perjalanan dan nilai waktu. Metode yand digunakan dalam pengelohan data adalah berpedoman pada Pedoman Perhitungan Biaya Operasional Kendaraan Departemen PU (2005) yang meliputi biaya tidak tetap (fixed cost) untuk perhitungan OK dan MKJI (1997) untuk waktu perjalanan. Hasil analisa data dengan scenario do nothing diperoleh volume lalu lintas sebesar 584 smp/jam, skenario do something 1 sebesar 292 smp/jam dan do something 2 sebesar 409 smp/jam. Besarnya penghematan BOK dengan skenario do something I sebesar Rp.7.244.388,739,51 per tahun. Waktu perjalanan yang dibutuhkan pada skenario do nothing adalah 15 menit setiap kali perjalanan. Dengan adanya pembangunan jembatan Lamreung – Limpok, Kabupaten Aceh Besar waktu yang diperlukan untuk setiap perjalanan dari simpang BPKP menuju kawasan Kampus Universitas Syiah Kuala adalah 8 menit. Maka diperoleh penghematan waktu selama 7 menit setiap perjalanan jika melewati jembatan ini.Kata kunci : Biaya Operasional Kendaraan dan Studi Kelayakan
Chemical Composition of Broiler Chicken Breast Fed Ration with Supplementation of Protected Fatty Acid Fitrianingsih, Fitrianingsih; Tasse, A. M.; Sandiah, Natsir
Proceeding INTERNATIONAL SEMINAR IMPROVING TROPICAL ANIMAL PRODUCTION FOR FOOD SECURITY PROCEEDING INTERNATIONAL SEMINAR
Publisher : Proceeding INTERNATIONAL SEMINAR IMPROVING TROPICAL ANIMAL PRODUCTION FOR FOOD SECURITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.195 KB)

Abstract

The experiment of protected fatty acid (PFA) supplementation in ration on chemical composition of breast broiler chicken was conducted in the field laboratory of Animal ScienceFaculty, Halu Oleo University. There were 48 broiler chickens, divided into 12 compartments stable.This experiment consist of 3 treatments were Control (100% commercial ration), DCM (+ 3% drycarboxylate salt mixture), COH ( +3% coconut oil hydrosilate), and 4 replication. The water content ofcontrol treatment was (70.5 ±1.0%), DCM (70.0 ± 0.0 %) and COH (71.5 ±1.0 %). Crude protein ofcontrol treatment was (18.26 % ± 0.38%), DCM (19.21±0.14%), and COH (18.37 ± 0.14 %). Etherextract content was 3.15 ±0.19 (control), 1.65 ± 0.13 (DCM) and 2.5 ±0.10 (COH). The data wasanalyzed by using contrast orthogonal test. The result showed that supplementation of 3 % ofprotected fatty acids in ration has significant effect (p<0.01)  on ether extract and ash broiler chickenbreast meat but has no significant effect (p>0.05) on water and the crude protein contents of broilerchicken breast meat at the age of 4 weeks old.Key Words: Chemical Composition, Protected Fatty Acid (PFA), Dry Carboxylate Salt Mixture (DCM), Coconut Oil Hydroxilase (COH)
KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK CAMPURAN RUMPUT MULATO (Brachiaria hybrid.cv.mulato) DENGAN JENIS LEGUM BERBEDA MENGGUNAKAN CAIRAN RUMEN SAPI Suardin Suardin; Natsir Sandiah; Rahim Aka
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 1, No 1 (2014): JITRO, September
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.49 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v1i1.357

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecernaan bahan kering dan bahan organik campuran rumput mulato dan jenis legum yang berbeda (daun sengon, daun lamtoro, dan daun gamal) yang diuji secara in vitro. Penelitian ini menggunakan  Rancangan  Acak  Lengkap dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Masing-masing perlakuan tersebut ialah R1 (rumput mulato 50% + daun sengon 50% + cairan rumen 8 ml) R2(rumput mulato 50% + daun lamtoro 50% + cairan rumen 8 ml)R3 (rumput mulato 50% + daun gamal 50% + cairan rumen 8 ml). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA). Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa campuran rumput mulato dan jenis legum yang berbeda tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Kata Kunci : Legum Mulato, Rumput Campuran, Cairan Rumen
Study of Qualitative Nature and Structure of the Local Chicken Population in Southeast Sulawesi Muhammad Amrullah Pagala; Natsir Sandiah; Achmad Selamet Aku; Rusli Badaruddin; La Ode Muh Munadi
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 4, No 4 (2021): Budapest International Research and Critics Institute November
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v4i4.3428

Abstract

Kampong chicken, also known as a local chicken, is a native Indonesian chicken that has adapted, lived, developed, and reproduced for a long time, both in certain habitat areas and in several places. The study aimed to determine local chickens' qualitative nature and population structure in Southeast Sulawesi with six months in Kolaka Regency, Konawe Regency, and Buton Regency. Determination of the research population is based on the most significant, medium, and low population of chickens in each district. The research sample, which is 300 people, uses the purposive sampling method with data collection methods in interviews observation documentation. The results showed that native chickens in Southeast Sulawesi had colored and colorless plumage, wild and Columbian black feather patterns, plain striated feather patterns, and flickering gold and silver feathers, while the shank colors were white/yellow and black/gray, and the shape of a comb. Peas, single, and rose.
Potensi Produksi Nutrien Jerami Padi dan Brangkasan Jagung Sebagai Pakan Alternatif Sapi Perah di Kabupaten Konawe Natsir Sandiah; Nur Santy Asminaya; Kartini Heriyani Samsi
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 9, No 1 (2022): JITRO, Januari 2022
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.774 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v9i1.8158

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dan produksi nutrien jerami padi dan brangkasan jagung sebagai pakan alternatif sapi perah di Desa Ambopi, Kecamatan Tongauna Utara, Kabupaten Konawe. Sampel jerami padi dan brangkasan jagung dianalisis di Laboratorium Unit Analisis Pakan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Halu Oleo. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan penentuan lokasi di lakukan secara sengaja. Di Desa Ambopi Kecamatan Tongauna Utara terdapat 2 jenis brangkasan tanaman pangan yang berpotensi untuk dijadikan pakan alternatif sapi perah yaitu jerami padi dan brangkasan jagung. Kualitas jerami padi dan barangkasan jagung meliputi BK (bahan kering), Abu, PK (protein kasar), LK (lemak kasar), SK (serat kasar), BETN (bahan ekstrak tanpa nitrogen) dan TDN (total digestible nutrient) cukup baik di Desa tersebut. Desa Ambopi Kecamatan Tongauna Utara mampu memproduksi jerami padi sebesar 187,658 ton/ha/tahun dan brangkasan jagung sebesar 0,701 ton/ha/tahun. Potensi BK, PK, TDN jerami padi yaitu 99,86%, 99,86 dan 99,84% sedangkan brangkasan jagung yaitu 0,14%., 0,14 dan 0,16.  Jumlah sapi perah yang dapat ditampung di Desa Ambopi berdasarkan produksi BK brangkasan tanaman pangan adalah sebanyak 60 ST per tahun. Saat in sapi perah yang dipelihara di Desa Ambopi adalah 7 ST. Hal ini berarti jumlah sapi perah yang masih dapat ditampung berdasarkan potensi produksi BK tersebut adalah 53 ST.Kata Kunci: desa ambopi, jerami padi, brangkasan jagung, pakan, sapi perahPotential Production of Straw Rice Nutrients and Corn Stover as Alternative Feeds for Dairy Cows in Konawe District ABSTRACTThis study aims to determine quality and production of rice straw nutrients and corn stover as alternative feed for dairy cows in Ambopi Village, Northern Tongauna District, Konawe Regency. Sampel of rice straw and corn stover analized at the laboratory of nutrition and animal feed, Faculty of Animal Science, Halu Oleo University. Location is determined by purposive sampling and data were processed by destriptive analysis method. The result showed that there were 2 types of agricultural waste which had the potential to be used as alternative feed for dairy cows in Ambopi Village, namely rice straw and corn stover. The quality of rice straw and corn stover is quite good based on the content of DM (Dry Matter) ash, CP (Crude Protein), EE (Extract Eter), CF (Crude Fiber), NFE and TDN. Ambopi Village, is able to produce 187.658 tons/ha/year rice straw and 0.7012848 tons/ha/year corn stover. The potential DM, CP, TDN of rice straw is 99,86; 99,89 and 99,84% while corn stover is 0,14; 014 and 0,16%. The number of dairy cows that can be accommodated is 60 head / year or 60 animal unit (AU). The current number of dairy cows in Ambopi Vilage is 7 AU. It can be concluded that the additional amount of dairy cows which can be accommodated in Ambopi Village is 53 AU.Keywords: ambopi village, rice straw, corn stover, feed, dairy cow
Bobot Potong, Persentase Karkas dan Lemak Abdominal Ayam Broiler yang Diberi Tepung Usus Ayam Broiler dengan Level Berbeda Irmawati, Irmawati; Sandiah, Natsir; Fitrianingsih, Fitrianingsih
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 2, No 1 (2020): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ayam broiler merupakan salah satu ternak unggas penghasil daging yang berpotensi sebagai bahan pangan sumber protein untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bobot potong, persentase karkas dan lemak abdominal ayam broiler yang diberi tepung usus ayam broiler dengan level berbeda. Penelitian dilaksanakan selama 35 hari mulai dari bulan Juli sampai Agusutus 2019 bertempat di Desa Watunggarandu, Kecamatan Lalonggasumeeto, Kabupaten Konawe, Selawesi Tenggara. Penelitian ini mengunakan 96 ekor ayam broiler dengan menggunakan  rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan yaitu P0 (perlakuan kontrol), P1 ( 3% tepung usus ayam), P2 (6% tepung usus ayam), P3 (9% tepung usus ayam) dan masing-masing  perlakuan diulang 4 kali. Variabel yang diamati pada penelitian yaitu bobot potong, persentase karkas dan lemak abdominal. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam (analysis of  variance) dan jika perlakuan berpengaruh nyata  maka akan dilanjutkan dengan uji beda antar perlakuan dengan menggunakan DMRT (Duncan Multiple Range Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung usus ayam broiler tidak berpengaruh nyata (P>0,05)  terhadap bobot potong, persentase karkas dan lemak abdominal ayam broiler. Tepung usus ayam broiler dapat digunakan sebagai pakan alternatif penganti tepung ikan.
Efek Level Penggunaan Urea Terhadap Kualitas Fisik Dan Organoleptik Jerami Padi Amoniasi. Yoga Tama, Komang Redi; Sandiah, Natsir; Kurniawan, Widhi
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 2, No 1 (2020): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek level penggunaan urea terhadap kualitas fisik dan organoleptik jerami padi amoniasi dan telah dilaksanakan dari Februari 2019 sampai Maret 2019, bertempat di Laboratorium Ilmu Nutrisi Teknologi Pakan Unit Teknologi dan Industri Pengolahan Pakan dan Laboratorium Ilmu Nutrisi Teknologi Pakan Unit Analisis Pakan Ternak Fakultas Peternakan, Universitas Halu Oleo. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas 4 perlakuan dengan 4 ulangan, yaitu P0 = 4000 gr. Jerami Padi + 0% urea + diperam selama 30 hari; P1 = 4000 gr. Jerami Padi + 2% urea + 50% air + diperam selama 30 hari; P2 = 4000 gr. Jerami Padi + 4% urea + 50% air + diperam selama 30 hari; P3= 4000 gr. Jerami Padi + 6% urea + 50% air + diperam selama 30 hari. Variabel yang diamati adalah berat jenis dan sudut tumpukan (sifat fisik) serta warna, aroma, dan tekstur (organoleptik). Data yang diperoleh dianalisis berdasarkan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan 2%, 4% dan 6% urea pada amoniasi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap berat jenis dan sudut tumpukan. Rataan berat jenis (0,69±0,04, 0,61±0,07 dan 0,67±0,05), rataan sudut tumpukan (50,95±3,70, 52,71±1,84 dan 52,92±5,94). Variabel organoleptik menunjukkan bahwa amoniasi jerami padi memiliki warna coklat muda pada perlakuan 4% dan 6% serta kuning pada perlakuan 2 %, beraroma amoniak dan bertekstur halus
Respon Pertumbuhan Rumput Beha (Brachiaria humidicola) Yang Diberi Pupuk Kandang Asal Ternak Kambing Budiman, Budiman; Sandiah, Natsir; Malesi, La
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 2, No 1 (2020): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik pupuk kandang asal kotoran ternak kambing terhadap pertumbuhan rumput Beha (Brachiaria humidicola). Penelitian ini menggunakan 64 pols rumput Beha (Brachiaria humidicola) yang ditanam dalam polybag yang dibagi dalam 16 plot dan rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini terdiri atas 4 perlakuan yaitu P0 (0 ton/ha pupuk kandang asal ternak kambing), P1 (10 ton/ha pupuk kandang asal ternak kambing), P2 (15 ton/ha pupuk kandang asal ternak kambing), dan P3 (20 ton/ha pupuk kandang asal ternak kambing), dan 4 ulangan. Variabel penelitian meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, produksi segar, dan panjang akar. Analisis data menggunakan sidik ragam ANOVA dilanjutkan dengan uji Beda nyata jujur (BNJ). Hasil penelitian adalah rataan tinggi tanaman (cm) yaitu (P0) 26, (P1) 50,5, (P2) 51,5, (P3) 52,75. Rataan jumlah daun (helai) yaitu (P0) 22, (P1) 110, (P2) 160, (P3) 165. Rataan jumlah anakan (batang) yaitu (P0) 7, (P1) 25, (P2) 37, (P3) 38. Rataan produksi segar (gr) yaitu (P0) 17,75, (P1) 123,5, (P2) 178, (P3) 192,25. Rataan panjang akar (cm) yaitu (P0) 37,8, (P1) 39,5, (P2) 41,775, (P3) 49,5. Pemberian pupuk kandang asal ternak kambing berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, produksi segar dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap panjang akar. Pemberian pupuk kandang asal ternak kambing dapat memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan rumput Beha (Brachiaria humidicola). Pemberian dosis pupuk kandang asal ternak kambing yang terbaik adalah 15 ton/ha.
Karakteristik Dan Kualitas Silase Berbahan Kombinasi Sorgum Stay green Utuh Dengan Indigofera Zollingeriana Nurfauzia, Nurfauzia; Sandiah, Natsir; Kurniawan, Widhi
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 2, No 1 (2020): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas ternak dipengaruh oleh kualitas  Dan kontinuitas pakan  yang diberikan sehingga perlu adanya ketersediaan pakan yang dapat dilakukan dengan teknologi pengawetan yaitu silase. Sorghum memiliki potensi sebagai bahan pembuatan silase yang baik namun perlu ditambahkan hijauan yang memilki kandungan nutrisi yang tinngi untuk meningkatkan kualitasnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik dan kualitas silase berbahan kombinasi sorgum Stay green utuh dengan Indigofera zolingeriana. Penelitian ini dilakukan dengan mengkombinasikan sorghum Stay green dengan Indigofera zolingeriana (75 : 25, 70 : 30, 65 : 35, 60 : 40) sebagai bahan silase. Variabel yang diamati kandungan Bahan Kering, kandungan Protein Kasar, dan Nilai Fleigh silase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa silase kombinasi 65%  sorgum Stay green utuh dengan  35%  Indigofera zolingeriana  dan  60%  sorgum  Stay  green  dengan  40%  Indigofera zolingeriana memiliki pH rendah (3,73 dan 3,80), bahan kering tinggi (20,60% dan 20,53%), protein kasar ( 17,67% dan 18,54%) dan memiliki nilai  fleigh (97,25 dan 94,12).
Penggunaan Tepung Limbah Udang sebagai Bahan Pakan Sumber Protein terhadap Performa Produksi Puyuh Fase Layer (Coturnix-coturnix japonica) Hamdan Has; Astriana Napirah; Widhi Kurniawan; Natsir Sandiah
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 5, No 3 (2018): JITRO, September
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.134 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v5i3.4733

Abstract

ABSTRAKLimbah udang merupakan limbah pengolahan udang yang memiliki potensi sebagai pakan sumber protein bagi ternak puyuh. Penelitian ini bertujuan mengkaji penggunaan tepung limbah udang (TLU) sebagai sumber protein pakan pada puyuh fase layer. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap empat perlakuan lima ulangan perlakuan yang digunakan terdiri dari empat level penggunaan tepung limbah udang dalam ransum yaitu P0 (kontrol), P1 (5% TLU), P2 (7,5% TLU) dan P3 (10% TLU), tiap unit perlakuan disi dengan 5 ekor puyuh. Puyuh yang diguanakan adalah puyuh fase layer umur 20 minggu, sebanyak 100 ekor yang didistribusikan kedalam 20 unit percobaan. Bahan pakan yang digunakan adalah jagung, dedak padi, konsentrat petelur dan tepung limbah udang. Data yang diperoleh dianalisis ragam dan data yang berbeda nyata (P<0,05) diuji lanjut menggunakan uji duncan. Variabel yang diamati adalah performa produksi: konsumsi pakan, produksi telur, bobot telur dan konversi ransum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan TLU dalam ransum (P1,P2 dan P3) menunjukkan pengaruh nyata (P<0,05) dibanding kontrol pada minggu ke-tiga penelitian terhadap bobot telur dan konversi ransum, penggunaan TLU (P1,P2,P3) selama lima minggu meningkatkan konsumsi ransum (P<0,05) dibanding kontrol tetapi tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap produksi telur, bobot telur dan konversi ransum. Kesimpulan penelitian ini bahwa penggunaan TLU dalam ransum dapat digunakan hingga level 7,5% sedangkan level 10% menunjukkan adanya penurunan rata-rata performa produksi.Kata kunci: tepung limbah udang, puyuh fase layer, performa produksiABSTRACTShrimp waste was shrimp processing waste which has the potential as protein source for quail feed. This study was aimed to examine the use of shrimp waste flour (SWF) asprotein source for laying quail feed. This study used  completely randomized design that consist of four treatments and five replications.The treatmentswere using levels of shrimp waste flour in feed and consist of P0 (control), P1 (5% SWF), P2 (7.5% SWF) and P3 (10% SWF ). Each treatment unit was filled with 5 quails. One hundred of 20 weeks laying quails were used in this study. Self mixing feed that contained corn, rice bran, laying concentrate and shrimp waste flour were used in this study. The data obtained were analyzed using analyze of variance and continued using Duncan multiple range test. The variables observed were production performance that consist of feed consumption, egg production, egg weight and feed conversionratio. The results showed that the use of SWF in feed (P1, P2 and P3) showed a significant effect (P <0.05) compared to controls in the third week of research on egg weight and feed conversion ratio.The use of SWF (P1, P2, P3) for five weeks increased feed consumption (P <0.05) compared to controls but not significantly different (P>0.05) for egg production, egg weight and feed conversion. The conclusion of this study was the use of SWF in feed can be used until 7.5% on laying quail feed while the level of 10% indicates a decrease in average production performance.Keywords: shrimp waste flour, laying quail, production performance