Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Produksi Inulinase Pichia alni DUCC-W4 pada Tepung Umbi Dahlia (Dahlia variabilis Willd) dengan Variasi Konsentrasi Ammonium Nitrat dan Waktu Inkubasi Wijanarka, Wijanarka; Ferniah, Rejeki Siti; Salamah, Salamah
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 10, No. 2, Tahun 2008
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.151 KB) | DOI: 10.14710/bioma.10.2.58-64

Abstract

Inulinase (E.C.3.2.1.7) merupakan kelompok enzim hidrolase yang mampu menghidrolisis inulin menjadi fruktosa. Produksi fruktosa secara langsung dari inulin oleh enzim inulinase hanya memerlukan satu tahap reaksi enzimatis dan menghasilkan 90% fruktosa sehingga lebih efisien. Optimasi perlu dilakukan untuk meningkatkan produksi inulinase, antara lain dengan penambahan sumber nitrogen dan optimasi waktu inkubasi. Khamir merupakan salah satu mikroba yang dapat memproduksi enzim. Salah satu khamir inulinolitik yang berhasil diisolasi dari umbi dahlia yaitu Pichia alni DUCC-W4. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui variasi konsentrasi NH4NO3 dan waktu inkubasi Pichia alni DUCC-W4 dalam memproduksi inulinase pada tepung umbi dahlia. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium mikrobiologi, Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Diponegoro. Penentuan aktivitas inulinase dilakukan dengan metode DNS. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor. Faktor I (P0, P1, P2, dan P3) berupa konsentrasi NH4NO3 yang berbeda yaitu 0,029mM; 0,05 mM; 0,1 mM; 0,15 mM dan faktor II (H1, H2, dan H3) berupa waktu inkubasi (12 jam,18 jam, dan 24 jam). Masing – masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode ANOVA. Aktivitas inulinase masing – masing perlakuan pada waktu inkubasi 12 jam yaitu 0,567 U/mL, 0,407 U/mL, 0,304 U/mL, 0,486 U/mL, pada waktu inkubasi18 jam yaitu 0,761 U/mL, 0,644 U/mL, 0,543 U/mL, 0,554 U/mL, sedangkan waktu inkubasi 24 jam yaitu 0,564U/mL, 0,567 U/mL, 0,529U/mL, 0,612 U/mL. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi NH4NO3 pada medium produksi dan perbedaan waktu inkubasi tidak meningkatkan aktivitas inulinase Pichia alni DUCC-W4.
Intergenus Protoplast Fusion between Pichia manshurica and Rhodosporidium paludigenum to Increase the Production of Inulinase Wijanarka Wijanarka; Endang Sutariningsih Soetarto; Kumala Dewi; Ari Indrianto
Makara Journal of Science Vol 18, No 4 (2014): December
Publisher : Directorate of Research and Community Engagement, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purposes of this study was to identify the optimum concentration of the lytic enzyme Glucanex for protoplast isolation and to conduct fusion for the purpose of increasing inulinase production. The study performs the protoplast fusion technique using Pichia manshurica and Rhodosporidium paludigenum. Protoplast fusion consists of a series of stages: protoplast isolation, protoplast fusion, protoplast regeneration, and analysis of hybrid fusion results. Protoplast isolation and fusion success rate are determined by various factors, including age of the culture, media type, and type of lytic enzymes used. Hybrid results were analyzed using a fungicide as a marker and measuring specific growth rate (μ) of the hybrid compared with parental growth rates. Results demonstrated that a concentration of 4 mg/mL of Glucanex produces the greatest number of protoplasts, 7.2 x 1010 (cell/mL) for P. manshurica and 8.8 x 1010 (cell/mL) for Rh. paludigenum. The results of analysis of hybrid fusions indicate that the study has identified a new fusant, called fusant F4. Fusant F4 is capable of producing the highest inulinase, 0.6892 IU, compared with parentals P. manshurica, 0557 IU, and Rh. paludigenum, 0.3263 IU. Fusant F4 has specific growth rate (μ) of 0.3360/h and generation time (g) of 2.0629 h.
Identifikasi dan Karakterisasi Isolat 23 Ducc Serta Kemampuannya dalam Memproduksi Enzim Inulinase Wijanarka Wijanarka; K Endang; Hermin Hermin
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 26, No 3 (2009)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.736 KB) | DOI: 10.20884/1.mib.2009.26.3.159

Abstract

Inulinase has a capacity to convert inulin into fructose hence it could be used in high fructose syrup production. Inulinase is not readily available in Indonesian market. This enzyme could be obtained from thermotolerant yeast found in Dahlia variabilis. Therefore this study was conducted to identify inulinolytic yeast in D. variabilis. The results showed  that an inulinolytic yeast isolate 23 DUCC from D. variabilis tubers was found. The inulinolitic yeast produces inulinase (E.C.3.2.1.7). Based on the identification and determination, the isolate is known to be Kluyveromyces marxianus.  The best optimation condition for this yeast was as follows: concentration of carbon source (inulin) was 0.75%, pH was 5.5 and time of fermentation was 53 hours. In such condition K. marxianus  produced inulinase up to 0.6481 IU.
RESPON PERTUMBUHAN PICHIA MANSHURICA DAN RHODOSPORODIUM PALUDIGENUM PADA BERBAGAI MEDIA BASAL SEBAGAI PENENTU UNTUK PROSES ISOLASI PROTOPLAS Wijanarka, Wijanarka; Dewi, Kumala; Indrianto, Ari; Sutariningsih, Endang
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.942 KB)

Abstract

ABSTRAK   Pertumbuhan mikroorganisme biasanya ditunjukkan dengan adanya pertambahan jumlah sel atau masa sel yang sedang tumbuh. Pertumbuhan mikroorganisme dipengaruhi oleh faktor lingkungan hidupnya, salah satunya medium pertumbuhan. Medium tersebut sangat menentukan tingkat keberhasilan umur kultur dan profil fase pertumbuhan yang sangat penting pada saat isolasi protoplas. Tujuan penelitian ini adalah kinetika respon dan profil pertumbuhan Pichia manshurica dan Rhodosporodium paludigenum Pada Berbagai Media Basal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-Februari 2011 di Laboratorium Mikrobiologi FMIPA UNDIP Semarang. Khamir Pichia manshurica dan Rhodosporodium paludigenum ditumbuhkan pada media basal  MEB (M1), TEB (M2), ME (M3) dan YPD (M4) serta dilakukan pengamatan pertumbuhan  setiap 6 jam selama 42 jam. Tahap berikutnya dilakukan studi analisis kinetika pertumbuhan khamir pada media basal yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  media YPD (M4)  mempunyai kecepatan pertumbuhan (?) tertinggi  (0.2086 mg/jam)  dan waktu generasi terpendek 3.3236 (menit) pada jam ke-18, sedangkan Rh. paludigenum mempunyai nilai ? sebesar 0.2751 (mg/jam)  dan g  sebesar 2.5197 (menit). Kesimpulan penelitian ini adalah media YPD (M4) dapat digunakan untuk pertumbuhan Pichia manshurica dan Rhodosporodium paludigenum serta dapat digunakan  untuk media  isolasi protoplas   Kata Kunci:  Pertumbuhan, media basal, P. manshurica dan R. paludigenum
Pengaruh Penambahan Tepung Azolla Sp. dan Perbedaan Waktu Inkubasi Terhadap Produksi Inulinase Khamir Pichia manshurica DUCC Y-015 Pada Medium Tepung Umbi Dahlia (Dahlia Variabilis Willd.) Rahmawati Dewi; Wijanarka Wijanarka; Sri Pujiyanto
Jurnal Akademika Biologi Vol. 7 No. 4 Oktober 2018
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.306 KB)

Abstract

Inulin merupakan polimer fruktosa berserat pangan tinggi yang salah satunya ditemukan pada umbi dahlia yang disekitar perakarannya  ditemukan Pichia manshurica. P. manshurica menghasilkan enzim inulinase yang dapat memecah inulin menjadi uni-unit fruktosa dan digunakan sebagai bahan bahan baku pembuatan sirup fruktosa. Berdasarkan manfaat yang dimiliki inulin tersebut, telah banyak dilakukan penelitian mengenai optimasi produksi enzim inulinase oleh P. manshurica DUCC Y-015 untuk mendapatkan produk yang optimal. Optimasi produksi enzim inulinase dapat dilakukan dengan memodifikasi kandungan nutrisi dalam medium, salah satunya dengan menambahkan sumber nitrogen pada medium produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung Azolla sp. sebagai sumber nitrogen dan perbedaan waktu inkubasi. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola factorial, dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah variasi konsentrasi tepung Azolla sp., yaitu 0%; 0,14%; 0,28%; dan 0,42%. Faktor kedua adalah variasi waktu inkubasi yaitu 0 jam; 6 jam; 12 jam; 18 jam; dan 24 jam.  Hasil perhitungan Anova menunjukkan bahwa penambahan berbagai konsentrasi Azolla sp. pada medium produksi belum mempengaruhi aktivitas inulinase dan invertase P. manshurica DUCC Y-015, sedangkan waktu inkubasi berpengaruh nyata terhadap aktivitas inulinase dan  aktivitas invertase. Berdasarkan uji BNT, waktu inkubasi optimal aktivitas inulinase dan invertase adalah pada waktu inkubasi 6 jam. 
Biolitik Enzim Bekicot (Achatina fulica) Sebagai Agen Fusi Protoplas Pichia manshurica Intraspecifik Wijanarka, Wijanarka
Prosiding KPSDA Vol 1, No 1 (2015): Prosiding KPSDA 2015
Publisher : Prosiding KPSDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.548 KB)

Abstract

Enzymes were an important role both in the food or beverage industry, but there is also an enzyme that acts as a breaker of the organism or cell wall of microorganisms. The enzyme known as biolytic enzyme. Extraction enzyme taken from the snail (Achatina fulica), especially in the abdomen, as in this section contains compounds glukorononidase β, and beta-glucanase and endo arylsulphatase (Ezeronye and Okerentugba, 2001). This enzyme was an important role before the fusion process takes place, namely for protoplast isolation. Furthermore, the enzyme used to break down the cell wall of the yeast Pichia manshurica. The yeasts are indigenus located around dahlia tubers and has the ability to produce inulinase (EC 3.2.1.7). Protoplast fusion is one way to improve the strain, so hopefully we will get a new strain and superior compared to its parent. The purpose of this research was using enzymes from snail to break the cell walls of yeast (protoplast isolation) and to obtain new fusan. Protoplast isolation performed enzymatically by using enzyme biolytic  of snail. Fusion process was done by mixing the two parental pellets in solution osmotic stabilizer sorbitol solution of 1.0 mol / L containing 30% PEG 6000 (polyethylene glycol) and 10 mM CaCl2 for 20 minutes. The results showed that the concentration of biolytic 100% can be utilized as an agent biolytic enzyme and capable of producing protoplasts of 8.1 x 109 and it has been found that 3 fusan  namely were Fusan D F1, F4 and F7 D.
Uji dan identifikasi aktivitas antioksidan isolat BAL CIN-2 hasil isolasi cincalok Ihdina Isfara Suteja; Wijanarka Wijanarka; Endang Kusdiyantini
Jurnal Penelitian Saintek Vol 27, No 1 (2022)
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jps.v1i1.44187

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji antioksidan yang dihasilkan oleh isolat BAL CIN-2 dengan metode (α,α-diphenyl-β-picrylhydrazyl) (DPPH) dan fosfomolibdenum, melakukan identifikasi senyawa antioksidan yang dihasilkan isolat BAL CIN-2 menggunakan metode TLC (Thin Layer Chromatography) dan spektrofotometer UV-Vis, serta menganalisis gugus fungsional antioksidan isolat BAL CIN-2 menggunakan metode Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Kultur ditumbuhkan pada media MRSA dan diamati pertumbuhannya pada media MRSB selama 72 jam, selanjutnya dianalisis dengan metode yang telah ditentukan. Hasil uji TLC untuk isolat BAL CIN-2 menghasilkan empat noda dengan nilai Rf 0,98; 0,91; 0,73; dan 0,6. Uji DPPH menunjukkan sifat antioksidan supernatan isolat BAL CIN-2 sangat lemah. Metode fosfomolibdenum menunjukkan kadar antioksidan dari supernatan isolat BAL CIN-2 sebesar 1,906 mgAAE/ml. Pengujian menggunakan spektrofotometer UV-Vis menghasilkan 4 serapan gelombang dengan absorbansi maksimum 3,943 pada panjang gelombang 290 nm. Diduga senyawa yang terkandung di dalamnya adalah senyawa flavonoid golongan flavanon atau dihidroflavonol. Supernatan isolat BAL CIN-2 diduga mengandung senyawa flavonoid dengan gugus fungsi antioksidan O-H dan C=C aromatik dari analisis menggunakan FTIR. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa di dalam supernatan isolat BAL CIN-2 mengandung senyawa antioksidan golongan flavonoid.Test and identification of antioxidant activity of isolates LAB CIN-2 isolated from cincalokThis study aimed to test the antioxidants produced by LAB CIN-2 isolates using α,α-diphenyl-β-picrylhydrazyl (DPPH) and phosphomolybdenum methods, to identify antioxidant compounds produced by LAB CIN-2 isolates using the Thin Layer Chromatography (TLC) and UV-Vis spectrophotometer, as well as to analyse the antioxidant functional groups of LAB CIN-2 isolate using the Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) method. The culture was grown on MRSA media and then the growth was observed on MRSB media for 72 hours, then analyzed using the specified method. TLC test results showed that LAB isolate CIN-2 produced four spots with an Rf value of 0.98; 0.91; 0.73; and 0.6. The DPPH test showed that the antioxidant properties of the supernatant isolates of LAB CIN-2 were very weak. The phosphomolybdenum method showed that the antioxidant content of the supernatant of LAB CIN-2 isolate was 1.906 mgAAE/ml. Analysis using a UV-Vis spectrophotometer produces 4 absorption waves with a maximum absorbance 3,943 at a wavelength of 290 nm. The test is suspected that the compounds contained in it are flavonoid compounds of the flavanone or dihydroflavonol group. Analysis using FTIR showed that antioxidant from supernatant of LAB isolate CIN-2 was suspected to contain flavonoid compounds with aromatic O-H and C=C functional groups. It can be concluded that supernatant from LAB CIN-2 isolates contains weak antioxidants in the form of compounds from the flavonoids group.
Kinetika Pertumbuhan Dan Produksi Inulinase Fusan F7 Wijanarka, Wijanarka; Soetarto, Endang Sutariningsih; Dewi, Kumala; Indrianto, Ari
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 15, No.2, Tahun 2013
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.963 KB) | DOI: 10.14710/bioma.15.2.53-57

Abstract

Pertumbuhan dapat diartikan sebagai suatu pertambahan bagian-bagian sel. Adanya     pertumbuhan sel biasanya dapat diketahui dengan adanya pertambahan ukuran dan     pembelahan sel. Populasi sel khususnya mikroba  secara kuantitatif atau kualitatif dapat digunakan untuk memantau atau mengkaji fenomena pertumbuhan.Enzim inulinase (E.C. 3.2.1.7) adalah enzim yang mampu merombak substrat inulin menjadi monomer fruktosa. Fruktosa merupakan bahan baku (doctoring agent) untuk proses  pembuatan FOS, IOS, pulullan, aseton dan sorbitol.Tujuan  penelitian ini adalah untuk mengetahui kinetika kecepatan pertumbuhan specifik (µ), waktu generasi (g) dan aktivitas inulinase yang dihasilkan oleh fusan F7.  Fusan F7 merupakan hasil fusi antara Pichia manshurica dan Rhodosporidium paludigenum.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fusan F7 mempunyai kecepatan pertumbuhan specific (µ)  sebesar 0.3299 jam dengan waktu generasi (g) 2.1012 jam dan aktivitas enzim inulinase yang dihasilkan sebesar  0.5337 IU. Hasil tersebut  terletak diantara kedua parentalnya yaitu P. manshurica (µ= 0.27935 jam; g = 2.4815 jam dan aktivitas = 0.557 IU) dan Rh. paludigenum (µ= 0.3787 jam; g = 1.8304 jam dan aktivitas = 0.3263 IU). Kata kunci : Pertumbuhan;  fusan F7; inulinase ; umbi dahlia
Pemurnian Parsial dan Karakterisasi Amilase dari Bakteri Laut Arthrobacter arilaitensis LBF-003 Rahmasari, Dianti; Wijanarka, Wijanarka; Pujiyanto, Sri; Rahmani, Nanik; Yopi, Yopi
JURNAL BIOLOGI INDONESIA Vol 12, No 1 (2016): JURNAL BIOLOGI INDONESIA
Publisher : Perhimpunan Biologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jbi.v12i1.2323

Abstract

Starch is an abundant carbon source in nature, and ?-amylase (1, 4-?-D-glucanohydrolase; EC 3.2.1.1), which hydrolyzes ?-1, 4-glucosidic linkage in starch-related molecules. Microbe ?-amylase production is a hydrolytic enzyme and one ofinterest in its microbial production has increased dramatically due to its wide spread use in food, textile, baking anddetergent industries in recent years. Here we report ?-amylase from marine bacterium which was purified andcharacterized, as well as analyzed its hydrolysis product on starch. The enzyme of Arthrobacter arilaitensis partiallypurified by acetone precipitation with 90% and ion exchange chromatography produced specific activity 0.25 U/mg and0.38 U/mg, and it’s purity rate increased until 1.14 fold compared with former crude extract. Purifed extracelluler amilasehad an optimum activity at temperature 50°C and pH 9.0. An apparent molecular mass was between 50-75 kDa, asestimated by zimogram electrophoresis. Hydrolysis products of this enzyme on starch were maltose, maltotriose andmaltoheptaose.Keywords: alfa amylase, marine bacterium, Arthrobacter arilaitensis, purification, charaterization
Optimasi Produksi Inulinase isolat P 12 pada Tepung Umbi Dahlia ( Dahlia variabilis Wild ) dengan Variasi Konsentrasi Nitrogen Organik dan Waktu Inkubasi Lunggani, Arina Tri; Wijanarka, Wijanarka; Kusdiyantini, Endang
Bioma : Berkala Ilmiah Biologi Vol. 12, No. 1, Tahun 2010
Publisher : Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.893 KB) | DOI: 10.14710/bioma.12.1.20-23

Abstract

Efforts to address health problems mainly related to the digestive tract is by consuming one prebiotic, eg fruktooligosakarida (FOS). FOS is a prebiotic that one species can be produced from the hydrolysis of inulin using inulinase enzyme. Isolate P12 is an isolate that has been proven to have high inulinase activity on standard medium inulin production. Inulinase production increase can be done by adding a source of organic nitrogen in the form of yeast extract in medium. The results indicate that the best on the concentration of nitrogen concentration P2 (Yeast extract 0.25%) with the activity of 0.7983 IU, while the best 12-hour incubation time with the activity of 0.7899 IU. Likewise for the best interaction P2 T2 treatment with inulinase activity of 0.9025 IU.