Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

KOMPOSISI JENIS DAN CADANGAN KARBON DI HUTAN TROPIS DATARAN RENDAH, ULU GADUT, SUMATERA BARAT [Species Composition and Carbon Stock in Tropical Lowland Forest, Ulu Gadut, West Sumatra] Suwardi, Adi Bejo; Mukhtar, Erizal; Syamsuardi, Syamsuardi
BERITA BIOLOGI Vol 12, No 2 (2013)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/beritabiologi.v12i2.529

Abstract

Tropical lowland forest is one type of forest ecosystem that dominated most of Sumatra areal and retained carbon terrestrial within.Tropical lowland forest has the highest risk of damage than other forest types. The aimed of study is to determine species composition and carbon stock in tropical lowland forest, Ulu Gadut, West Sumatra. This study was conducted on June to October 2012 at 1 ha Pinang-Pinang permanent plot. Tree biomass was measured by using the non destructive sampling method. All trees with stem diameter at breast height (dbh) = 8 cm were measured diameter and were recorded the species of trees.As much as 852 individuals of trees, which were consisting of 45 families and 155 species with DBH = 8 cm were found in Pinang-Pinang permanent plot. Nephelium juglandifolium Blume, Swintonia schwenckii (T. & B.) Kurz,Syzygium sp.,Microcos florida (Miq.) Burret, Palaquium sp.,Cleistanthus glandulosus Jabl., Hopea dryobalanoides Miq., Mastixia trichotoma Blume, Calophyllum soulattri Burm. f. and Shorea maxiwelliana King were dominant based on -1 -1 Importance Value Index(IVI). Trees biomass and carbon stock in the study site are around 482.75 ton ha and 241.38 ton C ha respectively.
PENELUSURAN RAGAM JENIS BAMBU DI KOTA LANGSA, ACEH Ritonga, Muhammad Azli; Nurchalidah, Siti; Karmiati, Karmiati; Navia, Zidni Ilman; Suwardi, Adi Bejo
Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.9 KB) | DOI: 10.21580/ah.v3i1.6065

Abstract

Langsa City has a wealth of plant species that need to be studied, especially bamboo plants. This study aims to explore the types of bamboo found in Langsa City. The study was conducted from April to July 2019 using the exploration method. The method of sample collection by purposive sampling. The results showed that in Langsa City there were found 4 genera bamboo namely Bambusa, Gigantochloa, Schizostachyum, and Thyrsostachys which consisted of 6 species of bamboo namely Bambusa multiplex (Lour.) Raeusch. Ex Schhult., Bambusa vulgaris Schrad. Ex Wendl., Gigantochloa apus (J.A. & J.H.Schult.) Kurz, Gigantochloa atter (Hassk.) Kurz, Schizostachyum brachycladum (Kurz) Kurz, and Thyrsostachys siamensis Gamble. The most widespread bamboo distribution in Langsa was found in Langsa Lama and Langsa Baro amounted to 5 species.
PENGEMBANGAN TENUN LIDI NIPAH MOTIF ACEH GUNA MENDUKUNG PRODUK EKONOMI KREATIF DI KABUPATEN ACEH TIMUR Baihaqi, Baihaqi; Suwardi, Adi Bejo; Navia, Zidni Ilman
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.69 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i2.3909

Abstract

Abstrak: Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan tenun lidi nipah motif aceh sebagai produk ekonomi kreatif sehingga mampu bersaing dengan produk-produk kreatif lainnya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa matang gleum kecamatan peureulak kabupaten aceh timur.Metode yang digunakan adalah melalui participatory technology development berupa teknologi mesin tenun lidi nipah kepada 23 anggota kelompok bungong chirih melalui beberapa tahapan yakni koordinasi, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, monitoring dan evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa kelompok bungong chirih telah mampu memproduksi aneka produk kerajinan tenun dari lidi nipah. Pada tahun 2019 jumlah produk tenun lidi nipah yang dihasilkan oleh kelompok adalah 10 jenis produk, namun pada tahun 2020 jumlah aneka produk tenun lidi nipah yang mampu diproduksi oleh kelompok bungong chirih sebanyak 34 jenis dan juga meningkatnya varian produk  tenun lidi nipah motif khas aceh sebanyak 24 jenis varian. Hasil pendampingan  memperlihatkan bahwa anggota kelompok telah mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produk termasuk jenis produk dan varian produk. Peserta pelatihan telah memahami secara baik penggunaan alat tenun mesin, mesin peraut, pengoperasian sistim komputer microsoft word dan excel, pencatatan produk melalui website kelompok, manajemen keuangan dan pemasaran produk baik offline dan online serta pembuatan bordir motif khas aceh sebagai produk ekonomi kreatif di kabupaten aceh timur. Abstract: The implementation of this regional superior product development program aims to develop Acehnese motif nipah stick weaving as a creative economic product so that it was be able to compete with other creative products in order to improve the welfare of matang gleum village peureulak sub-district Aceh Timur district. The method used is through participatory technology development in the form of nipah stick weaving technology to 23 members of Bungong Chirih group through several stages, namely coordination, socialization, training, mentoring, monitoring and evaluation. The results of the community service activities show that bungong chirih group has been able to produce various kinds of woven handicraft products. In 2019 the number of nipah stick woven products produced by the group was 10 types of products, but in 2020 the number of various nipah stick weaving products that can be produced by Bungong Chirih group were 34 types and also  increaseing in product variants of nipah stick weaving with typical Acehnese motifs of 24 variant types. The result shown the member of group have been able to increase quality and quantity of the product including kinds and variants of products. The participants have been understood correctly the usage of woven machine, the operational of microsoft word and excel, taking note of product through website, financial and marketing management offline and online and producing of  acehenese embroidery as creative product in aceh timur district.
INVENTARISASI JENIS BUAH-BUAHAN LOKAL SEBAGAI SUMBER PANGAN BAGI MASYARAKAT LOKOP ACEH TIMUR Wendi Noverian; Elfrida; Adi Bejo Suwardi; Albian Mubarak
Jurnal Jeumpa Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Jeumpa
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jj.v7i1.2956

Abstract

Kabupaten Aceh Timur memiliki sebuah desa yang berpotensi besar memiliki buah-buahan hutan yang belum tereksplorasi. Potensi sumber daya genetik tumbuhan buah-buahan di lokop terutama yang masih hidup liar di hutan belum dimanfaatkan secara optimal. Jenis tumbuhan buah-buahan hutan belum banyak di kenal dan belum terdokumentasi dengan baik. Hal ini karena secara ekonomis buah-buhan lokal masih dianggap kurang penting. Dengan Terbatasnya informasi terkait buah-buahan asli lokop khususnya yang masih tumbuh liar menyebabkan keberadaan sumber daya genetik buah-buahan tersebut menjadi terancam. Padahal buah-buhan hutan masih memiliki bentuk dan cita rasa yang sangat khas dan umumnya memiliki kandungan gizi yang baik. Eksplorasi dan konservasi sumber daya genetik merupakan salah satu pilihan yang dapat di lakukan untuk menyelamatkan keragaman jenis tumbuhan buah-buahan asli lokop. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis buah-buaha lokal di daerah lokop kecamatan Aceh timur. Berdasarkan hasil observasi bahwa telah di temukan 52 spesies buah yang terdapat di kawasan hutan lokop. Diantaranya berhabitat liar sebanyak 27 spesies, dan yang berhabitat budidaya sebanyak 25 spesies. Banyaknya spesies yang ditemukan di hutan liar karena hutan di daerah lokop masih terjaga, tumbuhan yang dibudidaya merupakan tumbuhan yang di ambil dari hutan dan di tanam di perkebunan warga karena tumbuhan tersebut dapat menghasilkan buah dan dapat di makan oleh masyarakat sekitar.
Pemberdayaan Pokdakan Tanah Berongga-Sido Urep Melalui Budidaya Lele Bioflok Autotrof di Kabupaten Aceh Tamiang Baihaqi Baihaqi; Abdul Latief; Agus Putra AS; Adi Bejo Suwardi
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol 4 No 2 (2020): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v4i2.2103

Abstract

Pokdakan tanah berongga-sido urep merupakan salah satu pokdakan yang membudidayakan ikan lele. Tujuan kegiatan ini adalah mengembangkan budidaya ikan lele dengan rekayasa teknologi bioflok autotrof. Sasaran kegiatan adalah 22 orang anggota kelompok. Permasalahan utama yang dihadapi oleh kelompok adalah kurangnya fasilitas teknologi peralatan yang mendukung aktifitas budidaya lele, manajemen kelembagaan, pemasaran dan keuangan. Metode yang digunakan adalah participatory rural appraisal. Rincian kegiatan meliputi 1) Sosialisasi 2) Pelatihan, 3) Pendampingan serta 4) Monitoring dan Evaluasi. Bentuk kegiatan meliputi penyediaan mesin pakan, kolam bioflok autotrop, pelatihan formulasi pakan dan penguatan kelembagaan. Hasil evaluasi memperlihatkan peningkatan pengetahuan anggota kelompok dalam budidaya ikan lele. Hasil kuisioner menunjukkan 17 orang (77,2 %) peserta memahami dengan baik seluruh materi pelatihan, sedangkan 5 orang ( 22,8) cukup memahami materi pelatihan. Tingkat kepuasan peserta pelatihan menunjukkan 19 orang (87%) sangat puas dengan pelatihan dan 3 orang ( 13% ) cukup puas dengan pelatihan ini. Pokdakan tanah berongga-sido urep mampu meningkatkan hasil produksi melalui teknologi bioflok autotrof dari 100 kg/1000 benih menjadi 120 kg/1000 benih, mempercepat masa panen dari 90 hari menjadi 75 hari, mampu mengurangi ketergantungan terhadap pemakaian pakan pabrikan dari 100 kg/siklus panen menjadi 85 kg/siklus panen serta teknologi kolam bioflok autotrof mampu mengurangi kerusakan struktur tanah
Etnobotani Tumbuhan Penghasil Buah Sebagai Obat Tradisional Stevin Melay; Adi Bejo Suwardi; Sofiyan Sofiyan
SEMINAR NASIONAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki beragam jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai bahan baku obat dan telah dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi tumbuhanpenghasil buah sebagai sumber bahan baku obat tradisional. Penelitian dilakukan di kabupaten Aceh Timur dengan melibatkan 60 orang responden.Penelitian ini menggunakan metode survey dan Participatory Rural Appraisal dengan teknik wawancara semi struktural yang berpedoman pada daftar pertanyaan. Data dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan antropologi medical dan pendekatan etnobotani medical obat. Sebanyak 12 jenis tumbuhan penghasil buah telah dimanfaatkan oleh masyarakat kabupaten Aceh Timur sebagai obat tradisional. Tumbuhan tersebut dimanfaatkan sebagai obat batuk, sakit perut, demam, diare, dan radang tenggorokan. Bagian tumbuhan yangdimanfaatkan berupadaun, akar, kulit batang dan buah. Pengetahuan tradisional tentang tumbuhan obat diperoleh secara turun temurun. Pengembangan pengetahuan tradisional diperlukan tidak hanya melalui pendidikan informal, tetapi perlu dilakukan dalam pendidikan formal sebagai upaya untuk menjaga pengetahuan tradisional dan melindungi kekayaan hayati.
Pengetahuan Kesiapsiagaan Kebencanaan Tsunami Dan Gempa Bumi Pada Siswa Penyandang Disabilitas Kabupaten Aceh Timur Teuku Hasan Basri; Adi Bejo Suwardi; Nuraini Nuraini
SEMINAR NASIONAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyandang disabilitas dilaporkan sangat rentan menjadi korban bencana, baik terluka ataupun meninggal akibat bencana dengan jumlah yang signifikan. Jumlah penyandang disabilitas yang meninggal saat bencana dapat mencapai 2 kali lipat dari masyarakat umum. Tujuan dari penulisan ini yaitu untuk memberikan pengetahuan kesiap siagaan kebencanaan tsunami dan gempa bumi pada siswa penyandang disabilitas di Kabupaten Aceh Timur, Metode penelitian deskriptif kuantitatif ini melibatkan Kepala sekolah, guru dan siswa SLB Aceh Timur. Intrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan lembar studi dokumen. Hasil Penelitian ini menunjukkan dari 20 indikator terdiri dari kebijakan sekolah dengan jumlah 4 indikator; perencanaan kesiapsiagaan dengan 9 indikator; dan mobilisasi sumber daya dengan 7 indikator menghasilkan bahwa sebesar 20% (4 indikator) sudah diterapkan dan sebesar 80% (16 indikator) yang belum diterapkan. Simpulan: Kapasitas kesiapsiagaan SLB Aceh Timur dalam menghadapi bencana di Kabupaten Aceh Timur masih kurang.
Pengetahuan masyarakat terhadap keanekaragaman tumbuhan liar berkhasiat obat dan potensi pemanfaatannya di Kecamatan Namorambe Marina Br Sembiring; Safrianti Safrianti; Adi Bejo Suwardi
SEMINAR NASIONAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Vol. 2 No. 1 (2021): Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang keanekaragaman tumbuhan obat dan potensinya di Kecamatan Namorambe berasal dari tumbuhan liar yang ada di alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat dan mengidentifikasi keanekaragaman tumbuhan obat, organ tumbuhan yang digunakan, serta cara pengolahannya untuk mengatasi berbagai penyakit yang ada pada masyarakat di Kabupaten Namorambe. Penelitian dilakukan di 3 desa yaitu di desa Namo Mbelin, Kutatualah dan Sudirejo. Metode penelitian ini adalah deskriptif eksploratif. Pengumpulan data kualitatif dilakukan dengan metode pelayaran Metode Pesiar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat (sembilan) jenis tumbuhan obat yang ditemukan yaitu: bandotan (Ageratum conyzoides L.); Ciplukan (Physalis angulata); Putri pemalu (Mimosa pudica), anting (Acalypha australis); Duri bayam (Amaranthus spinosus); Calincing (Oxalis corniculata); Suruhan (Peperomia pellucida) dan Keji Beling (S. crispus), pegangan (Centella asiatica). Organ tumbuhan yang banyak digunakan sebagai bahan baku obat adalah daun.
Keragaman Tanaman Pangan Pada Perkarangan Rumah Masyarakat di Helvetia Kota Medan, Sumatera Utara Kasmawati Kasmawati; Yosia Br. Tobing; Adi Bejo Suwardi
SEMINAR NASIONAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Vol. 2 No. 1 (2021): Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diversifikasi adalah cara pengadaan lebih dari satu jenis barang / komoditas untuk konsumsi. Diversifikasi tanaman pangan terkait dengan regulasi teknis pola tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan yang tumbuh di pekarangan rumah masyarakat di Kecamatan Helvetia yang selama ini dimanfaatkan sebagai pangan masyarakat dan potensi tumbuhan tersebut. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober - November 2020 dengan menggunakan metode survei. Purposive sampling digunakan untuk menentukan sampel, dan dari 5 gang akan dipilih 5 pekarangan rumah untuk dijadikan sampel (total 25 pekarangan rumah). Sebanyak 9 spesies tercatat dari wilayah studi. Spesies ini dimanfaatkan sebagai makanan, sayur, dan bahan masakan.
Etnobotani Tanaman Obat Keluarga di Desa Ujong Gunong Rayeuk, Kota Bahagia, Aceh Selatan Mardudi Mardudi; Eka Selviyanti; Adi Bejo Suwardi
SEMINAR NASIONAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Vol. 2 No. 1 (2021): Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan adalah salah satu aspek yang paling berpengaruh terhadap kehidupan mahkluk hidup. Lingkungan juga merupakan naungan hidup bagi manusia yang tidak terpisahkan antara satu sama lain. Desa Ujong Gunong Rayeuk merupakan suatu daerah yang berada di Aceh Selatan yang terletak di Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), TOGA atau biasa disebut tanaman obat keluarga pada umumnya merupakan suatu kegiatan pemanfaatan sebidang tanah baik di halaman rumah, kebun maupun ladang sebagai tempat membudidayakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat. Penelitian ini dilakukan Oketober-November 2020. Tujuan penelitian ini adalah untuk menginventarisasi jenis tumbuhan obat dan pemanfaatannya oleh masyarakat di Desa Ujong Gunong Rayeuk, Kota Bahagia, Aceh Selatan. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif, yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara mengeksplorasi atau memotret keadaan lingkungan yang diteliti secara menyeluruh, luas dan mendalam sesuai situasi lapangan, dengan tujuan mengumpulkan data sekunder melalui pertanyaan terstruktur kepada informan dan semua jawaban diperoleh dicatat, diolah dan kemudian dianalisis. Hasil penelitian terdapat 45 jenis spesies tanaman yang ditemukan dan dimanfaatkan oleh masyarakat desa ujung gunong rayeuk sebagai bahan penobatan. Adapun tumbuhan yang ditemukan. Tanaman obat keluarga (TOGA) ini biasanya di olah dengan cara menjadikan sebagai ramuan atau minuman herbal tradisional baik itu dengan dimasak, direbus maupun di tumbuk.