Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

ANALISIS ANDAL HASIL UJI PROFISIENSI UNTUK PRODUK AGROINDUSTRI Budiantari, Fajarina; Arkeman, Yandra; Kantasubrata, Julia
JURNAL STANDARDISASI Vol 14, No 3 (2012): Vol. 14(3) 2012
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampel yang sama dapat mempunyai data hasil analisis yang berbeda apabila dianalisis pada beberapa laboratorium yang berbeda. Perbedaan hasil pengujian yang cukup besar dapat menimbulkan keraguan dalam mengambil suatu keputusan atau kesimpulan. Untuk mengetahui unjuk kerja laboratorium dan meningkatkan kinerja laboratorium dapat dilakukan uji profisiensi. Evaluasi hasil uji profisiensi yang berbeda dapat menyebabkan interpretasi hasil uji profisiensi yang berbeda pula. Hal ini berarti berpengaruh pula bagi penilaian kinerja laboratorium peserta. Penelitian ini bertujuan menganalisis beberapa metode evaluasi hasil uji banding (Metode 1: seleksi data Grubbs 1 kali kemudian terhadap data yang tersisa dilakukan perhitungan Robust Z-Score; Metode 2: seleksi data Grubbs berulang kali sampai tidak ada lagi data yg keluar, kemudian terhadap data yang tersisa dilakukan perhitungan Robust Z-Score; Metode 3: langsung Robust Z-Score). Selain itu dalam makalah ini akan dinalisis juga jenis metode pengujian yang digunakan oleh peserta uji profisiensi. Data yang digunakan adalah data hasil uji profisiensi yang dikoordinasikan oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) tahun 2011 untuk komoditi kakao bubuk dan saus cabai. Hasil penelitian menunjukkan metode evaluasi hasil uji 2 adalah yang paling sensitif (memberikan jumlah laboratorium outlier paling banyak) apabila dibandingkan dengan metode evaluasi hasil uji 1 dan 3. Hasil kinerja laboratorium peserta yang menggunakan metode pengujian Standar Nasional Indonesia (SNI) cukup memuaskan.
Identifikasi Jenis Kayu Menggunakan Support Vector Machine Berbasis Data Citra Gunawan, AA Gede Rai; Nurdiati, Sri; Arkeman, Yandra
Jurnal Ilmu Komputer dan Agri-Informatika Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Departemen Ilmu Komputer IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1644.643 KB)

Abstract

Identifikasi jenis kayu di Indonesia pada umumnya dilakukan secara manual, dengan cara memperhatikan pori kayu pada daerah penampang kayu menggunakan kaca pembesar atau mikroskop dengan pembesaran minimal 10 kali. Teknik komputerisasi belum banyak dilakukan terutama karena kurangnya penelitian di bidang ini dan sulitnya mendapatkan database kayu. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sebuah sistem untuk mengklasifikasikan 4 jenis kayu yang diperdagangkan di Indonesia dengan metode support vector machine (SVM) berbasis citra. Teknik ekstraksi ciri yang digunakan adalah two-dimensional principal component analysis (2D-PCA). Sistem ini dapat mengidentifikasi kayu dalam waktu singkat sehingga mempercepat proses identifikasi jenis kayu. Hasil klasifikasi dari 120 kali percobaan dengan menggunakan 96 data citra dengan 4 jenis kayu menunjukkan akurasi terbaik sebesar 95.83% pada kernel Polinomial. Kata kunci: Citra mikroskopis, Identifikasi jenis kayu, SVM
IDENTIFIKASI DAN EVALUASI RISIKO MENGGUNAKAN FUZZY FMEA PADA RANTAI PASOK AGROINDUSTRI UDANG Nasution, Syarifuddin; Arkeman, Yandra; Soewardi, Kadarwan; Djatna, Taufik
Jurnal Riset Industri Vol 8, No 2 (2014): Teknologi Pengendalian Pencemaran Lingkungan untuk Industri Hijau
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1631.193 KB)

Abstract

Agroindustri udang dihadapkan pada berbagai masalah yang kompleks dan rentan terhadap gangguan.Untuk dapat mengenali risiko masing-masing pelaku rantai pasok dan memilih tindakan berdasarkan prioritas diperlukan suatu model identifikasi dan evaluasi risiko.Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan modelidentifikasidan evaluasirisikorantai pasok udang. Identifikasi risiko akan dilakukan dengan pendekatan what-if analysis dan evaluasi risiko yang dikembangkan menggunakan model fuzzy FMEA, dengan input data dari beberapa ahli dan pelaku rantai pasok udang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku petani mempunyai risiko yang paling tinggi dengan probabilitas sebesar 0,45. jika dibandingkan risiko pada tingkat pedagang pengumpul (0,29) dan risiko agroindustri (0,18). Risiko dominan pada tingkat petani disebabkan oleh kegagalan panen akibat serangan hama dan penyakit. Pada tingkat pengumpul risiko dominan adalah keberadaan dan loyalitas pemasok.Sedangkan pada tingkat prosesor risiko dominan adalah keragaman mutu pasokan dan kontaminasi antibiotik pada komoditi udang. Secara keseluruhan model ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktorrisiko dan variabel pada tiap tingkatan rantai pasok serta memilih tindakan prioritas sehingga akan diperolehrekomendasi berupa tindakan yang tepat untukmengantisipasinya. Kata kunci: identifikasi dan evaluasi risiko, rantai pasok udang, fuzzy FMEA
Business Process Reengineering of Sustainable Teak Forest at Agroforestry Industry Alkaff, Muhammad; Marimin, Marimin; Arkeman, Yandra; Sukardi, Sukardi; Purnomo, Herry
INTERNATIONAL RESEARCH JOURNAL OF BUSINESS STUDIES Vol 9, No 3 (2016): December 2016 - March 2017
Publisher : Universitas Prasetiya Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1236.375 KB)

Abstract

Perbandingan Kinerja Kapal-kapal Tanker Angkutan BBM dan Minyak Mentah Menggunakan Multivariate Analysis of Variance: Studi Kasus PT. Pertamina (Persero) Winarto, Catur; Iskandar, Budhi Hascaryo; Arkeman, Yandra
Warta Penelitian Perhubungan Vol 29, No 1 (2017): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.864 KB) | DOI: 10.25104/warlit.v29i1.315

Abstract

ABSTRAK: Pertamina sebagai badan usaha milik negara dipercaya untuk mendistribusikan BBM dan mengangkut minyak mentah ke seluruh pelosok Indonesia dengan mengoperasikan kapal-kapal tanker menurut tipe dan muatan yang diangkut.Kinerja kapal-kapal tanker penting diketahui karena tuntutan efisiensi biaya pengapalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja kecepatan kapal tertinggi (13,2940 knot) ditunjukkan oleh kapal tipe GP, sedangkan dan kinerja kecepatan kapal terburuk (10,5233 knot) ditunjukkan oleh kapal tipe MR masing-masing sebagai angkutan minyak mentah. Kinerja susut muatan terbaik (0,02683%) ditunjukkan oleh kapal tipe MR angkutan minyak mentah, dan terburuk (0,05669%) ditunjukkan oleh kapal tipe GP angkutan komponen BBM. MANOVA digunakan untuk menganalisis pengaruh antara variabel bebas tipe kapal dan muatan yang diangkut terhadap variabel kinerja kecepatan kapal dan susut muatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai F untuk Pillai’s Trace, Wilks’ Lambda, Hotelling’s Trace, dan Roy’s Largest Root memiliki signifikansi lebih kecil dari 0,01 artinya terdapat perbedaan yang signifikan untuk kinerja kecepatan kapal dan susut muatan menurut tipe kapal dan kargo yang diangkut. Dari hasil tests of between subjects effects, dapat disimpulkan bahwa tipe kapal dan kargo yang diangkut berpengaruh signifikan terhadap kecepatan kapal yang ditunjukkan pada nilai F dengan signifikansi 0,001, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap susut muatan, sebagaimana ditunjukkan pada nilai F dengan signifikansi 0,997.ABSTRACT : Pertamina as a state-owned enterprise was trusted to transport product oil and crude oil to all corners of Indonesia by operating oil tankers according to type and cargo transported. Tankers’ performance were important to know due to efficiency in shipping cost. Results of this study showed that the fastest speed performance (13.2940 knots) was shown by the type of vessel GP, while the slowest performance (10.5233 knots) was indicated by the type of vessel MR, both of them carried crude oil. While the best performance of transportation loss was demonstrated by the type of vessel MR with cargo crude oil that was 0.02683%, and the worst was indicated by the type of vessel GP with cargo intermediate that was 0.05669%. MANOVA was used to analyse influences independent variables the type of vessel and the cargo transported on the dependent variables the performance of speed and transportation loss. The result expressed that F value of Pillai's Trace, Wilks' Lambda, Hotelling's Trace, and Roy's Largest Root was significant, smaller than 0.01. It was meant that there was a significant difference to the performance of the speed and the transportation lossses according to the type of vessel and the cargo transported. Hence, the results of the tests of between subjects effects indicated that the type of vessel and the cargo transported significantly effected on the speed as indicated by the F value with significance value 0.001, but no significant effect on the transportation loss, as indicated on the F value with significance value 0.997.
Perancangan Model Sistem Angkutan Studi Kasus Zaman, Fasika Khaerul; Arkeman, Yandra; Hartoyo, Sri
JURNAL PANGAN Vol 20, No 3 (2011): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1812.334 KB) | DOI: 10.33964/jp.v20i3.162

Abstract

Pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang paling asasi. Beras masih menjadi komoditi utama penopang ketahanan pangan nasional. Perum BULOG penyelenggara usaha logistik pangan pokok yang melakukan penyebaran persediaan melalui kegiatan angkutan antar Divisi Regional (Divre). Penelitian bertujuan merancang sistem angkutan antar Divre. Metode penelitian menggunakan metode perancangan sistem yaitu kegiatan merancang sistem melalui tahapan-tahapan tertentu untuk menjawab permasalahan yang ada. Menggunakan model optimasi dalam Pemrograman Linieryaitu Transportation Problem (Permasalahan Transportasi). Total biaya angkutan untuk tahun 2010 dengan model optimasi lebih rendah Rp. 17.461.590.772,- apabila dibandingkandengan total biaya yang dihitung dengan metode yang digunakan saat ini. Penggunaan pemrograman linier untuk angkutan antar Divre Perum BULOG menghasilkan optimasijumlah persediaan yang diangkut, jalur dan biaya angkutan. Model optimasi tidak hanya dilakukan terhadap kondisi ideal tetapi juga terhadap kemungkinan adanya perubahan perubahan melalui analisa pasca optimasi. Hasil analisa menunjukkan bahwa sistem operasional angkutan terbagi kedalam Sistem Perencanaan, Sistem Pelaksanaan, Sistem Evaluasi dan Sistem Penunjang. Keempat sistem tersebut saling berkaitan satu dengan lainnya dengan tujuan akhir adalah pelaksanaan angkutan antar Divre. Sistem ini banyak ditunjang oleh penggunaan pemrograman linier untuk mendapatkan biaya angkutan yang minimum.Food is one of the most basic human rights. Rice is still a major commodity supporting the national food security. Perum BULOG is the business organizer who makes the distribution supplies through transport activities among the Regional Divisions (Divres). The research aims to design a transportation system among the Divres. Research method used for designing the system is a system design activities through certain stages to address existing problems using Linear Programming optimization model in the Transportation Problem. The total cost of transport for 2010 was Rp. 17.461.590.772 which is lower compared to the total cost calculated by the method used today. The use of linear programming to transportation among Divres produces transported amount of inventory optimization, route and transportation costs. Optimization model is not only carried out on ideal conditions but also to the possibility of changes through the postoptimization analysis. The result showed that the operational system of transportation is divided into Planning System, Support System, Evaluation System and Integrated System. The four systems are interconnected with each other with the ultimate goal is the implementation of transport among Divres. This system is much supported by the use of linear programming to obtain the minimum transportation cost. 
Peningkatan Kapabilitas Karyawan dan Penerapan Budaya Baru Perusahaan dalam Mewujudkan Daya Saing Sudirlan, Iwan; Maarif, M Syamsul; Affandi, Joko; Arkeman, Yandra
JKBM (JURNAL KONSEP BISNIS DAN MANAJEMEN) Vol 5, No 2 (2019): JURNAL KONSEP BISNIS DAN MANAJEMEN MEI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.551 KB) | DOI: 10.31289/jkbm.v5i2.2274

Abstract

The rapidly changing world environment requires companies to adjust to existing conditions. Environmental changes that occur include technology, information systems, economic and political causes of the emergence of new regulations and derivatives so that industry and industry players in the implementation can run well. One telecommunication company in Indonesia in maintaining revenue and profit growth improves employee capability and application of new corporate culture in realizing competitiveness. A vision and mission change with complete comprehensive transformation with a strategy embodied in employee-driven programs based on company values. The company in transformation years periode from 2011 until 2016 hold engagement survey with main result the majority of opinions like the changes that occur. Researcher use survey method questionnaires to gather information after reborn launched from Indosat Ooredoo employees as respondents that distributed to a level of staff, managers, division heads and group heads. Descriptive statistical analysis methodology is used to analyze information that has been collected. The results data analysis of the questionnaire showed that 7 (seven) variables assessing the improvement of employee capabilities and the application of the company's new culture in realizing competitiveness showed that the seven variables affected the level of security and comfort of employees and middle management.
PERBANDINGAN KINERJA KAPAL-KAPAL TANKER ANGKUTAN BBM DAN MINYAK MENTAH MENGGUNAKAN MULTIVARIATE ANALYSIS OF VARIANCE: STUDI KASUS PT. PERTAMINA (PERSERO) Winarto, Catur; Iskandar, Budhi Hascaryo; Arkeman, Yandra
Warta Penelitian Perhubungan Vol 29, No 1 (2017): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.864 KB) | DOI: 10.25104/warlit.v29i1.315

Abstract

ABSTRAK: Pertamina sebagai badan usaha milik negara dipercaya untuk mendistribusikan BBM dan mengangkut minyak mentah ke seluruh pelosok Indonesia dengan mengoperasikan kapal-kapal tanker menurut tipe dan muatan yang diangkut.Kinerja kapal-kapal tanker penting diketahui karena tuntutan efisiensi biaya pengapalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja kecepatan kapal tertinggi (13,2940 knot) ditunjukkan oleh kapal tipe GP, sedangkan dan kinerja kecepatan kapal terburuk (10,5233 knot) ditunjukkan oleh kapal tipe MR masing-masing sebagai angkutan minyak mentah. Kinerja susut muatan terbaik (0,02683%) ditunjukkan oleh kapal tipe MR angkutan minyak mentah, dan terburuk (0,05669%) ditunjukkan oleh kapal tipe GP angkutan komponen BBM. MANOVA digunakan untuk menganalisis pengaruh antara variabel bebas tipe kapal dan muatan yang diangkut terhadap variabel kinerja kecepatan kapal dan susut muatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai F untuk Pillai?s Trace, Wilks? Lambda, Hotelling?s Trace, dan Roy?s Largest Root memiliki signifikansi lebih kecil dari 0,01 artinya terdapat perbedaan yang signifikan untuk kinerja kecepatan kapal dan susut muatan menurut tipe kapal dan kargo yang diangkut. Dari hasil tests of between subjects effects, dapat disimpulkan bahwa tipe kapal dan kargo yang diangkut berpengaruh signifikan terhadap kecepatan kapal yang ditunjukkan pada nilai F dengan signifikansi 0,001, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap susut muatan, sebagaimana ditunjukkan pada nilai F dengan signifikansi 0,997.ABSTRACT : Pertamina as a state-owned enterprise was trusted to transport product oil and crude oil to all corners of Indonesia by operating oil tankers according to type and cargo transported. Tankers? performance were important to know due to efficiency in shipping cost. Results of this study showed that the fastest speed performance (13.2940 knots) was shown by the type of vessel GP, while the slowest performance (10.5233 knots) was indicated by the type of vessel MR, both of them carried crude oil. While the best performance of transportation loss was demonstrated by the type of vessel MR with cargo crude oil that was 0.02683%, and the worst was indicated by the type of vessel GP with cargo intermediate that was 0.05669%. MANOVA was used to analyse influences independent variables the type of vessel and the cargo transported on the dependent variables the performance of speed and transportation loss. The result expressed that F value of Pillai's Trace, Wilks' Lambda, Hotelling's Trace, and Roy's Largest Root was significant, smaller than 0.01. It was meant that there was a significant difference to the performance of the speed and the transportation lossses according to the type of vessel and the cargo transported. Hence, the results of the tests of between subjects effects indicated that the type of vessel and the cargo transported significantly effected on the speed as indicated by the F value with significance value 0.001, but no significant effect on the transportation loss, as indicated on the F value with significance value 0.997.
The Evaluation of Cooperative’s Role in Soybean Supply Chain: A Case Study on Tofu and Tempeh Cooperatives in Indonesia Susilowati, Etty; Oktaviani, Rina; Arifin, Bustanul; Arkeman, Yandra
BISNIS & BIROKRASI: Jurnal Ilmu Administrasi dan Organisasi
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to analyze and evaluate the extent of relationship between the soybean demand in a region and the number of cooperatives in the area, as well as the extent of relationship between the number of cooperative members (tofu and tempeh producers) and the number of cooperatives in the area. This study uses a quantitative approach based on primary data, later processed using Pearson correlation method. The results of data processing show that there is no significant relationship between the number of cooperatives and the number of producers. Furthermore, there is also no significant relationship between the number of cooperatives and existing soybean demands. This indicates the low role of cooperatives in the national soybean supply chain at the present. Therefore, there are two policy options that can be made. First, a radical policy, i.e. to leave out PRIMKOPTI in soybean supply chain at all. Second, the still mainstream policy, i.e. to still involve PRIMKOPTI, thus in order to make long-term programs in soybean business administration run well, PRIMKOPTI should be institutionally empowered and strengthened to achieve its business resilience.
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI SERAT SABUT KELAPA BERKARET (SEBUTRET) (Studi Kasus di Kabupaten Sambas) JUNARDI, JUNARDI; SUKARDI, SUKARDI; ARKEMAN, YANDRA; ANDIYONO, ANDIYONO
Jurnal Social Economic of Agriculture Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Social Economic of Agriculture
Publisher : Agribusiness Department, Agriculture Faculty, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j.sea.v6i1.21588

Abstract

The combination ofcoconutcoirandrubbercan produce rubberized coir products(sebutret). The sebutret is verypotential to be developedto gain value added and increase farmers and local government incomes. The research objectiveswere to assessinternal and external factorsthat affect theproduct development and the implicationofstrengths,weaknesses, opportunities, and threats. The data obtained were analyzed descriptively and quantitatively in the form of weighted average scores and analysis strategies with SWOT analysis matrix, IFE, EFE and IE. The studyshowsthat the main strength is the availability of sebutret product market and its main weakness is thelow competitiveness, limited scope of local villages and districts. Meanwhile the main opportunity is sebutret manufacturing technology already exists and the main threat is the absence of a strong business partnership. The analysisshows thedevelopment of sebutret agro industry can be managedwith market penetration strategy and product development. Implication of the analysis is formulated alternative strategy, namely: conduct accurate data collection, conduct a feasibility study, produce sebutret accordance with market demand, conduct the preparation of resources, establish processing industries, cooperate with the competent institutions, provide equipment and machinery, provide expert as facilitators, conduct promotion.