p-Index From 2017 - 2022
5.749
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Tips dan Trik Penulisan Penelitian Tindakan Kelas di Larantuka, Flores Timur Hendrik A.E. Lao; Ezra Tari; Lanny I.D. Koroh; Martin Ch. Liufeto; Hendrik Sodak
Abdimas Universal Vol. 4 No. 1 (2022): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Balikpapan (LPPM UNIBA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/abdimasuniversal.v4i1.182

Abstract

Classroom action training begins with the problem of teachers who are still minimal in writing. The service team found that many teachers had not been able to combine observations in class. This research is a way for teachers to research in the classroom to find problems in the learning process. The teacher found many problems related to learning, namely process design, media, learning techniques, and learning outcomes. To realize good classroom action research techniques, training is done. Some teachers have not been able to write a good scientific paper. So the service team trains skilled teachers in writing. The service method begins with team formation, formulation of goals, and communication with the head of the Ministry of Religion office, then the analysis of needs in the field, determination of solutions to service problems and implementation. This training produces groups of writer teachers according to their respective fields. The team found already teachers who made classroom action research, but difficult in pouring it into the article. So that the team assists in writing classroom action research articles that will be published in journals. Follow-up assistance is carried out in the Whatsapp Messenger group.
Gereja dalam Realitas Sosial Indonesia Masa Kini Ezra Tari; Jeni Isak Lele
JURNAL TERUNA BHAKTI Vol 3, No 1 (2020): Agustus 2020
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN TERUNA BHAKTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47131/jtb.v3i1.53

Abstract

This study aims to discover the function of the church in present-day reality. The church is confronted with self-actualization in today's complex context. The writer wants to show off the principle of the church which is constantly being renewed. The church as an organism is willing and able to transform social conditions. The method used in this research is qualitative research with a literature review approach. The approach emphasizes the research for theoretical studies and values that develop based on scientific studies. The writer concluded that the church must be involved in nation-building; renewal in all aspects of human life; the church contributes to upholding the law, human rights, and the role of women; the church becomes a place to uphold honesty, justice, and truth. Abstrak Kajian tulisan ini bertujuan menemukan fungsi gereja dalam realitas masa kini. Gereja diperhadapkan kepada reaktualisasi diri dalam konteks masa kini yang kompleks. Penulis hendak menyuarakan lagi prinsip gereja yakni terus-menerus diperbaharui. Gereja sebagai organisme mau dan mampu mentransformasi kondisi sosial. Cara yang digunakan dalam penelitian adalah prinsip kualitatif dengan pendekatan telaah literatur. Pendekatan menekankan penelusuran kajian teoritis dan nilai yang berkembang berdasarkan kajian ilmiah. Penulis memberi kesimpulan bahwa, gereja harus terlibat dalam pembangunan bangsa; pembaruan dalam seluruh aspek kehidupan manusia; gereja turut andil dalam menegakkan hukum, Hak Asasi Manusia, dan peran perempuan; gereja menjadi wadah menjunjung tinggi kejujuran, keadilan, dan kebenaran.
The use of e-learning in motivating students to excel towards learning outcomes Hendrik A.E. Lao; Ezra Tari; Ishak Nahas; Hengki Wijaya; I Putu Ayub Darmawan
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 15, No 3: August 2021
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.485 KB) | DOI: 10.11591/edulearn.v15i3.19368

Abstract

Researchers focus on the efforts of teachers to improve learning outcomes. Researchers examined the use of e-learning in motivating student achievement on learning outcomes. The influence of student activity on learning outcomes. Student achievement motivation on learning outcomes. The reason for the low quality of student learning makes the author interested in studying this problem. This paper contributes to using e-learning methods, student activeness, and student achievement motivation and can improve learning outcomes. Researchers find a digital-based learning process, the use of e-learning teaching methods in students' achievement motivation towards learning outcomes. The authors see student learning outcomes after using e-learning. Respondents of the study were 35 students who took Christian religious education subjects. The results of the study revealed that independent use of the material received very high scores. Student activeness is carried out correctly and effectively, the highest perceived to be at a mean value of 4.35. Students who take advantage of e-learning have high learning outcomes. The use of e-learning methods, student activeness, and student achievement motivation is implemented correctly and effectively. It was believed to be able to improve the learning outcomes of Christian Religious Education.
Tinjauan Teologis-Antropologis Terhadap Peran Agama Oleh Manusia Dalam Mengembangkan Nilai–Nilai Kemanusiaan Di Era-postmodernisme Tari, Ezra
Jurnal Jaffray Vol 10, No 1 (2012): Jurnal Jaffray Volume 10 No. 1 April 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v10i1.62

Abstract

Dalam penulisan karya ilmiah ini penulis memiliki tujuan yakni: Pertama,Menguraikan Kajian teoritis Postmodernisme . Kedua, Memaparkan sumbangsih agama didalam Postmodernisme. Ketiga, Memaparkan peran agama dalam mengembangkan nilainilaikemanusiaan di era postmodernisme berdasarkan tinjauan teologis-antropologis.Dalam penulisan karya ilmiah ini penulis menggunakan metode penelitianpustaka yang berkaitan dengan persoalan yang ditulis. Data primer yang digunakanadalah buku-buku yang berkaitan langsung dengan objek penelitian, data dariinternet, karangan yang tidak diterbitkan serta beberapa sumber yang menyangkuttopik yang diteliti.Dalam penelitian ini memperoleh hasil bahwa sumbangsih postmodernisme bagiagama, yakni paradigma berpikir dan cara beragama yang baru, dialog dan cara beragamayang baru melalui kemanusiaan titik pijak yang baru. Manusia mempunyai hubungan denganrealitas tertinggi yakni Allah. Sebab, modernisme melupakan sisi manusia yang lain yaknikesadaran akan kekuatan yang diluar dirinya. Identitas manusia, ditentukan oleh dimensihubungannya dengan Tuhan dan hubungannya dengan sesama. Dalam hal ini agamadan sain bekerja sama dalam membangun dan membuat manusia sejahtera.
KONSEP HAMBA BERDASARKAN MARKUS 10:44 Ezra Tari; Talizaro Tafonao
KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi Vol 5, No 1 (2019): KENOSIS : JURNAL KAJIAN TEOLOGI
Publisher : IAKN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37196/kenosis.v5i1.57

Abstract

Penelitian ini bertujuan menemukan makna hamba berdasarkan Injil Markus 10:44. Umat Kristen menemukan diri sebagai hamba yang taat pada tuannya menjalankan semua tugas yang diembannya. Hamba yang baik adalah mereka yang taat kepada Firman Allah dan sabar menanggung penderitaan. Setiap orang dipanggil kepada Allah melalui Yesus Kristus yang merindukan kebebasan dan mendambakan kehidupan yang bahagia. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah eksegesis terhadap teks Alkitab. Selain itu, peneliti juga menggunakan sumber berupa literarur dalam menyelidiki dan menganalisis teks tersebut. Berdasarkan pembahasan, penulis menarik beberapa kesimpulan: pertama, seorang hamba harus taat seperti Yesus. Kedua, menjadi hamba berarti harus menyangkal diri, merelakan diri dan hidupnya untuk melayani orang lain. Yesus adalah contoh hamba yang masih sangat relevan dalam kehidupan kekirstenan hingga saat ini.
Covid-19 dan Pendidikan Tinggi Teologi Indonesia dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Transformasional Bakhoh Jatmiko; Ezra Tari; Hengki Wijaya
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 3 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36270/pengarah.v3i2.64

Abstract

Covid-19 berdampak pada pendidikan tinggi teologi di Indonesia. Akibat pandemi, pendapatan keuangan kampus mengalami penyusutan. Mahasiswa tidak dapat membayar uang kuliah karena pendapatan orang tua berkurang. Pandemi Covid- 19 menjadi pengalaman yang tidak terprediksi untuk PTKK di Indonesia. Metode yang digunakan penulis adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Di dalam tataran praktikal, dalam waktu singkat, PTKK di era ataupun sesudah pandemi wajib beralih bentuk dalam prasarana, finansial serta administrasi, tata cara pengajaran, konten kurikulum (dari teoritis ke misiologis atau efisien), dan kedudukan atau ikatan daya pengajar. PTKK ditantang untuk meninggalkan kerutinan yang tidak relevan, merengkuh cara-cara terkini yang relevan, ataupun mencampurkan keduanya menjadi kombinasi perlengkapan pembelajaran yang lebih efisien.
Pendidikan Anak dalam Keluarga Berdasarkan Kolose 3:21 Ezra Tari; Talizaro Tafonao
KURIOS (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen) Vol 5, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v5i1.93

Abstract

This article aimed to describe the education of children in the family based on Colossians 3:21. This study used a sociological criticism approach by conducting a study of the text of Colossians 3:21 to analyze the Bible's view of children's education in the family. The conclusion of this textual study is educating children without violence. Paul reminded fathers in educating children to prioritize love as the basis for education in the family. The love of a father will be reflected in the lives of every child through communication and imprinted in an attitude of obedience and respect for parents. AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mendreskripsikan pendidikan anak dalam keluarga berdasarkan Kolose 3:21. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kritik sosiologis dengan melakukan kajian terhadap teks Kolose 3:21untuk meng-analisis pandangan Alkitab tentang pendidikan anak dalam keluarga. Kesimpulan dalam kajian terhadap teks tersebut adalah mendidik anak tanpa adanya kekerasan. Paulus mengingatkan para ayah dalam mendidik anak-anak lebih mengutamakan kasih sayang sebagai dasar pendidikan dalam keluarga. Kasih sayang seorang ayah akan tercermin dalam kehidupan setiap anak melalui komunikasi dan terpatri dalam sikap taat dan menghormati orang tua.
Tinjauan Teologis-Antropologis Terhadap Peran Agama Oleh Manusia Dalam Mengembangkan Nilai–Nilai Kemanusiaan Di Era-postmodernisme Tari, Ezra
Jurnal Jaffray Vol 10, No 1 (2012):
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jj71.v10i1.62

Abstract

Dalam penulisan karya ilmiah ini penulis memiliki tujuan yakni: Pertama,Menguraikan Kajian teoritis Postmodernisme . Kedua, Memaparkan sumbangsih agama didalam Postmodernisme. Ketiga, Memaparkan peran agama dalam mengembangkan nilainilaikemanusiaan di era postmodernisme berdasarkan tinjauan teologis-antropologis.Dalam penulisan karya ilmiah ini penulis menggunakan metode penelitianpustaka yang berkaitan dengan persoalan yang ditulis. Data primer yang digunakanadalah buku-buku yang berkaitan langsung dengan objek penelitian, data dariinternet, karangan yang tidak diterbitkan serta beberapa sumber yang menyangkuttopik yang diteliti.Dalam penelitian ini memperoleh hasil bahwa sumbangsih postmodernisme bagiagama, yakni paradigma berpikir dan cara beragama yang baru, dialog dan cara beragamayang baru melalui kemanusiaan titik pijak yang baru. Manusia mempunyai hubungan denganrealitas tertinggi yakni Allah. Sebab, modernisme melupakan sisi manusia yang lain yaknikesadaran akan kekuatan yang diluar dirinya. Identitas manusia, ditentukan oleh dimensihubungannya dengan Tuhan dan hubungannya dengan sesama. Dalam hal ini agamadan sain bekerja sama dalam membangun dan membuat manusia sejahtera.
Implementasi Pendidikan Agama Kristen Dalam Pembentukan Karakter Anak Nahum Pinat; Ezra Tari; Purnama Pasande
KAPATA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Bethel Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.832 KB) | DOI: 10.55798/kapata.v1i2.8

Abstract

Penulis tertarik untuk menemukan pola pendidikan di dalam keluarga jemaat GMIT Betel Dalehi. Karena anak ada masalah dengan kepribadian terutama rasa percaya diri. Penulis mencari tahu penyebab anak bertumbuh jauh dari karakter kristiani. Penelitian ini hendak memberi jalan keluar bagi orang tua dalam mendidik anak. Usaha untuk mendekati persoalan dilakukan dengan mempelajari fakta dilapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua belum mampu mempraktikkan bentuk pendidikan yang mampu membuat anak memiliki karakter yang baik. Pola asuh yang diterapkan orang tua cenderung orotiter. Ada pola permisif, yang menyebabkan anak tidak bertumbuh sesuai dengan karakter Kristiani. Bentuk  bimbingan dalam keluarga berperan penting terhadap kepribadian anak.  Pengetahuan secra teoritis yang dimiliki oleh orang tua di Jemaat betel Dalehi sangat kurang sehingga orang tua belum melaksanakan bentuk pola pendidikan yang seharusnya diberikan dalam keluarga. Pembentukan keluarga Kristen belum dijalankan sesuai dengan seharusnya. Orang tua lebih perlu menerapkan pola demokratis dalam hal memberi pendidikan dalam keluarga.
Post-Christian Presupposition in Post-truth Ezra Tari; Reinaldy Hank Rouw; Hengki Wijaya
International Journal of Indonesian Philosophy & Theology Vol 1, No 2 (2020): December
Publisher : Asosiasi Ahli Filsafat Keilahian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47043/ijipth.v1i2.7

Abstract

This paper attempts to describe the challenges and opportunities of social media in post-truth. The author will discuss this in this paper that is first the process of presuppositions formation. Second, post-Christian presuppositions. Third, build theological presuppositions. The author found that the need for institutions that spread can discover elements of hoax in the narrative. Second, agencies are watching the news and responding to public criticism. Third, there is a competition to create the actual content—fourth, literacy training. Fifth, there is a guarantee of freedom of expression.