Claim Missing Document
Check
Articles

The Implementation of Good University Governance in State Universities Rulyanti Susi Wardhani; Taufik Taufik; Luk luk Fuadah; Saadah Siddik
Jurnal Organisasi Dan Manajemen Vol 15 No 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.85 KB) | DOI: 10.33830/jom.v15i1.6.2019

Abstract

This study aims to determine the differences in the implementation of good university governance at state universities in South Sumatra and Bangka Belitung. The state universities were Bangka Belitung University, Sriwijaya University, Sriwijaya State Polytechnic, and Bangka Belitung Manufacturing Polytechnic. The principles of good university governance in this study include governance structure, autonomy, accountability, leadership, and transparency. The respondents of the study were structural officials. Research data were collected using a questionnaire. The analysis used Friedman different test because the groups comprised new and long-established state universities. The results of the analysis indicate that accountability and transparency in the implementation of good university governance in Bangka Belitung University are different from those in Sriwijaya University. Meanwhile, the implementation of good university governance in Sriwijaya Polytechnic is similar to that in Bangka Belitung Manufacturing Polytechnic.
Analisis Pengaruh Faktor Motivasi Terhadap Kinerja Dengan Knowledge Sharing Sebagai Intervening Variabel Marwan Marwan; Adnan Radjak; Taufik Taufik
JEMMA (Journal of Economic, Management and Accounting) Vol 4, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/jemma.v4i1.496

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik terhadap kinerja pegawai Dinas Perhubungan Kota Tidore Kepulauan dengan knowledge sharing sebagai variabel intervening. Penelitian ini menggunakan pendekatan verifikatif deskriptif. Penelitian dilakukan di Dinas Perhubungan dan 3 UPTD di bawah Dinas Perhubungan. Jumlah populasi sebanyak 120 karyawan dan penentuan jumlah sampel menggunakan metode purposive sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 79 responden. Alat analisis yang digunakan adalah Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa motivasi intrinsik berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, motivasi ekstrinsik tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, motivasi intrinsik tidak berpengaruh signifikan terhadap berbagi pengetahuan, motivasi ekstrinsik berpengaruh signifikan terhadap berbagi pengetahuan, berbagi pengetahuan berpengaruh signifikan terhadap berbagi pengetahuan, dan juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Uji mediasi menunjukkan bahwa knowledge sharing tidak memediasi pengaruh motivasi intrinsik terhadap kinerja karyawan, dan sebaliknya knowledge sharing memediasi pengaruh motivasi ekstrinsik terhadap kinerja karyawan.Kata Kunci: Motivasi Intrinsik, Motivasi Ekstrinsik, Knowledge Sharing, Kinerja KaryawanABSTRACTThis study aims to analyze the effect of intrinsic motivation and extrinsic motivation on employee performance at the Tidore Islands City Transportation Department with knowledge sharing as an intervening variable. This research uses a descriptive-verification approach. The study was conducted at the Transportation Office and 3 UPTDs under the Transportation Office. The total population is 120 employees and the determination of the number of samples using a purposive sampling method to obtain a sample of 79 respondents. The analysis tool used is the Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results of hypothesis testing indicate that intrinsic motivation has a significant effect on employee performance, extrinsic motivation has no significant effect on employee performance, intrinsic motivation has no significant effect on knowledge sharing, extrinsic motivation has a significant effect on knowledge sharing, knowledge sharing has a significant effect on employee performance. The mediation test shows that knowledge sharing does not mediate the effect of intrinsic motivation on employee performance, and on the other hand, knowledge sharing mediates the effect of extrinsic motivation on employee performance.Keywords: Intrinsic Motivation, Extrinsic Motivation, Knowledge Sharing, Employee Performance.
NILAI-NILAI MORALDALAM NOVEL AYAH MENGAPA AKU BERBEDA? KARYA AGNES DAVONAR DAN SKENARIOPEMBELAJARANNYA DI SMA KELAS X Taufik Taufik
SURYA BAHTERA Vol 2, No 12 (2014): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.819 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik novel Ayah Mengapa Aku Berbeda?;(2)nilai-nilai moral novel Ayah Mengapa Aku Berbeda?; (3) skenario pembelajaran novel  Ayah Mengapa Aku Berbeda?sebagai bahan pembelajaran sastra di SMA kelas X. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi pustaka dan teknik observasi. Teknik analisis data dilakukan dengan metode analisis isi. Teknik penyajian hasil analisis ini dilakukan  dengan menggunakan teknik informal. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik dalam novel Ayah Mengapa Aku Berbeda? sebagai berikut: (a) tema novel ini adalah kisah perjuangan hidup seorang gadis tunarungu yang cacat sejak dilahirkan dalam menggapai impiannya, (b) tokoh utama dan tokoh tambahan, (c) alur yang digunakan adalah alur maju, (d) latar dalam novel ini terdiri dari latar tempat, latar waktu, dan latar sosial, (e) sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang persona pertama, (f) hubungan antarunsur yang terdapat dalam novel Ayah Mengapa Aku Berbeda? tersebut saling berhubungan yang membangun sebuah cerita, (2) nilai moral dalam novel Ayah Mengapa Aku Berbeda? ada empat yaitu nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan, nilai moral hubungan manusia dengan manusia lain, nilai moral hubungan manusia dengan alam sekitar, dan nilai moral hubungan manusia dengan dirinya sendiri, (3) scenario pembelajaran novel Ayah Mengapa Aku Berbeda? di kelas X SMA dengan tahap pendahuluan guru mengkondisikan siswa agar siap menerima pelajaran, lalu pada kegiatan inti guru menerangkan materi unsure intrinsic dan nilai moral, kemudian guru menyuruh siswa untuk berdiskusi membahas unsur intrinsic dan nilai moral setelah itu siswa menyampaikan hasil diskusinya, danpadatahappenutup guru merefleksikegiatanpembelajaransertamenanamkannilai moral yang terkandung di dalam novel Ayah Mengapa Aku Berbeda? sesuai dengan kompetensi dasar menganalisis unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik novel Indonesia/ terjemahan. Kata kunci: nilai moraldan skenario pembelajaran  
Relationship Between Self-Image and The Tendency of Juvenile Sexual Behavior Irhamna Hidayati; Taufik Taufik
Jurnal Neo Konseling Vol 1, No 2 (2019): Jurnal Neo Konseling
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/00113kons2019

Abstract

This research is motivated by the phenomenon of the number of adolescents who tend to deviate sexual behavior such as holding hands, cuddling kissing to having sex with the opposite sex. Deviant sexual behavior is a negative behavior that is thought to be one of the contributing factors is a low Self-Image. This study aims to examine Self-Image relationships with the tendency of juvenile deviant sexual behavior.This research is a descriptive correlational research with quantitative methods. Sample determined with stratifate random sampling obtained as many 275 students. Data collections instruments are a scale questionnaire. Data is processed using the Pearson product moment formula with the Statical Product abd Service Solution (SPSS) program version 20.0. The results of this study revealed that no relation between Self-Image and deviant sexual behavior, if a high Self-Imagedoes not mean the tendency of sexual behavior to deviate low and vice versa if a low Self-Image does not meanhight sexual behavior. From this study it was revealed that most Self-Images were in the high category as much 41,45%, and deviant sexual behavior in the very low category that is as much 93,82%. Based on the findings of this study, it is expected that the counselor or counselor can provide assistance and services in the form of guidance and counseling services.
ANALISIS EFISIENSI TRAFO FREKUENSI TINGGI PADA SUMBER TEGANGAN TINGGI COCKCROFT WALTON MBE LATEKS Darsono Darsono; Suyamto Suyamto; Taufik Taufik
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 17 Nomor 2 Juli 2014
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.624 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2014.17.2.2815

Abstract

ABSTRAK Analisis EFISIENSI TRAFO FREKUENSI TINGGI PADA SUMBER TEGANGAN TINGGI COCKCROFT WALTON MBE LATEK.. Trafo frekuensi tinggi (TFT) 1 fasa, 15 kW, 7/17,5 kV, 40 kHz yang dibuat telah dioperasikan pada MBE namun belum diketahui karakteristiknya. Efisiensi merupakan karakteristik TFT yang penting untuk dianalisis dalam rangka mengetahui kemampuannya dalam mencatu daya STT-MBE pada  berbagai arus berkas elektron. Analisis dilakukan dengan menghitung rugi-rugi inti dan rugi-rugi lilitan dimana rugi inti tergantung pada bahannya, sedangkan rugi lilitan tergantung pada arus dan tahanannya dengan memperhatikan kenaikan suhu yang terjadi saat dioperasikan. Pada induksi magnet maksimum Bm 0,15 T dan frekuensi operasi 40 kHz, diketahui rugi daya inti  611,78 W sedangkan rugi daya lilitan total 9,85 W pada beban penuh 1,07 A sehingga efisiensi trafo pada beban penuh 96,02 %.  Efisiensi  trafo dihitung dengan variasi arus beban atau arus berkas elektron Ibe dimana rugi daya lilitan berbanding kuadrat terhadap arus beban.  Efisiensi maksimum (hm) TFT di bawah beban penuh adalah sebesar 95,71 % terjadi pada Ibe 11 mA atau 92,4 % beban penuh.  Pada Ibe yang lebih besar misalnya 12 mA, TFT mengalami kondisi beban lebih sebesar 9,34 %.  Jika dibandingkan dengan trafo tenaga yang mempunyai efisiensi maksimum sekitar 80 % beban penuh, maka TFT yang dibuat mempunyai efisiensi maksimum pada persen beban yang lebih besar. Efisiensi TFT juga mempunyai kecenderungan sama dengan jenis trafo tenaga yaitu semakin besar bila bebannya semakin besar. 
PERANCANGAN ULANG MAGNET PENGANALISIS PADA IMPLANTOR ION DENGAN SIMULATOR SUPERFISH DAN OPERA-3D Taufik Taufik; Suprapto Suprapto; Silakhuddin Silakhudin
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 15 Nomor 2 Juli 2012
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.127 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2012.15.2.15

Abstract

PERANCANGAN ULANG MAGNET PENGANALISIS PADA IMPLANTOR ION DENGAN SIMULATOR SUPERFISH dan OPERA-3D. Telah dilakukan perancangan ulang magnet penganalisis pada implantor ion. Agar ion yang diimplantasikan pada suatu target adalah ion tunggal maka diperlukan magnet penganalisis. magnet penganalisis dapat memisahkan ion-ion pengotor dari berkas ion yang dipercepat sehingga dihasilkan ion tunggal. Implantor ion di PTAPB telah dilengkapi dengan magnet penganalisis, tetapi masalahnya adalah data desain detilnya belum ada dan belum berfungsi secara optimal sehingga akan menghambat untuk keperluan perawatan dan pengembangan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperoleh data teknis magnet penganalisis dan melakukan optimasi desain. Untuk mencapai tujuan tersebut, kegiatan diawali dengan mencari pustaka yang berhubungan dengan magnet penganalisis, melakukan perhitungan detil dengan mempertimbangkan parameter yang telah ada, simulasi terhadap desain yang telah dibuat, penentuan parameter desain dan optimasi dari desain yang telah ada. Dari kegiatan ini dapat diperoleh dokumen desain detil magnet penganalisis untuk energi partikel 150 keV dengan sudut pembelokan 60o serta kemampuan memisahkan partikel dengan m/z = 8 amu. Sedangkan optimasi dari desain sebelumnya dapat dilakukan dengan mengubah bentuk inti magnet tipe C menjadi tipe H, mengubah bentuk kutub magnet menjadi segi empat dengan posisi berkas yang masuk membentuk sudut  positif dan lebih condong ke tepi kutub magnet.Kata kunci : implantor ion, magnet penganalisis, desain detil, optimasi
ANALISA PERMUKAAN MATERIAL ALUMINIUM PADUAN (AlSiCu) HASIL NITRIDASI ION Suprapto Suprapto; Tjipto Sujitno; Taufik Taufik
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 19 Nomor 2 Juli 2016
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.658 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2016.19.2.2999

Abstract

ABSTRAK ANALISA PERMUKAAN MATERIAL ALUMINIUM PADUAN (AlSiCu) HASIL NITRIDASI ION. Paduan aluminium (AlSiCu) merupakan material yang banyak digunakan untuk komponen mesin misalnya piston dan pully karena ringan dengan kekuatan spesifiknya yang tinggi.  Kelemahan utama dari paduan ini adalah kekerasan dan kehandalan aus yang rendah.  Untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan perlakuan permukaan dengan teknik nitridasi ion untuk meningkatkan kekerasan permukaan maupun kehandalan ausnya.  Proses nitridasi ion ini dilakukan dengan berbagai variasi parameter meliputi: lamanya proses, tekanan dan temperatur.  Untuk mengetahui hasil proses nitridasi dilakukan analisa struktur mikro dan komposisi unsur, uji keras maupun uji aus baik untuk sampel awal maupun yang telah di nitridasi.  Dari hasil pengujian diperoleh bahwa kondisi optimum dari parameter proses dicapai pada lamanya proses 3 jam, tekanan 1,2 mbar dan temperatur 150 °C.  Berdasarkan analisa struktur mikro dan unsur untuk hasil nitridasi pada kondisi optimun diperoleh perubahan struktur permukaan akibat terbentuknya senyawa AlN dan Al2O3 dan terdeksi kandungan unsur nitrogen serta oksigen masing masing sebesar 3.95 %/berat dan 29.93%/berat.  Untuk uji keras dan aus diperoleh kekerasan permukaan meningkat dari 60,24 VHN untuk material awal menjadi 120,88 V setelan dinitridasi yaitu 2,01 kalinya, keausan turun (ketahan aus meningkat) dari 4,1 × 10-5 mm2/kg menjadi 3 × 10-6 mm2/kg atau terjadi peningkatan ketahan aus sebesar 13.67 kalinya.  Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa peningkatan kekerasan maupun ketahanan aus  kemungkinan besar disebabkan oleh terbentuknya senyawa AlN maupun Al2O3.  Dari data tersebut juga dapat disimpulkan bahwa dengan meningkatnya kekerasan maupun ketahan aus maka umur pemakaiaan komponen juga meningkat (umur pemakaian lebih lama)
EKSISTENSI GOOD CORPORATE GOVERNANCE PADA BADAN USAHA MILIK DAERAH Taufik Taufik
RELASI : JURNAL EKONOMI Vol 11 No 2 (2015)
Publisher : STIE Mandala Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31967/relasi.v11i2.81

Abstract

Penelitian inidimaksudkanuntuk mengungkapkansegala sesuatu yangberkaitan dengan keberadaan good corporate governance pada Badan Usaha MilikDaerah melalui pelaksanaan aspek prudential.Selanjutnya kesungguhan terhadap kepatuhan pelaksanaan prudential dalampengelolaanBadanUsahaMilikDaerahkerapditemukan pelanggaran karena   diabaikannya filosofis yang terkandungdalam prudential yaitukomitmenpadaawaltugasdan azas keterbukaan pada saat melaksanakan kegiatan oleh setiap pengelola,sehingga menjadi pendorongbagi   sumberdayamanusia yangtersediaagarberperanoptimaldalammengelolatugasmasing-masing.Prudential dan asasgoodcorporategovernance adalah memiliki substansi transparancy, acuntability, responcibility, independention.Kewajaran yang dimaksudkan bukan hanya untuk aspek bisnis perbankan saja tetapi dapat dijadikan pedomandalam pengeolaan perusahaanberbentukPersero, sektor pemerintahan dan swasta. Menjalankan aktifitas bisnis haruslah didasari oleh etika bisnis yaitu goodfaith yang merupakan roh dan jiwa  Good Corporate Governance.Keseriusan dalam prudential guna tercapainya pengelolaan yang baik (goodgovernance) seharusnya melibatkan tiga unsur pokok yaitunegara,duniausahadan masyarakat.Ketiga unsur pokok dimaksudharus mampu menciptakansituasikondusif dalam penerapan GoodGovernance.Ketiga unsur pokok itu memiliki fungsisalingberpengaruhdansalingmendukung, guna mewujudkan pengelolaan perusahaan yang baik dan kepemerintahan yang bersih dan berwibawa.
PEMANFAATAN KOMPETENSI AKADEMIK LULUSAN PRODI KPI UIN AR-RANIRY DALAM DUNIA KERJA Taufik Taufik; Anita Anita; Salman Yoga
Jurnal Al-Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 20, No 1 (2014): Jurnal Al Bayan: Media Kajian dan Pengembangan Ilmu Dakwah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/albayan.v20i29.117

Abstract

Tidak Ada Abstrak
MEDIASI PROFITABILITAS PADA HUBUNGAN ANTARA GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN FIRM SIZE TERHADAP CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY Taufik Taufik
MIX: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN Vol 6, No 3 (2016): MIX: Jurnal Ilmiah Manajemen
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.849 KB)

Abstract

Abstract. This research aimed to analyze the mediating effect of profitability on therelationship of good corporate governance and firm size to corporate socialresponsibility. The population were 29 firm of Indonesia trusted companies based onthe survey of Indonesia Institute for Corporate Governance in Indonesia StockExchange from 2014 – 2015. The sampling technique used was purposive sampling.Based on the sampling criteria, the number of selected samples were 20 firms. Dataanalysis used was path analysis method. The research findings were: 1). Goodcorporate governance had no effect to profitability and corporate social responsibility,2). Firm size and profitability had positive influence on corporate socialresponsibility.3). Firm size had negative effect to profitability. 4). Profitability did notmediate the relationship of good corporate governance and firm size to corporate socialresponsibility.