cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kumawula.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2620844X     DOI : -
Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, dengan nomor terdaftar ISSN 2620-844X (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Studi Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Jurnal ini meliputi berbagai kajian terkait pengabdian masyarakat dari berbagai bidang ilmu dengan menggunakan dua bahasa (Inggris dan Bahasa Indonesia). Fokus dan ruang lingkup pengabdian masyarakat pada jurnal ini diantaranya Collaborative Governance, Pembangunan Partisipatif, Pembangunan Berkelanjutan, Pembangunan Inklusif, Ekonomi Kreatif, Knowledge Transfer for Community Development, Aktualisasi Kearifan dan Budaya Lokal, Sustainable Livelihood, Transfer Teknologi, Globalisasi dan Transformasi Sosial, Pengembangan Kompetensi dan Kewirausahaan, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, Rekayasa Sosial, Manajemen Konflik, dan Literasi Informasi Digital.
Arjuna Subject : -
Articles 258 Documents
PENINGKATAN KAPASITAS PEREMPUAN WARGA BINAAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN TERHADAP ISU GENDER Binahayati Rusidi; Agus Pratiwi
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.207 KB) | DOI: 10.24198/kumawula.v1i1.16705

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap terhadap isu gender dan keadilan gender di kalangan perempuan warga binaan lembaga pemasyarakatan di Kota Bandung. Pendekatan-pendekatan pendidikan yang bersifat partisipatif dan kritis diterapkan dalam bentuk pengajaran tatap muka, pemutaran film,  permainan peran,  refleksi, pembahasan kasus, diskusi dan presentasi kelompok dilaksanakan dalam waktu 6 minggu berturut-turut pada tahun 2015. Pre-test menunjukkan bahwa  pemahaman dan sikap sebagian peserta terhadap isu gender masih sangat terbatas  dan belum tepat. Post-test yang dilakukan setelah serangkaian intervensi menemukan perubahan signifikan terkait pengetahuan dan sikap peserta terhadap isu jender. Analisa data kualitatif juga menunjukkan bahwa sikap dan pengetahuan warga binaan meningkat secara positif. Peneliti merekomendasikan keberlanjutan peningkatan kapasitas warga binaan di lembaga pemasyarakatan perempuan sebagai bagian untuk menyiapkan warga binaan berintegasi dengan masyarakat selepas mengalami masa hukuman.Katakunci: peningkatan kapasitas; perempuan warga binaan; relasi gender 
PENINGKATAN KEPEDULIAN STAKEHOLDER PEMBANGUNAN DALAM MENCEGAH STUNTING DI DESA CANGKUANG WETAN KECAMATAN DAYEUHKOLOT KABUPATEN BANDUNG Ida Widianingsih; Budhi Gunawan; Binahayati Rusyidi
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1187.104 KB) | DOI: 10.24198/kumawula.v1i2.20836

Abstract

This article describes the efforts of increasing the awareness of the development stakeholders at the village level in order to prevent stunting in Cangkuang Wetan Village, Dayeuhkolot Sub District, Bandung Regency as a form of community service that has been integrated with the research of Unpad lecturers and also Unpad Students. Stunting is a national strategic issue that can be observed in many regions of Indonesia, which in turn pushes the goverment to implement prevention efforts. This article mainly uses the qualitative research method with many participatory techniques, which include observations, interviews, FGD's, and socialization. The activities was around 7 months long and started with field research preparation, issue mapping, activity planning, and socialization of the importance of stopping stunting to the Village Development Stakeholders. The team found that the Village Apparatus, the locals that work at the Posyandu, mothers of Balita, and also the Balita were very active and enthusiastic during the socialization process. However, there are still many obstacles in the efforts to prevent stunting that should be overcome through a more comprehensive and integrated with the development plan of the village in order to achieve a more optimal result.
PENCEGAHAN RADIKALISASI MELALUI PENGEMBANGAN DEMOKRASI ISLAMIK DI KECAMATAN TEMPURAN KABUPATEN KARAWANG Windy Dermawan; RMT Nurhasan Affandi; Gilang Nur Alam
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.587 KB) | DOI: 10.24198/kumawula.v1i2.19612

Abstract

ABSTRACTThe community development activity (PPM) aims to build an inclusive society, increase tolerance and prevent radicalism in Subdistrict of Tempuran, Regency of Karawang. Achieving this goal, we introduce democratic values based on Western political philosophy and Islam and explore participants' understanding of radicalism. We engage participants to observe local values in the community at the location of the activity and then explore this relevance to Islamic values. The methods of PPM use the Problem Based Learning and Community Based Research (CBR) in the formulation of an idea that suits the needs of the community in solving the problem. The PPM concluded that there is an increase in scores of knowledge before and after training by 21%, which is the most participants understood Islamic democracy as an inherent part of social life. There is also an increase in participants' awareness in preventing radicalism by 28%, which is the most participants realize the importance of preventing radicalism through the development of an inclusive life, the spirit of multiculturalism and tolerance in social plurality. Thus, the PPM concludes that there is an increase in participants' knowledge and awareness in the implementation of Islamic democratic values and the prevention of radicalism through socialization and training. Keywords: Socialization, Islamic democracy, radicalism, prevention.ABSTRAKKegiatan pengabdian pada masyarakat (PPM) ini bertujuan untuk membentuk masyarakat yang inklusif, meningkatkan toleransi dan mencegah radikalisasi di Kecamatan Tempuran Kabupaten Karawang. Untuk mencapai tujuan tersebut, kami mengenalkan nilai-nilai demokrasi berdasarkan filsafat politik Barat maupun Islam dan menggali pemahaman peserta mengenai radikalisme di Kecamatan Tempuran Kabupaten Karawang. Kami mengajak kepada peserta untuk mengamati nilai-nilai lokal (local wisdom) dalam masyarakat di lokasi kegiatan kemudian menggali relevansinya dengan nilai-nilai islamik. Kegiatan PPM ini menggunakan metode Problem Based Learning dan Community Based Research (CBR) di dalam perumusan suatu gagasan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di dalam memecahkan permasalahannya. PPM ini menyimpulkan bahwa terdapat peningkatan skor pengetahuan sebelum dan setelah pelatihan sebesar 21%, dimana sebagian besar peserta memahami demokrasi islamik sebagai bagian yang inheren dalam kehidupan bermasyarakat. Terdapat pula peningkatan kesadaran peserta di dalam pencegahan radikalisasi sebesar 28%, dimana sebagian besar peserta menyadari pentingnya pencegahan radikalisasi melalui pembangunan kehidupan yang inklusif, semangat multikulturalisme dan toleransi terhadap pluralitas sosial. Dengan demikian, PPM ini menyimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan kesadaran peserta dalam pengamalan nilai-nilai demokrasi islamik dan pencegahan radikalisasi melalui sosialisasi dan pelatihan. Kata kunci: sosialisasi, demokrasi islamik, radikalisasi, pencegahan.
SOSIALISASI MENGENAI PERDAGANGAN MANUSIA (HUMAN TRAFFICKING) DALAM UPAYA PENCEGAHAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG (TPPO) DI KECAMATAN TEMPURAN KABUPATEN KARAWANG chandra purnama; Windy Dermawan; Emil Mahyudin
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.011 KB) | DOI: 10.24198/kumawula.v1i2.19794

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat (PPM) ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai perdagangan manusia dan upaya pencegahannya di Kecamatan Tempuran Kabupaten Karawang. Untuk mencapai tujuan tersebut, kami melaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai perdagangan manusia, bahaya yang ditimbulkannya berdasarkan perspektif keamanan manusia dan upaya pencegahan agar masyarakat berdaya untuk menangkal ancaman tersebut di Kecamatan Tempuran Kabupaten Karawang. Kegiatan PPM ini menggunakan metode Problem Based Learning dan Community Based Research (CBR) di dalam merumuskan gagasan yang sesuai dengan kebutuhan mereka dalam upaya memecahkan permasalahannya. Kegiatan PPM ini menyimpulkan bahwa pencegahan perdagangan manusia perlu dilakukan secara berkesinambungan dan lintas sektoral karena modus dari tindak pidana ini telah berkembang dan beragam. Terdapat penguatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat Kecamatan Tempuran dalam menanggapi pentingnya pencegahan perdagangan manusia melalui peningkatan pendidikan, taraf hidup, peran orangtua dan pengawasan masyarakat. Dengan demikian, kegiatan PPM ini mampu meningkatkan pengetahuan mengenai perdagangan manusia dan mengugah kesadaran peserta untuk bersama-sama mencegah perdagangan manusia di Kecamatan Tempuran Kabupaten Karawang. Kata kunci: sosialisasi, perdagangan manusia, pencegahan. The community development activity (PPM) aims to provide understanding to the community regarding human trafficking and prevention efforts in Tempuran District, Karawang Regency. To achieve this goal, we carry out socialization activities on human trafficking, the danger posed is based on a human security perspective and prevention efforts so that the community is empowered to counter these threats in Tempuran District, Karawang Regency. The methods of PPM use the Problem Based Learning and Community Based Research (CBR) in the formulation of an idea that suits the needs of the community in solving the problem.. The PPM activity concludes that prevention of trafficking needs to be carried out continuously and cross-sectorally because the mode of crime has developed and varied. There was a strengthening of the knowledge and understanding of the Tempuran District community in responding to the importance of preventing human trafficking through improving education, living standards, parental roles and community supervision. Thus, the PPM activity was able to increase knowledge about human trafficking and encourage participants' awareness to jointly prevent human trafficking in Tempuran District, Karawang Regency. Keywords: Socialization, human trafficking, prevention.
PEMAHAMAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI JATINANGOR TERHADAP KEWAJIBAN SERTIFIKASI HALAL PADA PRODUK MAKANAN akim - akim; Neneng Konety; Chandra Purnama; Monita Hizma Adilla
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.48 KB) | DOI: 10.24198/kumawula.v1i1.19258

Abstract

Sebagai kawasan pendidikan, Jatinangor telah mengalami pertumbuhan populasi dan perkembangan ekonomi yang mendorong perningkatan jumlah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatinangor. Disisi lain, pemerintah menerapkan Undang-Undang no.33 tahun 2014 Jaminan Produk Halal di 2019 semua produk yang bersertifikat halal. Agar kebijakan ini berjalan dengan baik, dibutuhkan pemahaman dari produsen untuk menyediakan produk-produk halal dan mendaftarkan sertifikasi halal untuk menjamin hak konsumen dan kepuasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman UMKM di Jatinangor dalam menjamin produk-produk makanan halal yang dibuat oleh kepemilikan sertifikat halal yang dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi halal yang berwenang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, pengamatan dan wawancara semi-terstruktur. Hasil studi ini menunjukkan bahwa pemahaman UMKM di Jatinangor pada sertifikasi halal masih relatif rendah. Pangsa pasar produk makanan di Jatinangor tidak cocok oleh ketersediaan makanan yang halal dijamin melalui kepemilikan sertifikasi halal oleh UMKM sebagai penyedia makanan di Jatinangor. Kondisi ini disebabkan oleh berbagai alasan, tetapi alasan utama adalah kurangnya pengetahuan, informasi, dan Sosialisasi proses sertifikasi halal itu sendiri serta masalah-masalah dalam hal biaya yang harus dikeluarkan untuk melaksanakan sertifikasi halal proses pendaftaran.As an education area, Jatinangor has been encountering a high rate of population and economic improvements which have encourage the development of Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) in Jatinangor. On the other side, the government implement the Undang-Undang No.33/2014 Jaminan Produk Halal that in 2019 all products have the halal-certified. In order for this policy run properly, it needs understanding from producers to provide halal products and register halal certification to guarantee consumer rights and satisfaction. The purpose of this study is to know the understanding of UMKM in Jatinangor in guaranteeing halal food products made by the possession of halal certificates issued by the authorized halal certification institution. The research method used is quantitative research methods with data collection techniques through questionnaires, observation, and semi-structured interviews. The results of this study indicate that the understanding of UMKM in Jatinangor on halal certification is still relatively low. The market share of food products in Jatinangor has not been matched by the availability of food that is halal guaranteed through ownership of halal certification by UMKM as a food provider in Jatinangor. This condition is caused by a variety of reasons, but the main reason is the lack of knowledge, information, and socialization of the halal certification process itself as well as the problems in terms of costs that must be incurred to carry out the halal certificationregistration process.        
PENGUATAN KAPASITAS KEWIRAUSAHAAN PETANI MUDA HORTIKULTURA SKALA KECIL DI KECAMATAN PARONGPONG, KABUPATEN BANDUNG BARAT Gema Wibawa Mukti; Agriani Hermita Sadeli; Kuswarini Kusno
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.632 KB) | DOI: 10.24198/kumawula.v1i1.19290

Abstract

Pertanian adalah sektor usaha yang sangat bergengsi, karena sangat berperan dalam menyediakan bahan pangan bagi umat manusia. Namun rupanya hal ini tidak secara otomatis menarik perhatian masyarakat terutama generasi usia muda untuk menekuni bidang usaha pertanian. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memperkuat kapasitas kewirausahaan petani muda hortikultura skala kecil di Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah proses partisipatif mulai dari awal sampai akhir kegiatan. Tim Pengabdian dalam proses ini menjadi fasilitator yang mempertemukan antara praktisi, aparat desa yang terkait dengan kelompok petani muda.  Melalui kegiatan ini, diperoleh hasil bahwa petani muda memiliki ketertarikan untuk mencoba sesuatu yang baru dalam kegiatan usahatani nya, tentunya yang dapat memberikan tambahan pendapatan bagi mereka. Berbeda dengan petani pada umumnya yang lebih memilih cara yang telah biasa mereka lakukan, petani muda cenderung lebih berani mengambil risiko dalam menjalankan usahanya. Hal ini membuat kegiatan pelatihan dan fasilitasi menjadi lebih dinamis, mereka lebih aktif untuk mempelajari manajemen usaha agar bisa mereka terapkan dalam usaha mereka.
Pelatihan Kesiapan Siswa SMK dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0. di SMK Global Mulia, Cikarang Teuku Rezasyah; Ivan Darmawan; Affabile Rifawan
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.692 KB) | DOI: 10.24198/kumawula.v1i2.20029

Abstract

Pengangguran lulusan SMK merupakan pengangguran tertinggi di Indonesia dan Cikarang merupakan kawasan industri yang semestinya dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak. Program ini bertujuan untuk mengenalkan kepada siswa SMK untuk dapat mengenal skill yang dibutuhkan di era revolusi industri 4.0. Pendekatan yang dilakukan adalah diskusi interaktif dan dianalisis melalui skema pre-test dan post-test dalam melihat wawasan siswa setelah pelatihan ini. Secara umum, siswa lebih mengerti dan mengetahui gambaran umum yang dibutuhkan dalam skill di era revolusi industri 4.0 setelah dilakukan intervensi ini.
MEMBANGKITKAN SEMANGAT PEDULI LINGKUNGAN MELALUI PENGOLAHAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) RUMAH TANGGA DI RANCAEKEK Hasan Sidik; Neneng Konety; Savitri Aditiany
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.084 KB) | DOI: 10.24198/kumawula.v1i1.19485

Abstract

This research tries to discuss the processing of Hazardous and Poisonous Substances Waste (B3) in the closest community that is namely household B3 waste. Rancaekek is a sub-district with a large number of industries, for a long time the people of the region felt the negative impact of industrial waste on their environment but did not find an effective solution until now. Therefore this research was conducted with the aim of trying to provide socialization and education regarding the management of B3 waste to the people in the Rancaekek sub-district by practicing at the household level. This is an effort to reduce pollution of B3 waste in this sub-district. The research method used is qualitative and the technique of data collection was carried out by interviewing the people scattered in the Rancaekek area, namely Rancaekek Wetan Village, Rancaekek Kulon and Linggar Village. From this research, the community now understands the basic knowledge of B3 waste which not only comes from industry but also in daily life can not be separated from products containing B3 waste. Through this socialization, the community gained more knowledge about the types of B3 waste explained by the Government Regulation No. 85 of 1999. Then also an explanation of the management of household B3 waste in order to reduce the impact of household B3 waste by referring to the rules of Government Regulation No.101 of 2014. The stages of B3 waste management consist of: a) Temporary Storage of B3 Waste; b) Transport of B3 Waste; and c) B3 Waste Storage and Collection.
“SOLIDARITAS TANPA BATAS IDENTITAS” LOMBA PENULISAN CERITA PENDEK BAGI SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI JATINANGOR DAN KABUPATEN BANDUNG Taufik Hidayat; Deasy silvya Sari; Siti Aliyuna Pratisti
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.484 KB) | DOI: 10.24198/kumawula.v1i1.18778

Abstract

Artikel ini membahas mengenai wujud solidaritas menentang kekerasan etnis dalam bentuk lomba penulisan cerita pendek bagi Siswa Menengah Atas di Jawa Barat. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menggugah rasa empati masyarakat terhadap kekerasan yang berlangsung, khususnya yang menimpa etnis Rohingya yang membuat etnis tersebut harus bermigrasi dari Myanmar ke beberapa negara, seperti: Bangladesh, Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Metode yang digunakan adalah partisipasif dalam bentuk lomba cerpen dan sosialisasi. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme dan solidaritas untuk menentang kekerasan telah ditunjukkan oleh masyarakat Indonesia, khususnya para siswa SMA. Format PPM dalam bentuk lomba penulisan cerita pendek diapresiasi sangat baik oleh pihak sekolah, khususnya guru Bahasa Indonesia, karena mampu memotivasi mahasiswa agar mau berkarya dan kreatif. Kesimpulan menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki solidaritas dan empati terhadap kekerasan yang terjadi pada etnis Rohingya. Solidaritas ini terlihat dari naskah-naskah cerpen yang ikut serta dalam lomba yang diselenggarakan dalam skema pengabdian pada masyarakat yang terintegrasi dengan KKN.    This article explores the response and solidarity of high school students in Jatinangor and the Regency of Bandung toward ethnic violence captured in short story writing contest. The purpose of this article is to raise the empathy of toward the tragedy, especially toward Rohingya that has experienced such atrocities which lead to fled outside the country to neighbour states, like Bangladesh, Thailand, Malaysia, and Indonesia. The article uses participation and socialisation methods in the form of the writing contest. The result shows that the high school students are enthusiastic about following the news and shows their solidarity in the form of a short story. Students and teachers, especially the Bahasa Indonesia teacher, give a proper appreciation for this writing contest as a method that can motivate the student to produce some manuscripts creatively. The result shows that Indonesian have solidarity and empathy toward Rohingya. Solidarity beyond the limit of identity as depicted in the short story manuscript that participates in the contest.
PEMETAAN AKTIVASI BISNIS KREATIF DI KECAMATAN ANDIR Ria Arifianti; Mohammad Benny Alexandri; Lina Auliana
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.341 KB) | DOI: 10.24198/kumawula.v1i2.19929

Abstract

Kreatif merupakan  komponen penting dalam pertumbuhan ekonomi, penyediaan lapangan kerja, perdangangan dan inovasi.  Stagnasi pertumbuhan ekonomi dan degradasi lingkungan yang semakin mengkhawatirkan, mendorong seluruh dunia untuk lebih mengedepankan kreativitas dalam berkehidupan ekonomi yang memaksimalkan nilai tambah dari suatu produk barang dan jasa dalam rangka keberlanjutan kehidupan dan peradaban manusia. Untuk itu diperlukan kontruksi terpadu terhadap indikator-indikator  sub ekonomi tersebut.Oleh karena itu diperlukan sosialisasi kepada masyarakat dengan melakukan pengabdian kepada masyarakat. PKM ini mencoba membuat kontruksi terpadu terhadap indikator-indikator sub sektor ekonomi Kota Bandung sebagai Kota Kreatif dengan cara memadukan indikator yang digunakan di Kota lain di dunia dengan indikator aktivasi sub sektor ekonomi kreativitas Kota Bandung yang sudah ada.Metode pengabdian pada masyarakat adalah workhop atau lokakarya. Pertama dilakukan pembekalan terlebih dahulu dengan materi yang telah ada. Kedua, diberikan Pelatihan Aktivasi Bisnis oleh Dosen FISIP UNPAD. Ketiga, evaluasi.Hasil yang didapat adalah pertama, peserta mampu menyusun standar aktivasi bisnis, Kedua, Adanya kesadaran masyarakat  mengetahui dan meningkatkan kinerja bisnis Ketiga, Peserta dapat mengukur dan menjelaskan aktivasi bisnis. Keempat, Peserta dapat update Aktivasi Bisnis di lingkungannya. Saran yang diberikan adalah adanya sarana untuk mengaplikasikan kegiatan tentang aktivasi bisnis di kecamatan khususnya kecamatan Andir. Creative is an important component in economic growth, providing employment, trade and innovation. The increasingly alarming stagnation of economic growth and environmental degradation, encourages the whole world to prioritize creativity in economic life that maximizes the added value of a product of goods and services in the context of the sustainability of human life and civilization. For this reason, integrated construction of these sub-economic indicators is needed.               Therefore, socialization is needed for the community by doing community service. This pengambidan to the community tries to make integrated construction of the indicators of the economic sub-sector of the city of Bandung as a Creative City by integrating indicators used in other cities in the world with indicators of the activation of the existing Bandung City economic sub-sector of creativity.               The community service method is a workhop or workshop. First carried out debriefing first with existing material. Second, given Business, Third, Workshop and Evaluation Mapping and.            The results obtained were first, conducting debriefing activities. Second, the mapping was carried out in 6 sub-districts, Third, Workshop and evaluation. Evaluation was obtained as follows: participants were able to develop business activation standards. Second, the existence of public awareness to know and improve business performance. Third, Participants can measure and explain business activation. Fourth, Participants can update Business Activation in their environment. 

Page 1 of 26 | Total Record : 258