Festiawan, Rifqi
Department Of Physical Education, Faculty Of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia

Published : 47 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

High-intensity interval training dan fartlek training: Pengaruhnya terhadap tingkat VO2 Max Rifqi Festiawan; Suharjana Suharjana; Galih Priyambada; Yudha Febrianta
Jurnal Keolahragaan Vol 8, No 1: April 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.652 KB) | DOI: 10.21831/jk.v8i1.31076

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh High-Intensity Interval Training (HIIT) dan Fartlek Training terhadap tingkat VO2 Max Atlet Soedirman Expedition VII. Metode penelitian ini adalah pre-experimental dengan desain two group pre-test post-test design. Populasi penelitian berjumlah 20 orang dan menggunakan teknik total sampling sehingga diperoleh jumlah sampel 20 Orang. Instrumen Penelitian yang digunakan yaitu Multistage Fitness Test (MFT). Penelitian ini dilaksanakan pada Januari 2019 sampai dengan Juni 2019. Teknik analisis data yang digunakan adalah paired t-test dan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh High-Intensity Interval Training (HIIT) terhadap peningkatan tingkat VO2 Max Atlet Ekspedisi Soedirman VII. Selain itu, ada pengaruh Fartlek Training terhadap tingkat peningkatan VO2 Max Atlet Ekspedisi Soedirman VII, dan tidak ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara High Intensity Interval Training (HIIT) dan Fartlek Training pada peningkatan tingkat VO2 Max atlet Ekspedisi Soedirman VII, dengan hasil ini maka terdapat pengaruh dari kedua jenis latihan terhadap peningkatan VO2 Max namun tidak ada perbedaan pengaruh yang signifikan diantara keduanya, akan tetapi jika dilihat dari presentase kenaikannya, metode latihan High-Intensity Interval Training (HIIT) menunjukkan hasil yang lebih baik. High-intensity interval training and fartlek training: Their influence on the VO2 Max level Abstract: This study aims to determine the effect of High-Intensity Interval Training (HIIT) and Fartlek Training on the level of VO2 Max Athlete Soedirman Expedition VII. This research method is a pre-experimental design with two groups pre-test post-test design. The study population numbered 20 people and used a total sampling technique to obtain a sample size of 20 people. The research instrument used is the Multistage Fitness Test (MFT). This research was conducted in January 2019 until June 2019. The data analysis technique used was a paired t-test and independent t-test. The results showed that there was an effect of High-Intensity Interval Training (HIIT) on increasing the level of VO2 Max Athlete Soedirman VII Expedition. In addition, there is the influence of Fartlek Training on the increasing level of VO2 Max Soedirman VII Expedition Athletes, and there is no significant difference in effect between High-Intensity Interval Training (HIIT) and Fartlek Training on increasing the VO2 Max level of athlete Soedirman VII expedition, with these results there is the effect of the two types of exercise on increasing VO2 Max but there was no significant difference in effect between the two, but when viewed from the percentage increase, the High-Intensity Interval Training (HIIT) training method showed better results.
Sport Development Index of Banyumas Regency N, Ngadiman; Kusuma, Indra Jati; Festiawan, Rifqi
JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Vol 4, No 2 (2019): Promote a More Active and Healthier lifestyle Through Physical Education
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.377 KB) | DOI: 10.17509/jpjo.v4i2.19181

Abstract

The purpose of this study was to evaluate the local government’s success in its development, especially in the field of sports from the aspect of open space availability, community participation, sport resource, and community fitness level (Sport Development Index). Therefore, an evaluative research approach was employed in this study. The research employed both stratified random sampling and cluster sampling techniques. The population basic characteristics included the differences of regional progress level, gender between male and female, age ranging from children aged 7-12 year old, adolescents aged 13-17 year old, and adults aged 18-40 year old, while the basic cluster characteristics used were district and sub-district or village. The research results showed that the open space index was classified in low category (0.180), human resource index in medium category (0.551), public participation index in medium category (0.572), and physical fitness index in low category (0.488). Simultaneously, the Sport Development Index of Banyumas Regency in 2010 is classified in low category (0.487).  
Pengaruh Latihan Small Sided Games Terhadap Kemampuan Long Pass pada Peserta Ekstrakurikuler Sepakbola Festiawan, Rifqi; Nurcahyo, Panuwun Joko; Pamungkas, Hendro Jarkasih
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 9, No 1 (2019): July 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v9i1.20666

Abstract

Penelitian iini ibertujuan iuntuk imengetahui ipengaruh ilatihan ismall isided igames iterhadap ikemampuan ilong ipass ipada ipeserta iekstrakurikuler isepakbola idi iSMA iNegeri i3 iPurwokerto. Metode ipenelitian imenggunakan ipre-experimental idengan ione igroup ipretest iposttest idesign. Variabel ipenelitian iyaitu i(1) ivariabel ibebas: ipemberian ilatihan ismall isided igames. i(2) ivariabel iterikat: ikemampuan ilong ipass. iPopulasi iberjumlah i30 iorang idengan imenggunakan iteknik itotal isampling isehingga idiperoleh ijumlah i30 isampel. iInstrumen iPenelitian iyang idigunakan iadalah ites itendangan ilambung ibobby iCharlton. iPenelitian idilakukan ipada i10 iMaret i2019 isampai i17 iApril i2017. iTeknik ianalisis idata idiperoleh idengan ipeogram iSPSS iversi i16. iHasil iPenelitian idiperoleh inilai irata-rata ikeseluruhan isiswa imelakukan ipretest idan iposttest ites itendangan ilambung ibobby icharlton iyaitu iuntuk ipretest i163,3 ipoin idan iposttest iyaitu i205 ipoin, ikemudian iuntuk inilai iT ihitung i(8,675) i> iT itabel i(1,711) idan inilai isig(2 i– itailed) i(0,000) i< idari i0,05. iDengan ihasil itersebut idapat idisimpulkan iada ipengaruh ilatihan ismall isided igames iterhadap ikemampuan ilong ipass isepakbola isiswa iputera iekstrakurikuler iSMA iNegeri i3 iPurwokerto i
The Effect of Oregon Circuit Training and Fartlek Training on the VO2Max Level of Soedirman Expedition VII Athletes Festiawan, Rifqi; Raharja, Andri Tria; Jusuf, Jeane Betty Kurnia; Mahardika, Nanda Alfian
JURNAL PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA Vol 5, No 1 (2020): Improving Physical Education to Promote Healthy Growth
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1002.62 KB) | DOI: 10.17509/jpjo.v5i1.23183

Abstract

The research was aimed at determining the influence of Oregon Circuit Training and Fartlek Exercises on the VO2max level of the Soedirman Expedition VII athletes. The research method used was pre-experimental method with two group pre-tests post-test design. The population were 20 people. The total sampling technique was administered to obtain 20 samples. The research instrument used Multi Stage Fitness Test. This study was conducted from June 2019 to October 2019. The data analysis process was conducted by using T-Test. Results showed that there are influences of both types of exercises on the increase of Vo2Max, but there is no significant influence difference between the two. In other words, the more often the exercise is done, the better the Vo2Max level of the athletes. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Oregon Circuit Training dan Latihan Fartlek terhadap tingkat VO2max pada atlet Soedirman Expedition VII. Metode penelitian menggunakan pre-experimental dengan two group pretest posttest design. Populasi berjumlah 20 orang dan menggunakan teknik total sampling sehingga diperoleh 20 sampel. Instrumen Penelitian menggunakan Instrumen Multi Stage Fitness Test. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni 2019 sampai dengan Oktober 2019. Teknik analisis data diperoleh dengan Uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dari kedua jenis latihan terhadap peningkatan Vo2Max namun tidak ada perbedaan pengaruh yang signifikan diantara keduanya. Dengan kata lain, semakin sering latihan dilakukan maka semakin baik tingkat Vo2Max Atlet. 
Hubungan Tingkat Intelligence Qoutient (IQ) dan Bakat dengan Hasil Kejuaraan Senam POPDA DIY Widanita, Neva; Sukamti, Endang Rini; Festiawan, Rifqi
JTIKOR (Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan) Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jtikor.v5i1.24463

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat IQ dan bakat dengan hasil kejuaraan POPDA senam di DIY. Metode yang digunakan adalah survei, dengan teknik pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet senam artistik dan ritmik yang mengikuti kejuaraan POPDA senam di Yogyakarta. Sampel yang diambil dari hasil purposive sampling, berjumlah 16 atlet. Analisis data menggunakan uji regresi korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tidak ada hubungan antara tingkat Intelligence quotient dengan hasil kejuaraan senam POPDA DIY,  dengan nilai r hitung sebesar 0.187 0.400 r tabel dengan n = 16 pada signifikansi 5%, (2) Ada hubungan antara bakat dengan hasil kejuaran senam POPDA DIY, dengan nilai r hitung sebesar 0.956 0.400 r tabel dengan n = 16 pada signifikansi 5%, (3) Ada hubungan antara tingkat Intelligence quotient dan bakat terhadap hasil kejuaran senam POPDA DIY, dengan F hitung (113.316) (3.806)  F tabel pada α = 5%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat Intelligence quotient dan bakat terhadap hasil kejuaran senam POPDA DIY sehingga hasil ini bisa menjadi salah satu acuan dalam meningkatkan prestasi khususnya di cabang olahraga senam. Abstract This study aims to determine the relationship of IQ and talent levels with the POPDA gymnastics championship results in DIY. The method used is a survey, with data collection techniques using tests and measurements. The population in this study were all artistic and rhythmic gymnastics athletes who participated in the POPDA gymnastics championship in Yogyakarta. Samples taken from the results of purposive sampling, amounting to 16 athletes. Data analysis using correlation regression test. The results showed that (1) there was no relationship between the intelligence quotient level with the results of the DIY POPDA gymnastics championship, with a calculated r value of 0.187 0.400 r table with n = 16 at a significance of 5%, (2) There was a relationship between talent and the outcome of the championship POPDA DIY gymnastics, with a calculated r value of 0.956 0.400 r table with n = 16 at a significance of 5%, (3) There is a relationship between the level of Intelligence quotient and talent on the results of POPDA DIY gymnastics, with an F count (113.316) (3.806) ) F table at α = 5%. From the results of this study it can be concluded that there is a relationship between the level of Intelligence quotient and talent on the results of the DIY POPDA gymnastics championship so that these results can be one of the references in improving achievement, especially in gymnastics.
HUBUNGAN TINGGI BADAN, PANJANG LENGAN DAN DAYA TAHAN OTOT LENGAN DENGAN KETERAMPILAN BERMAIN BULUTANGKIS Saputra, Sendy Hera; Kusuma, Indra Jati; Festiawan, Rifqi
Jurnal Pendidikan Olah Raga Vol 9, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Olahraga
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.456 KB) | DOI: 10.31571/jpo.v9i1.1744

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tinggi badan, panjang lengan dan daya tahan otot lengan dengan keterampilan bermain bulutangkis. Metode penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional, jumlah sampel sebanyak 20 mahasiswa. Instrumen penelitian antara lain meteran, tes push up dan tes keterampilan bermain bulutangkis. Analisis data menggunakan uji pearson product moment dan korelasi ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) terdapat hubungan signifikan antara tinggi badan dan keterampilan bermain dengan koefisien korelasi rx1.y = 0,650 &gt; rtabel = 0,468, (2) terdapat hubungan signifikan antara panjang lengan dan keterampilan bermain dengan koefisien korelasi rx2.y = 0,641 &gt; rtabel = 0,468, (3) terdapat hubungan signifikan antara daya tahan otot lengan dan keterampilan bermain dengan koefisien korelasi rx2.y = 0,611 &gt; rtabel = 0,468, dan (4) terdapat hubungan ketiga variabel dengan keterampilan bermain bulutangkis dengan nilai rx1,x2,.x3,y = 0,498 &gt; rtabel = 0,468, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara ketiga variabel dengan keterampilan bermain bulutangkis
Pengembangan Permainan Pecah Piring Sintren: Pemanfaatan Olahraga Tradisional pada Pembelajaran untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Kamaludin, Kamaludin; Ngadiman, Ngadiman; Festiawan, Rifqi; Kusuma, Indra Jati; Febriani, Ayu Rizky
TEGAR: Journal of Teaching Physical Education in Elementary School Vol 3, No 2 (2020): Teaching Strategies by Physical Education Elementary Teachers
Publisher : Prodi PGSD Penjas FPOK UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/tegar.v3i2.24447

Abstract

Currently traditional games are rarely played by children along with the times, even though several studies mention that traditional games have a very important role in stimulating the gross motor development that is owned by every child. This research aims to create new game products from traditional sport modifications that are appropriate to be used and can potentially develop the gross motor skills of children aged 9-12 years. The research method used is Research and Development (RD) which is carried out by the steps of: 1) Product Design, 2) Validation Phase 1, 3) Design Revision, 4) Second Stage Validation, 5) Trial of Small Scale Products, 6) Product Revision, 7) Final Product. The research sample was 30 students at Widarapayung Wetan State Elementary School 02 grades IV, V, VI. The research instrument was in the form of a questionnaire containing statements validated by experts, then the scores obtained were processed and converted into product evaluation criteria. The results of this study obtained an assessment of game experts by 94% or the category of "Very Good", education experts by 90% or the category of "Very Good" and experts for growth and development by 82% or the category of "Very Good", as well as an assessment of PJOK teachers by 85% or "Very Good" category, so as to get a final score of 91.2% or "Very Good" category, thus it can be stated that the PPS game is very appropriate to be used as a game model that can potentially develop gross motor skills of children aged 9-12 year.AbstrakSaat ini permainan tradisional mulai jarang dimainkan anak-anak seiring dengan perkembangan zaman, padahal beberapa studi menyebutkan bahwa permainan tradisional memiliki peran yang sangat penting dalam merangsang perkembangan motorik kasar yang dimiliki oleh setiap anak. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan produk permainan baru dari modifikasi olahraga tradisional yang layak digunakan dan berpotensi dapat mengembangkan kemampuan motorik kasar anak usia 9 - 12 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (RD) yang dilakukan dengan langkah-langkah: 1) Desain Produk, 2) Validasi Tahap ke-1, 3) Revisi Desain, 4) Validasi Tahap Kedua, 5) Uji Coba Produk Skala Kecil, 6) Revisi Produk, 7) Produk Akhir. Sampel penelitian adalah 30 siswa SD Negeri Widarapayung Wetan 02 kelas IV, V, VI. Instrumen penelitian berupa angket berisi pernyataan yang di validasi oleh ahli, kemudian skor yang diperoleh diolah dan dikonversikan ke dalam kriteria penilaian produk. Hasil penelitian ini memperoleh penilaian dari ahli permainan sebesar 94% atau kategori “Sangat Baik”, ahli pendidikan sebesar 90% atau kategori “Sangat Baik” dan ahli pertumbuhan dan perkembangan sebesar 82% atau kategori “Sangat Baik”, sert penilaian dari guru PJOK sebesar 85% atau kategori “Sangat Baik”, sehingga memperoleh nilai akhir sebesar 91,2% atau kategori “Sangat Baik”, dengan demikian dapat dinyatakan bahwa permainan PPS sangat layak digunakan sebagai model permainan yang berpotensi dapat mengembangkan kemampuan motorik kasar anak usia 9 – 12 tahun.
Indeks Massa Tubuh (IMT): Kajian Analisis pada Atlet Renang Junior Usia Sekolah Dasar Budi, Didik Rilastiyo; Listiandi, Arfin Deri; Festiawan, Rifqi; Widanita, Neva; Anggraeni, Dewi
TEGAR: Journal of Teaching Physical Education in Elementary School Vol 3, No 2 (2020): Teaching Strategies by Physical Education Elementary Teachers
Publisher : Prodi PGSD Penjas FPOK UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/tegar.v3i2.24452

Abstract

Swimming is one of the measured sports that is influenced by several factors to be able to perform a variety of swimming style techniques well, one of the important factors and has not been studied more deeply, namely regarding the Body Mass Index (BMI) of junior swimming athletes. The purpose of this study is to analyze the characteristics of the Body Mass Index (BMI) in junior high school age junior athletes. The research method used is ex-postfacto research. The population of this study is junior swimming athletes at the Tirta Kembar Purwokerto swimming club, while the study sample is all junior swimming athletes of elementary school age with an average age of 10 years totaling 20 children and consisting of 14 female athletes and 6 male athletes, using techniques total sampling. Data collection was performed using the Body Mass Index (BMI) instrument with a validity and reliability of 0.98. Data analysis used the Benchmark Reference Assessment (PAP) based on the Body Mass Index (IMT) criteria and then analyzed using Ms. assistance. Excel. The results showed that the Body Mass Index (BMI) of junior high school age swimming athletes at the Tirta Kembar Purwokerto swimming club showed an average value of vulnerable BMI, but there were two junior female athletes who were at BMI with overweight criteria, with the percentage of BMI less than 65%, BMI Normal 25%, BMI Overweight 10% and no children in the category of Obesity. The conclusion of this study is that, on average junior swimming athletes of primary school age have a thin IMT category, so it is less ideal for a swimming athlete at junior age. Suggestion of this study is that there needs to be special attention from parents and trainers regarding nutritional intake in children, so that children can have BMI criteria in the normal category according to their age, and avoid the risk of malnutrition and obesity.AbstrakRenang merupakan salah satu olahraga terukur yang dipengaruhi oleh beberapa faktor untuk dapat melakukan berbagai teknik gaya renang dengan baik, salah satu faktor yang penting dan belum dikaji secara lebih dalam yaitu mengenai Indeks Massa Tubuh (IMT) dari atlet renang junior. Tujuan penelitian ini yaitu ingin meganalisis karakteristik Indeks Masa Tubuh (IMT) pada atlet renang junior usia Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian ex-postfacto. Populasi pada penelitian ini adalah atlet renang junior di klub renang Tirta Kembar Purwokerto, sedangkan sampel penelitian yaitu seluruh atlet renang junior usia sekolah dasar dengan rata-rata umur 10 tahun yang berjumlah 20 anak dan terdiri dari 14 atlet putri dan 6 atlet putra, menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan mengunakan instrumen Indeks Masa Tubuh (IMT) dengan validitas dan reliabilitas 0,98. Analisis data menggunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP) berdasarkan kriteria Indeks Masa Tubuh (IMT) dan kemudian dianalisis mengunakan bantuan Ms. Excel. Hasil penelitian menunjukan bahwa Indeks Masa Tubuh (IMT) atlet renang junior usia sekolah dasar di klub renang Tirta Kembar Purwokerto menunjukan nila rata-rata pada rentan IMT Kurus, akan tetapi terdapat dua atlet junior putri yang berada pada IMT dengan kriteria berat badan lebih, dengan jumlah prosentase IMT Kurus 65%, IMT Normal 25%, IMT Kelebihan Berat Badan 10% dan tidak ada anak dalam kategori Obesitas. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, rata-rata atlet renang junior usia sekolah dasar memilki kategori IMT kurus, sehingga kurang ideal untuk seorang atlet renang di usia junior. Saran dari penelitian ini yaitu perlu adanya perhatian khusus dari orang tua dan pelatih mengenai asupan gizi pada anak, sehingga anak dapat memiliki kriteria IMT pada kategiori normal sesuai dengan usianya, serta terhindar dari resiko kekurangan gizi dan kegemukan/obesitas.
Pengembangan “Buku Saku Pintar Gizi” Untuk Siswa SMP: Alternatif Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Pengetahuan Gizi Olahraga Rifqi Festiawan; Novita Intan Arovah
Physical Activity Journal (PAJU) Vol 1 No 2 (2020): Physical Activity Journal (PAJU)
Publisher : Department of Physical Education, Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.paju.2020.1.2.2436

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan produk berupa buku saku yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang gizi olahraga dan dapat diterima dengan baik oleh siswa. Metode penelitian yang digunakan merupakan Research and Development (RnD) yang terdiri dari beberapa tahap: 1) identifikasi Potensi dan Masalah, 2) Pengumpulan Bahan, 3) Desain Produk, 4) Pembuatan Produk, 5) Validasi Produk, 6) Ujicoba Terbatas, dan 7) Revisi Produk. Hasil penilaian ahli materi mendapat nilai 85% dengan kategori “sangat baik”, ahli media mendapatkan nilai 88% dengan kategori “sangat baik” dan ahli bahasa mendapatkan nilai 90% dengan kategori “sangat baik”. Penilaian dari siswa mendapat nilai 91% dengan kategori “sangat baik”. Selain itu dari hasil uji efektifitas menunjukkan bahwa buku saku yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan pengetahuan gizi siswa Sekolah Menengah Pertama dilihat dari nilai t hitung sebesar 14,41 dan t tabel sebesar 2,042 sehingga t hitung > t tabel. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa dari penilaian ahli dan siswa, buku saku yang dikembangkan layak digunakan sebagai salah satu alternatif media pembelajaran siswa di sekolah dengan presentase total 88,5% dan buku saku yang dikembangkan terbukti efektif untuk meningkatkan pengetahuan siswa.
Keseimbangan dan Kelentukan Pergelangan Kaki: Bagaimanakah Korelasinya dengan Kemampuan Shooting Sepakbola? Sinatriyo, Dewonggo; Kusuma, Indra Jati; Festiawan, Rifqi; Kusnandar, Kusnandar; Heza, Fuad Noor
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 10, No 1 (2020): July 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v10i1.23943

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi keseimbangan dan kelentukan pergelangan kaki dengan kemampuan shooting siswa peserta ekstrakurikuler sepakbola SMP Negeri 2 Kembaran Banyumas. Metode penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional, teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi dan ekslusi dan diperoleh sampel sebanyak 60 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi Diagonal Dynamic Balance Test (Roy & Ghosh, 2017) dan kelentukan pergelangan kaki & Shooting (Widiastuti, 2015). Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi pearson product moment dan korelasi ganda. Dari hasil penelitian diketahui bahwa tidak ada korelasi antara keseimbangan dengan kemampuan shooting dengan nilai rx1.y = 0,071 < r(0,05)(60) = 0,254, Ada korelasi antara kelentukan pergelangan kaki dengan kemampuan shooting dengan nilai rx2.y = 0,341 > r(0,05)(60) = 0,254, dan  Tidak ada korelasi antara keseimbangan dan kelentukan pergelangan kaki dengan kemampuan shooting dengan nilai rx1,x2,.y = 0,129 < r(0,05)(60) = 0,254, dari hasil tersebut dapat diperoleh kesimpulan bahwa tidak ada korelasi antara keseimbangan dan kelentukan pergelangan kaki dengan kemampuan shooting. The purpose of this study was to determine the correlation between ankle balance and flexibility and the shooting ability of students participating in soccer extracurricular at SMP Negeri 2 Kembaran Banyumas. This research method is correlational with cross sectional approach, the sampling technique uses purposive sampling with inclusion and exclusion criteria and a sample of 60 students is obtained. The research instruments used include the Diagonal Dynamic Balance Test (Roy & Ghosh, 2017) and ankle elasticity & shooting (Widiastuti, 2015). The data analysis technique used is Pearson product moment correlation test and multiple correlation. From the results of the study note that there is no correlation between balance with shooting ability with a value of rx1.y = 0.071 <r (0.05) (60) = 0.254, there is a correlation between ankle flexibility with shooting ability with a value of rx2.y = 0.341> r (0.05) (60) = 0.254, and there is no correlation between ankle balance and flexibility and shooting ability with rx1, x2, .y = 0.129 <r (0.05) (60) = 0.254, from the results It can be concluded that there is no correlation between balance and ankle flexibility and shooting ability.
Co-Authors Adi S Adi S Agus Susworo Dwi Marhaendro Ajeng Dian Purnamasari Amrizal Fadila Andri Tria Raharja Anugrah, Sendy Mohamad Ardhika Falaahudin Arief Nuryadin Arif Purnomo Arifin Ika Nugraha Arifin Ika Nugroho Bapista, Ceu Bayu Suko W Budi, Didik Rilastiyo Dewi Anggraeni Dewi Anggraeni Dewi ANGGRAENI Dewi Anggraeni Didih Nurjaman Digantara, Tegar Dimas Awal Ginanjar Dody Tri Iwandana Edi Setiawan Endang Rini Sukamti Faiz Faozi Farid Imam Nurhadi Febriani, Ayu Rizky Fuad Noor Heza Fuad Noor Heza Guntur Firmansyah Guntur Guntur Heza, Fuad Noor I Gusti Putu Ngurah Adi Santika I Ketut Yoda I Putu Gede Adiatmika Indra Jati Kusuma Indra Jati Kusuma Jusuf, Jeane Betty Kurnia Kamaludin Kamaludin Kapti Amin Muhammad Yusuf kartono Pramdhan Khurrohman, Moch Fath Kurnia Jusuf, Jeane Betty Kusnandar Kusnandar Kusnandar Kusnandar Kusnandar, Kusnadar Lim Boon Hooi Lim Boon Hooi Listiandi, Arfin Deri Mahardhika, Nanda Alfian Mahardika, Nanda Alfian Maryoto Subekti Masnur Ali Mesa Rahmi Stephani, Mesa Rahmi Moch Fath Khurrohman Moch Fath Khurrohman Moch Fath Khurrohman Muhamad Syafei Muhamad Syafei Muhammad Sigit Antoni Muhammad Zaen Arduta Neva Widanita Ngadiman N, Ngadiman Ngadiman Ngadiman Ngadiman Ngadiman Ngadiman Ngadiman Novita Intan Arovah Pamungkas, Hendro Jarkasih Panggung Sutapa Panji Nur Wicaksono Panuwun Joko Nurcahyo Prisca Widiawati Priyambada, Galih qohhar, wildan Rafdlal Saeful Bakhri Raharja, Andri Tria Reshandi Nugraha Rian Tri Prayogo Rian Triprayogo Rohmad Apriyanto Rohman Hidayat Saputra, Sendy Hera Sendy Hera Saputra Sendy Mohamad Anugrah Sinatriyo, Dewonggo Siti Aisyah Soni Nopembri Sugeng Purwanto Suharjana Suharjana Sujarwo Sujarwo Syafei, Muhamad Tantie Rafni Permatasari Tirtayasa, Pande Komang Rai Tommi Fajero Utama, Made Bang Redy Wildan Arif Setiawan Yopi Hutomo Bhakti Yudanto Yudha Febrianta