Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Peningkatan Mutu dan Relevansi Perguruan Tinggi Melalui Tracer Study Wahyuddin, Wahyuddin
COMPETITIVENESS Vol 5, No 2 (2016): COMPETITIVENESS
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.571 KB) | DOI: 10.26618/jmbc.v5i2.324

Abstract

Sesuai dengan Visi dan Misi Universitas Muhammadiyah Makassar yaitu “Menjadi Perguruan Tinggi Islam Terkemuka, Unggul, Terpercaya dan Mandiri pada Tahun 2024” yang dituangkan dalam Strategi Jangka Panjang Pendidikan Tinggi 2012-2016, maka Universitas Muhammadiyah Makassar berupaya semaksimal mungkin meningkatkan kapasitas dan mutu manajemen agar dapat tercapai prinsip “good university governance” dalam menjalankan praktek-praktek manajemen yang sehat dan bermutu. Sejalan dengan itu, salah satu kegiatan yang wajib dilakukan adalah Tracer study yang dipahami sebagai survei alumni dilaksanakan perguruan tinggi dengan tujuan menggali informasi yang berkaitan dengan perjalanan lulusan. Informasi yang didapat dari tracer study sangat berguna untuk berbagai evaluasi hasil pendidikan tinggi, penyempurnaan dan penjaminan kualitas lembaga pendidikan tinggi dan relevansi pendidikan tinggi, informasi bagi para pemangku kepentingan (stakeholders), dan persyaratan bagi akreditasi pendidikan tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyerapan, proses, dan posisi lulusan dalam dunia kerja, evaluasi hasil pendidikan tinggi dan selanjutnya dapat digunakan untuk penyempurnaan dan penjaminan kualitas mutu lembaga pendidikan tinggi dan penyempurnaan kurikulum Universitas Muhammadiyah Makassar, serta untuk menyediakan informasi mengenai hubungan antara pendidikan tinggi dan dunia kerja profesional, menilai relevansi pendidikan tinggi, informasi bagi para pemangku kepentingan (stakeholders).Metode yang digunakan yaitu penelitian jenis deskriptif eksploratif, yaitu penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi pada saat sekarang, populasi yaitu Lulusan Unismuh Makassar Tahun 2014 sebanyak 3.891 dengan jumlah sampel sebanyak 772 yang diambil secara acak dengan teknik pengambil sampel secara kebetulan, teknik pengumpulan data melalaui kusioner, wawancara, dan pengisian form tracer study secara on line dengan teknik analisis data secara analisis deskriptif. Hasil penelitian bahwa kecenderungan mahasiswa nanti akan mencari pekerjaan pada saat mereka telah selesai dan sudah menerima ijazah, mahasiswa cenderung fokus pada penyelesaian kuliah baru akan mencari pekerjaan; Cara terbaik lulusan untuk mencari pekerjaan yaitu melalaui relasi, melalau media cetak, dan berwirausaha; masa tunggu lulusan sebagian besar kurang dari enam bulan; rata-rata perusahaan/instansi/institusi yang dilamar sebelum memperoleh pekerjaan pertama rata-rata 2,39; keterserapan lulusan dengan jumlah responden yang bekerja sebanyak 83,16% yang bekerja di perusahaan swasta, usaha sendiri, dan instansi pemerintah; Rata-rata pendapatan sebesar Rp. 1.936.445,-. Hubungan antara bidang studi dengan pekerjaan yaitu sebagian besar sangat erat dan erat, namun masih tetap ada cukup erat, kurang erat, dan tidak sama sekali. Tingkat pendidikan yang paling tepat/sesuai untuk pekerjaan yaitu setingkat lebih tinggi, tingkat yang sama, namun masih ada setingkat lebih rendah, dan tidak perlu pendidikan tinggi, pekerjaan sekarang sudah sesuai dengan pendidikan, pekerjaan saat ini lebih menarik, dan masih ada yang bekerja karena lokasinya lebih dekat dari rumah. Kata Kunci : Mutu, Relevansi, Perguruan Tinggi, dan Tracer Study.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA EKONOMI DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS PADA MAHASISWA Wahyuddin, Wahyuddin
AdMathEdu : Mathematics Education, Mathematics, and Applied Mathematics Journal Vol 7, No 2: Desember 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.979 KB) | DOI: 10.12928/admathedu.v7i2.9160

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir logis, kemampuan penyelesaian masalah matematika ekonomi, dan pengaruh kemampuan berpikir logis terhadap kemampuan penyelesaian masalah matematika ekonomi pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Makassar. Jenis penelitian ini adalah ex-post facto yang bersifat kausalitas dengan populasi 245 orang dari 8 kelas yang berbeda. Sampel diambil sebanyak 58 orang mahasiswa yang terdiri dari 2 kelas, teknik pengambilan sampel yaitu pengambilan sampel secara acak berkelompok. Instrumen penelitian terdiri atas tes kemampuan berpikir logis sebanyak 30 butir soal dan tes kemampuan pemecahan masalah sebanyak 5 butir soal yang dinyatakan valid dan reliabel sebelum digunakan. Data dianalisis dengan menggunakan statistika deskriptif dan analisis inferensial (Analisis korelasi dan regresi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tingkat kemampuan berpikir logis masiswa berada pada kategori cukup baik dengan nilai rata-rata 69,13; (2) Tingkat kemampuan penyelesaian masalah matematika ekonomi bagi masiswa berada pada kategori cukup baik dengan nilai rata-rata 74,03; (3) Tingkat kemampuan berpikir logis masiswa memiliki korelasi dengan kemampuan penyelesaian masalah matematika ekonomi dengan besar hubungan 94,5% dimana hal tersebut berada pada baik sekali; dan (5) Kemampuan berpikir logis berpengaruh positif  terhadap kemampuan penyelesaian masalah dengan pengaruh sebesar 89,1% sedangkan sisanya sebesar 10,9% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model. Kemampuan berpikir logis berpengaruh positif terhadap kemampuan kemampuan penyelesaian, hal tersebut dapat diartikan bahwa semakin baik atau semakin tinggi kemampuan berpikir logis yang dimiliki oleh mahasiswa maka kemampuan penyelesaian masalah mahasiswa tersebut akan semakin baik atau semakin tinggi.
Implementasi Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Mahasiswa Satriani, Sri; Wahyuddin, Wahyuddin
Jurnal Derivat: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Derivat (Juli 2018)
Publisher : Pendidikan Matematika Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.719 KB) | DOI: 10.31316/j.derivat.v5i1.149

Abstract

This study aimed to improve students’ problem-solving skills and to describe the implementation of creative problem solving (CPS) model in Mathematics Education students of the Muhammadiyah University of Makassar in its program. This research was a classroom action research which involved 33 students with two cycles (1 cycle was 4 times meeting). The cycling stage consisted of planning, action, observation, reflection. Data collection through observation, test result, and student response were analyzed by quantitative descriptive analysis technique. The research finding was: Implementation of learning model (CPS) can improve students’ problem-solving ability which can be seen from the increasing of solving ability from 63,03 (enough) to 77,72 (high). Effective learning (CPS) implementation with learning implementation indicators improved from less category to excellent category; student activeness increased from active category to highly active category, and student responses were in a very positive category. (2) Implementation of Learning Model (CPS) can be implemented through five stages: clarification of the problem; disclosure of ideas; evaluation; and implementation. Keyword: Learning Model, Creative Problem Solving (CPS), and Problem Solving Ability.
PENINGKATAN MUTU DAN RELEVANSI PERGURUAN TINGGI MELALUI TRACER STUDY Wahyuddin, Wahyuddin
COMPETITIVENESS Vol 5, No 2 (2011): COMPETITIVENESS
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jmbc.v5i2.3629

Abstract

Sesuai dengan Visi dan Misi Universitas Muhammadiyah Makassar yaitu “Menjadi Perguruan Tinggi Islam Terkemuka, Unggul, Terpercaya dan Mandiri pada Tahun 2024”  yang dituangkan dalam Strategi Jangka Panjang Pendidikan Tinggi 2012-2016, maka Universitas Muhammadiyah Makassar berupaya semaksimal mungkin meningkatkan kapasitas dan mutu manajemen agar dapat tercapai prinsip “good university governance” dalam menjalankan praktek-praktek manajemen yang sehat dan bermutu. Sejalan dengan itu, salah satu kegiatan yang wajib dilakukan adalah Tracer study yang dipahami sebagai survei alumni dilaksanakan perguruan tinggi dengan tujuan menggali informasi yang berkaitan dengan perjalanan lulusan. Informasi yang didapat dari tracer study sangat berguna untuk berbagai evaluasi hasil pendidikan tinggi, penyempurnaan dan penjaminan kualitas lembaga pendidikan tinggi dan relevansi pendidikan tinggi, informasi bagi para pemangku kepentingan (stakeholders), dan persyaratan bagi akreditasi pendidikan tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyerapan, proses, dan posisi lulusan dalam dunia kerja, evaluasi hasil pendidikan tinggi dan selanjutnya dapat digunakan untuk penyempurnaan dan penjaminan kualitas mutu lembaga pendidikan tinggi dan penyempurnaan kurikulum Universitas Muhammadiyah Makassar, serta untuk  menyediakan informasi mengenai hubungan antara pendidikan tinggi dan dunia kerja profesional, menilai relevansi pendidikan tinggi, informasi bagi para pemangku kepentingan (stakeholders).Metode yang digunakan yaitu penelitian jenis deskriptif eksploratif, yaitu penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi pada saat sekarang, populasi yaitu Lulusan Unismuh Makassar Tahun 2014 sebanyak 3.891 dengan jumlah sampel sebanyak 772 yang diambil secara acak dengan teknik pengambil sampel secara kebetulan, teknik pengumpulan data melalaui kusioner, wawancara, dan pengisian form tracer study secara on line dengan teknik analisis data secara analisis deskriptif. Hasil penelitian bahwa kecenderungan mahasiswa nanti akan mencari pekerjaan pada saat mereka telah selesai dan sudah menerima ijazah, mahasiswa cenderung fokus pada penyelesaian kuliah baru akan mencari pekerjaan; Cara terbaik lulusan untuk mencari pekerjaan yaitu melalaui relasi, melalau media cetak, dan berwirausaha; masa tunggu lulusan sebagian besar kurang dari enam bulan; rata-rata perusahaan/instansi/institusi yang dilamar sebelum memperoleh pekerjaan pertama rata-rata 2,39; keterserapan lulusan dengan jumlah responden yang bekerja sebanyak 83,16% yang bekerja di perusahaan swasta, usaha sendiri, dan instansi pemerintah; Rata-rata pendapatan sebesar Rp. 1.936.445,-. Hubungan antara bidang studi dengan pekerjaan yaitu sebagian besar sangat erat dan erat, namun masih tetap ada cukup erat, kurang erat, dan tidak sama sekali. Tingkat pendidikan yang paling tepat/sesuai untuk pekerjaan yaitu setingkat lebih tinggi, tingkat yang sama, namun masih ada setingkat lebih rendah, dan tidak perlu pendidikan tinggi, pekerjaan  sekarang sudah sesuai dengan pendidikan, pekerjaan saat ini lebih menarik, dan masih ada yang bekerja karena lokasinya lebih dekat dari rumah. 
THE INFLUENCE OF MINDSET AND METACOGNITION ON MATHEMATICS LEARNING OUTCOMES FOR VII CLASS STUDENTS OF SMP NEGERI 2 BAROMBONG Tri Aswinarti Eka Putri; Wahyuddin Wahyuddin; St. Nur Humairah Halim
Nabla Dewantara Vol 6 No 2 (2021): Nabla Dewantara: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Tamansiswa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51517/nd.v6i2.309

Abstract

Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh mindset dan metakognisi terhadap hasil belajar siswa baik secara simultan maupun parsial.Metode penelitian yang digunakan adalah ex-post facto. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 2 Barombong tahun ajaran 2020/2021 yang berjumlah 298 siswa dan sampel penelitian sebanyak 61 siswa yang diperoleh dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) mindset siswa kelas berada pada kategori sedang dengan persentase 36,7 %, metakognisi berada pada kategori sedang dengan persentase 36,06% dan hasil belajar matematika berada pada kategori sedang dengan persentase 27,87% (2) mindset dan metakognisi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 2 Barombong dilihat dari dari nilai sig. 0.00 < 0,05 dan memberi pengaruh sebesar 48,5% terhadap hasil belajar siswa dan sisanya sebesar 51,5 % dipengaruhi oleh faktor lain. (3) Mindset secara parsial berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa dilihat dari nilai sig. 0.012 < 0,05 dengan memberi kontribusi sebesar 16,4%. (3) Metakognisi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa dilihat dari nilai sig. 0.00 < 0,05 dan memberi kontribusi sebesar 32,1%.
DEVELOPMENT OF HOTS-BASED FUNCTION DERIVATIVE WORKSHEET THROUGH A NETWORK LEARNING SYSTEM SPADA Sri Satriani; Wahyuddin Wahyuddin; Andi Aliem Syahri
MaPan : Jurnal Matematika dan Pembelajaran Vol 9 No 2 (2021): DECEMBER
Publisher : Department of Mathematics Education Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/mapan.2021v9n2a9

Abstract

This study aims to develop a valid, effective, and practical HOTS-based worksheet for calculus courses in the Mathematics Education Department. The development of the worksheet is expected to improve critical and creative thinking skills, which is implemented through the Online Learning System (SPADA). This research is development research with the research subject being 27 students of Mathematics Education, Muhammadiyah University of Makassar. The instruments used in this study were instrument validation sheets, test, and student response questionnaires. This worksheet development process is adapted from the model of development of the 4-D models, which consists of define, design, develop, and disseminate. The results of the validation assessment were an average score of 3.61 in the valid categories. The result of the lecturers' practicality at 3.6 with the practical category. Furthermore, the results of the effectiveness assessment through the HOTS test showed that the percentage of classical completeness was 86.7%. The students' responses showed a positive response to this worksheet. The assessment results showed that the average pretest was 46.85, while the postest was 74.81. There is an increase in the average value of higher-order thinking skills from pretest to postest in field trials. So it produces worksheets based on HOTS through SPADA that have met the valid, practical, and effective aspects and can facilitate students in practicing their higher-order thinking skills.
ANALISIS KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL HIGH ORDER THINKING SKILLS DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS Wahyuddin Wahyuddin; Sri Satriani; Faisal Asfar
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.513 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3480

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan menyelesaikan soal high order thinking skills (HOTS) ditinjau dari kemampuan berpikir logis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian sebanyak 27 siswa kelas XI SMAN 2 Kabupaten Kepulauan Selayar yang dipilih 1 kelas dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan tes kemampuan berpikir logis, tes kemampuan menyelesaikan soal HOTS, dan wawancara. Instrumen tes diadopsi dari instrumen baku yang divalidasi ahli. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan hasil wawancara diolah dengan mereduksi, menyajikan, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kemampuan berpikir logis berada pada kategori rendah sedangkan kemampuan menyelesaikan soal HOTS berada pada kategori sedang. Selanjutnya, aspek kemampuan berpikir logis ditemukan bahwa siswa kategori tinggi (T) mampu memenuhi kriteria level C4, C5, dan C6 sedangkan siswa kategori sedang (S) dan kategori rendah (R) hanya mampu memenuhi kriteria level C4 dan C5. Secara umum siswa masih kesulitan memenuhi level C6 dan kemampuan C6 siswa masih tergolong rendah. Kendala yang dihadapi siswa (S) dan (R) dalam memenuhi aspek C6 yaitu siswa mengalami kesulitan dan kendala dalam menerjemahkan permasalahan kedalam kalimat matematika, siswa belum mampu memberikan cara pandang terhadap suatu persoalan sehingga belum bisa mengeluarkan ide dan merancang solusi secara mandiri untuk menyelesaikan permasalahan dalam mengambil keputusan.Kata Kunci: berpikir logis; kemampuan HOTS AbstractThe main purpose of this study was to analyze and describe the ability to solve HOTS questions in terms of students' logical thinking abilities. This type of research was a descriptive study with a qualitative approach. The research subjects were 27 students of class XI State Senior High School 2 of Kabupaten Selayar Regency who were selected from 1 class using purposive sampling technique. Data collection techniques used a logical thinking ability test, a test of the ability to solve HOTS questions, and interviews. The test instruments were adopted from standard instruments which were further validated by experts. The results of the study concluded that the students' logical thinking skills were in the low category, while the students' ability to solve HOTS questions was in the medium category. From the aspect of logical thinking ability, it was found that students with high categories were able to meet the criteria of C4, C5, and C6 while students with medium categories (S) and low categories (R) were only able to meet the criteria of C4 and C5. In general, students still have difficulty meeting the C6 level (creating) and it was still low. The obstacles faced by students (S) and (R) in fulfilling aspects of C6 were students experiencing difficulties in translating problems into mathematical sentences and have not been able to provide a perspective so that they cannot issue ideas and design solutions independently to solve problems in making decisions.Keywords: HOTS ability; logical thinking
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA EKONOMI DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS PADA MAHASISWA Wahyuddin Wahyuddin
AdMathEdu : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Ilmu Matematika dan Matematika Terapan Vol 7, No 2: Desember 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.979 KB) | DOI: 10.12928/admathedu.v7i2.9160

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir logis, kemampuan penyelesaian masalah matematika ekonomi, dan pengaruh kemampuan berpikir logis terhadap kemampuan penyelesaian masalah matematika ekonomi pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Makassar. Jenis penelitian ini adalah ex-post facto yang bersifat kausalitas dengan populasi 245 orang dari 8 kelas yang berbeda. Sampel diambil sebanyak 58 orang mahasiswa yang terdiri dari 2 kelas, teknik pengambilan sampel yaitu pengambilan sampel secara acak berkelompok. Instrumen penelitian terdiri atas tes kemampuan berpikir logis sebanyak 30 butir soal dan tes kemampuan pemecahan masalah sebanyak 5 butir soal yang dinyatakan valid dan reliabel sebelum digunakan. Data dianalisis dengan menggunakan statistika deskriptif dan analisis inferensial (Analisis korelasi dan regresi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tingkat kemampuan berpikir logis masiswa berada pada kategori cukup baik dengan nilai rata-rata 69,13; (2) Tingkat kemampuan penyelesaian masalah matematika ekonomi bagi masiswa berada pada kategori cukup baik dengan nilai rata-rata 74,03; (3) Tingkat kemampuan berpikir logis masiswa memiliki korelasi dengan kemampuan penyelesaian masalah matematika ekonomi dengan besar hubungan 94,5% dimana hal tersebut berada pada baik sekali; dan (5) Kemampuan berpikir logis berpengaruh positif  terhadap kemampuan penyelesaian masalah dengan pengaruh sebesar 89,1% sedangkan sisanya sebesar 10,9% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model. Kemampuan berpikir logis berpengaruh positif terhadap kemampuan kemampuan penyelesaian, hal tersebut dapat diartikan bahwa semakin baik atau semakin tinggi kemampuan berpikir logis yang dimiliki oleh mahasiswa maka kemampuan penyelesaian masalah mahasiswa tersebut akan semakin baik atau semakin tinggi.
Analysis of Motivation and How The Students Learn in Pandemic Wahyuddin; Maharida; Edi Jusriadi; Syafaruddin
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol 9 No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v9i2.570

Abstract

This study aimed to analyze and describe the level of learning motivation and students’ learning, as well as the obstacles faced by students in online learning during pandemic. This type of research was a qualitative descriptive study conducted at University of Muhammadiyah Makassar during March-April 2020. The population were 19,810, determining the number of samples with the Slovin formula so that the samples were 724 people. The sampling technique was accidental sampling. The method of collecting data using questionnaires that were distributed through google forms. The data analysis technique was descriptive qualitative to describe the research variables. Findings of the study conclude that: 1) Although the learning obstacles faced by students during the pandemic are quite a lot, but student learning motivation is in the high category with mean score is 4,11. Students’ motivation is seen from the indicators desire to succeed, the need for learning, the expectation of students' aspirations for their future, independent learning because of their own desires, committed to learning, having initiative in learning, and having an optimistic attitude in learning; 2) The way students learn is in the pandemic era in the good category with mean score is 3.51. Students have their own way of learning such as arrange learning schedule, rehearse the learning material, spend time reading books, articles and references, and make a summary of the material that has been discussed; 3) Learning constraints faced by students in the pandemic period are in the high category with mean score is 3.69.
ANALISIS KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN VERBAL PADA SISWA KELAS VII SMP MUHAMMADIYAH SE-KOTA MAKASSAR Wahyuddin Wahyuddin; Muhammad Ihsan
Suska Journal of mathematics Education Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sjme.v2i2.2213

Abstract

One measure of the success of students is to look at learning outcomes of students, low ability students in working on a story about the looks of the many errors of students in doing story problems so low student mathematics achievement. There are several factors that affect the high and low ability students in doing mathematics story problems, one of which is verbal.This study aims to determine the level of verbal ability and ability to solve word problems and to investigate the effect of verbal ability to ability to solve math word problems of Grade VII Students in the Entire SMP Muhammadiyah in Makassar. This type of research is ex-post facto nature of causality. The study population was all of Grade VII Students in the Entire SMP Muhammadiyah in Makassar  scattered as many as 1048 students in 10 schools and a total sample of 145 students with a sampling technique that stratified cluster random sampling. Instruments used in this research is to test each variable with data analysis techniques used were descriptive statistics and analysis infrensial (Correlation Analysis and Regression Analysis).The results of this study indicate that: (1) The level of verbal skills of students in middle category with an average value of 51.83; (2) Level of ability to solve word problems of students in middle category with an average value of 70.62; (3) Verbal Ability has a correlation / relationship with the ability to solve math word problems with a relationship of 67.5%; (3) Verbal Ability positive effect on ability to solve word problems with the effect of 42% while the rest of 58% influenced by other variables outside the model. Verbal ability positively affects students ability to solve word problems, it can be interpreted that the better or higher verbal skills possessed by students the ability to solve word problems these students will be better or higher.