Sri Yulina Wulandari
Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Karakterisasi Metabolit Sekunder Bakteri Simbion Gastropoda Conus miles dengan Metode GC-MS Sebagai Antibakteri MDR (Multi Drug Resistant) Hasanah, Nurul Fitrah; Pringgenies, Delianis; Wulandari, Sri Yulina
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.74 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v1i2.2038

Abstract

It is known that the bacterial symbionts are symbiotic with gastropods Conus miles has the potential to be able to produce antibacterial compounds against bacterial MDR (Multi Drug Resistant). Information found previously from bacterial symbionts and isolation based on screening results, the size of the zone of inhibition and inhibitory properties against several types of bacteria tests showed that isolates derived from Conus miles Gastropoda symbionts characterized by kinship rate of 98% in bacteria Pseudoalteromonas sp. The research objective was to determine the characteristics of the bacterial symbiont bioactive compounds associated with the type of mollusk Conus miles. The study was conducted three phases namely the isolation and purification of bacteria; characterization of isolates identified through test results on the reaction of physiological and biochemical tests, as well as the identification of secondary metabolites by GC-MS method QP2010S Shimadzu. The results showed that the bacterial symbiont isolates had a number of compounds with a percentage of the highest peak to the lowest compound the compound, Acetic acid (CAS) ethylic acid (35.22%); propanoic acid, 2-methyl-(CAS) Isobutyric acid (11.78%); Iso -valeric acid (9:38%), butanoic acid, 2-methyl-(CAS) 2-methylbutanoic acid (4.74%) and 1,2-Benzenedicarboxylic acid, dioctyl ester (CAS) Dioctyl phthala (4:36%). The results concluded that the bacterial symbiont isolates obtained in this study provide information on the results of potentially new antibiotics.
KONSENTRASI LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DAN BESI (Fe) DALAM SEDIMEN DASAR DAN KETERKAITANNYA DENGAN KARBON ORGANIK&UKURAN BUTIR DI MUARA WISO, JEPARA Maslukah, Lilik; Wulandari, Sri Yulina; Herlintang, Aulia Septine; Muslim, Muslim
Maspari Journal : Marine Science Research Vol 11, No 2 (2019): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.828 KB) | DOI: 10.56064/maspari.v11i2.9474

Abstract

Perairan Wiso, Ujungbatu, Jepara merupakan wilayah perairan yang memiliki aktivitas cukup padat, seperti aktivitas nelayan yang dapat berdampak pada kenaikan konsentrasi logam berat dalam sedimen dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi logam berat timbal dan besi pada sedimen, mengetahui hubungan antara konsentrasi logam berat dengan karbon organik total dan ukuran butir sedimen. Penelitian ini dilaksanakan pada 15 Oktober 2017 dengan metode kuantitatif. Konsentrasi logam berat disajikan dalam bentuk peta sebaran. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi timbal berkisar 33,5705 mg/kg – 79,6378 mg/kg dan 0,2793 mg/kg – 90,1040 mg/kg untuk besi. Konsentrasi timbal dan besi tidak selalu dipengaruhi oleh keberadaan karbon organik total dan ukuran butir sedimen akan tetapi konsentrasi timbal dan besi lebih dipengaruhi oleh jarak dari muara sungai sebagai sumbernya.
Pengaruh Pemberian Tetraselmis chuii Dan Skeletonema Costatum Terhadap Kandungan Epa Dan Dha Pada Tingkat Kematangan Gonad Kerang Totok Polymesoda erosa Widasari, Fitrianisa Nur; Wulandari, Sri Yulina; Supriyantini, Endang
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.287 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v2i1.2050

Abstract

The research was conducted to determine the effect of natural feed T. chuii and S. costatum to content of EPA and DHA on the level of maturity of the gonads. Species used in this research Totok clams sized 4-5 cm. Obtained from the waters surrounding Gombol island, Segara Anakan Cilacap. The method used is an experimental laboratory with a split plot draft random, 2 factorials and 3 treatments. Influence of mixture T1 : T. chuii 36 x 104 sel / mL and S. costatum 9 x 104 sel / mL; T2 : T. chuii 27 x 104 sel / mL and S. costatum 18 x 104 sel / mL; T3 : T. chuii 18 x 104 sel / mL and S. costatum 27 x 104 sel / mL. The feed is given once a day for there months. Measurement of EPA and DHA content using GC-MS method. The results of this research showed that treatment of feeding a mixture of T. chuii and S. costatum give real effect to the content of EPA and DHA on Totok clams. The development of the level of maturity of the gonads is still in the development Totok clams of stadia 1. Treatment of mixed feed formulations (T. chuii 27 x 104 cells/ml and S. Costatum 18 x 104 cells/ml) give better the growth Totok clams, a heavy wetness soft tissue Totok clams, feed consumption, Survival Rate of Totok clams, the percentage content of EPA and DHA and the level of maturity of the gonads in Totok clams P. erosa.
Pengaruh Perebusan Dengan Abu Sekam Dan Waktu Perendaman Air Terhadap Kadar Hcn Pada Buah Mangove Avicennia marina Kurniawan, Ade; Wulandari, Sri Yulina; Supriyantini, Endang
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.384 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v1i2.2023

Abstract

The potential of mangove fruit as a food source has not been known yet. Mangove is a potential material to be used as a food substitute, one of which is the process of making flour. One part of the Mangove is used for the manufacture of flour is the fruit of mangove A.marina. Toxins such as HCN in fruit may cause constraint in food processing, so it needs to be removed. The ways that can be done by immersion and boiling them with rice husk ash. Rice husk ash is material that is expected to absorb HCN as toxin in fruit. This research used Completely Randomized Design (CRD) factorial pattern consisting of two factors treatments with three replicates by 6 hours immersion time (4, 8 and 12 replications) and ash contents (5, 10, 15% W). Data were analyzed by two-way ANOVA using SPSS. The results showed that treatment with several concentrations of ash boiling and long water immersion to give a significant influence on levels of HCN A.marina mangove fruit flour. Treatment with boiling 15% ash content and 6 hours of water immersion to 12 replications provides the best results of the HCN content of fruit and flour mangove mangove A.marina
SEBARAN HORIZONTAL KONSENTRASI NITRAT DAN NITRIT PADA KONDISI PASANG SURUT DI PERAIRAN CILAUTEUREUN, GARUT Farihah, Rizqi Ayu; Maslukah, Lilik; Wulandari, Sri Yulina
Journal of Oceanography Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.624 KB)

Abstract

Perairan Cilauteureun di Kabupaten Garut merupakan Perairan yang banyak menerima masukan bahan organik dari aliran sungai dan hasil sampingan TPI Cilautereun yang merupakan TPI terbesar di Kabupaten Garut.Tujuan penelitian ini adalah melihat sebaran horizontal konsentrasi nitrat dan nitrit pada kondisi pasang surut di Perairan Cilauteureun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan teknik penentuan lokasi sampling menggunakan teknik Cluster samplingdengan titik pengambilan sample sebanyak 9 titik. Konsentrasi  nitrat dan nitrit dianalisa dengan menggunakan  metode SNI 06-2480-1991 (APHA 4500 NO3 Th. 1992) untuk nitrat dan metode SNI 06-6989.9-2004 untuk nitrit.Sebaran konsentrasi nitrat dan nitrit saat pasang dominan ke arah Barat Laut dan sebagian kecil ke arah Barat. Sedangkan sebaran pada saat surut arus mengalir dari arah Utara ke Selatan, kemudian arus karena adanya Pulau Santolo arus berbelok dari arah Barat Laut ke Tenggara. Hasil analisis statistik menunjukan bahwa kadar nitrat dan nitrit di Perairan Cilauteureun saat pasang dan surut adalah sama, karena perbedaan konsentrasinya yang sangat kecil.
SEBARAN KONSENTRASI ORTOFOSFAT DI LAPISAN PERMUKAAN PERAIRAN PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PENGAMBENGAN DAN ESTUARI PERANCAK, BALI Aziz, Afriza; Wulandari, Sri Yulina; Maslukah, Lilik
Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.147 KB)

Abstract

Perairan PPN (Pelabuhan Perikanan Nusantara) Pengambengan dan perairan estuari Perancak berada di satu kawasan perairan yang berhubungan langsung dengan selat Bali. Terdapat banyak industri pengolahan ikan di kawasan ini yang langsung membuang limbah ke laut tanpa pengolahan terlebih dahulu. Air limbah tersebut diduga mengandung senyawa ortofosfat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi ortofosfat dalam air limbah dan air laut beserta faktor-faktor fisika-kimia perairan yang mempengaruhinya, serta penyebarannya di lapisan permukaan perairan PPN Pengambengan dan estuari Perancak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif pada 16 stasiun penelitian yang ditentukan secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ortofosfat dalam sampel air laut berkisar antara 0,017 mg/l – 1,536 mg/l; konsentrasi ortofosfat dalam sampel air limbah A sebesar 39,126 mg/l dan sampel air limbah B sebesar 19,591 mg/l. Konsentrasi ortofosfat di perairan PPN Pengambengan dipengaruhi oleh sumber ortofosfat yang berasal dari air limbah hasil industri pengolahan ikan, dan konsentrasi ortofosfat di perairan estuari Perancak dipengaruhi oleh sumber ortofosfat yang berasal dari limbah buangan pemukiman penduduk dan home industry, serta ekosistem mangrove yang ada di pinggiran sungai Perancak. Secara horizontal, kadar fosfat semakin tinggi pada daerah pantai. 
STUDI SEBARAN LOGAM BERAT Pb (Timbal) PADA SEDIMEN DASAR PERAIRAN PANTAI SLAMARAN KOTA PEKALONGAN Rezki, Chiquita Tri; Subardjo, Petrus; Wulandari, Sri Yulina
Journal of Oceanography Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (952.144 KB)

Abstract

Abstrak Pertumbuhan penduduk serta industri yang pesat memberikan dampak negatif, seperti penurunan kualitas lingkungan laut akibat pembuangan bahan – bahan yang bersifat racun yang merupakan sisa hasil kegiatan manusia di daratan, seperti limbah domestik, pertanian, serta perindustrian yang berujung di muara sungai dan pantai. Menurut Palar (1994), pada limbah buangan sisa kegiatan industri seringkali terdapat bahan pencemar yang sangat membahayakan seperti logam berat (Pb). Pb tersebut selain akan mencemari air juga akan mengendap di dasar dan akan terkonsentrasi ke dalam tubuh makhluk hidup. Untuk mengetahui sejauh mana konsentrasi Pb (Timbal) yang terakumulasi pada sedimen Pantai Slamaran Pekalongan maka dilakukan penelitian mengenai logam berat Pb. Tujuan dilakukan penelitian untuk mengetahui kosentrasi dan pola sebaran logam berat yaitu Pb (Timbal) pada sedimen. Materi yang digunakan dalam penelitian ini berupa sampel sedimen dengan materi pendukung berupa parameter fisika dan kimia oseanografi meliputi arus laut, pasang surut, pH, DO, suhu. Pengambilan data lapangan dilakukan di Perairan Pantai Slamaran Kota Pekalongan pada tanggal 27 Mei 2012. Analisa sampel sedimen untuk konsentrasi logam berat Pb (Timbal) dilakukan di laboratorium Teknik Lingkungan, Universitas Diponegoro. Analisa ukuran butir sedimen dilakukan di laboratorium geologi Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro. ArcGIS 9.3 digunakan untuk menyajikan peta sebaran kosentrasi logam berat Pb. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kosentrasi Pb tertingi pada sedimen terletak di muara Delta Sungai Slamaran dengan nilai 32,403 ppm, dan konsentrasinya berkurang ketika menjauhi muara Delta Sungai Slamaran. Berdasarkan hasil analisa ukuran butir, jenis sedimen pada Pantai Slamaran didominasi oleh jenis silty sand (pasir lanauan).
DISTRIBUSI KONSENTRASI NITROGEN ANORGANIK TERLARUT PADA SAAT PASANG DAN SURUT DI MUARA SUNGAI PERANCAK DAN INDUSTRI PELABUHAN PERIKANAN PENGAMBENGAN BALI Mustiawan, Komang; Wulandari, Sri Yulina; Indrayanti, Elis
Journal of Oceanography Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.485 KB)

Abstract

Abstrak Berbagai aktivitas anthropogenik atau kegiatan industri perikanan seperti pertambakan, pengalengan, penepungan dan perebusan ikan yang dilakukan di sekitar wilayah Muara Sungai Perancak dan Industri Pelabuhan Perikanan Pengambengan Bali memberikan masukan senyawa nitrogen anorganik terlarut . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi konsentrasi nitrogen anorganik pada saat pasang dan surut. Data yang digunakan mencakup data primer dan data sekunder. Data primer yaitu sampel air laut berupa nitrat, nitrit dan amonia dan data model arus. Adapun data sekunder yaitu data pengukuran parameter insitu lapangan meliputi DO,Suhu, Salinitas, pH dan Grafik Prediksi pasang sururt. Hasil yang diperoleh menunjukkan distribusi nitrogen anorganik terlarut berupa nitrat dan nitrit pada saat pasang mempunyai konsentrasi yang lebih tinggi menuju ke arah barat laut yaitu PPN Pengambengan dan pada saat surut mempunyai konsentrasi yang lebih tinggi ke arah  tenggara  yaitu muara sungai Perancak. Distribusi nitrogen anorganik terlarut berupa amoniak  mempunyai pola persebaran yang sama baik pasang maupun surut yaitu paling tinggi berada pada kolam pelabuhan PPN Pengambengan.
ANALISIS RESIDU PESTISIDA ORGANOFOSFAT DI PERAIRAN MLONGGO KABUPATEN JEPARA Hadi Nugroho, Bara Yanwar; Wulandari, Sri Yulina; Ridlo, Ali
Journal of Oceanography Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.449 KB)

Abstract

Perairan Mlonggo merupakan kawasan perairan teluk yang terletak di Kabupaten Jepara. Bidang pertanian merupakan salah satu aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat di kawasan ini. Petani banyak menggunakan pestisida jenis organofosfat karena dianggap paling efektif membunuh hama dan mudah diperoleh di pasaran. Organofosfat mempunyai sifat racun dan kurang persisten di alam. Penggunaan organofosfat yang berlebihan dan terus menerus dapat mencemari lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi residu pestisida organofosfat di Perairan Mlonggo Kabupaten Jepara. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, sedangkan lokasi penelitian ditentukan dengan metode purposif. Analisis pestisida organofosfat dalam sampel air laut yang diambil dari lima stasiun menggunakan alat kromatografi gas. pH, suhu, DO, salinitas dan data arus digunakan sebagai data pendukung yang diambil secara insitu. Hasil penelitian menunjukkan residu pestisida organofosfat yang terdeteksi adalah klorpirifos dengan konsentrasi dari stasiun 1 sampai 5 berturut-turut adalah 0,0027; 0,0028; 0,0024; 0,0023 dan 0,0020 ppm. Profenofos, diazinon, fenitotrion, malation, metidation, dan paration di bawah batas deteksi alat. 
SEBARAN HORISONTAL ORTOFOSFAT PADA MUSIM PERALIHAN I DI PERAIRAN TUGU SEMARANG Prabowo, Endianto Arief; Wulandari, Sri Yulina; Indrayanti, Elis
Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1573.974 KB)

Abstract

ABSTRAKKonsentrasi ortofosfat di Perairan Tugu Semarang pada musim peralihan I saat pasang berkisar antara 0,150 – 0,175 mg/L dan saat surut berkisar antara 0,162 – 0,200 mg/L. Konsentrasi ortofosfat tertinggi pada saat surut terdapat di stasiun 1, 2 dan stasiun 3 nilainya sebesar 0,200 mg/L. Konsentrasi ortofosfat tertinggi pada saat pasang terdapat di stasiun 1, 2, 3, 12 dan stasiun 13 yaitu sebesar 0,175 mg/L. Stasiun 6 adalah stasiun dengan nilai konsentrasi terendah pada kondisi pasang maupun surut yaitu dengan nilai konsentrasi 0,150 mg/L saat pasang dan 0,162 mg/L saat surut. Sebaran konsentrasi ortofosfat di Perairan Tugu Semarang diduga dipengaruhi oleh arus pasang surut yang terjadi di kawasan tersebut. Kata Kunci : Pasang Surut, Ortofosfat, Perairan Tugu Semarang, Musim Peralihan I  ABSTRACTOrthophosphate concentration in the waters of Tugu District Semarang at first transition season at high tide ranged between 0,150 – 0,175 mg/L while at low tide ranged between 0,162 – 0,200 mg/L. The highest orthophosphate concentration at low tide is 0,200 mg/L located in station 1, 2, and 3 while at high tide is 0,175 mg/L located in station 1, 2, 3, 12, and 13. Station 6 had the lowest orthophosphate concentration both on the high tide with 0,150 mg/L and low tide with 0,162 mg/L. The distribution of orthophosphate concentration in the waters of Tugu, Semarang was expected influenced by tidal current in these area.