Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Madrasah Sebagai Lembaga Pendidikan Islam (Sistem dan Perkembangannya Sebelum dan Sesudah Kemerdekaan) Rahmat Rahmat
Rihlah : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Vol 1 No 01 (2014): Mei
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/rihlah.v1i01.649

Abstract

Madrasah is analternative educational institution for the parents to be the venue for the education of her son. The number of madrasah from one period to the next government has developed. Therefore, policy makers and others involved in the educational process at the school should pay attention to the learning systemas the early history of its formation.The Growth madrasah in Indonesia against the back drop of two factors; First, factors renewal of Islamic thought which responded by breathing santri who studied in the Middle East. The second is response to the Dutch government's education policy. The development of madrasah before and after independence is determined policy authorities. Before independence policies adopted by the colonial government to wards education oriented to streng  the rule of Islam in Indonesia. After independence, the Indonesian government to law the madrasah education with a number of regulations and legislation
Pendidikan Islam Sebagai Ilmu (Ontologi, Epistimologi dan Aksiologi) Rahmat Rahmat
Sulesana Vol 6 No 2 (2011)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v6i2.1409

Abstract

Pendidikan Islam dapat dikatakan sebagai ilmu pengetahuan karena memenuhi persyaratan sebagai ilmu pengetahuan, baik menyangkut objek, metode maupun tujuan. Dalam terminologi filsafat, ketiga persyaratan itu disebut ontologi, epistimologi dan aksiologi.Dalam ajaran Islam realitas tidak hanya terbatas pada yang lahiriah dalam bentuk alam nyata, melainkan menyangkut realitas yang gaib. Realitas yang lahiriyah dan yang gaib itu berawal dari yang tunggal, yaitu Tuhan. Dalam pemahaman seperti ini maka dapat dikatakan obyek pendidikan Islam itu tidak hanya terbatas pada alam fisik (alam dan manusia), melainkan menyangkut Tuhan. Berbicara seputar Tuhan, alam dan manusia dalam keterkaitan  dengan  filsafat pendidikan Islam tidak telepas dengan kajian teologi, kosmologi dan antropologi. Dalam konsep epistimologi Islam yang berdemensi tauhid, tercermin pada pandangan bahwa ilmu-ilmu pada hakekatnya merupakan perpanjangan dari ayat-ayat Allah yang terkandung dalam semua ciptaan-Nya, serta ayat-ayat Allah yang tersurat dalam Al-Qur’an. Ilmu dibangun atas dasar kemampuan membaca dan mengenal ayat-ayat, baik ayat kauniyah (alam dan manusia) maupun ayat qauliyah. Ketika seseorang ingin menyingkap rahasia Tuhan lewat ayat-ayat kauniyah maka lahirlah berbagai disiplin ilmu eksakta dan ilmu sosial. Ketika seseorang ingin menyingkap rahasia Tuhan lewat ayat-ayat qauliyah maka lahirlah ilmu-ilmu agama. Tujuan pendidikan termasuk masalah sentral dalam pendidikan, sebab tanpa perumusan tujuan pendidikan yang baik, maka perbuatan mendidik bisa menjadi tidak jelas tanpa arah dan bahkan bisa tersesat atau salah langkah. Semakin jelas bahwa tujuan pendidikan Islam bukan saja diarahkan menjadi manusia dalam bentuk mengamalkan ajaran beragama dan berakhlak mulia, melainkan juga mampu mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya terutama aspek fisik, psikis, intelektual, kepribadian dan sosial sesuai dengan tuntutan kehidupan, perkembangan masyarakat serta harapan ajaran Islam itu sendiri, terutama dalam menjadikannya mampu menunaikan tugas sebagai khalifah, dan insan yang mengabdi kepada Allah Swt.
KEGIATAN MAPPUASAKI DI KABUPATEN ENREKANG Suherman Suherman; Elihami Elihami; Rahmat Rahmat; Suparman Suparman
MASPUL JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT Vol 2 No 1 (2020): MASPUL JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT
Publisher : LP2M Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1217.556 KB)

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertajuk Mappuasaki (Massenrempulu Berpuasa) ini merupakan kegiatan yang tergolong ke dalam kategori “gerakan kultural”. Tim pengabdian dalam kegiatan ini menggunakan metode partisipatif, yakni terjun langsung dalam proses kegiatan dan mengajak beberapa kelompok masyarakat dan komunitas-komunitas yang aktif di Enrekang untuk berkolaborasi dalam kegiatan. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 (dua) pekan, yakni tanggal 13 – 26 mei 2019.Dimulai dari pukul 15.00 Wita – selesai (malam). Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa kegiatan semacam ini perlu dilakukan secara berkala khususnya di Bumi Massenrempulukarena syarat akan nilai-nilai positif. Terlebih karena masyarakat Massenrempulu secara umum boleh dikata sangat haus akan nuansa estetik. Kegiatan ini juga meningkatkan pengetahuan dan daya apresiasi masyarakat Massenrempulu terkait kesenian dan kebudayaan, serta meningkatkan kemampuan berekspresi dan berkreasi dalam rangka menjaga dan melestarika kesenian dan kebudayaan di Bumi Massenrempulu itu sendiri.
Sistem Receiver Satelit NOAA pada Frekuensi 137,9 MHz Nuhung Suleman; Rahmat Rahmat
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 6, No 1 (2017): Edisi Juni 2017
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.579 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v6i1.2259

Abstract

Radio cuaca yang diusulkan terdiri atas rangkaian radio penerima, perangkat lunak untuk translasi data cuaca dari satelit menjadi data cuaca yang mudah dibaca oleh pengguna (nelayan) disimpan dalam EPROM yang dapat diintegrasikan pada radio cuaca. Radio cuaca yang diusulkan juga memiliki sistem deteksi penerimaan data satelit cuaca NOAA melalui program aplikasi pewaktu (timer) yang dapat mengaktifkan radio cuaca sekitar 5 menit sebelum waktu satelit NOAA melintasi Indonesia. Karena perangkat lunak/aplikasi disimpan dalam EPROM maka tidak diperlukan komputer untuk mengoperasikan radio cuaca.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Make a Match dalam Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Matematika Arinal Magfirah; Irman Syarif; Rahmat Rahmat
Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar  Vol 2 No 2 (2021): Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan cara dalam meningkatkan kualitas hidup seseorang pada semua aspek kehidupan. Pendidikan tidak terlepas dari proses pembelajaran. Dalam melakukan pembelajaran dibutuhkan sebua media pembelajaran dalam hal membangkitkan keinginan dan minat yang baru bagi siswa, membangkitkan motivasi belajar, dan bahkan membawa pengaruh psikologis terhadap siswa. Media pembelajaran berbasis power point salah satu media yang dapat digunakan dalam penelitian ini akan melakukan pengaruh media pembelajaran power point dalam meningkatkan minat belajar peserta didik kelas V SD Negri 172 Enrekang. Sampel penelitian ini berjumlah 30 siswa. Wawancara dan angket digunakan sebagai alat penumpulan data. Teknik Analisis data menggunakan rumus korelasi product moment IMB SPSS statiatic 22 for wondows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan minat belajar peserta didik dengan menerapkan media pembelajaran berbasis power point dengan nilai t-hitung untuk variabel minat belajar peserta didik 10.056 dengan p-value sebesar 0.000. Maka dari itu, penerepan media pembelajaran berbasis power point sangat penting untuk mempengaruhi pengembangan minat belajar pesrta didik karena sebagai daya tarik dalam proses pembelajaran.
Diskualifikasi Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan Madura Perspektif Fikih Siyâsah Rahmat Rahmat
Al-Daulah: Jurnal Hukum dan Perundangan Islam Vol. 5 No. 1 (2015): April 2015
Publisher : Prodi Siyasah (Hukum Tata Negara) Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.279 KB) | DOI: 10.15642/ad.2015.5.1.120-151

Abstract

Abstract: This article discusses about the disqualification of the candidate of regent and vice regent in Bangkalan-Madura within the Islamic political jurisprudence perspective. In a decision No. 136/G/2012/PTUN.Sby, the Surabaya State Administrative Court decided that regent and vice regent in Bangkalan-Madura, which is signed by the leader of the National Unity Party (PPN), is legally flawed on the basis of article 1, paragraph 12, article 57 paragraph 3 of Regulation of KPU No. 6 year 2011. The decision is by the consideration that the National Unity Party is not a new party. It is just changing the name of the Regional Unity Party that should remain as chairman and secretary of the DPC PPN of Bangkalan-Madura. The judge of the Surabaya State Administrative Court within his legal decision No. 136/G/2012/PTUN.Sby set the proposal of the regent and vice regent in Bangkalan-Madura.
Studi Kinerja Blok Beton Berkait Sebagai Pelindung Pantai I Putu Samskerta; Dadang Karmen; Rahmat Rahmat
JURNAL TEKNIK HIDRAULIK Vol 4, No 1 (2013): JURNAL TEKNIK HIDRAULIK
Publisher : Pusat Litbang Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1192.427 KB) | DOI: 10.32679/jth.v4i1.272

Abstract

EVALUASI BERBASIS NORMALIZE MUTUAL INFORMATION UNTUK PENGELOMPOKAN PENELITIAN DENGAN K-MEANS CLUSTERING Rahmat Rahmat; Mustikasari Mustikasari; Nur Afif
Teknosains Vol 16 No 1 (2022): Januari-April
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v16i1.23962

Abstract

Secara manual, aglomerasi dokumen dapat diklasifikasikan berdasarkan judul dokumen. Untuk jumlah dokumen yang tidak terlalu banyak, cara ini masih mungkin dilakukan, namun jika jumlah dokumen yang akan dikelompokkan bertambah, maka akan memakan waktu yang cukup lama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bekerja dengan mengklasifikasikan dokumen penelitian untuk memberikan informasi tentang hubungan antara isi penelitian yang satu dengan penelitian yang lain sehingga dapat dijadikan acuan bagi peneliti dengan fokus area yang berbeda, dalam memetakan skema kerjasama penelitian yang akan datang. Proses pengelompokan judul penelitian dilakukan dengan menggunakan metode k-Means Clustering pada sekumpulan judul penelitian dengan mengambil judul penelitian dan abstrak sebagai informasi yang dapat mewakili isi dokumen. Dokumen akan melalui proses preprocessing menggunakan metode text mining. Selanjutnya, judul dapat dikelompokkan menggunakan metode yang diterapkan. Hasilnya adalah membuat aplikasi yang secara otomatis dapat mengklasifikasikan judul penelitian untuk nilai k. Untuk mencapai keseimbangan dalam pemilihan jumlah cluster dan kualitas hasil pengelompokan, maka teknik pengujian kualitas cluster yang digunakan dalam penelitian ini adalah Normalized Mutual Information (NMI). Percobaan dilakukan dengan memasukkan jumlah cluster yang bervariasi untuk mendapatkan hasil pengelompokan terbaik dengan nilai NMI.
Kewenangan Camat Dalam Pembinaan Administrasi Desa (Studi Di Kantor Camat Sei Kepayang Barat Kabupaten Asahan) Asriani Sitorus; Rahmat Rahmat
Citra Justicia : Majalah Hukum dan Dinamika Masyarakat Vol 22, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/cj.v22i2.2234

Abstract

ABSTRAK Kecamatan Sei Kepayang Barat adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia diwilayah Kabupaten Asahan sehingga dalam urusan otonomi daerah sebagian tugasnya dilimpahkan ke Kecamatan dan Camat mendapat wewenang untuk melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap Pemerintah Desa karena Bupati adalah wakil Negara di tingkat Kabupaten. Mengingat kompleksnya aspek-aspek atau bidang yang hendak dibangun ditingkat pemerintahan terendah tersebut, maka salah satu aspek yang terlebih dahulu perlu dibangun adalah peningkatan kemampuan aparat pemerintah desa dalam pelaksanaan tugas-tugas administrasi pemerintahan, disamping memperkuat partisipasi masyarakat dan kelembagaannya serta aspek-aspek lainnya. Kata kunci: Kewenangan, Camat, Dalam, Pembinaan, Administrasi. ABSTRACTSei Kepayang Barat Sub-district is the division of administrative areas in Indonesia in the Asahan Regency so that in matters of regional autonomy part of its duties are delegated to the District and the Camat is authorized to supervise and foster the Village Government because the Regent is the State representative at the Regency level. Given the complexity of the aspects or fields to be built at the lowest level of government, one aspect that needs to be developed first is to increase the capacity of village government officials in carrying out government administrative tasks, in addition to strengthening community participation and institutions as well as other aspects. Keywords: Authority, Head of Sub-District, Inside, Development, Administration.
Liberalisme Dalam Pendidikan Islam (Implikasinya Terhadap Sistem Pembelajaran Agama Islam Di Sekolah) Rahmat Rahmat
Nidhomul Haq : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2016): Islamic Education of Management
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Institut Pesantren KH Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/ndh.v1i2.10

Abstract

Humans (both teachers or learners) as the subject of education in nature is a creature who can think and be critical and able to read and change the reality of the world. Long before these teachings of Islam had earlier delivered it. The idea of liberalism (liberation) in education is the efforts to liberate human beings from the educational system is verbal, all naive, boring, and authoritarian cultures dictate and rule. Such educational practices can kill the critical and creative power of man himself. Therefore, such education should be abolished and replaced with the concept of education in accordance with the human character who has the instinct or the basis of freedom. While in Islamic education the essential concept of freedom must be in accordance with the value in the concept of Islam oriented not only to the world but also to achieve success, happiness, and prosperity in the afterlife.