Claim Missing Document
Check
Articles

UJI SITOTOKSITAS DAN ANTIPROLIFERATIF SEL KANKER PAYUDARA T47D DAN SEL VERO BIJI Nigella sativa, L. Hayu Nurani, Laela
PHARMACIANA Vol 2, No 1: Mei 2012
Publisher : PHARMACIANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.03 KB)

Abstract

Biji jinten hitam mengandung golongan senyawa utama yaitu minyak atisiri, terpen, dan alkaloid yang dapat digunakan untuk pengobatan tradisional sebagai antikanker. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji efek sitotoksik ekstrak eter, etanol, dan infusa biji Nigella sativa, L. (jinten hitam) dalam hal kemampuannya menghambat pertumbuhan sel T47D dan normal (Vero) serta pengaruhnya terhadap kinetika proliferasi sel kanker payudara T47D. Dalam penelitian ini digunakan ekstrak eter, etanol, dan infusa biji jinten hitam yang diperoleh dengan metode maserasi dan infundasi. Uji sitotoksisitas dilakukan dengan menginkubasi sel kanker payudara T47D dengan kepadatan 2 x 104 dengan delapan seri kadar akhirnya yaitu 2000; 1000; 500; 250; 125; 62,5; 31,25 dan 15,625 ?g/ml selama 24 jam. Sel Vero dengan kepadatan 2 x 10 dengan tujuh seri kadar yaitu 4000; 2000; 1000; 500; 250; 125 dan 62,5 ?g/ml diinkubasi selama 24 jam. Sebagai koreksi diujikan pula kontrol sel. Jumlah sel dihitung dengan metode perhitungan langsung dan dihitung persen kematiannya. Nilai LC50 dihitung dengan menggunakan analisis probit. Pengamatan terhadap sifat penghambatan pertumbuhan dilakukan dengan mengamati kinetika proliferasi sel dengan penambahan biru tripan pada jam ke-24, 48 dan 72 untuk menentukan doubling time-nya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak eter, etanol, dan infusa biji jinten hitam bersifat sitotoksik terhadap sel kanker payudara T47D dengan LC50 berturut-turut sebesar 32,63; 10,02; dan 23,82 ?g/mL. Uji sitotoksisitas terhadap sel Vero menghasilkan LC50 berturut-turut sebesar 300,6; 328,41; dan 778,64 _g/ml. Hasil uji antiproliferatif menunjukkan bahwa pada kadar 62,5?g/ml dan 31,625 ?g/ml memperpanjang doubling time. Ekstrak etanol biji jinten mempunyai potensi yang lebih besar karena mempunyai indeks keamanan yang paling besar dibandingkan ekstrak eter dan infusa.
ISOLASI DAN UJI PENANGKAPAN RADIKAL BEBAS DPPH OLEH ISOLAT-1, FRAKSI ETIL ASETAT, DAN EKSTRAK ETANOL AKAR PASAK BUMI (Eurycoma longifolia Jack) Nurani, Laela Hayu
PHARMACIANA Vol 3, No 1: Mei 2013
Publisher : PHARMACIANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.03 KB)

Abstract

Radikal bebas dihasilkan pada waktu menjalankan proses-proses metabolit atau melawan infeksi maupun sewaktu tubuh mencerna makanan. Radikal bebas yang tidakstabil dapat dinetralisi dengan antioksidan. Akar pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack.) diketahui mengandung senyawa flavonoid, yang diketahui mempunyai aktivitas sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan aktivitas penangkapan radikal bebas fraksi air dan fraksi etil asetat ekstrak etanol akar pasak bumi dengan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Akar pasak bumi diekstraksi dengan etanol 70% menggunakan maserasi. Ekstrak etanol dilarutkan dalam etil asetat, fraksinasi dengan etil asetat sehingga diperoleh fraksi etil asetat. Konsentrasi ekstrak etanol dan fraksi etil asetat yang digunakan adalah 2; 4; 8; 16 ug/mL dan isolat-1 yaitu: 0,8; 1,6; 3,2; dan 6,4 ug/mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan mempunyai aktivitas sebagai penangkap radikal bebas. Hasil analisis statistika dengan metode Kruskal Wallis pada taraf kepercayaan 95% yang dilanjutkan dengan uji Mann whitney menunjukkan adanya perbedaan aktivitas penangkapan radikal bebas yang signifikan antara masing-masing kelompok perlakuan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah diperolehnya harga ES50 ektrak etanol (15,64 ug/mL) lebih besar daripada fraksi etil asetat (13,948 ug/mL) lebih besar daripada isolat 1 (3,961).
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI INFUSA DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) SECARA in Vitro TERHADAP Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Escherichia coli ATCC 35218 SERTA PROFIL KROMATOGRAFI LAPIS TIPISNYA Yeni, Yeni Dianita; Djannah, Sitti Nur; Nurani, Laela Hayu
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health) Vol 4, No 3 (2010): Jurnal Kes Mas FKM UAD September 2010
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.302 KB)

Abstract

Background: A research has been done to test the In vitro antibacterial activities of sirsak leaf(Annona muricata L.) infuse toward Staphylococcus aureus ATCC 25923 and Escherichia coliATCC 35218 to analyze its thin layer chromatography profile. This research done to observe theantibacterial activity from sirsak leaf infuse.Method: A test on the antibacterial activity was done by using liquid dilution method. Theconcentration infuse in sterile destilate water using to test the antibacterial activity toward S.aureus were 100%, 95%, 90%, 85%, 80%, and 75% w/v, while toward E. coli were 100%, 90%,80%, 70%, 60%, and 50% w/v. To detect Chemical contains of the sirsak leaf infuse wereidentified using Screening method of Phytochemistry and Thin Layer Chromatography (TLC).Result: The result showed that the Minimum Bacterial Concentration (MBC) of sirsak leaf infuseS. aureus were 85% w/v, while E. coli could not be show antibacterial activity until 100% w/vconcentration. The Minimum Inhibition Concentration (MIC) could not be identified by the liquiddilution because the mixture were turbid and the colour is dark brown. Screening method ofPhytochemistry use tube-test and Thin Layer Chromatography showed that the infuse containflavonoid, poliphenol, and alkaloid.Conclusion: Infuse of sirsak leaf (Annona muricata L.) has antibacterial activity againstStaphylococcus aureus ATCC 25923 and Escherichia coli ATCC 35218 profil infuse. Thin LayerChromatography showed that the infuse contain flavonoid, poliphenol, and alkaloid.Keyword: Antibacterial, sirsak leaf, chromatography
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL AKAR PASAK BUMI (Eurycoma longifolia Jack) TERHADAP EKSPRESI PROTEIN p53 PADA KANKER PAYUDARA TIKUS BETINA SPRAGUE DAWLEY (SD) YANG DIINDUKSI 7,12-Dimetilbenz[α]anthrasen (DMBA) Nurani, Laela Hayu
Pharmacon Vol 11, No 1 (2010)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.239 KB)

Abstract

Akar pasak bumi mengandung senyawa kuasinoid diduga mempunyai efek penghambatan karsinogenesis, antiulcer, dan antimalaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian eksktrak etanol akar pasak bumi terhadap ekspresi p53 pada kanker payudara tikus betina yang diinduksi DMBA.Tikus dibagi menjadi 6 kelompok. Kelompok I, II dan III diberi ekstrak etanol akar pasak bumi dosis berturut-turut 100; 200 dan 400 mg/kg BB. Kelompok IV diberi larutan DMBA 20 mg/kg BB. Kelompok V diberi corn oil. Kelompok VI sebagai baseline. Tikus yang mengalami kanker, dihitung jumlah nodul tumornya dan pada minggu ke-23 semua tikus dikorbankan dan diambil jaringannya untuk pengamatan secara mikroskopik menggunakan metode H&E dan imunohistokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata ekpresi p53 mutant pada pemberian ekstrak berturut-turut 100, 200 dan 400 mg/kg BB adalah 6,375 ± 4,07; 11,25 ± 16,53; dan 0,875 ± 1,75; kelompok  IV (DMBA) sebesar 13,125 ± 14,4; kelompok V (corn oil) adalah 1,375 ± 1,55; kelompok VI (baseline) adalah 0,375 ± 0,75. Hasil penelitian disimpulkan bahwa ekstrak etanol akar pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack) dosis 400 mg/kg BB yang diberikan sebelum dan selama induksi DMBA mampu menurunkan ekspresi protein p53 mutant (proapotosis) dan mampu menghambat pertumbuhan kanker payudara tikus betina Sprague Dawley yang diinduksi 7,12-dimetilbenz(α)antrasen (DMBA).Kata kunci:  akar pasak bumi (Eurycoma longifolia Jack), kemopreventif, imunohistokimia, ekspresi p53
UJI SITOTOKSISITAS, ANTIPROLIFERATIF, DAN PENGARUHNYA TERHADAP EKSPRESI P53 DAN BCl2 DARI FRAKSI ETANOL INFUSA DAUN TEH (Camellia sinensis (L.) O.K.) TERHADAP SEL HeLa Nurani, Laela Hayu
Majalah Obat Tradisional Vol 16, No 1 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.058 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ16iss1pp%p

Abstract

Daun teh (Camellia sinensis  (L.) O.K.) merupakan salah satu bahan alam yang digunakan masyarakat untuk pengobatan tradisional sebagai antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek sitotoksisitas, antiproliferatif, dan mekanisme terhadap p53 dan bcl-2  dari fraksi etanol infusa daun teh (Camellia sinensis  (L.) O.K.). Daun teh yang diperoleh, diekstraksi dengan cara infundasi dan difraksinasi dengan pelarut etanol. Uji sitotoksisitas dilakukan dengan menginkubasi sel HeLa dengan kepadatan 2.104 dengan perlakuan ekstrak kadar 250 µg/mL; 125  µg/mL; 62,5; 31,25; 15,63; dan 7,81 µg/mL selama 24 jam. Uji antiproliferatif dilakukan dengan menghitung  jumlah sel hidup pada perlakuan sampel kadar 31,25; 15,63; 7,81; dan 3,91 µg/mL setelah diinkubasi pada jam ke-24, 48 dan 72. Uji imunositokimia dilakukan pada konsentrasi sebesar 24,45 µg/mL  dengan antibodi p53 dan bcl-2.  Ekspresi p53 dan bcl-2   dibandingkan dengan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel fraksi etanol dari infusa daun teh (Camellia sinensis  (L.) O.K.) bersifat sitotoksik terhadap sel HeLa dengan harga LC­­50 sebesar 24, 45 µg/mL. Hasil uji doubling time diperoleh doubling time kontrol pelarut 74,11 µg/mL dan kontrol sel 78,22 µg/mL. Sedangkan pada perlakuan kadar 31,25; 15,63; 7,81; dan 3,91 µg/mL diperoleh harga slope yang negatif sehingga tidak diperoleh harga doubling time.  Ekstrak tersebut dapat memacu ekspresi p53 dan menghambat ekspresi bcl-2 dibandingkan dengan kontrol.
PENGARUH PEMBERIAN SEDIAAN NANOPARTIKEL KITOSAN EKSTRAK ETANOL ROSELA (Hibiscus sabdariffa L.) PADA TIKUS HIPERKOLESTEROL TERHADAP PROFIL LIPID. Safitri, Meta; Nurkhasanah, Nurkhasanah; Nurani, Laela Hayu
Kartika Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.487 KB) | DOI: 10.26874/kjif.v2i1.9

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian Sediaan Nanopartikel Kitosan Ekstrak Etanol Rosela (SNKEER) terhadap profil lipid tikus galur Sprague Dawley yang diinduksi hiperkolesterol. Pembuatan SNKEER dilakukan berdasarkan hasil optimasi dengan perbandingan 2:1:1/10 (ekstrak etanol rosela (EER) : kitosan : TPP), selanjutnya dilakukan uji in vivo dengan menggunakan Tikus putih betina galur Sprague Dawley (SD) umur 6-8 minggu sejumlah 25 ekor dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok I (K1) adalah kelompok kontrol diberi pakan standar; kelompok II (K2) diinduksi hiperkolesterol; serta kelompok III (3), IV (4), dan V (5) diinduksi hiperkolesterol dan SNKEER masing-masing dengan  dosis 25, 50, dan 100 mg/kgBB, selama 30 hari. Pada hari ke 31 semua hewan uji diambil darahnya melalui vena orbitalis mata untuk dilakukan pengukuran profil lipid (Kolesterol Total, kadar LDL, HDL, Trigliserida). Analisis yang dilakukan terhadap penelitian ini adalah One Way Analisis Of Variance (ANOVA) dengan uji lanjutan Tukey 5 %.Hasil penelitian rata-rata pengukuran profil lipid adalah sebagai berikut : pada pengukuran Kolesterol K1, K2, K3, K4,K5 berturut-turut yaitu 106,76; 233,45; 197,63; 158,61; 133,94 mg/dl, Trigliserida : 73,33; 125,51; 107,97; 90,43; 80,87 mg/dl, HDL: 44,41; 14,45; 18,19; 23,68; 30,90mg/dl , LDL: 51,58; 72,24; 63,16; 54,61; 51,84 mg/dl.  Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa kelompok SNKEER dosis (25, 50, 100 mg/kgBB) dapat berpengaruh signifikan terhadap perbaikan  profil lipid terutama dalam menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida, dan kadar LDL serta dapat meningkatkan kadar HDL secara signifikan bila dibandingkan dengan kelompok hiperkolesterol (K2). Adapun kelompok perlakuan yang memberikan hasil perbaikan profil lipid  terbaik adalah kelompok SNKEER dosis 100 mg/kgBB bila dibandingkan dengan semua kelompok perlakuan (P<0,05).
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN NANOPARTIKEL KITOSAN EKSTRAK ETANOL KELOPAK ROSELA (Hibiscus sabdariffa L)PADA TIKUS HIPERKOLESTEROL : PENGUKURAN KADAR MALONDIALDEHID (MDA) Wijaya, Andi; Nurani, Laela Hayu; Nurkhasa, Nurkhasa
Kartika Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.318 KB) | DOI: 10.26874/kjif.v2i1.5

Abstract

Pemberian sediaan nanopartikel kitosan ekstrak rosela (NKER) dapat mencegah terjadinya stres oksidatif karena mengandung flavonoid antosianin yang berefek sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian sediaan nanopartikel kitosan ekstrak etanol kelopak bunga rosela terhadap aktivitas antioksidan dengan mengukur kadar MDA.Penurunan stres oksidatif dapat diketahui dengan mengukur kadar malondealdehid (MDA) yang dihasilkan oleh reaksi peroksidasi lipid.Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus dewasa galur Sprague Dawley yang dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok I diberikan diet pakan standar sebagai base line, kelompok II diinduksi dengan kolesterol murni. Kelompok III, IV dan V diinduksi kolesterol murni serta diberikan sediaan NKER dengan dosis berturut-turut 25mg/KgBB, 50 mg/KgBB dan 100 mg/KgBB. Perlakuan dilakukan selama 30 hari. Pada hari ke - 31 setiap tikus diambil darahnya untuk pengukuran kadar kolesterol total, serta pengukuran kadar MDA menggunakan metode Thiobarbituric acid reactive substance (TBARS).Hasil penelitian menunjukan terjadi peningkatan kadar MDA pada tikus yang diinduksi kolesterol murni (kelompok II) dengan rerata kadar 7,13±0,22 nmol/ml berbeda bermakna dengan baseline dengan rerata kadar 0,87±0,77 nmol/ml (p≤0,05). Rerata kadar MDA pada kelompok III, IV dan V berturut adalah 5,49±0,18 nmol/ml; 4,18±0,37 nmol/ml; dan 2,18±0,15 nmol/ml, berbeda bermakna jika dibandingkan dengan kelompok baseline maupun dengan kelompok II (p≤0,05). Penurunan kadar MDA pada tikus hiperkolesterol yang diberikan sediaan NKER menunjukan bahwa sediaan NKER memiliki aktivitas sebagai antioksidan, dimana aktivitas antioksidan tertinggi dimiliki oleh sediaan NKER dosis 100mg/KgBB.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN NANOPARTIKEL KITOSAN EKSTRAK ETANOL ROSELA (Hibiscus sabdariffa L.) PADA TIKUS HIPERKOLESTEROL TERHADAP AKTIVITAS ENZIM SOD Zulfa, Elya; Nurkhasanah, Nurkhasanah; Nurani, Laela Hayu
Kartika Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.884 KB) | DOI: 10.26874/kjif.v2i1.26

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek sediaan nanopartikel kitosan ekstrak etanol rosela (SNKEER) terhadap aktivitas enzim SOD pada tikus hiperkolesterol. Pembuatan SNKEER dilakukan berdasarkan hasil optimasi terbaik dengan perbandingan 2:1:1/10 (ekstrak etanol rosela : kitosan : TPP), selanjutnya dilakukan uji in vivo dengan menyiapkan tikus putih betina galur Sprague Dawley (SD) umur 6-8 minggu dengan berat badan 150-250 g sejumlah 25 ekor dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok I adalah kelompok kontrol diberi pakan standar; kelompok II diinduksi hiperkolesterol ; kelompok III, IV, dan V diinduksi hiperkolesterol dan SNKEER masing-masing dengan dosis 25mg/ Kg BB/ hari, 50 mg/ Kg BB/ hari, dan 100 mg/ Kg BB/ hari selama 30  hari. Pada hari ke 31 semua tikus di ambil darahnya melalui vena orbitalis mata untuk dilakukan pengukuran aktivitas SOD dengan metode Ransod Standard. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dilanjutkan dengan uji tukey 5%. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pengukuran aktivitas SOD pada kelompok I, kelompok II, kelompok III, kelompok IV, dan kelompok V berturut-turut adalah sebagai berikut : 50,96 U/ml, 6,13 U/ml, 16,09 U/ml, 21,07 U/ml, 23,75 U/ml. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kelompok pemberian terapi SNKEER dengan variasi dosis (25,50,100) mg/kg BB/hari dapat secara signifikan meningkatkan aktivitas SOD bila dibandingkan dengan kelompok hiperkolesterol (P<0,05), peningkatan aktivitas SOD secara signifikan tertinggi terlihat pada kelompok V, yaitu kelompok hiperkolesterol yang diberi SNKEER 100 mg/kg BB/hari bila dibandingkan dengan  kelompok perlakuan SNKEER dosis 50 mg/kgBB/hari dan 100 mg/kgBB/hari (P<0,05).
UJI SITOTOKSITAS DAN ANTIPROLIFERATIF SEL KANKER PAYUDARA T47D DAN SEL VERO BIJI Nigella sativa, L. Nurani, Laela Hayu
Pharmaciana Vol 2, No 1 (2012): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.413 KB) | DOI: 10.12928/pharmaciana.v2i1.637

Abstract

Black cumin seeds contain oil classes atisiri, terpenes, and alkaloids that can beused for traditional medicine as anticancer. The purpose of this study was to assess thecytotoxic effects of ether extract, ethanol, and infusa seed Nigella sativa, L. (Blackcumin) to inhibit the growth of T47D and normal (Vero) cells and its effect on thekinetics of T47D breast cancer cells proliferation. This study were used extracts ofether, ethanol, and black cumin seeds infusa that obtained by maceration method andinfundasi. Cytotoxicity test was performed by incubating T47D breast cancer cells at a2 x 104 density with concentrations series of 2000; 1000; 500: 250: 125; 62.5; 31.25and 15.625 microg/ml for 24 hours. Vero cell with a density of 2 x 104 withconcentrations series of 4000; 2000; 1000; 500; 250; 125 and 62.5 microg/ml. Thenumber of cells was calculated by direct counting method and the calculated the deathpercentage. The LC50 values calculated using probit analysis. Observations on thenature of the growth inhibition were done by observing kinetics of cell proliferationwith the addition of trypan blue at-24, 48 and 72 to determine its doubling time. Theresults showed that the ether extract, ethanol, and black cumin seeds infusa arecytotoxic to T47D breast cancer cells with successive LC50 of 32.63: 10.02, and 23.82mg mL. Vero cell cytotoxicity test to produce successive LC50 of 300.6; 328.41, and778.64 g/ml. Antiproliferative test results showed that in 62.5 ug/ml and 31.625microg/ml prolong the doubling time. Ethanol extract of cumin seeds have a higherpotential due to the highest security index compared to ether extract and infusa.
UJI SITOTOKSISITAS DAN ANTIPROLIFERATIF FRAKSI ETIL ASETAT EKSTRAK ETANOL BIJI JINTEN HITAM (Nigella sativa, Lour) TERHADAP SEL MIELOMA Nurani, Laela Hayu
Pharmaciana Vol 1, No 2 (2011): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.947 KB) | DOI: 10.12928/pharmaciana.v1i2.520

Abstract

Cancer is the formation of new tissue which is abnormal and malignant. A groupof cells suddenly become disorganized and reduplicate themselves rigorously(hyperproliferation). Nigella sativa L. is one of the herbs which have an anticancereffect. This research aims to assess the cytotoxic and antiproliferative effect of Nigellasativa L. ethanol extract of Myeloma cells. Ethanolic extract was produced fromNigella sativa L. powder with maseration method. The cytotoxicity test was done byincubating Myeloma cells with the treatment concentration group of N. sativa L. ethylacetic fraction of ethanolic extract 2000; 1000; 500; 250; and 62,5 µg/ml, respectively.The test was done with an MTT method and then with a calculation of its deathpercentage. The LC50 is calculated using a probit analysis method. The test was thencontinued with the antiproliferative test to assess the doubling time at treatmentconcentration 125; 62,5 µg/ml and cellular control at hours 24, 48, and 72. The resultsshowed that Nigella sativa L. ethanolic extract had cytotoxic activity towards theMieloma cells with an LC50 value 177,01 µg/ml. The antiproliferative test showed thatthere was a growth inhibition, even cell death at the extract treatments. The doublingtime was 253 hours at 62,5 µg/ml concentration, 298,4 hours at 125 ug/ml, while thecell control had 54,52 hours.
Co-Authors Abdul Rohman Abdul Rohman Abdul Rohman Abdul Rohman Achmad Mursyidi Achmad Mursyidi Afiana Rohmani Aisyah, Vani Akrom, Akrom ANDI WIJAYA Anggita Rosiana Putri Anjar Windarsih Annisa Fatmawati Any Guntarti Any Guntarti Any Guntarti Any Guntarti Arif Santoso Aris Asahi Citra Ariani Edityaningrum Citra Ariani Edityaningrum Citra Dhea Cantika Devi Kumala Dewi Dewi Andini Kunti Mulangsri, Dewi Andini Kunti Djannah, Sitti Nur Djannah, Sitti Nur Dona, Rahma Dwi Utami DWI UTAMI Edityaningrum, Citra Ariyani Eka Kumalasari Eka Kumalasari Eka Kumalasari Eka Sakti Wahyuningtyas Eka Wahyuning Tyas Elya Zulfa, Elya Endang Darmawan Erwan Kurnianto Eti Nurwening Sholikhah Eti Nurwening Sholikhah Fara Azzahra Fara Azzahra Fauziyya, Riri Febrina Nugrahini Feri Anggita Hastanto Fikri Achmad Arif Galih Dwi Mulyati Gela Setya Ayu Putri Hari Susanti Heni Lutfiyati, Heni Heni Setyowati Esti Rahayu Husnun Khairunnisa Pratiwi Ibnu Gholib Gandjar Ibnu Gholib Gandjar Ibnu Gholib Gandjar Iin Narwanti Iin Narwanti Iis Wahyuningsih Intan Rahayu Irnawati Irnawati Isabella Meliawati Sikumbang Isabella Meliawati Sikumbang Jumina Jumina Jumina Jumina Mahardika Agus Wijayanti Meta Safitri, Meta Miratun Syarifah Moch. Saiful Bachri Moch. Saiful Bachri Moch. Saiful Bachri Muhammad Fikri Mustofa Mustofa Nanik Sulistyani Nasruddin Nasruddin Nasruddin Nasruddin Nawwar Irfan Nina Salamah Nina Salamah Nina Salamah Nining Sugihartini Nining Sugihartini Nur Azizah Nurkhasa Nurkhasa, Nurkhasa Nurkhasanah Mahfudh Nurkhasanah Nurkhasanah Putri Lestari Rahma Dona Ratih Arum Astuti Rohman, Abdul Salsabila, Nia SATRIYAS ILYAS Sikumbang, Isabella Meliawati Sitarina Widyarini Sitarina Widyarini Siti Fatmawati Fatimah, Siti Fatmawati Siti Salma Yusuf Siti Setianingsih Sitti Nur Djannah Sudjadi . Suwidjiyo Pramono Syarif, Yaumi Musfirah Titiek Suhardi Haripurnomo Kushadiwijaya Hidayati Tri Ani Marwati Tri Yanuarto Tria Zakinah Vani Aisyah Wahyu Widyaningsih Widea Rossi Desvita Widyarini, Sitarina Wihasty Nur Istyqomah Wiwara Awisarita Yaumi Musfirah Syarif Yeni Dianita Yeni Yeni, Yeni Dianita Yeni, Yeni Dianita Yoga Yuniadi Zainab Zainab Zainab Zainab