Iin Purnamasari
Program Studi PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Semarang

Published : 29 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS SITUS SEJARAH LOKAL DI SMA NEGERI KABUPATEN TEMANGGUNG Purnamasari, Iin
Paramita: Historical Studies Journal Vol 21, No 2 (2011)
Publisher : Paramita: Historical Studies Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teaching Learning model is the basis for learning practices that are designed based on the analysis of the implementation of the curriculum and its implications at the operational level in the classroom. There is a conceptual framework that describes a systematic procedure of organizing learning experiences to achieve the learning objectives. History study is a combination of learning and teaching activities that studying past events which closely related to the present. It is expected that the use of historical sources including local historical sites in the study of history, can improve the quality of students learning process which can be seen from the motivation and learning achievement. Based on the results of this study, it can be concluded that (1) The Development of Teaching learning model of history study based on local history sites can improve the quality of learning (2) local historical sites can be used as one of the effective teaching materials.   Key words: learning history, historical sites, high school   Model Belajar Mengajar adalah dasar dalam praksis pembelajaran yang dirancang berdasarkan analisis pelaksanaan kurikulum dan implikasinya pada tingkat operasional di kelas. Ada kerangka konseptual yang menggambarkan prosedur yang sistematis mengorganisir pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Mempelajari sejarah adalah kombinasi dari belajar dan mengajar kegiatan yang mempelajari peristiwa masa lalu yang berkaitan erat dengan saat ini. Diharapkan bahwa penggunaan sumber-sumber sejarah termasuk situs sejarah lokal dalam studi sejarah, dapat meningkatkan kualitas proses belajar siswa yang dapat dilihat dari motivasi dan prestasi belajar. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa (1) Pengembangan model pembelajaran studi Pengajaran sejarah berdasarkan situs sejarah lokal dapat meningkatkan kualitas pembelajaran (2) situs sejarah lokal dapat digunakan sebagai salah satu bahan ajar yang efektif. Kata kunci: belajar sejarah, situs sejarah, SMA  
EFFECT OF MUSIC THERAPY ON THE IMPROVEMENT OF QUALITY SLEEP ELDERLY Purnamasari, Iin; Supriyadi, Supriyadi; Suparti, Sri
medisains Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : medisains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background :The good quality of sleep is a poor quality, and quantity of sleep a person. The of elderly at risk of disruption of sleep patterns. The patients with sleep disorders, generally difficult to sleep at night time, wakeup not in their fresh state should feel lethargic, weak, lacking spirit, still sleepy when I wake from sleep. One ofthe alternative to get a good sleep quality in the elderly with music therapy.Objective :To determine the effect of music therapy on sleep quality improvement Kedunggede elderly in thevillage of Banyumas district Banyumas.Method :Pre-design experiment with this type of design one-group pretest   posttes design. Sample size of thisstudy were 42 elderly. Statistical tests using independent samples T-test.Result :Mean score sleep quality of the elderly before the classical music therapy is 30.19, traditional musictherapy is 30.33 and after classical music therapy 41.57, traditional therapy 48.67. The results showed there isa effect of music therapy improved sleep are elderly before and after the p-value of 0.032.Conclusion :There is effect of music therapy on improving the quality of sleep in older adults. The result isexpected to be one of the alternative therapies to improve quality of sleep elderly.Key Words : music therapy, quality of sleep, ederly.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN IPS TERPADU BERBASIS LINGKUNGAN SEKITAR Purnamasari, Iin
MALIH PEDDAS Vol 1, No 1/ Juli (2011): MALIH PEDDAS
Publisher : MALIH PEDDAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SARI   It must be recognized that the subjects belonging to the education of Social Sciences (IPS) in Indonesia have not recognice from the public. There are some indications to justify this statement. First, the national exam originally did not include exams that must be tested. Second, parents are more proud if his son has high score in mathematic, despite he has low score of sosial studies.. Third, social study learning did less seriously or carelessly. Less respect for social studies in schools is determined by several factors. First, the myth that believe only those who pursue science lesson was the one who will be successful in life. Although in fact they are not. Second, the sosial studies material that is too big has less relevance to the real world of students. Third, unprofessional social studies teacher also determines the student disinterest.   Apart from that problem, social studies education has a strategic significance to increase student’s personality so that they can become a good members of the public. It must be received that social studies is needed to give the students a balance of thinking, so that the right brain and left brain can function optimally so that it can succeed in the midst of modern society that has full of change. The question is whether todays social studies education has been able to those function? If it’s not, so how the strategy to restore the function of learning social studies in order to have benefits for students, especially elementary school and the community? Keywords: sosial sudies Integrated Learning, Environment
STRATEGI PEMBELAJARAN ROLE PLAYING PADA SISWA KELAS III UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS DI SD NEGERI GROGOL 2 KECAMATAN KARANGTENGAH TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Purnamasari, Iin; Setyo S, Riris; Nurfarikhin, Yazid
MALIH PEDDAS Vol 2, No 1/ juli (2012): malih peddas
Publisher : MALIH PEDDAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi sekolah yang kurang kondusif dan sarana prasarana yang kurang memadahi, serta kurangnya guru dalam memanfaatkan media pembelajaran dan menyampaikan materi pembelajaran secara konvesional. Model pembelajaran Role Playing merupakan cara penguasaan bahan belajar melalui pengetahuan imajinasi dan penghayatan siswa, dengan memerankan sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permasalahan dalam pelaksanan tindakan kelas ini adalah apakah dengan pembelajaran Role Playing pada materi jenis-jenis pekerjaan dalam kehidupan sehari-hari pada kelas III dapat mencapai ketuntasan belajar, apakah dengan pembelajaran role playing dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan dari penelitian tindakan kelas ini untuk mencapai ketuntasan belajar siswa tentang jenis-jenis pekerjaan dalam kehidupan sehari-hari, serta meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran IPS. Subyek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas III semester II SD Negeri Grogol 2 kecamatan karangtengah tahun pelajaran 2011/2012 yang terdiri dari dua puluh siswa yang terdiri atas siswa laki-laki sepuluh dan sepuluh siswa perempuan. Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata kelas dari 51.95 menjadi 67.45 Dengan presentase ketuntasan belajar klasikal pada siklus I 65% siklus II 85%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, saran yang dapat diberikan yaitu, agar guru terlatih dalam menggunakan model pembelajaran role playing yang diharapkan mampu menarik minat dan antusiasme siswa dalam belajar.KATA KUNCI: role playing, hasil belajar siswa.
MEMPERTAHANKAN INTEGRITAS BANGSA INDONESIA MELALUI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL Purnamasari, Iin; Mushafanah, Qoriati
MALIH PEDDAS Vol 2, No 2/ Desember (2012): malih peddas
Publisher : MALIH PEDDAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan multikultural sebagai proses penanaman cara hidup menghormati, tulus, dan toleran terhadap keanekaragaman budaya yang hidup di tengah masyarakat plural. Dengan pendidikan multikultural, diharapkan adanya kekenyalan dan kelenturan mental bangsa menghadapi benturan konflik sosial, sehingga persatuan bangsa tidak mudah retak. Multkulturalisme adalah sebuah ideologi yang mengagungkan perbedaan budaya, atau sebuah keyakinan yang mengakui dan mendorong terwujudnya pluralisme budaya sebagai suatu corak kehidupan masyarakat. Multikulturalisme dapat menjadi pengikat dan jembatan yang mengakomodasi perbedaan-perbedaan termasuk perbedaan kesukubangsaan dan suku bangsa dalam masyarakat multikultural. Dalam konteks Indonesia, yang dikenal dengan muatan yang sarat kemajemukan, maka pendidikan multikultural menjadi sangat strategis untuk dapat mengelola kemajemukan secara kreatif, sehingga konflik yang muncul sebagai dampak dari transformasi dan reformasi sosial dapat dikelola secara cerdas dan menjadi bagian dari pencerahan kehidupan bangsa ke depan.Kata Kunci : pendidikan multikultural, integritas
REKONSTRUKSIONISME-FUTURISTIK DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA Purnamasari, Iin
CIVIS Vol 5, No 2/JULI (2015): CIVIS
Publisher : FPIPSKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aliran rekonstruksionisme berkeyakinan bahwa tugas penyelamatan dunia merupakan tugas semua manusia. Karenanya, pembinaan kembali daya intelektual dan spiritual yang sehat melalui pendidikan yang tepat akan membina kembali manusia dengan nilai dan norma yang benar pula demi generasi sekarang dan generasi yang akan datang, sehingga terbentuk dunia baru dalam pengawasan umat manusia. Sebagai upaya pencapaian tujuan pokok, rekonstruksionisme berupaya mencari kesepakatan antar sesama manusia agar dapat mengatur tata kehidupan manusia dalam suatu tatanan dan seluruh lingkungannya. Maka proses dan lembaga pendidikan dalam pandangan rekonstruksionisme perlu merombak tata susunan lama dan membangun tata susunan hidup kebudayaan yang baru. Maka diperlukanlah kerja sama antar umat manusia. Ilmu-ilmu sosial, seperti antropologi, ekonomi, sosiologi, sains politik, dan psikologi merupakan landasan kurikuler yang amat membantu kalangan rekonstruksionis untuk mengidentifikasi lingkup persoalan utama kontroversi, konflik, dan inkonsistensi. Peran pendidikan adalah mengungkapkan lingkup persoalan budaya manusia dan membangun kesepakatan seluas mungkin tentang tujuan-tujuan pokok yang akan menata umat manusia dalam tatanan budaya dunia. Teori belajar rekontstruksi merupakan teori-teori yang menyatakan bahwa peserta didik itu sendiri yang harus secara pribadi menemukan dan menerapkan informasi kompleks, mengecek informasi baru dibandingkan dengan aturan lama dan memperbaiki aturan itu apabila tidak sesuai lagi. Kemudian mengenai dimensi-dimensi pembelajaran, rekonstruksionisme yang integratif dengan pandangan  futurisme diartikan dengan memadukan antara pembelajaran rekonstruksionisme dengan pandangan futurisme yang bertujuan membantu menyiapkan warga dalam hal ini generasi muda untuk merespon perubahan dan membuat pilihan-pilihan cerdas mengingat umat manusia bergerak ke masa depan yang memiliki lebih dari satu konfigurasi. Sehingga filsafat rekonstruksionisme-futuristik bertujuan mengembangkan masa depan yang lebih menyenangkan melalui pendidikan. Kata Kunci: rekonstruksionisme, futurisme, pendidikan
Homeschooling dalam Potret Politik Pendidikan: Studi Etnografi pada Pelaku Homeschooling di Yogyakarta Purnamasari, Iin
Journal of Nonformal Education Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Non-formal Education Program, Postgraduate Campus UNNES Kelud Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24914/pnf.v3i1.8844

Abstract

Tujuan utama studi ini yaitu mengkaji posisi homeschooling dalam sistem pendidikan nasional Indonesia, menganalisis  problem/permasalahan yang dihadapi homeschooling, dan mengkonstruk strategi dan solusi dalam melaksanakan pendidikan homeschooling. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi partisipan, Focus Group Discussion/FGD, dan diskusi teman sejawat. Setting pada homeschooling tunggal, majemuk dan komunitas di Yogyakarta. Berdasarkan aspek politik pendidikan, homeschooling memiliki legalitas dan terakomodasi dalam regulasi. Terdapat perbedaan pandangan dalam menjalankan homeschooling. Dapat disimpulkan bahwa homeschooling diatur Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 27 Ayat 2 sebagai legal formal posisi homeschoooling dalam masyarakat. Beberapa permasalahan antara lain regulasi belum sepenuhnya diterima semua pihak. Strategi dapat dilakukan dengan pengembangan konseptual maupun kelembagaan. Solusi masalah dapat dilakukan dengan memberikan kebijakan yang mewadahi kepentingan semua varian baik tunggal, mejemuk maupun komunitas. Bagi para homeschoolers yang membutuhkan pengakuan dan kesetaraan diharapkan mengacu pada kebijakan yang berlaku.
Homeschooling dalam Potret Politik Pendidikan: Studi Etnografi pada Pelaku Homeschooling di Yogyakarta Purnamasari, Iin
Journal of Nonformal Education Vol 3, No 1 (2017): February 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jne.v3i1.8844

Abstract

Tujuan utama studi ini yaitu mengkaji posisi homeschooling dalam sistem pendidikan nasional Indonesia, menganalisis problem/permasalahan yang dihadapi homeschooling, dan mengkonstruk strategi dan solusi dalam melaksanakan pendidikan homeschooling. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi partisipan, Focus Group Discussion/FGD, dan diskusi teman sejawat. Setting pada homeschooling tunggal, majemuk dan komunitas di Yogyakarta. Berdasarkan aspek politik pendidikan, homeschooling memiliki legalitas dan terakomodasi dalam regulasi. Terdapat perbedaan pandangan dalam menjalankan homeschooling. Dapat disimpulkan bahwa homeschooling diatur Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 27 Ayat 2 sebagai legal formal posisi homeschoooling dalam masyarakat. Beberapa permasalahan antara lain regulasi belum sepenuhnya diterima semua pihak. Strategi dapat dilakukan dengan pengembangan konseptual maupun kelembagaan. Solusi masalah dapat dilakukan dengan memberikan kebijakan yang mewadahi kepentingan semua varian baik tunggal, mejemuk maupun komunitas. Bagi para homeschoolers yang membutuhkan pengakuan dan kesetaraan diharapkan mengacu pada kebijakan yang berlaku.
Kultur Sekolah Berbasis Adiwiyata di Sekolah Dasar dalam Menguatkan Karakter Peduli Lingkungan Ramadhani, Lilis Febri; Purnamasari, Iin; Purnamasari, Veryliana
Indonesian Values and Character Education Journal Vol 2, No 2 (2019): October
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ivcej.v2i2.19434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kultur sekolah berbasis adiwiyata yang menguatkan karakter peduli lingkungan di SDN Lamper Tengah 02 Semarang. Jenis penelitian yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah lingkungan sekolah, kepala sekolah, guru dan siswa SDN Lamper Tengah 02 Semarang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data mengguanakan triuangulasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kultur sekolah berbasis adiwiyata yang meliputi kegiatan rutin, kegiatan spontan, keteladanan, pengondisian, edukatif, partisipasif dan berkelanjutan dapat menguatkan karakter peduli lingkungan  yaitu pembiasaan memelihara kebersihan dan kelestarian lingkungan, tempat pembuangan sampah dan tempat cuci tangan, kamar mandi dan air bersih, pembiasaan hemat energi, biopori diarea sekolah, saluran pembuangan air limbah, memisahkan jenis sampah organik dan anorganik, pembuatan kompos dari sampah organik, menangani limbah hasil praktik, adanya alat kebersihan, tandon penyimpanan air, pembiasaan program cinta bersih lingkungan. 
PENGEMBANGAN VIDEO ANIMASI “BANG DASI” BERBASIS APLIKASI CAMTASIA PADA MATERI BANGUN DATAR KELAS V SEKOLAH DASAR Hikmah, Vela Nur; Purnamasari, Iin
Mimbar Sekolah Dasar Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53400/mimbar-sd.v4i2.6352

Abstract

The purpose of this study is to analyze the feasibility and practicality of an animated video media “Bang Dasi” Camtasia application-based. The experiment was conducted in SDN Sugihmanik 04, District Tanggungharjo, Grobogan. This research development (R D) used ADDIE design (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation), which involved five stages of research, those  are the analysis phase, design phase, development phase, implementation phase and evaluation phase. Based on the analysis, the average score obtained from the value of the material and results validation of the media that is 95.1% categorized as very feasible. Meanwhile, the score from media expert is 93.33% and from material expert is 96.86%. Animated video media “Bang Dasi” Camtasia application-based has effectiveness in fostering student interest and getting students’ responses (90.5%). This research conclude that animated video media “Bang Dasi” Camtasia application-based is worth using as learning media. Keywords: development, media, video animation, camtasia, two-dimentional figure.