Poedji Hastutiek
Division Of Veterinary Parasitology, Faculty Of Veterinary Medicine, Universitas Airlangga

Published : 43 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

POTENSI Musca domesticaLinn. SEBAGAI VEKTOR BEBERAPA PENYAKIT Hastutiek, Poedji; Fitri, Loeki Enggar
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 23, No 3 (2007)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1524.819 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2007.023.03.4

Abstract

Musca domestica is a fly which can be found aroundhouse and cage. Its present interference human hygiene, calmness and health. This fly generating many loss at human being and animal because this fly have high potency  in spreading many diseases agents, that are protozoa, worm, virus, bacterium and fungi. Several agents of emerging,reemerging and new emerging diseases can be transferred by M. domestica such as Cryptosporidium parvum, Helicobacter pylori, E.coli O157:H7 and H5N1. Agens removed by M. domestica through regurgitasi, excrete and exoskleleton. Interestingly M. domestica might be act as biological vector. Key words: Musca domestica, agent of disease
Prevalensi Parasit Saluran Pencernaan pada Kerbau (Bubalus bubalis) Melalui Pemeriksaan Feses di Kabupaten Agam Sumatra Barat Muhammad Ridwan; Lucia Tri Suwanti; Tri Wahyu Suprayogi; Mufasirin Mufasirin; Kusnoto Kusnoto; Poedji Hastutiek
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 9, No 1 (2022): JITRO, Januari 2022
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.607 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v9i1.19763

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, prevalensi, dan pengaruh jenis kelamin serta umur terhadap prevalensi parasit saluran pencernaan pada kerbau di Kabupaten Agam Provinsi Sumatra Barat. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah feses dari 105 ekor kerbau yang dikumpulkan dari tiga Kecamatan. Pemeriksaan sampel dilakukan dengan menggunakan metode natif, sedimentasi, dan pengapungan. Penelitian ini memberikan hasil bahwa ditemukan infeksi saluran pencernaan pada kerbau berupa cacing Paramphistomum sp. 31,43%, Fasciola sp. 23,81%, Oesophagustomum sp. 1,9%, Bunostomum sp. 0,95%, Strongyloides sp. 0,95%, Trichostrongylus sp. 0,95%, dan protozoa Eimeria sp. 2,86%. Prevalensi yang diperoleh sebesar 45,7% (48/105). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa jenis kelamin dan umur tidak mempengaruhi prevalensi parasit saluran pencernaan pada kerbau di Kabupaten Agam Sumatra Barat.Keywords: cacing dan protozoa, kerbau, prevalensi, saluran pencernaanPrevalence of Gastrointestinal Parasite in Buffalo (Bubalus bubalis) Through Feces Examination in Agam Regency West SumatraABSTRACTThis study aims to determine the type, prevalence, and influence of sex and age on the prevalence of gastrointestinal parasites on buffalo in the Agam Regency of West Sumatra Province. The samples used in this study were feces from 105 buffaloes collected from three Districts. Examination of the sample is carried out using by direct smear methods, sedimentation, and flotation. This study provides results that found gastrointestinal infections in buffalo by helminth Paramphistomum sp. 31.43%, Fasciola sp. 23.81%, Oesophagustomum sp. 1.9%, Bunostomum sp. 0.95%, Strongyloides sp. 0.95%, Trichostrongylus sp. 0.95%, and protozoa Eimeria sp. 2,86%. Prevalence is 45.7% (48/105). The results of statistical analysis showed that sex and age did not affect the prevalence of gastrointestinal parasites on buffalo in the Agam Regency of West Sumatra.Keywords: buffalo, gastrointestinal, helmint and protozoa, prevalence
Kerusakan Usus pada Mencit (Mus musculus) yang Diinokulasi Larva 3 (L3) Anisakis spp. Febrina Dian Permatasari; Poedji Hastutiek; Lucia Tri Suwanti
Jurnal Sain Veteriner Vol 35, No 1 (2017): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1467.385 KB) | DOI: 10.22146/jsv.29292

Abstract

This study aims to be show damage in the intestine of mice caused by inoculation of the larvae of Anisakis spp. alive and who has died because of a warming 750C for 7 minutes. Eighteen male mice (Mus musculus) were divided into three groups: control group, a group of mice were inoculated the larvae of Anisakis spp. alive andgroups of mice were inoculated the larvae of Anisakis spp. who have died. 48 hours post inoculation, the mice’s intestines necropsy performed later performed HE staining to identify and scoring intestinal histopathology. The results showed inoculation of the larvae of Anisakis spp. either alive or dead induce histological changes in the intestine in the form of infiltration of inflammatory cells, epithelial changes and structural changes in the intestinal mucosa
Respons Sitokin Interferon Gamma Terhadap Derajat Infeksi Skabies pada Kelinci Amirotul Azhimah; Nunuk Dyah Retno Lastuti; Thomas Valentinus Widiyatno; Lucia Tri Suwanti; Poedji Hastutiek
Jurnal Veteriner Vol 22 No 4 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.075 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2021.22.4.485

Abstract

Skabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Peran IFN-? terhadap reaksi hipersensitivitas skabies dengan tingkat keparahan yang berbeda belum banyak dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi peran sitokin IFN-? pada proses peradangan dan tingkat kerusakan kulit akibat derajat infeksi skabies pada kelinci sehingga dapat diketahui lebih lanjut mengenai reaksi patogenesis skabies pada kelinci. Sebanyak 24 ekor kelinci yang secara alami terinfeksi S. scabiei digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini mengelompokkan hewan coba menjadi empat kelompok berdasarkan luasan lesi dan ketebalan krusta akibat infeksi skabies, yaitu: kelompok kontrol, skabies ringan, skabies sedang, dan skabies berat. Setiap kelompok dilakukan pemeriksaan imunohistokimia menggunakan antibodi IFN-?. Hasil penelitian menunjukkan bahwa derajat infeksi skabies berpengaruh terhadap ekspresi sitokin IFN-? yang ditunjukkan dengan intensitas perubahan warna kecoklatan yang berbeda pada jaringan kulit kelinci yang terinfeksi skabies ringan, skabies sedang, dan skabies berat. Uji statistika dengan uji Kruskal Wallis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata pada ekspresi sitokin IFN-? terhadap skabies ringan, skabies sedang, dan skabies berat P<0,05). Simpulan dari penelitian ini yaitu semakin berat derajat infeksi skabies, ekspresi IFN-? semakin meningkat.
Prevalensi Fascioliasis pada Kerbau di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Indonesia Muhammad Ridwan; Lucia Tri Suwanti; Tri Wahyu Suprayogi; Mufasirin Mufasirin; Kusnoto Kusnoto; Poedji Hastutiek
Media Kedokteran Hewan Vol. 32 No. 3 (2021): Media Kedokteran Hewan
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mkh.v32i3.2021.105-113

Abstract

Salah satu permasalahan yang sering dihadapi para peternak kerbau adalah penyakit Fascioliasis yang disebabkan oleh cacing hati atau Fasciola spp., dimana penyakit tersebut adalah salah satu penyakit yang bersifat zoonosis. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi Fasciola spp. pada kerbau di Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Sampel berupa feses 105 ekor kerbau dari tiga kecamatan lalu diperiksa dengan menggunakan metode natif (sederhana) dan sedimentasi sederhana. Hasil penelitian diperoleh 25 ekor dari 105 ekor kerbau dinyatakan positif terinfeksi Fasciola spp. Prevalensi yang diperoleh secara keseluruhan adalah 23,81% (25/105), dan hasil ini dapat dikembangkan dalam penelitian lebih lanjut.
Gambaran Patologi Hepar Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) yang Diinfeksi Bakteri Edwardsiella tarda [Featuring Liver Pathology of Clarias gariepinus Infected By Edwardsiella tarda] Arimbi Arimbi; Poedji Hastutiek2; Ratu Meidiza
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 9 No. 1 (2017): Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.077 KB) | DOI: 10.20473/jipk.v9i1.7632

Abstract

                                                                           AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kerusakan hepar dari Clarias gariepinus yang diinfeksi dengan Edwardsiella tarda. Dua puluh empat Clarias gariepinus dengan berat rata-rata 20-25 gram, ukuran 10-12 cm dibagi secara acak menjadi 4 kelompok perlakuan (P0, P1, P2, dan P3). Masing-masing perlakuan dilakukan enam kali pengulangan dengan dosis Edwarsiella tarda 3 x 106 CFU/ ml kecuali kontrol (P0). Pada pengamatan mikroskopis menunjukkan bahwa hepar telah mengalami pembengkakan dan pucat. Pengamatan histopatologi menggunakan mikroskop cahaya dengan 400 kali pembesaran. Metode penilaian Bernet’s Scoring digunakan untuk menentukan adanya degenerasi, nekrosis, dan kongesti dan infiltrasi leukosit. Kruskal-Wallis digunakan untuk pengujian statistika diikuti dengan pengujian Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan pada hepar Clarias gariepinus. Kerusakan parah terjadi pada perlakuan P2. Hal ini disebabkan pada pengamatan histopatologi menunjukkan adanya lesi seperti nekrosis dengan pembengkakan sel dan meningkatnya infiltrasi eritrosit pada pembuluh darah dibandingkan dengan P1 dan P3.                                                                            AbstractThis research aimed to know the changed damage of liver Clarias gariepinus were infected by Edwardsiella tarda. Twenty four of Clarias gariepinus with an average weight of 20-25 gram, size 10-12 cm were randomly divided into four groups of treatment (P0, P1, P2, and P3). Six repetitions each those are given with the dosage of Edwardsiella tarda 3x106 CFU/ml except P0 (control). At the macroscopic observed, show that the liver becomes swollen and pale. The histopathological features of hepar were examined under light microscope in 400 times magnification. Scoring method were using Bernet Scoring Method to examine the presence of degeneration, necrotic, congestion, and infiltration of leucocytes. Then, Kruskal-Wallis test followed with Mann-Whitney test of statistical analysis. The result showed a change in liver of Clarias gariepinus. The most severe damage occurred on P2. It causes in histopathology examination showed lesion such necrotic area with infiltration of inflammatory cells and there was an increased of erythrocyte infiltration in blood vessels compared with P1 and P3.                                                      
Identification of Bacteria on the Fly Exoskeleton in Some Markets in Surabaya Venti Safitri; Poedji Hastutiek; Arimbi Arimbi
Journal of Parasite Science (JoPS) Vol. 1 No. 1 (2017): Journal of Parasite Science
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.965 KB) | DOI: 10.20473/jops.v1i1.16232

Abstract

Lalat merupakan salah satu serangga yang termasuk ke dalam ordo Diptera. Beberapa spesies lalat merupakan spesies yang berperan dalam masalah kesehatan, yaitu sebagai vektor penularan penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis lalat yang dapat di temukan di beberapa pasar di Surabaya dan untuk mengetahui apakah terdapat bakteri Salmonella, Shigella, Escheriscia coli, and Staphylococcus pada eksoskeleton lalat. Metode yang digunakan pada penelitian ini ini adalah dengan cara mengumpulkan lalat menggunakan insek net dan umpan. Kemudian lalat di identifikasi jenisnya di Laboratorium Parasitologi, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Kemudian dilakukan isolasi dan identifikasi bakteri yang terdapat pada eksoskeleton di Labroratorium Bakteriologi, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Penelitian ini dilakukan selama bulan November sampai Desember 2013. Hasil dari penelitian ini di dapatkan tiga spesies lalat dominan, yaitu Musca domestica, Chrysomya megacephala, and Sarcophaga haemorrhoidalis. Pada eksoskeleton lalat tersebut terdapat bakteri Staphylococcus, E. coli, Salmonella spp., dan Shigella spp. 
Infestation Pattern of Lice In Laying Ducks In Village of Kramat District of Bangkalan Region of Bangkalan Kiki Amalia Rama; Poedji Hastutiek; Oky Setyo Widodo; Endang Suprihati; Agus Sunarso; Soeharsono Soeharsono
Journal of Parasite Science (JoPS) Vol. 1 No. 2 (2017): Journal of Parasite Science
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.959 KB) | DOI: 10.20473/jops.v1i2.16286

Abstract

The purpose of this research is to identify lice and to know the pattern of infestation of lice that infest laying ducks in Village of Kramat, District  of Bangkalan, Region of Bangkalan. Forty samples of laying ducks were taken in Kramat Village and identified in Entomology and Protozoology Laboratory of Parasitology Department of Veterinary Faculty of Airlangga University, the research was conducted from July to September 2017. This study used an explorative observational research design. Lice taken from a sample of laying ducks are fed into an ointment pot containing 70% alcohol to preserve lice and labeled in accordance with the infected duck's limb region. Identification of lice using Permanent mounting method without coloration. The results of identification, the lice that infest laying ducks consists of three types of Anaticola crassicornis 60%, Menacanthus stramineus 25% and Lipeurus caponis 17.5%. The results of infestation pattern, infected body's region is head-neck, wings and back. The wings infested two types of lice were A. crassicornis and L. caponis, head-neck infested M. stramineus and in the infected back region of A. crassicornis.
The Prevalance and Helminth Infection Degree of Gastrointestinal in Layer Duck Located in Keper and Markolak Kramat Village District of Bangkalan Regency of Bangkalan Ana Amaliah; Indah Norma Triana; Poedji Hastutiek; Setiawan Koesdarto; Lucia Tri Suwanti; Soeharsono Soeharsono
Journal of Parasite Science (JoPS) Vol. 2 No. 1 (2018): Journal of Parasite Science
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.067 KB) | DOI: 10.20473/jops.v2i1.16376

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan prevalensi dan derajat infeksi cacing saluran pencernaan pada itik petelur di dua kondisi lingkungan yang berbeda. Sampel feses diperiksa dengan metode sedimentasi dan metode apung kemudian dilanjutkan dengan menghitung telur cacing per gram tinja dengan metode Mc Master. Hasil menunjukkan bahwa 22,9% (8/35) itik petelur di Dusun Keper terinfeksi oleh Capillaria sp., dan Echinostoma revolutum, dengan rata-rata derajat infeksi sebsar 52,50 ± 41,662, sedangkan 31,4% (11/35) itik petelur di Dusun Markolak terinfeksi oleh Capillaria sp., Echinostoma revolutum, dan cacing dari kelas cestoda, dengan rata-rata derajat infeksi sebesar 155,45 ± 166,395. Infeksi bersifat tunggal maupun campuran. Analisis terhadap prevalensi dan derajat infeksi cacing saluran pencernaan itik petelur menunujukkan hasil yang tidak signifikan (p>0,05) antara Dusun Keper dan Dusun Markolak.
The Prevalance of Gastrointestinal Tract Protozoa Using Fecal Examination in Local Chicken(Gallus domesticus) Located in Kramat Village, District of Bangkalan, Bangkalan Regency Talita Yuanda Reksa; Poedji Hastutiek; Hana Eliyani; Kusnoto Kusnoto; Mufasirin Mufasirin
Journal of Parasite Science (JoPS) Vol. 2 No. 1 (2018): Journal of Parasite Science
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.291 KB) | DOI: 10.20473/jops.v2i1.16378

Abstract

The aim of this research is to identify the prevalence of gastrointestinal track protozoa in local chicken (Gallus domesticus) located in Kramat Village, District of Bangkalan, Bangkalan Regency using fecal examination. The number of sample used were 140 including 70 samples from rice fields location and 70 samples from fisheries location. The result showed that 54 (38.6%) local chickens were infected by species of Eimeria; E. acervulina (2.5%), E. brunetti (22.8%), E. maxima (46.8%), E. mitis (1.3%), E. necatrix (22.8%), E. praecox (2.5%), and E. tenella (1.3%). The result was made of 16 (22.9%) local chickens in rice fields location and 38 (54.3%) local chickens in fisheries location. The infection of Eimeria sp. on male local chickens were 24 (34.3%) while on the female local chickens were 30 (42.9%). Chi Square Test showed that there was a highly significant difference toward the prevalence in rice fields and fishery locations (p<0.01), but there was no significant difference toward the prevalence of male and female local chickens (p>0.05).
Co-Authors Abdul Samik Aditya Yudhana Agnes Theresia Soelih Estoepangestie Agus Sunarso Agus Sunarso Agus Wijaya Aldi Hamdani Amelia Dwita Safitri Amirotul Azhimah Amirul Muslim Amrullah Amung Logam Saputro Ana Amaliah Arimbi Arimbi Arimbi Arum Puspitasari Benjamin Christoffel Tehupuring Bodhi Agustono Boedi Setiawan Boedi Setiawan Budiarto Budiarto Cahaya Panjaitan David Mohamad Qadafi Dewi Mahartina Dhandy Koesoemo Wardhana Dhimar Maulud Dyahningrum Dian Ayu Permatasari Diyah Ayu Candra Ellza Agatha Damayanti Elok Apriliawati Emy Koestanti Sabdoningrum Endang Suprihati Fadila Zikri Amanda Fania Selfiannisa Febrina Dian Permatasari Fifi Anik Suroiyah Firda Shafa Salsabila Firman Hadi Fanani Gandul Atik Yuliani Ghifari Lutfi Fauzi Hana Eliyani Hani Plumeriastuti I Komang Wiarsa Sardjana Indah Norma Triana Intan Nurcahya Iwan Sahrial Hamid Iwan Sahrial Hamid Iwan Sahrial Hamid Jihaan Haajidah Kartika Aditiya Amelia Kiki Amalia Rama Kusnoto Kusnoto Lianny Nangoi Lilik Maslachah Lilik Maslachah Loeki Enggar Fitri Lucia Tri Suwanti, Lucia Tri Marchelia Arifiandani Melani Anggraini Meta Aprilia Meyreta Doti Alcaterana Moch. Rizky Darmawan Mochamad Lazuardi Moh. Ilham Rizkul Ulum Mohamad Safri Sauqi Mohammad Sukmanadi Mufasirin Muhammad Hambal Muhammad Hambal Muhammad Ridwan Muhammad Ridwan Muhammad Thohawi Elziyad Purnama NASHIHATUS SHOLIHAH Nenny Harijani Nenny Harijani Nila Murodah Nining Sari Virgandina Vinola Nizar Bachrudin Prihandono Nove Hidayati Nunuk Dyah Retno Lastuti Nur Sa’adah Sulaeman Nusdianto Triakoso Oky Setyo Widodo Prima Ayu Wibawati Primarizky, Hardany Rahaju Ernawati Rahmi Sugihartuti Ratih Novita Praja Ratna Damayanti Ratu Meidiza Retno Bijanti Retno Wulansari Ririn Ririn Rochmah Kurniasanti Rochmah Kurnijasanti Setiawan Koesdarto Sherbina Bai Soeharsono Soeharsono Soeharsono Soeharsono Sri Hidanah Sri Mulyati Sri Mumpuni Sosiawati Suherni Susilowati Sunarso, Agus Sunaryo Hadi Warsito Suryanie Sarudji Talita Yuanda Reksa Thomas Valentinus Widiyatno Tjuk Imam Restiadi Tri Wahyu Suprayogi Venti Safitri Warda Nafalizza Efendi Warsito, Sunaryo Hadi Wiwik Misaco Yuniarti Wurlina w Yeni Dhamayanti