Claim Missing Document
Check
Articles

Hak dan Kewajiban Meraje dan Tunggu Tubang pada Suku Semende di Kelurahan Surabaya Tiawati, Yulis; M, Syaiful; Arif, Suparman
PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah) Vol 7, No 7 (2019): PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah)
Publisher : FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.909 KB)

Abstract

The purpose of this study is to determine the differences in the rights and duties between Meraje and Tunggu Tubang in the Semende community in Surabaya village, Kedaton Bandar Lampung. The method used in this study is descriptive method with data collection techniques were done through interviews, observation, documentation and literature study, while the data analysis technique was carried out using qualitative data analysis technique. Based on the results of the study that the right of Meraje, among others were as follows: leading the discussion forum, serving as the spokesperson, and setting the Tunggu Tubang. These duties have educational functions that are preventive and repressive and they also serve as socio-cultural function. While the rights of Tunggu Tubang included enjoying inheritance (property rights), holding a discussion (immaterial rights). The duties of Tunggu Tubang belong to the economy, maintenance, and socio-cultural function.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan hak dan kewajiban meraje dan tunggu tubang pada Suku Semende di Kelurahan Surabaya Kecamatan Kedaton Bandar Lampung. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan studi pustaka, sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Hak meraje antara lain memimpin musyawarah, menjadi juru bicara, menetapkan tunggu tubang. Kewajiban meraje yaitu membimbing para anak belai, memberikan sanksi, dan melestarikan adat yang bersifat preventif dan represif serta memiliki fungsi sosial budaya. Sedangkan hak yang dimiliki tunggu tubang antara lain menikmati harta pusaka (hak benda), mengadakan musyawarah (hak immateril). Kewajiban tunggu tubang tersebut memiliki fungsi penyedia ekonomi, fungsi pemeliharaan, dan fungsi sosial budaya.Kata kunci: hak dan kewajiban, meraje, tunggu tubang
Integrasi Nilai Filosofis Tari Topeng Sekura Pada Pembelajaran Sejarah Lokal Suparman Arif; Nur Indah Lestari; Sumargono
Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 10 No 1 (2021): JPS - Jurnal Pendidikan Sejarah, Volume 10 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPS.101.01

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai filosofis Tari Topeng Sekura, sehingga nilai tersebut dapat diintegrasikan dalam pembelajaran sejarah di SMA sebagai edukasi pelestarian hutan adat masyarakat Lampung Saibatin. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan realita sosial. Realita sosial yang dipelajari adalah kearifan lokal masyarakat adat Kabupaten Lampung Barat dalam menjaga kelestarian hutan. Kearifan lokal tersebut tercermin dalam Tari Topeng Sekura pada penampilan kostum sekura kamak. Kecerdasan lokal dalam menjaga kelestarian lingkungan tersebut perlu diintegrasikan pada pembelajaran sejarah. Pengintegrasisan nilai filosofis Tari Topeng Sekura dalam pembelajaran sejarah dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya: pengembangan materi pelajaran yang memasukan unsur kearifan lokal nilai filosofis Tari Topeng Sekura, pengembangkan instrumen evaluasi, dan mendesain proses pembelajaran yang menerapkan model-model pembelajaran yang inovatif yang dapat memasukan unsur nilai filosofis Tari Topeng Sekura. Untuk mendesain pembelajaran yang memasukan nilai filosofis Tari Topeng Sekura dalam pembelajaran sejarah maka guru harus mampu memetakan materi pelajaran yang dapat mengintegrasikan nilai filosofis Tari Topeng Sekura. Kearifan lokal yang dikembangkan dalam pembelajaran sejarah mampu membentuk karakter pelestarian lingkungan hutan bagi peserta didik.
Pembuatan Video Pembelajaran Sejarah untuk Mendukung E-Learning Di Masa Pandemi Bagi MGMP Sejarah Provinsi Lampung Muhammad Basri; Suparman Arif; Nur Indah Lestari; Rinaldo Adi Pratama
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v5i1.594

Abstract

ABSTRAKPelatihan pembuatan video pembelajaran bagi MGMP Sejarah di Provinsi Lampung ini dilakukan melalui dua tahap yaitu kegiatan pelatihan dan tindak lanjut berupa kewajiban peserta pelatihan untuk membuat video pembelajaran sesuai topik yang telah ditentukan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada guru sejarah agar mampu merancang media pembelajaran berbasis video pembelajaran yang dapat mendukung e-larning. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini terdiri dari dua yaitu penyuluhan dan pelatihan. Penyuluhan berupa penyampaian materi yang bersifat teoretis tentang pengembangan bahan ajar berbasis video. Sedangkan, pelatihan bertujuan untuk menanamkan keterampilan praktis kepada guru untuk merancang video pembelajaran. Kegiatan pelatihan pembuatan video pembelajaran berjalan dengan baik hal ini terlihat dari tingginya antusiasme peserta selama mengikuti pelatihan. Keberhasilan kegiatan pelatihan ini juga ditunjukkan dengan adanya peningkatan skor posttest peserta yang lebih tinggi dibandingkan dengan hasil pretest. Di masa yang akan datang pelatihan pembuatan video pembelajaran ini perlu dilakukan pada semua jenjang pendidikan mengingat pentingnya penggunaan media audio visual pada proses pembelajaran.ABSTRACTThe training to create learning videos for the Teacher Association of History Subject in Lampung Province was carried out in two stages, namely training activities and follow-up activities in the form of training participants' obligations to make learning videos according to predetermined topics. This activity aims to provide training to history teachers to be able to design instructional video-based learning media that can support e-learning. The method used in this training consists of two, namely counseling and training. Counseling is in the form of delivering theoretical material on the development of video-based teaching materials, while the training aims to instill practical skills in teachers to design learning videos. The training activities for making learning videos went well, this could be seen from the high enthusiasm of the participants during the training. The success of this training activity was also shown by the increase in the participants' post-test scores which were higher than the pre-test results. In the future, this learning video-making training needs to be carried out at all levels of education given the importance of using audio-visual media in the learning process. 
THE EFFECT OF THE APPLICATION OF DISCOVERY LEARNING LEARNING MODELS ON HISTORICAL LEARNING RESULTS OF STUDENTS AT SMAN 1 NATAR, LAMPUNG SELATAN Suparman Arif; Rinaldo Adi Pratama; Ali Imron
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v6i1.8124

Abstract

History learning must bring students more active in the teaching and learning process, educators must be able to determine the right model for conducting the learning process in class. However, nowadays history learning in schools, especially at the public high school level is still far from student centered as expected by the 2013 curriculum.  This study used a Quasi Experiment type of research with nonequivalent pretest-posttest control group design that contains the experimental class and the control class. The data analysis technique used in this study used an independent t-test. The results showed that the historical learning outcomes of students who used the Discovery Learning model were higher than the students who used the direct learning model. The analysis results obtained by Sig. (2-tailed) 0,000 significance level α = 0.05, because the value of 0,000 < 0.05, this means that there are differences in the average historical outcomes learning between students who use the Discovery Learning model with the Direct Learning model.
KERATUAN ADAT MENANGSI DI LAMPUNG SELATAN Herdius mafilindo; Muhammad Basri; Suparman Arif
Journal of Social Science Education Vol 2, No 1 (2021): Vol 2, No 1 (2021) Journal of Social Education
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.352 KB)

Abstract

Abstract: Menangsi Customary Association in South Lampung. The research objective was to see the history of the Menangsi Customary Association in South Lampung. The method used is historical research methods. Based on research results, the establishment of Keratuan Menangsi began with the collapse of Keratuan Balaw in the middle of the XVI century. Because of this collapse, according to several records, evidence, and the existing legacy of the "Ratu Menangsi" Keratuan, it is estimated that it was around the end of the XVI century, approximately in 1594 in the Kalianda area ofSouth Lampung, which was centered in Way Andak / Batu Handak / Candi Taman. Keywords: keratuan, Custom of menangsi, south lampung.Abstrak:Keratuan Adat Menangsi Di Lampung Selatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejarah Keratuan Adat Menangsi di Lampung Selatan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian historis. Berdasarkan hasil penelitian berdirinya Keratuan Menangsi berawal dari runtuhnya Keratuan Balaw pada pertengahan abad XVI. Oleh karena keruntuhan ini, menurut beberapa catatan, bukti, dan peninggalan yang ada Keratuan “Ratu Menangsi” diperkirakan berdiri sekitar akhir abad ke- XVI kurang lebih pada tahun 1594 di wilayah Kalianda Lampung Selatanyang berpusat di Way Andak/ Batu Handak/ Candi Taman. Katakunci: keratuan, adat menangsi, lampung selatan.
Nilai-Nilai Sejarah Berbasis Local Wisdom Situs Batu Berak Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Muhammad Basri; Suparman Arif; Yusuf Perdana; Sumargono Sumargono
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/gulawentah.v5i2.7241

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Nilai-nilai Sejarah yang berbasis Local Wisdom Situs Batu Berak Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah. Lokasi Situs Batu Berak terletak di Pekon Pura Jaya, Kecamatan Kebun Tebu,Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, untuk analisis data menggunakan analisis model interaktif. Situs Batu Berak merupakan Situs bersejarah masa animisme yang dilindungi oleh Badan pelestarian Cagar Budaya. Sebagai sumber pembelajaran sejarah Situs Batu Berak memiliki Nilai – nilai Sejarah yang dapat dijadikan optimalisasi materi pembelajaran sejarah indonesia, khususnya masa praaksara dengan mengenal lebih dalam kebudayaan zaman batu. Situs Batu Berak sebagai sumber pembelajaran sejarah dapat memotivasi peserta didik dalam proses pembelajaran. selain hal tersebut, juga dapat menjadikan peserta didik untuk belajar sejarah melalui living history yakni belajar sejarah dari lingkungan sekitar. Situs Batu Berak juga berpotensi untuk para peserta didik untuk turut serta merawat dan melestarikan peninggalan - peninggalan bersejarah yang berada di sekitarnya.
GERAK LAJU SEJARAH DALAM PANDANGAN FILSAFAT KARL MARX Suparman Arif; Rinaldo Adi Pratama; Yusuf Perdana
Jurnal Artefak Vol 7, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.081 KB) | DOI: 10.25157/ja.v7i2.3203

Abstract

In Karl Marx’s view, the economic activity of society is the basis as a driving factor for historical movement. Marx revealed that the historical movement occurred because of the conflict of social classes in society. The social class is a pattern of historical movement. The method used is a historical method that includes heuristics, critics, interpretation and historiography. This article addressed three main problems, the movement of human activity as a pattern of historical movement, the basic foundation of philosophy as a driving force, and the ultimate goal of historical movement.
SEPANJANG JALAN PEJUANG (PERAN PEJUANG DAN TOKOH LAMPUNG) di LAMPUNG Suparman Arif; Muhammad Basri; Maskun Maskun; Ali Imron; Valensy Rachmedita
Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/candrasangkala.v8i1.14988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah dari tokoh Lampung yang namanya diabadikan menjadi nama dari jalan yang ada di Kota Bandar Lampung.  Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode historis. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik pengumpulan data studi pustaka. Kota Bandar Lampung banyak ditemui nama-nama pejuang dan tokoh Lampung yang di jadikan sebagai nama-nama jalan yang ada di Kota Bandar Lampung. Hal ini didasari oleh penetapan yang dilakukan pemerintah Kota Bandar Lampung yang menggunakan nama tokoh Lampung dibeberapa nama jalan untuk mengenang jasa dan peranpejuang dan tokoh Lampung dalam memperjuangan Indonesia di Lampung baik sebelum kemerdekaan maupun pasca kemerdekaan. Nama-nama pejuang dan tokoh Lampung tersebut memilki peran besar pada masa sebelum maupun setelah kemerderkan antara lain memperjuangkan kemerdekaan pada masa kolonial, memiliki peran berdirinya provinsi Lampung, menjadi pemimpin daerah pada awal kemerdekaan serta ikut serta pada kegiatan politik maupun pers.
Gerakan Feminisme Fujinkai dalam Perspektif Sejarah Perjuangan Perempuan di Indonesia Dimas Aditia; Erika Sukma Lestari; Dea Nuci Adelia; Suparman Arif; Yusuf Perdana
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 6, No 1 (2022): Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v6i1.5145

Abstract

The Dutch defeat of its rule in the colonies ended the practice of colonialism and western-style imperialism. However, that does not necessarily make Indonesia immediately free and independent just like that. During the Japanese rule, various forms of propaganda were introduced, one of which was Fujinkai which was made at the beginning of the Japanese occupation of Indonesia. Fujinkai became a women's organization, significantly overshadowing all women's activities at that time. This study aims to study the Fujinkai Feminism Movement from the Perspective of the History of Women's Struggle in Indonesia. At the same time, there is also a line of supporters who participate in the Japanese tantara. The method used in this study is a historical method consisting of 5 stages: determination of topics, source collection (heuristic), source criticism, interpretation, and writing (historiography). The result of this research includes looking at Fujinkai's role in the history of Indonesian women's struggle in the field of Education and social activities, establishing relationships with Japan in the fields of arts and virtues, and sharpening science and skills training.Kekalahan Belanda atas kekuasaannya di daerah jajahan mengakhiri praktik kolonialisme dan imperialisme ala barat. Namun, hal itu tidak serta merta membuat Indonesia langsung merdeka dan merdeka begitu saja. Pada masa pemerintahan Jepang, berbagai bentuk propaganda diperkenalkan, salah satunya adalah Fujinkai yang dibuat pada awal pendudukan Jepang di Indonesia. Fujinkai menjadi organisasi wanita, yang secara signifikan menaungi semua aktivitas wanita saat itu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji gerakan feminisme Fujinkai dari perspektif sejarah perjuangan perempuan di Indonesia. Pada saat yang sama, ada juga barisan pendukung yang ikut serta dalam tantara Jepang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang terdiri dari 5 tahap: penentuan topik, pengumpulan sumber (heuristik), kritik sumber, interpretasi, dan penulisan (historiografi). Hasil penelitian ini antara lain melihat peran Fujinkai dalam sejarah perjuangan perempuan Indonesia di bidang pendidikan dan kegiatan sosial, menjalin hubungan dengan Jepang dalam bidang seni dan kebajikan, serta mengasah ilmu pengetahuan dan pelatihan keterampilan.
PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF SEJARAH NASIOANAL BERBASIS ISPRING SUITE Suparman Arif; Muhammad Basri; Maskun; Sumargono; Aprilia Triaristina; Yustina Sri Ekwandari
BUGUH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.626 KB) | DOI: 10.23960/buguh.v2n2.1029

Abstract

Penggunaan media dalam proses belajar mengajar diharapkan dapat menumbuhkan minat dan motivasi siswa, sehingga dapat mendorong siswa untuk belajar lebih giat lagi dan mencapai hasil belajar yang optimal. Siswa jugadiharapkan lebih mudah memahami dan mengerti materi yang disampaikan oleh guru. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan adalah penyajian materi pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Terkait dengan hal tersebut, maka perlu adanya media pembelajaran yang dapat menarik minat belajar siswa, sehingga suasana pembelajaran sejarah lebih nyaman dan menyenangkan. Disamping media dibutuhkan juga guru kreatif yang memiliki keahlian di bidang teknologi informasi dan komputer, maka penting dilakukan pelatihan pembuatan media pembelajaran sejarah nasional interaktif berbasis ispring suite. Kegiatan ini dilakukan dengan harapan guru-guru dapat menggunakan atau memanfaatkan media ispring untuk pembuatan media pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses kegiatan pembelajaran baik untuk guru maupun siswa. Berdasarkan permasalahan yang ada terkait dengan kebutuhan para guru-guru Sejarah MGMP Kabupaten Lampung Selatan maka perlu dilakukan sebuah pelatihan untuk guru-guru sejarah dalam pembuatan media interaktif sejarah nasional berbasis Ispring Suite.
Co-Authors Adi Wiranata Afip Firmansyah Agustina, Velina Ahmad Arif Alfonsa Anggun K.W Ali Imron Ali Imron Ali Imron Ambika Luhitadati Amerza Fransiska Ana, Yuliana Angel, Wayan Winda Anggun Puspawati Anggun Puspawati, Anggun Anis Fitriana Anni Azizah Antariksa, M. Dian Antonius Joko Wardoyo Aprilia Triaristina Arif Rahman Muhayat Arwati, Yuli Asep Junairi Azizah Apriyani Azizah, Anni Bella Pratiwi Utami Berta Safitri Budi Budi Carlos Hendrawan Chyng, Nur Fajar Dadang Ansory Dadang Ansory, Dadang Dea Nuci Adelia Deka Satriya Imanda Deka Satriya Imanda, Deka Satriya Dela Hapmita Desi Puspitasari Desi Puspitasari Dewi, Tri Tunggal Dhiba, Sarah Dian Nur Pertiwi Dimas Aditia Dora Arcella Dora Arcella, Dora Dwi Oktavia Edi Hartono Edi Hartono Efi Yulia Elsandi, Feri Emilda Rani Erika Sukma Lestari Erlangga Andalas Sakti Erlangga Andalas Sakti, Erlangga Andalas Erni Dian Pertiwi Fai?zatun, Itsna Farisa Syarifah Feri Elsandi Fernando, Josua Fitriana, Anis Fitriani, Ulan Giananjar Saputro Giananjar Saputro, Giananjar Hasvindo, Welly Hendrawan, Carlos Henry Susanto Henry Susanto Herdius mafilindo HIDAYAT, NUR WAHYU Hidayat, Wahyu Nur Holong Simanjuntak Ika Yulitha Indah Nina Yusti Irwansyah, Royadi Iskandar Syah Iskandar Syah Iskandarsyah Iskandarsyah Iskandarsyah Iskandarsyah Itsna Fai’zatun Joko Saganta Joni Pranata Josua Fernando Junairi, Asep Karsini Karsini Kasmudin Mustapa, Kasmudin Kemalawati Kemalawati Kemalawati, Kemalawati Ketut Leni Yanti Land Roma Nafiah Lilis Suryana Lilis Suryana, Lilis Luhitadati, Ambika Lusia Dwi Indriati Lusia Dwi Indriati, Lusia Dwi M. Dian Antariksa Maftuchin Maftuchin Maftuchin Maftuchin, Maftuchin Mantira, Zhera Junius Masitoh, Siti Nur Maskun Maskun Maskun Maskun Maskun Maskun Megi Trihandini Meihan, Andre Mustofa Meihan, Andre Mustofa Mudinillah, Adam Muhammad Agung Sujadi Muhammad Basri Muhammad Basri Muhammad Basri Muhammad Basri Muhammad, Ulul Azmi Muhayat, Arif Rahman Myristica Imanita Nafiah, Land Roma Nasikha, Siti Rohmatun Nasution, Annio Indah Lestari Neti Gempayani Neti Gempayani, Neti Ni Komang Windari Purnani Ni Komang Windari Purnani, Ni Komang Windari Nugroho, Rachmat Agung Nur Fajar Chyng Nur Indah Lestari Pertiwi, Erni Dian Pranata, Joni Pratama, Rinaldo Adi Puji Puspita Sari Putra, Tomi Rizki Putra, Yogi Putri, Titin Apriani Rachmat Agung Nugroho Rahmawati, Rahmawati Ratna Ratna Redi Almuzaki Resi Irmayati Resi Irmayati, Resi Resti Ratnawati Restra Hutama Risma Margaretha Sinaga Riswandi Riswandi Rizaludin Rizaludin Rizaludin, Rizaludin Royadi Irwansyah Rudi Salam Saputra, Sidiq Sarah Dhiba Sari, Puji Puspita Satria Putra Septiana Septiana SEPTIANA SEPTIANA Sidiq Saputra Simanjuntak, Holong Sisca Devita Aprilia Siti Nur Masitoh Siti Rohmatun Nasikha Siti Sopiah Arafah Sri Umiyati Sri Umiyati, Sri Sujadi, Muhammad Agung Sumargono Sumargono Susi Susanti Susi Susanti Susilo, Yohanes Syaiful M Syaiful M. Syarifah, Farisa Tabligh Setiawan Tabligh Setiawan, Tabligh Tiawati, Yulis Tirawati, Yunika Titin Apriani Putri Tomi Rizki Putra Tontowi Amsia Tontowi Tontowi Tontowi Tontowi Tri Tunggal Dewi Ulan Fitriani Ulul Azmi Muhammad Umar Sabiring Utami, Bella Pratiwi Valensy Rachmedia Valensy Rachmedita Velina Agustina Virio Ilham Virio Ilham, Virio Vivi Hardiana Wakidi Wakidi Wakidi Wakidi Wardoyo, Antonius Joko Wayan Winda Angel Welly Hasvindo Wiranata, Adi Yeni Agustin Yogi Putra Yohanes Susilo Yuli Arwati Yulia, Efi Yuliana Ana Yulitha, Ika Yuni Istiani Yunika Tirawati Yusti, Indah Nina Yustina Sri Ekwandari Yustina Sri Ekwandari Yusuf Perdana Zhera Junius Mantira