Claim Missing Document
Check
Articles

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING BERPENDEKATAN INQUIRY TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA Sumarli, Sumarli; Nugroho, Sunyoto Eko; Yulianti, Ian
Physics Communication Vol 2, No 1 (2018): February 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.813 KB) | DOI: 10.15294/physcomm.v2i1.11540

Abstract

Model pembelajaran creative problem solving berpendekatan inquiry mampu meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling yang berjumlah 34 siswa di kelas X MIA5 tahun ajaran 2016/2017 pada salah satu SMA di kota Semarang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes berbentuk uraian dan dianalisis melalui uji ketuntasan klasikal dengan menggunakan uji Z dan uji peningkatan keterampilan proses sains dengan menggunakan uji N-gain. Model pembelajaran creative problem solving berpendekatan inquiry efektif terhadap keterampilan proses sains siswa dengan kriteria: keterampilan proses sains siswa telah memenuhi proporsi ketuntasan klasikal dengan nilai Zhitung = 1,756 > Ztabel = 1,645 dan terdapat peningkatan keterampilan proses sains siswa yaitu pada indikator mengamati dengan N-gain 0,14 (kategori rendah), indikator klasifikasi dengan N-gain 0,94 (kategori tinggi), indikator interpretasi dengan N-gain 0,41 (kategori sedang), indikator memprediksi dengan N-gain 0,81 (kategori tinggi), indikator mengajukan pertanyaan dengan N-gain 0,92 (kategori tinggi), indikator berhipotesis dengan N-gain 0,93 (kategori tinggi), indikator merencanakan percobaan dengan N-gain 0,43 (kategori sedang), indikator menggunakan alat/bahan dengan N-gain 0,90 (kategori tinggi), indikator menerapkan konsep dengan N-gain 0,32 (kategori sedang), dan indikator berkomunikasi dengan N-gain 0,89 (kategori tinggi).
Pengembangan LMS (Learning Management System) Berbasis Web untuk Mengukur Pemahaman Konsep dan Karakter Siswa Nugroho, Sunyoto Eko; Akhlis, Isa; Wibowo, Agung Tri
Scientific Journal of Informatics Vol 1, No 2 (2014): November 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sji.v1i2.4019

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah berkembang pesat dalam bidang pendidikan dengan lahirnya e-learning. E-learning dapat membantu guru dalam memantau keaktifan siswa dengan penugasan, forum diskusi maupun aktivitas lain, sehingga karakter dapat dideskripsikan melalui e-learning. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan Software Learning Management System (LMS). LMS adalah aplikasi perangkat lunak untuk kegiatan online, program pembelajaran elektronik (e-learning program) dan isi pelatihan. Selain itu, penelitian ini juga menyelidiki respon dari siswa terhadap LMS dan menguji keefektifannya dalam meningkatkan pemahaman konsep serta mengembangkan karakter siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan. Uji produk menggunakan Pre Experimental Design dengan jenis Pretest and Posttest One Group Design. Instrumen penelitian berupa angket uji ahli, angket tanggapan, tes tertulis dan lembar observasi karakter. Teknik analisis data uji kefektifan menggunakan uji gain. Hasil tanggapan siswa untuk keseluruhan aspek mendapatkan prosentase diatas 82,5% kategori sangat baik. Hasil uji gain pemahaman konsep sebesar 0,56 dengan kategori sedang, artinya LMS efektif meningkatkan pemahaman konsep siswa. Sedangkan uji gain karakter 0,16 kategori rendah, artinya belum efektif mengembangkan karakter siswa.
ANALYTICAL THINKING SKILLS OF VOCATIONAL STUDENTS IN CIRCULAR MOTION CASES Nugroho, Sunyoto Eko; Ikmah, Isti; Sutikno, Sutikno
Physics Communication Vol 2, No 2 (2018): August 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.399 KB) | DOI: 10.15294/physcomm.v2i2.14682

Abstract

Physics as a basic subject of engineering department in vocational school need to equip students with analytical thinking skills. The purpose of this study is to describe the analytical thinking skills of vocational students on engineering department in solving cases of circular motion, to describe the obstacle, and to describe the factors that influence. This research use mixed method with written test instrument, questionnaire and interview. The average value of students' analytical thinking skills is 50.65. Students have been able to identify the variables in the case of circular motion, but they can?t understand the relationship between each other variables in the cases of specific problems. Physics lesson is less integrated with the field of expertise so that students are poorly trained in applying the physics concept in the field of expertise. Obstacles and factors that affect students' analytical thinking skills are known to vary by category.
PENGEMBANGAN LMS (LEARNING MANAGEMENT SYSTEM) BERBASIS WEB UNTUK MENGUKUR PEMAHAMAN KONSEP DAN KARAKTER SISWA Wibowo, Agung Tri; Akhlis, Isa; Nugroho, Sunyoto Eko
Scientific Journal of Informatics Vol 1, No 2 (2014): November 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sji.v1i2.4019

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah berkembang pesat dalam bidang pendidikan dengan lahirnya e-learning. E-learning dapat membantu guru dalam memantau keaktifan siswa dengan penugasan, forum diskusi maupun aktivitas lain, sehingga karakter dapat dideskripsikan melalui e-learning. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan Software Learning Management System (LMS). LMS adalah aplikasi perangkat lunak untuk kegiatan online, program pembelajaran elektronik (e-learning program) dan isi pelatihan. Selain itu, penelitian ini juga menyelidiki respon dari siswa terhadap LMS dan menguji keefektifannya dalam meningkatkan pemahaman konsep serta mengembangkan karakter siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan. Uji produk menggunakan Pre Experimental Design dengan jenis Pretest and Posttest One Group Design. Instrumen penelitian berupa angket uji ahli, angket tanggapan, tes tertulis dan lembar observasi karakter. Teknik analisis data uji kefektifan menggunakan uji gain. Hasil tanggapan siswa untuk keseluruhan aspek mendapatkan prosentase diatas 82,5% kategori sangat baik. Hasil uji gain pemahaman konsep sebesar 0,56 dengan kategori sedang, artinya LMS efektif meningkatkan pemahaman konsep siswa. Sedangkan uji gain karakter 0,16 kategori rendah, artinya belum efektif mengembangkan karakter siswa.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF PADA PENYUSUNAN LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR Anugrahaini, Ulya Santa; Yulianto, Agus; Nugroho, Sunyoto Eko
Physics Communication Vol 1, No 1 (2017): February 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.188 KB) | DOI: 10.15294/physcomm.v1i1.8980

Abstract

Practical report as one of the written works, describes the thinking ability, especially critical and creative thinking ability. Application of critical thinking is intended to generate seports that can be understood by the reader comprehensively. The application of creative thinking ability is used to bring up the aesthetic results of lab reports. This study aimed to analize the critical and creative thinking ability and patterns in the preparation of the basic physics lab results. The research data applying cocument analysis, questionnaire, and confirmed by an interview given to students of Physical Education. Grounded theoriy is used to analize this study. The results showed that students critical thinking ability tha are in medium and high category whose are different pattern. Differences in pattern between students ability to think high and medium category critically is located on the caracteristics of those key issue on the basic components of the theory that clarivy the terms of physics (definition, examples, and background), clarivying the mathematical equations used to provide meaning and reveal facts that are pailored to the theory on the data analized component. Diffrences capable of creative thinking ability of students high and medium categories is located in the birth of new ideas coming from students thinking practitioner in the preaparation of the component of interest, and detailing and object so that it is more valuable to describe the tools anda materials used for practical implementation.
PHENOMENON OF BUYING AND SELLING AS BRIDGING ANALOGY OF LEARNING WORK AND ENERGY Desianna, Ika; Ellianawati, Ellianawati; Nugroho, Sunyoto Eko
Physics Communication Vol 3, No 1 (2019): February 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.918 KB) | DOI: 10.15294/physcomm.v3i1.14921

Abstract

Effective physics learning can be designed by recognizing students' difficulties in understanding physics concepts. Students build the concept through experience gained from the environment, so that they unconsciously have the concept in accordance with the understood. Students still have difficulty distinguishing work and energy definitions in physics and in everyday life. The concept of work and energy can be understood by students if students have good analogy skills. The Brain Based Learning (BBL) model through analogy facilitates learning to improve students' thinking ability analogy. The buying and selling analogy is used to relate concepts that students have understood (source problems) to the concept of work and energy as learning goals (target problems). Quasi-experimental learning is applied to determine the analogy of students. Data were analyzed from the achievement of analogy ability test results before and after learning. The success rate of mastering students' analogy abilities is analyzed from the stages of analogy in solving problems. Achievement of pretest and posttest scores of students 'analogy abilities shows that the BBL model through buying and selling analogy can improve students' analogy skills. The average achievement of students' analogy skills at the stage of generating the analogy includes good criteria, evaluating the analogy relations stage including good criteria, understanding the analogy case stage including good criteria, and at the transfering findings, including not good criteria. The results of the analogy ability show that the BBL model through the analogy of buying and selling gives positive results on the ability of students' analogy.
PENGEMBANGAN TES DIAGNOSTIK UNTUK MENGIDENTIFIKASI KETERAMPILAN PROSES SAINS DENGAN TEMA ENERGI PADA PEMBELAJARAN IPA TERPADU Hidayati, Titik; Nugroho, Sunyoto Eko; Sudarmin, Sudarmin
Unnes Science Education Journal Vol 2 No 2 (2013): July 2013
Publisher : Department of Integrated Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Semarang in Collaboration with Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v2i2.2041

Abstract

MODEL LEARNING COMMUNITY BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PELAJARAN IPA FISIKA SMP Munazah, Yuli; Sugianto, Sugianto; Nugroho, Sunyoto Eko
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.658 KB) | DOI: 10.15294/upej.v4i3.9981

Abstract

Kurangnya keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran berdampak pada hasil belajar yang kurang memuaskan. Learning community merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan siswa di kelas. Siswa dituntut aktif dengan memegang peran masing-masing untuk saling bertukar pengetahuan dalam komunitas belajar. Proses bertukar pengetahuan dalam komunitas belajar memudahkan siswa untuk memahami materi sehingga berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian dilakukan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar pada kelas yang menggunakan model learning community berbasis inkuiri terbimbing. Metode yang digunakan adalah quasi experimental design dengan jenis nonequivalent control group design. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar kognitif kelas eksperimen dengan n-gain 0,51. Ranah afektif meningkat dengan n-gain 0,01. Psikomotorik siswa meningkat dengan n-gain 0,66 dan 0,52. Kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan perbedaan hasil belajar dengan t hitung sebesar 3,288.  Peningkatan kelas eksperimen menyimpulkan bahwa model learning community dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. The lack of involvement of the student in following the lessons have an impact on learning outcome unsatisfactory. Learning community is one model of learning that can enhance the activity of the students in the class. Students are actively by holding their respective roles to exchange knowledge in learning communities. The process of exchanging knowledge within the learning community easier for students to understand the material so that the impact on improving student learning outcome. A research on improvement of learning outcome in the classroom using guided inquiry based learning community model. The method used is a quasi-experimental design with a kind of nonequivalent control group. The results showed an increase in cognitive learning outcome experimental class with n-gain 0.51. Affective increases with n-gain of 0.01. Psychomotor students increased by n-gain 0.66 and 0.52. Experimental class and control class shows differences in learning outcome by t calculate equal to 3.288. Improved experimental class concluded that the learning community model can be used to improve student learning outcome.
PENGEMBANGAN E-DIAGNOSTIC TEST UNTUK MENGIDENTIFIKASI PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA SMA PADA POKOK BAHASAN FLUIDA STATIS Salma, Vidya Matarani; Nugroho, Sunyoto Eko; Akhlis, Isa
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.268 KB) | DOI: 10.15294/upej.v5i1.12701

Abstract

Diagnosis terhadap kesulitan belajar siswa perlu diketahui sedini mungkin agar siswa tidak mengalami kesalahan dalam memahami pengetahuan selanjutnya. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Developement) yang menghasilkan produk berupa e-diagnostic test. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kelayakan dan keefektifan produk, serta mengetahui profil pemahaman konsep siswa pada materi fluida statis berdasarkan implementasi produk. Penelitian ini diawali dengan pengembangan instrumen dan media, kemudian dilanjutkan dengan uji kelayakan dan keefektifan produk, serta analisis profil pemahaman konsep siswa. Uji kelayakan produk menggunakan judgement expert. Uji keefektifan produk menggunakan korelasi nilai ulangan harian dan nilai ­e-diagnostic test siswa. Analisis profil pemahaman konsep siswa menggunakan kombinasi jawaban siswa pada e-diagnostic test. Hasil studi menunjukkan bahwa e-diagnostic test yang dikembangkan memiliki persentase kelayakan yang tinggi ( >80%) dan korelasi nilai yang tinggi (0,86). Hasil analisis profil pemahaman konsep siswa menunjukkan pemahaman konsep siswa beragam, terdiri dari pemahaman utuh, pemahaman sebagian, dan tidak paham. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka disimpulkan bahwa e-diagnostic test yang dikembangkan layak, efektif, dan dapat menggambarkan profil pemahaman konsep siswa. Diagnosis of students’ learning difficulties needs to be known as soon as possible so that students do not experience an error in understanding the subsequent knowledge. This research was Research and Development that produced e-diagnostic test product. The purpose of this research was to know the properness and effectiveness of the product, and to know the profile of students’ concept understanding in static fluid based on the product implementation. This research was started by the development of instruments and media, continued with the properness and effectiveness test of the product, and analyze the profile of students’ concept understanding. The product properness test used judgement experts. The product effectiveness test used the correlation between daily test scores and students’ e-diagnostic test scores. The profile of students’ concept understanding used analysis students’ answer combination of the e-diagnostic test. Study result showed that the e-diagnostic test that was developed had high proper percentage ( >80%) and high scores correlation (0,86). Analyze result of students’ concept understanding profile showed that students’ understanding was varied consisted of whole relational understanding, instrumental understanding, and misunderstanding. Based on the research result above, it was concluded that the developed e-diagnostic test was proper, effective, and can describe the profile of students’ concept understanding.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS XI-IPA PADA MATA PELAJARAN FISIKA SMA NEGERI SE-KOTA PATI Sulistiarmi, Wike; Wiyanto, Wiyanto; Nugroho, Sunyoto Eko
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.397 KB) | DOI: 10.15294/upej.v5i2.13628

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif dan sikap yang mencerminkan kreativitas siswa kelas XI-IPA SMA N se-kota Pati. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA se-kota Pati yang berjumlah 94 orang. Instrumen yang digunakan berupa soal tes, angket sikap dan lembar pengamatan. Hasil analisis tes kemampuan  berpikir kreatif menunjukkan bahwa  9,5% siswa memiliki kriteria sangat kreatif, 65,95% siswa memiliki kriteria kreatif, 22,34% siswa memiliki kriteria cukup kreatif dan 2,12% siswa memiliki kriteria kurang kreatif, data tersebut memberikan gambaran bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa kelas XI-IPA SMA Negeri se-kota Pati termasuk dalam kriteria kreatif.  Sedangkan Sikap kreatif siswa berdasarkan indikator sikap kreatif siswa cenderung memiliki kemampuan bebas berpendapat. Meskipun begitu, siswa juga baik dalam melihat masalah dari berbagai sudut pandang, baik dalam mengajukan pertanyaan, rasa ingin tahu, daya imajinatif, dan orisinalitas berpendapat serta gagasan.