Claim Missing Document
Check
Articles

Tantangan Literasi Informasi Bagi Generasi Muda Pada Era Post-Truth Endang Fatmawati
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 28, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v28n2.2019.p57-66

Abstract

Generasi muda adalah generasi harapan bangsa. Literasi informasi berperan besar bagi perkembangan dan kemajuan bangsa. Literasi secara sederhana diartikan kemampuan membaca dan menulis. Artikel ini memfokuskan bahasan pada generasi muda sebagai pejuang literasi yang kreatif pada era post-truth. Secara umum dapat dipahami bahwa post truth menjadi tradisi kebohongan, berlebihan, dan ada unsur kepentingan politik. Indikasi fenomena post-truth salah satunya adalah beralihnya fungsi media sosial seolah-olah sebagai penyampai kebenaran, padahal pada kenyataannya, oknum yang dengan sengaja menyalahgunakannya untuk menyebar berita bohong. Pada tataran ini, generasi muda dituntut kreatif dalam memanfaatkan media dengan cara memilih dan memilah informasi secara tepat. Meskipun pemerintah telah menindak tegas pelaku penyebar hoaks (hoax), berita bohong (fake news), dan ujaran kebencian (hate speech), proliferasi dan viralisasi masih saja bermunculan dan menimbulkan keresahan di masyarakat. Dari berbagai fakta tersebut, multikompetensi dan multimodalitas dibutuhkan agar generasi muda bisa lebih kritis dan mampu memberikan solusi. Literasi informasi menjadi modal generasi muda dalam meningkatkan kreativitas untuk kemajuan bangsa. Hal ini karena dengan literasi informasi, generasi muda akan memiliki pengetahuan, keterampilan, maupun kecakapan hidup pada era post-truth.
Kemandirian Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Daring (Masa Pandemi Covid-19) Endang Fatmawati; Luluk Firdausiyah; Jasmaniah Jasmaniah
Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 6, No. 3 (Juli 2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v6i3.1019

Abstract

Kemandirian belajar penting bagi peserta didik, terutama pada saat pembelajaran dilaksanakan secara daring. Pembelajaran jarak jauh adalah  pendidikan formal berbasis lembaga yang peserta didik dan instrukturnya berada di lokasi terpisah sehingga memerlukan sistem telekomunikasi interaktif untuk menghubungkan keduanya dan berbagai sumber daya yang diperlukan di dalamnya.  Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran bagaimana kemandirian belajar anak yang melakukan pembelajaran daring. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode slr (systematic literature review). Pengumpulan data dilakukan dengan mendokumentasi serta mereview artikel jurnal atau buku mengenai kemandirian belajar siswa dalam pembelajaran daring (masa pandemi covid-19). Artikel yang digunakan dalam penelitian ini kurang lebih 15 referensi. Berdasarkan kajian literatur yang dilakukan bahwa kemampuan kemandirian belajar siswa sangat diperlukan di dalam pembelajaran daring, karena memiliki pengaruh positif bagi siswa dalam pembelajaran. Pembelajaran ini menuntut siswa untuk lebih proaktif dalam mencari materi pendukung aktivitas belajar, mengambil keputusan yang tepat, bertanggung jawab atas aktivitas yang dilakukan dalam pembelajaran.
KOMPETENSI LITERASI INFORMASI PUSTAKAWAN DI ERA INFODEMIK Endang Fatmawati
Nusantara Journal of Information and Library Studies (N-JILS) Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4301.478 KB) | DOI: 10.30999/n-jils.v3i2.976

Abstract

The purpose of writing is to bring up creative librarian ideas and provide problem-solving strategies related to the circulation of hoax in the infodemic era. The discussion uses the literature review method related to infodemics, information literacy competencies, and librarian strategies in the social media era. High rapid social media and internet access users are not accompanied by literacy competencies. One of the efforts to build a knowledge ecosystem is through increasing information literacy competencies. In the context of libraries, social media influences the relationships and social interactions carried out by librarians. The wave of information that is not necessarily accurate is increasingly being spread through social media. Library information sources can be disseminated through social media applications with various platforms. His practice in the library is building scientific communication, knowledge management, promotion, marketing, and publication. Due to the rapid dissemination of information, librarians are expected to have the sensitivity and expertise in packaging information, disseminating it through social media, cleverly sorting and choosing, and wisely using it. The problem-solving strategy that exists in the era of social media for librarians to be able to surf the internet is healthy information literacy competence.Keyword: information literacy, librarian competence, hoax, infodemic, social mediaABSTRAKTujuan penulisan untuk memunculkan gagasan kreatif pustakawan dan memberikan strategi pemecahan masalah terkait dengan beredarnya informasi hoaks di era infodemik. Metode kajian menggunakan metode kajian pustaka terkait dengan infodemik dalam era media sosial, kompetensi literasi informasi, serta strategi pustakawan di era media sosial. Tingginya akses internet dan pesatnya pengguna aktif media sosial tidak dibarengi dengan kompetensi literasi. Padahal salah satu upaya membangun ekosistem pengetahuan adalah melalui peningkatan kompetensi literasi informasi. Dalam konteks perpustakaan, media sosial berpengaruh pada relasi dan cara berinteraksi sosial yang dilakukan oleh pustakawan. Gelombang informasi yang belum tentu akurat semakin terasa masif penyebarannya melalui media sosial. Sumber informasi perpustakaan dapat didesiminasikan melalui aplikasi media sosial dengan berbagai platform. Praktiknya di perpustakaan adalah membangun komunikasi ilmiah, pengelolaan pengetahuan, promosi, pemasaran, serta publikasi. Oleh karena penyebaran informasi demikian pesat, maka pustakawan diharapkan memiliki kepekaan dan kepiawaian dalam mengemas informasi, menyebarkan melalui media sosial, cerdas memilah dan memilih, maupun bijak dalam menggunakannya. Strategi pemecahan masalah yang ada di era media sosial bagi pustakawan agar dapat berinternet sehat adalah memiliki kompetensi literasi informasi.
Pengembangan Profesi Pustakawan melalui Pembuatan Karya Tulis Ilmiah Endang Fatmawati
Media Pustakawan Vol 19, No 4 (2012): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1115.653 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v19i4.891

Abstract

Salah satu kegiatan pengembangan profesi pustakawan adalah membuat karya tulis ilmiah. Ketrampilan menulis pustakawan tidak dapat dipisahkan dengan kemampuan berpikir. Membaca sebagai langkah awal untuk bisa menulis. Ketrampilan menulis bukan bakat pustakawan, melainkan merupakan proses pembelajaran. Jenis karya tulis/karya ilmiah dapat berupa karya tulis ilmiah hasil penelitian, karya ilmiah, dan karya ilmiah populer. Karya tulis ilmiah dalam butir kegiatan pengembangan profesi bisa berupa: karya tulis ilmiah di bidang perpusdokinfo, laporan hasil kegiatan ilmiah, makalah ilmiah, makalah prasaran, buku, dan artikel majalah. Pustakawan harus memiliki kepekaan terhadap keadaan sekitarnya agar tujuan penulisannya dapat dipahami oleh pembaca. Metode quantum writing dan creative writing menjadi tantangan pustakawan. Menulis dapat mengolah berbagai potensi yang ada di dalam diri pustakawan menjadi “pancaran cahaya”. Menulis bukanlah bakat, namun ketrampilan yang dapat dipelajari disertai latihan yang tekun dan terus-menerus. Agar otak tidak mengalami penyusutan (entropi) dan mati, maka pustakawan perlu memfungsikan sel-sel otak dengan membaca dan menulis.
Multi-Kompetensi Perpustakaan dalam Mendukung Pembangunan Nasional Endang Fatmawati
Jurnal Perpustakaan Pertanian Vol 27, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpp.v27n1.2018.p1-6

Abstract

Untuk mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan dibutuhkan kesiapan semua bidang, termasuk perpustakaan beserta pustakawannya. Pustakawan yang memiliki multi-kompetensi menjadi syarat untuk dapat berperan dalam mendukung pembangunan nasional. Pustakawan dikatakan mempunyai multikompetensi jika memiliki kemampuan yang bervariasi, baik berupa pengetahuan, sikap, maupun keterampilan sehingga mampu menjalankan tugas kepustakawanan dan tugas lain dengan baik. Selain kompetensi profesional dan kompetensi sosial, multikompetensi yang harus dimiliki pustakawan dalam mendukung pembangunan nasional adalah kompetensi hard dan soft, teknologi informasi dan komunikasi, kecerdasan, literasi media, dan literasi informasi.
Peran Perpustakaan Perguruan Tinggi Dalam Akreditasi Jurusan/ Program Studi Endang Fatmawati
UNILIB : Jurnal Perpustakaan Vol. 2 No. 1 2009
Publisher : Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ISO 9001 :2000 menjadi penting bagi Perguruan Tinggi (PT), karena dalam era saat ini persaingan semakin meningkat sehingga Perguruan Tinggi Indonesia. dituntut untuk meningkatkan mutu agar dapat bersaing dengan Perguruan Tinggi asing. Apabila panorama perguruan tinggi telah berubah, maka perpustakaan sebagai unsur pendukung. juga harus berbenah. Untuk meningkatkan mutu Perguruan Tinggi, perlu dipahami bakuan mutu yang telah ditentukan, termasuk bakuan mutu yang ditentukan oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN), yakni berupa standar ketersedian tenaga pengajar yang memenuhi kualifikasi jenjang pendidikan dan jenjang jabatan tertentu maupun sarana dan prasarana pendukung termasuk di dalamnya perpustakaan. Data yang diperlukan untuk pengisian borang akreditasi jurusan/ program studi pada perpustakaan, antara lain: data Pendidikan dan pelatihan pustakawan, daftar ketersediaan jumlah koleksi (buku, jurnal, majalah) per jurusan/ program studi, jurnal ilmiah internasional, jurnal ilmiah nasional terakreditasi, majalah internasional, majalah nasional (lokal, prosiding, laporan penelitian dosen, statistic pengunjung perpustakaan, dan aspek lainnya.
PEMANFAATAN APLIKASI PERPUSTAKAAN DIGITAL iJATENG MELALUI SMARTPHONE Endang Fatmawati
Profetik: Jurnal Komunikasi Vol 10, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/pjk.v10i2.1336

Abstract

This research as a preliminary study to know the utilization of iJateng application through android. The purpose is to explain the accessibility and usability of digital library in improving community knowledge, and to identify the factors that become obstacles in the utilization of Jateng. The research method used qualitative. Data were obtained using interview technique and document search. Utilization is described using accessibility and usability parameters. The result of this research concludes that accessibility to openness aspect has not been fully socialized to society. Furthermore, for usability on the aspect of learnability, it is still necessary assistance from the library manager to reduce the obstacles that arise when people use iJateng applications through smartphones. Factors that become obstacles in the utilization of digital library iJateng, such as: Internet network problems, incomplete digital collections, eyestrain, lack of socialization, and lack of readers to solve problems that arise when accessing information through the application iJateng.
ANALISIS KEPEMIMPINAN KOORDINATOR PERPUSTAKAAN : STUDI KASUS DI PERPUSTAKAAN FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Slamet Riyadi; Endang Fatmawati
JUPITER Vol. 17 No. 2 (2020): JUPITER
Publisher : UPT Perpustakaaan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini untuk mengetahui gaya kepemimpinan yang digunakan, mengetahui tipe pemimpin dalam memimpin, dan untuk mengetahui karakteristik pemimpin yang dimiliki oleh koordinator perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yang dijadikan sumber dalam penelitian ini sebanyak empat informan tenaga perpustakaan yang berkedudukan sebagai bawahan dan satu informan koordinator perpustakaan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang digunakan koordinator perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro dalam memimpin adalah menggunakan gaya demokratis, pemberi motivasi dan pengarahan. Selanjutnya koordinator perpustakaan mempunyai tipe paternalistis dalam memimpin, dan tanggung jawab yang besar adalah karakteristik yang ada pada diri koordinator perpustakaan. Kata kunci : gaya kepemimpinan, tipe pemimpin, karakteristik pemimpin. ABSTRACT This study is to determine the leadership style used, to determine the type of leader in leading, and to determine the characteristics of the leader possessed by the library coordinator of the Faculty of Law, Diponegoro University. The research method used in this research is descriptive qualitative. The research subjects who were used as sources in this study were four library staff informants who were subordinates and one library coordinator informant. The data collection technique was done by observing, interviewing, and studying the documentation. The conclusion from the research results shows that the leadership style used by the library coordinator of the Faculty of Law, Diponegoro University in leading is using a democratic style, giving motivation and direction. Furthermore, the library coordinator has a paternalistic type of leading, and big responsibility is the characteristic that exists in the library coordinator. Keywords: leadership style, leader type, leader characteristics.
Analisis Kebutuhan Pelestarian Bahan Perpustakaan Tercetak Endang Fatmawati
Pustabiblia: Journal of Library and Information Science Vol 1, No 1 (2017): June 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.255 KB) | DOI: 10.18326/pustabiblia.v1i1.7-27

Abstract

Artikel ini membahas mengenai analisis kebutuhan pelestarian bahan perpustakaan tercetak di perpustakaan. Untuk menyediakan bahan perpustakaan yang berkualitas dan mewujudkan perpustakaan sebagai sumber informasi bagi pemustaka, maka dibutuhkan yang namanya pelestarian bahan perpustakaan. Survei analisis kebutu- han pelestarian bahan perpustakaan sangat penting untuk perencanaan pelestarian. Hal ini didasarkan pada kebutuhan perpustakaan dan tindakan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pelestarian tersebut. Pendekatan yang bisa digunakan oleh perpustakaan untuk menganalisis kebutuhan pelestarian bahan perpustakaan yaitu: survei perencanaan pelestarian umum, survei bahan perpustakaan khusus, dan survei kondisi bahan perpustakaan. Hasilnya diperoleh usulan perbaikan bahan perpustakaan yang tertuang dalam urutan prioritas laporan analisis kebutuhan pelestarian dan kebijakan pelestarian. Perencanaan terkait kebijakan dan prosedur untuk kegiatan pelestarian preventif perlu dilakukan untuk meminimalisir kerusakan bahan perpustakaan tercetak.This article discusses the needs analysis of library printed material preservation in the library. To provide a quality library materials and realize the library as a source of information for users, it takes the name of the preservation of library materials. Analysis survey of library material preservation needs is essential for conservation planning. This is based on the library’s needs and the actions necessary to meet these conservation needs. Approaches that libraries can use to analyze the needs of library materials preservation are: public conservation planning surveys, special library material surveys, and library condition survey. The result of the proposed improvement of library materials as stated in the order of priority conservation needs analysis report and conservation policy. Planning related policies and procedures for preventive preservation activities need to be done to minimize damage to printed library materials. 
Merajut Inovasi Pustakawan Perguruan Tinggi untuk Mewujudkan SDM Perpustakaan Berkualitas Endang Fatmawati
Pustakaloka Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.569 KB) | DOI: 10.21154/pustakaloka.v8i2.686

Abstract

Artikel ini berfokus pada masalah strategi kunci untuk merajut inovasi dalam rangka mengoptimalkan kualitas pengembangan SDM perpustakaan. Merajut inovasi dengan terobosan embedded librarian menantang untuk diwujudkan. Untuk mengelola perpustakaan perguruan tinggi di era yang kompetitif perlu meningkatkan tata kelola manajemen perpustakaan dengan berfokus pada penguatan SDM perpustakaan. Integrasi pustakawan dalam lembaga, fakultas, kerja tim, serta berkolaborasi dengan civitas akademik adalah aplikasi kegiatan dari embedded librarian tersebut. Karakteristiknya seperti responsif, interaksi dengan komunitas akademik, memberikan kontribusi untuk menemukan kebutuhan informasi pemustaka, memiliki nilai tambah, maupun dengan berjejaring. Dalam praktiknya juga perlu membangun komunikasi ilmiah dengan semua civitas akademik.
Co-Authors Abdul Wahab Syakhrani Abimanyu Tuwuh Sembhodo Abimanyu Tuwuh Sembhodo Abimanyu Tuwuh Sembhodo Adi Mursalin Adya Hermawati Agus Riyanto Amri Amri Ani Heryani Antoni Antoni Antono Damayanto Arif Bintoro Johan Arwin Tannuary B.M.A.S. Anaconda Bangkara B.M.A.S. Anaconda Bangkara Bachtiar Sembiring Bangkara, B. M. A. S. Anaconda Budi Sulistiyo Nugroho Budi Sulistiyo Nugroho Budi Sulistiyo Nugroho Carolina Sasabone Cece Suryana Dhian Agustin Widyaningrum Dimas Sasongko Elvira M. Usulu Emy Yunita Rahma Pratiwi Faisal Kemal Febritesna Nuraini Fitrani Amin Gogor Christmass Setyawan Hanifa Aisha Herman Herman Herman Herman Herman Herman Herman Sjahruddin Herman Sjahruddin I Wayan Ruspendi Junaedi Irwan Fathurrochman Jana Siti Nor Khasanah Jasmaniah Jasmaniah Jihan Jihan Joko Sabtohadi Kholis Ernawati Lindawati Kartika Luluk Firdausiyah M Tirtana Siregar, M Tirtana M. Ramli M. Syukri Azwar Lubis Magdalena Ngongo Marto Silalahi Maruf, Irma Rachmawati Misna Wulandari Muh. Safar Muhammad Alda Wijayanto Muhammad Hermansyah Muhammadiah, Mas'ud Nanda Saputra Nanda Saputra Nawassyarif Nazaruddin Malik Nguyen Van Thao Nuraisyah Nuraisyah P Purwanto Petrus Jacob Pattiasina Rahma Dini Warastuti Rahmat, Stephanus Turibius Rainier Hendrik Sitaniapessy Ratih Kusumastuti Revi Sesario Ridwin Purba Ridwin Purba Rona Romadhianti Rosmaniar Sembiring Rusiadi Rusiadi Sardjana Orba Manullang Shujahat Ali Sitti Nur Alam Slamet Riyadi Sudirman Sudirman Sutarno . Syahril Hasan Syam'un Syam'un Tamaulina Br Sembiring Tamaulina Sembiring Tekat Sukomardojo Ti Aisyah Tukiyo Tukiyo Ulfa Maulani Wirawan, Vani Wisman Wisman Yoesoep Edhie Rachmad Yuli Purbaningsih Zulvia Trinova  Abd. Karman