Claim Missing Document
Check
Articles

PERANAN DAN PEMBERDAYAAN DESA PAKRAMAN UNTUK MENUNJANG KEPARIWISATAAN DI BALI Windia, Wayan
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 3 No 1 (2004): Kepariwisataan-Maret
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran dan pemberdayaan desa pakraman unluk menimiang kegiatankepariwisataan di B a l i , bcrkaitan dengan peran dan pemberdayaan lembagatradisional lainnya yang melakukan polisentrisitas dengan desa pakram;inyakni sistem subak. Disamping itu tentu saja dengan desa dinas. Ketigalembaga ini hams mampii melakukan polisentrisitas yang optimal, demitervvuiudnya suasana harmoni dan kebersamaan. scsuai semaiigat yang adapada konsep Tri Hita Karanti. Kondisi seperti im sangal pentmg artinyabagi kegiatan kepariwi.sataan di B a l i . Peran desa pakraman dalam meiuiniaiigkepariwisataan di Bali adalah dengan mevvujudkan suasana harmoni dankebersamaan baik pada intern desa pakraman yang bersangkutan maupiinantara desa pakraman dengan lingkungan s e k i t a r n y a . Peran danpemberdayaan desa pakraman sebaiknya jangan sampai kebablasan.sehingga justru dapat menimbulkan konfiik. Desa pakramtm di Bali perliiterus diberdayakan, agar mampu menjalankan perannya sectira maksimaldalam menunjang sektor pariwisatadi B a l i . Pemberdayaan dilakukan. baikdi bidang ekonomi, sosial, kelembagaan, dan pengelolaan obvek wisala y;ingada di kawasan desa pakraman yang bersangkutan. Pembcidayaan desapakraman seharusnya dilihat dari sudut pandang sistem kebudayaan, yangdilihat dari subsistem poki pikir, sosial, d;tn artefak. di mana seintia subsistemitu satu dan lainnya adalah saling terkait.
PERANAN DAN PEMBERDAYAAN DESA PAKRAMAN UNTUK MENUNJANG KEPARIWISATAAN DI BALI Windia, Wayan
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 3 No 1 (2004): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat STP Nusa Dua Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran dan pemberdayaan desa pakraman unluk menimiang kegiatan kepariwisataan di Bali , berkaitan dengan peran dan pemberdayaan lembaga tradisional lainnya yang melakukan polisentrisitas dengan desa pakraman yakni sistem subak. Disamping itu tentu saja dengan desa dinas. Ketiga lembaga ini hams mampii melakukan polisentrisitas yang optimal, demi terwuiudnya suasana harmoni dan kebersamaan. scsuai semaiigat yang ada pada konsep Tri Hita Karana. Kondisi seperti ini sangat penting artinya bagi kegiatan kepariwisataan di Bali . Peran desa pakraman dalam kepariwisataan di Bali adalah dengan mewujudkan suasana harmoni dan kebersamaan baik pada intern desa pakraman yang bersangkutan maupun antara desa pakraman dengan lingkungan sekitarnya . Peran dan pemberdayaan desa pakraman sebaiknya jangan sampai kebablasan. sehingga justru dapat menimbulkan konfiik. Desa pakraman di Bali perlu terus diberdayakan, agar mampu menjalankan perannya sectira maksimal dalam menunjang sektor pariwisata di Bali . Pemberdayaan dilakukan. baik di bidang ekonomi, sosial, kelembagaan, dan pengelolaan objek wisala yang ada di kawasan desa pakraman yang bersangkutan. Pemberdayaan desa pakraman seharusnya dilihat dari sudut pandang sistem kebudayaan, yang dilihat dari subsistem poki pikir, sosial, d;tn artefak. di mana seintia subsistem itu satu dan lainnya adalah saling terkait.
PENERAPAN TRI HITA KARANA PADA MANAJEMEN SATRIA AGROWISATA DI KECAMATAN TAMPAKSIRING, KABUPATEN GIANYAR Padmidewi, Desak Putu; Windia, Wayan; Sudarma, I Made
JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS Vol 7 No 1 (2019): JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS
Publisher : Program Magister Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMA.2019.v07.i01.p02

Abstract

Provinsi Bali telah menjadikan Tri Hita Karana sebagai landasan pembangunannya, yang tercermin dari visi pembangunan Provinsi Bali  tahun 2006-2026 yakni:”Bali Dwipa Jaya, Adil, dan Demokratis, serta Aman dan Bersatu”. Tri Hita Karana telah menjadi landasan pembangunan di Bali. Tri Hita Karana wajib diterapkan pada berbagai kegiatan kemasyarakatan seperti politik, ekonomi, sosial, pertahanan, serta keamanan masyarakat. Satria Agrowisata sudah menerapkan konsep Tri Hita Karana, namun dalam penerapannya ada yang tidak sesuai dengan harapan. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian antara harapan dan kenyataan pada penerapan Tri Hita Karana di Satria Agrowisata, menganalisis hubungan penerapan Tri Hita Karana dengan manajemen Satria Agrowisata, dan menganalisis kepuasaan konsumen terhadap kegiatan agrowisata di Satria Agrowisata yang menerapkan Tri Hita Karana. Data penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif. Penelitian dilakukan di Satria Agrowisata. Penelitian menggunakan dua macam penentuan sampel yaitu sensus sampling dan accidental sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan beberapa metode yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskripstif kualitatif untuk data penelitian kualitatif dan korelasi Rank Spearman untuk data penelitian kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada kesesuaian antara harapan dan kenyataan pada penerapan Tri Hita Karana di Satria Agrowisata. Hubungan antara penerapan Tri Hita Karana dengan manajemen pada Satria Agrowisata sangat lemah namun pengunjung merasa sangat puas. Saran-saran yang dapat diberikan yaitu terus mempertahankan penerapan Tri Hita Karana pada kegiatan yang ada di Satria Agrowisata khususnya, memperbaiki hubungan antara penerapan Tri Hita Karana  dalam manajemen pada Satria Agrowisata, dan mempertahankan ataupun meningkatkan kualitas pelayanan dan menambah variasi minuman serta makanan yang bisa dijual ke pengunjung.
Evaluasi Kinerja Fisik Sistem Subak Yang Berorientasi Agroekowisata Menggunakan Pendekatan Logika Fuzzy Sumiyati, S; Sutiarso, Lilik; Windia, Wayan; Sudira, Putu
Jurnal Teknik Industri Vol 12, No 2 (2011): Agustus
Publisher : Department Industrial Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1385.546 KB) | DOI: 10.22219/JTIUMM.Vol12.No2.147-155

Abstract

Along with the development of the tourism in Bali, one of the phenomena occurs was that the land conversion to the non-agricultural land, causing the canal irrigation was not able to function again. In addition, water demand will be increased not only for irrigation, but also for other sectors out of irrigation. This condition can interfere the performance of the subak system. One strategy to improve subak system is to develop agroecotourism based on subak system. Analysis of physical performance subak system done using fuzzy logic approach to quantify the condition of vagueness. Because of the problems associated with subak irrigation systemperformance are often vague and can not be classified with certainty. The results of this study are (i) the values of subak irrigation system performance indicators, the condition and thefunction of subak irrigation facilities, the condition and the function of subak facilities, and the agroecotourism facilities; (ii) find out the physical performance of subak irrigation systems in Bali with agroecotourism oriented. The stages of this research were collecting and analyting the data include: (i) RWS (Relative Water Supply), (ii) RIS (Relative Irrigation Supply),(iii) Ia (Index Area), (iv) analysis of the condition and function of subak irrigation networks, (v) the condition and the function of subak facilities, (vi) the agroecotourism facilities, and (vii) physical performance of subak system using fuzzy logic approach. The utilization rate of water on Subak Anggabaya and Subak Lodtunduh in one year was good. Subak Anggabayaand Subak Lodtunduh have sufficient irrigation water supply with RIS values in one year > 1. Based on Area Index (Ia), it could be seen that the irrigated area in Subak Anggabaya andSubak Lodtunduh in accordance with the plan. The physical performance of Anggabaya subak system and Lodtunduh Subak system was in the middle criteria. The simulation results that development of agroecotourism on subak system could improve the physical performance of subak system.
CUSTOMARY CONFLICT AND BANISHMENT ‘KASEPEKANG’ AT BUNGAYA TRADITIONAL VILLAGE, KARANGASEM REGENCY, BALI: IN THE PERPECTIVE OF CULTURAL STUDIES Windia, I Wayan; Parimartha, I Gde; Putri Astita, Tjok Istri; Drama Putra, Nyoman
E-Journal of Cultural Studies Vol. 3, No. 1 Januari 2009
Publisher : Cultural Studies Doctorate Program, Postgraduate Program of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.464 KB)

Abstract

-
ANALISIS DAMPAK BUDAYA PEMBANGUNAN BANDARA INTERNASIONAL TERHADAP MASYARAKAT SEKITARNTYA Windia, Wayan; Suamba, Ketut; Sudarta, Wayan; Adikampana, Made
dwijenAGRO Vol 2 No 2 (2011): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.404 KB) | DOI: 10.46650/dwijenagro.2.2.280.%p

Abstract

Cultural impact in international airport development for the  surrounding community is very important to be analyzed. Those analyzation very useful for the new airport development, because we can anticipate the positive and negative impact of the international airport development. As for the result of the positive and negative impact of Ngurah Rai International Airport development are catagorizied into aspect of values (thinking pattern), social, and artifact.         
PERANAN DAN PEMBERDAYAAN DESA PAKRAMAN UNTUK MENUNJANG KEPARIWISATAAN DI BALI Windia, Wayan
JURNAL KEPARIWISATAAN Vol 3 No 1 (2004): Jurnal Kepariwisataan
Publisher : Pusat penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran dan pemberdayaan desa pakraman unluk menimiang kegiatan kepariwisataan di Bali , berkaitan dengan peran dan pemberdayaan lembaga tradisional lainnya yang melakukan polisentrisitas dengan desa pakraman yakni sistem subak. Disamping itu tentu saja dengan desa dinas. Ketiga lembaga ini hams mampii melakukan polisentrisitas yang optimal, demi terwuiudnya suasana harmoni dan kebersamaan. scsuai semaiigat yang ada pada konsep Tri Hita Karana. Kondisi seperti ini sangat penting artinya bagi kegiatan kepariwisataan di Bali . Peran desa pakraman dalam kepariwisataan di Bali adalah dengan mewujudkan suasana harmoni dan kebersamaan baik pada intern desa pakraman yang bersangkutan maupun antara desa pakraman dengan lingkungan sekitarnya . Peran dan pemberdayaan desa pakraman sebaiknya jangan sampai kebablasan. sehingga justru dapat menimbulkan konfiik. Desa pakraman di Bali perlu terus diberdayakan, agar mampu menjalankan perannya sectira maksimal dalam menunjang sektor pariwisata di Bali . Pemberdayaan dilakukan. baik di bidang ekonomi, sosial, kelembagaan, dan pengelolaan objek wisala yang ada di kawasan desa pakraman yang bersangkutan. Pemberdayaan desa pakraman seharusnya dilihat dari sudut pandang sistem kebudayaan, yang dilihat dari subsistem poki pikir, sosial, d;tn artefak. di mana seintia subsistem itu satu dan lainnya adalah saling terkait.
Eksploitasi Pemanfaatan Ruang Dalam Pembangunan Kawasan Wisata Adnyani, Ni Ketut sari; Windia, I Wayan; Sukerti, Ni Nyoman; Dewi, Anak Agung Istri Ari Atu
Pandecta Research Law Journal Vol 16, No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/pandecta.v16i2.30230

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji efektifitas pengaturan pemanfataan ruang dan model ideal pengaturan pemanfaatan ruang dalam pembangunan kawasan wisata. Jenis penelitian normatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan. Sumber bahan hukum primer dan sekunder menjadi sumber penunjang yang bersifat valid dalam penyelesaian permasalahan penelitian. Teknik hermenutika hukum menjadi acuan peneliti dalam melakukan interpretasi pasal-pasal berkenaan dengan isu hukum terkait eksploitasi pembangunan kawasan wisata dalam memanfaatan tata ruang. Hasil penelitian menunjukkan telah terjadi inkonsistensi dalam penyelenggaraan penataan ruang antara UUPR dan UUPPLH khususnya tataran asas yaitu asas kearifan lokal dan asas ekoregion. Model ideal pengendalian eksploitasi pemanfaatan ruang pada kawasan wisata, yakni menitikberatkan pembangunan pariwisata pada sektor ekonomi masyarakat setempat. Pemerintah melalui instansi terkait melakukan pendekatan dengan pemberian insentif terhadap tanah-tanah masyarakat yang berada dalam kawasan lindung yang berpotensi sebagai penunjang kegiatan pariwisata.
Aplikasi Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk Penentuan Strategi Pengembangan Subak Sumiyati Sumiyati; Lilik Sutiarso; I Wayan Windia; Putu Sudira
agriTECH Vol 31, No 2 (2011)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.808 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9737

Abstract

Subak is a customary law community that has the characteristics of socio­religious­agriculture, which represents far­ mers’ associations that manage an irrigation system in paddy fields. One characteristics of the subak system is of the Tri Hita Karana (THK) concept based community management system. Recently, due to development of tourism sector, some problems occur i.e. : (i) decreasing agricultural land area, (ii) declining youth’s interest in farming system caused by the prospect of an employment opportunities in tourism sector is more promising than a farmer, and (iii) others inter­ est contained to water beyond agriculture sector.The purpose of this study were to identified the strengths, weaknesses,  opportunities , and challenges faced by subak; find some alternative strategy to subak development solution; and find a solution strategy as an effort to support the development and sustainability of subak.In this research, the determination of an appropriate alternative strategy is done step by step. First, made a SWOT matrix, then based on the SWOT matrix, composed some of alternative strategies, and later is selection of alternative solution strategies that are considered most appropriate, are conducted using Analytical Hierarchy Process (AHP). In this study, AHP resolved by Criterium Decision Plus program version 3.0.The assessment using the AHP results that subak development as agroecotourism zone is the alternative strategy with higher value (0.471) compare to either massal tourism zone (0.157) or agricultural field zone (0.372). Through the de­velopment of subak as an agroecotourism zone, this alternative can support the sustainability of subak system amongBali tourism development, which is a synergy between tourism and agriculture.ABSTRAKSubak merupakan suatu masyarakat hukum adat yang memiliki karakteristik sosio­agraris­religius, yang merupakan perkumpulan petani yang mengelola air irigasi di lahan sawah. Satu keistimewaan dari sistem subak adalah bahwa pengelolaan subak berazaskan pada konsep Tri Hita Karana (THK). Namun seiring dengan berkembangnya pariwisata, terjadi fenomena antara lain : (i) berkurangnya lahan sawah akibat alih fungsi lahan; (ii) minat generasi muda menjadi petani semakin menurun karena prospek kesempatan kerja di bidang pariwisata lebih menjanjikan daripada menjadi petani, dan (iii) terdapat kepentingan lain terhadap air di luar sektor pertanian.Tujuan penelitian ini adalah : mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan yang dihadapi subak; me­ netapkan beberapa alternatif strategi untuk solusi pengembangan subak; dan menetapkan strategi solusi terpilih untuk pengembangan dan keberlanjutan sistem subak ditengah pesatnya perkembangan pariwisata Bali.Pada penelitian ini, penentuan alternatif strategi yang sesuai dilakukan secara bertahap. Tahap pertama dengan cara membuat Matriks SWOT. Tahap berikutnya, berdasarkan Matriks SWOT tersebut, disusun berbagai alternatif strategi. Selanjutnya, pemilihan  alternatif strategi solusi yang dianggap paling sesuai, dilakukan menggunakan Analitical Hi­ erarchy Process (AHP) yang diselesaikan dengan program Criterium Decision Plus Versi 3.0.Penilaian menggunakan AHP diperoleh hasil bahwa pengembangan subak sebagai daerah agroekowisata merupakan pilihan alternatif strategi yang mempunyai nilai (value) paling besar (0,471) dibandingkan dengan alternatif pengem­ bangan sebagai daerah wisata massal (0,157) maupun sebagai daerah pertanian (0,372). Dengan pengembangan subak sebagai daerah agroekowisata diharapkan dapat mendukung keberlanjutan sistem subak ditengah perkembangan pari­ wisata Bali, yang merupakan sinergi antara pariwisata dan pertanian.
Transformasi Sistem Irigasi Subak yang Berlandaskan Konsep Tri Hita Karana Wayan Windia; Suprodjo Pusposutardjo; Nyoman Sutawan; Putu Sudira; Sigit Supadmo Arief
agriTECH Vol 23, No 1 (2003)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2402.853 KB) | DOI: 10.22146/agritech.13519

Abstract

Subak irrigation system beside as an appropriate technological system, but as a cultural system as well. This fenomenon indicate that basically subak irrigation system is a technological system that has been developed as a part of cultural society. Because of subak system is viewed as a technological system, so this system has an ability to be transformed. Meanwhile, limitation of the ability of subak irrigation system to overcome the ezireem conditions, so its conditions basically to be solved through the harmony and togetherness, due to the Tri Hita Karana (THK) principles as a basic of subak system. Futhermore, through inverse technique, can be seen how far the ability of subak system can be transformed. And then, through Fuzzy Set Theory can be seen the dominance or ranks of the all elements of subak system, which is also as a consideration on the transformation process. (THK) principles as a basic of subak system. Futhermore, through inverse technique, can be seen how far the ability of subak system can be transformed. And then, through Fuzzy Set Theory can be seen the dominance or ranks of the all elements of subak system, which is also as a consideration on the transformation process.
Co-Authors A. A. A. WULANDIRA SAWITRI DJELANTIK Aditya Manggala RS Adnyana, I Nengah Surata AHMAD SURYA JAYA Alim Prabowo Anak Agung Gde Oka Parwata Anak Agung Istri Ari Atu Dewi ANAK AGUNG MIRAH WIJAYANTI Anas Rizki Bachtiar AYU FEBY SARITA BAIQ RIA ASKINA Catarina Tenny Setiastri Desak Putu Padmidewi Domingos Mesquita DWI PUTRA DARMAWAN Edelmiro Jose De Deus Edy Nurcahyo Gede Sedana Gusti Ngurah Kama Wijaya HADI SURYO WIBOWO I Dewa Ayu Puspitadewi I DEWA GEDE AGUNG I Dewa Putu Oka Suardi I Gde Parimartha I Gede Setiawan Adi Putra I GUSTI AGUNG AYU AMBARAWATI I GUSTI AYU AGUNG LIES ANGGRENI I GUSTI JAYA WIRARAJA I Gusti Ketut Adi Winata I GUSTI PUTU SASTRA PUTRA KUSUMA I Ketut Suamba I KETUT SUDANTRA I Ketut Sudibia I Ketut Surya Diarta I Ketut Wirawan I Komang Gde Bendesa I Komang Trisna Eka Putra I Made Adikampana, I Made I Made Antara I Made Mahadi Dwipradnyana I Made Sarjana I MADE SUDARMA I Nengah Surata Adnyana I Nyoman Gede Ustriyana I Putu Edi Swastawan I PUTU SONY ARYAWAN I Putu Sriartha I W BUDIARSA SUYASA I WAYAN DEDI SURYAWAN I WAYAN PUTRO ADNYANA I Wayan Suarna I Wayan Suartana I WAYAN SUDARTA I WAYAN WIDYANTARA I WAYAN YOGA WIRA SAPUTRA IDA AYU ASTARINI IDA AYU GDE PURNA DEWI Ida Ayu Listia Dewi IQBAL FAIRUZ HSB K REDIK MARDIKA KADEK AYU RATNA BUDHIARTI KADEK DWI ANDIKA Karyati, Ni Ketut KETUT ADI WAHYU PUTRA KETUT BUDI SUSRUSA KOMANG TRI PERMATA DEWI Laksono Trisnantoro LATIEF IKHSAN Lilik Sutiarso Lilik Sutiarso Lilik Sutiarso Luh Putu Esty Punyantari LUKY AISYAH ANDRIANI M. Sudiana Mahendra M.TH. HANDAYANI Made Antara Made Antara Made Antara Made Mutiara Sanjiwani Rajendra MADE SARJANA Made Sudarma MADE WIRARTHA Meilida Hijriyani MUKHAMAD KHOIRUL IKHSAN Nengah Bawa Atmaja Nengah Bawa Atmaja Nengah Bawa Atmaja Ni Ketut Karyati Ni Ketut Sari Adnyani NI LUH PUTU ERMA MERTANINGRUM Ni Luh Putu Mega Priantari Ni Made Ayu Citra Laksmi NI MADE MIA WULANDARI Ni Made Sukraeni Asih Ni Made Tisnawati Ni Nyoman Juli Nuryani NI NYOMAN SUKERTI . Ni Putu Ayu Mas Dianti Putri Ni Putu Massuli Adi Ni Wayan Evi Hariyastini Ni WAYAN SRI ASTITI Ni Wayan Surya Suryathi Ni Wayan Suryathi Nyoman Drama Putra Nyoman Parining Nyoman Sutawan NYOMAN SUTAWAN NYOMAN SUTJIPTA Padmidewi, Desak Putu Putu Fajar Kartika Lestari Putu Sudira Putu Sudira Putu Sudira Putu Sudira Putu Sudira Putu Udayani Wijayanti RATNA KOMALA DEWI ROSDIANA BARANSANO RUTH MADEARNI MALAU S Sumiyati S. A. Widnyani Sara Ida Magdalena Awi Sigit Supadmo Arief SIGIT SUPADMO ARIF SILFIA MARETA MAHMUDAH Sumiyati Sumiyati Sumiyati Sumiyati Sumiyati Sumiyati Sumiyati, S Suprodjo Pusposutardjo SUPRODJO PUSPOSUTARDJO Suryathi, Ni Wayan Tannia Christianti Sukandar Tjok Istri Putri Astita TORKIS JOEL SIMBOLON WAYAN SUDARTA Wayan Tika Widhianthini .