Claim Missing Document
Check
Articles

AKTIVITAS ANTIINFLAMASI REBUSAN KULIT BATANG JAMBU METE (Anacardium occidentale L.) PADA UDEMA KAKI TIKUS TERINDUKSI KARAGENIN Nugroho, Agung Endro; Sudarsono, Sudarsono; Veriony, Lini
Majalah Obat Tradisional Vol 16, No 3 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.16 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ16iss3pp%p

Abstract

Rebusan kulit batang tanaman jambu mete (Anacardium occidentale L.) secara tradisional dimanfaatkan sebagai obat kumur untuk mengobati radang mulut dan gusi. Kombinasi ekstrak air kulit batang jambu mete dengan jus anggur memiliki aktivitas antiinflamasi. Kulit batang jambu mete mengandung asam galat dan asam anakardat yang berefek sebagai antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi rebusan kulit batang jambu mete dibandingkan dengan indometasin (Non Streoid Antiinflamatory Drug). Proses penelitian meliputi pengumpulan kulit batang, pembuatan rebusan, analisis kualitatif metabolit, penetapan kadar fenolik total, pengujian aktivitas penangkapan radikal bebas dan pengujian aktivitas antiinflamasi. Rebusan dosis pemberian 1,25; 2,5 dan 5g/kgBB serta kontrol positif indometasin dosis 10mg/kg BB digunakan untuk uji aktivitas antiinflamasi. Hasil pengukuran volume udem dihitung nilai Area Under Curve (AUC) dan % Daya Antiinflamasi (DAI) kemudian data dianalisis untuk mengetahui perbedaan antar kelompok. Dari hasil penelitian diketahui bahwa daya antiinflamasi rebusan kulit batang jambu mete dosis pemberian 1,25 ; 2,5 dan 5 g/kgBB tidak berbeda signifikan dengan indometasin dosis 10mg/kgBB. Kadar fenolik total semakin berkurang seiring dengan peningkatan konsentrasi rebusan. Aktivitas penangkapan radikal bebas DPPH pada konsentrasi 1mg/mL jauh lebih lemah dibandingkan dengan asam galat 1 mg/mL.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOLIK RIMPANG JAHE MERAH TERHADAP FAGOSITOSIS MAKROFAG PADA MENCIT JANTAN YANG DIINFEKSI DENGAN Listeria monocytogenes Yuswanto, Agustinus; Sudarsono, Sudarsono; Bintari, YS
Majalah Obat Tradisional Vol 15, No 2 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.569 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ15iss2pp%p

Abstract

Jahe merupakan salah satu tanaman obat yang digunakan pada kondisi individu yang berada pada kondisi tidak nyaman; misalnya sakit kepala, diare, kembung, demam, batuk, dan masuk angin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek ekstrak zat pedas rimpang jahe merah dalam kaitannya dengan peningkatan aktivitas fagositosis makrofag. Metode penelitian dilakukan sesuai dengan metode yang pernah dilakukan oleh Leijh dkk. (1986) yaitu dengan lateks beads. Efek ekstrak zat pedas rimpang  jahe merah 10 mg/kgBB, 25 mg/ kgBB, dan 100 mg/kgBB dilihat terhadap jumlah lateks yang difagositosis makrofag. Perlakuan dilakukan selama 20 hari. Pada hari ke-15, mencit diinfeksi dengan Listeria monocytogenes. Data dianalisis dengan Kolmogorov-Smirnov, dan ANOVA satu arah dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian disimpulkan bahwa ekstrak zat pedas rimpang jahe merah 100 mg/kgBB, dengan perbandingan kadar relatif bercak zat pedas 1 dan bercak zat pedas 2 sebesar 6,8:1, kadar fenolik total 3,27% b/b EAG (Ekuivalen Asam Galat), dan IC50 14,57 mg/mL, berefek pada peningkatan aktivitas makrofag. Peningkatan fagositosis makrofag ekstrak zat pedas rimpang jahe merah 100 mg/kgBB sebanding dengan ekstrak Echinacea dan levamisol.
DAYA ANTIFUNGI REBUSAN KULIT BATANG JAMBU METE (Anacardium occidentale L.) TERHADAP C. albicans PADA RESIN AKRILIK Lidyawita, Ria; Sudarsono, Sudarsono; Harsini, Harsini
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.14 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ18iss1pp%p

Abstract

Kurangnya perawatan gigi palsu berakibat pada tingkat kepadatan koloni Candida albicans yang dapat menyebabkan denture stomatitis. Mikroba tersebut sering dijumpai pada pemakai gigi tiruan dan dijumpai sebanyak 86% dari penderita denture stomatitis. Pada kulit batang jambu mete terdapat tanin, asam galat dan asam anakardat, yaitu komponen fenolik dengan aktivitas antijamur terhadap C. albicans. Penelitian ini meliputi pengumpulan bahan, perebusan, freeze drying, identifikasi fitokimia asam anakardat dan asam galat, penetapan kandungan fenolik total dengan metode Folin Ciocalteu, dan uji daya antifungi terhadap C. albicans pada plat resin akrilik. Plat resin akrilik direndam dalam suspensi C. albicans selama 24 jam, dibilas dengan Phosphate Buffer saline (PBS), direndam disertai agitasi selama 3 menit dalam larutan hasil freeze drying rebusan kulit batang jambu mete konsentrasi 12,5%b/v, 25%b/v, dan 50%b/v dengan stok 20mg/mL, divibrasi dalam NaCl fisiologis yang kemudian diinkubasi pada Agar Sabouraud selama 48 jam, diamati dan dihitung persentase penghambatan pertumbuhan C. albicans. Analisis statistik dengan Anava, dilanjutkan uji Kruskal-Wallis untuk mengetahui perbedaan antar kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rebusan kulit batang jambu mete konsentrasi 12,5%b/v, 25%b/v, dan 50%b/v memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan C. albicans yang berbeda bermakna, yaitu berturut – turut 69,69%, 82,66%, 94,14% dan kandungan fenolik total yang berbeda bermakna, yaitu berturut – turut 35,18%b/b EAG, 31,64%b/b EAG, 29,47%b/b EAG.
PENANGKAPAN RADIKAL 2,2-difenil-1-pikril hidrazil (DPPH) BUAH PEPAYA (Carica papaya L. (jingga)) TUA DAN MUDA Ramadhan, Emir; Sudarsono, Sudarsono
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 3 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.331 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ18iss3pp167-172

Abstract

Beberapa senyawa yang berpotensi sebagai penangkap radikal diketahui terdapat juga di dalam buah pepaya (Carica papaya L. (jingga)). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penangkapan radikal 2,2-diphenyl-1-pycryl hydrazyl (DPPH) antara buah pepaya  tua dan muda dengan pembanding vitamin C sintetik. Daging buah pepaya dihaluskan, kemudian dikeringkan dengan metode freeze – drying. Hasil pengeringan dilarutkan dalam etanol untuk direaksikan dengan DPPH. Vitamin C juga diperlakukan dengan metode yang sama, kemudian dibuat sebuah kurva baku  persen penangkapan radikal DPPH oleh vitamin C. Persen penangkapan radikal DPPH oleh sari serbuk buah pepaya muda dan tua diplotkan pada kurva baku tersebut. Buah pepaya tua memiliki kemampuan penangkapan radikal DPPH sebesar 1.340,931 mg pepaya tua segar sebanding dengan 1  mg vitamin  C. Buah pepaya muda memiliki kemampuan sebesar 3.557,814 mg pepaya muda segar sebanding dengan 1  mg vitamin C.
PENGARUH KADAR FENOLIK PADA DAUN TEH Camelia xinensis L. TERHADAP PREFERENSI EMPOASCA SP. (Homoptera : Cicadellidae) Saiful, Saiful; Sudarsono, Sudarsono
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (966.217 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ18iss2pp%p

Abstract

Golongan senyawa fenolik adalah metabolit sekunder yang terdapat di seluruh bagian tumbuhan yaitu buah, kulit, akar, batang dan daun tumbuhan berfungsi sebagai pertahanan kimia (chemical defence) bersifat repellent dan detterent terhadap serangga herbivora. Golongan flavonoid lainnya yaitu katekin. Katekin dan turunannya (gallokatekin) pada daun teh diketahui berfungsi sebagai mekanisme ketahanan terhadap Empoasca sp. (Homoptera: cicadellidae). Untuk mengetahui kadar fenol pada tanaman teh Camelia sinensis L. klon Kiara dan klon Pasir Sarongge (PS) serta pengaruh golongan senyawa fenolik terhadap preferensi Empoasca sp. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi polifenol pada pucuk daun teh semakin tidak disukai Empoasca sp.
POTENSI PENANGKAPAN RADIKAL 2,2-difenil-1-pikril hidrazil (DPPH) OLEH BUAH PISANG SUSU (Musa paradisiaca L. “Susu”) DAN PISANG AMBON (Musa paradisiaca L. “Ambon”) Sudarsono, Sudarsono; Saputro, Anjar Hermadi
Majalah Obat Tradisional Vol 19, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1028.488 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ19iss1pp%p

Abstract

Kandungan gizi termasuk vitamin A dan C pada pisang susu dan pisang ambon diprediksikan berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antiradikal antara buah pisang susu dan pisang ambon dengan vitamin C sintetik sebagai pembanding sehingga didapatkan seberapa besar kemampuan daya antioksidan pisang susu dan ambon yang dihasilkan dalam pengonsumsian buah bila diinginkan kekuatan antioksidan yang dihasilkan oleh vitamin C murni pada kadar tertentu. Penelitian ini terdiri atas pengukuran aktivitas antioksidan dengan metode 2,2-Difenil-1-Pikrilhidrazil (DPPH) sehingga didapatkan data aktivitas antioksidan dan Inhibitory Concentration50 (IC50)dari pisang susu, pisang ambon dan vitamin C sintetik. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebanyak 2418,84g pisang susu berpotensi sebagai antioksidan yang setara dengan potensi antioksidan 1 gram vitamin C bila diukur dengan pereaksi DPPH 0,4mM, sedangkan sebanyak 9229,79g pisang ambon berpotensi sebagai antioksidan yang setara dengan potensi antioksidan vitamin C 1 gram bila diukur dengan pereaksi DPPH 0,4mM.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ZAT PEDAS RIMPANG JAHE EMPRIT YANG DISARI DENGAN ETANOL 70% TERHADAP FAGOSITOSIS MAKROFAG PADA MENCIT JANTAN YANG DIINFEKSI DENGAN Listeria monocytogenes Sudarsono, Sudarsono; Yuswanto, Agustinus; Mellawati, Dyah
Majalah Obat Tradisional Vol 15, No 3 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.217 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ15iss3pp112 – 120

Abstract

Efek immunomodulator banyak dilakukan dalam upaya pengembangan herbal medisin. Jahe merupakan salah satu bahan alami yang digunakan untuk mengatasi berbagai macam penyakit. Jahe emprit merupakan salah satu nama lokal jahe yang ada di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak zat pedas rimpang jahe emprit yang diekstraksi dengan 70% v/v etanol terhadap aktivitas makrofag, dibandingkan dengan levamisol dan ekstrak Echinacea. Ekstraksi dilakukan dengan etanol 70% v/v. Kemampuan fagositosis makrofag terhadap lateks ekstrak zat pedas rimpang jahe emprit  secara in vitro pada 5 mg/kgBB; 25 mg/kgBB; dan 100 mg/kgBB. CMC Na 1,5% b/v digunakan sebagai kontrol pelarut; sedangkan sebagai kontrol positif, digunakan Levamisol 2,5 mg/kg BB dan ekstrak Ehinacea 10 mg/kg BB. Metode pengujian yang dilakukan, sesuai dengan pengujian yang dilakukan Leijh dkk (1986). Ekstrak diberikan secara oral pada mencit jantan galur Swiss sebanyak 0,2 ml/20 g BB. Data dianalisis dengan ANOVA satu jalan (taraf kepercayaan 95%). Ekstrak zat pedas rimpang jahe emprit dengan spesifikasi kadar relatif zat pedas 35%, kadar fenol total 3,554% ± 0,145 % b/b; dan bilangan antioksidan (IC50) 13,70 mg/ml, pada dosis 5 mg/kg BB dan 25 mg/kg BB dapat berefek pada peningkatan ke-mampuan fagositosis makrofag peritoneal pada mencit jantan yang diinfeksi Listeria monocytogenes. Peningkatan fagositosis ekstrak zat pedas rimpang jahe emprit dosis 25 mg/kg BB sebanding dengan imunostimulator sintetik (Levamisol hidroklorida 2,5 mg/kg BB) dan imunostimulator alami (ekstrak Echinacea 10mg/ kgBB).
Anti-Inflammatory Activity of Ethanol Extract of Cashew Stem Bark (Annacardium Occidentale L.) on Rat Paw Edema Induced by Carrageenan Harsini, Harsini; Sutardja, Iwa; Martono, Sudibyo; Sunarintyas, Siti; Sudarsono, Sudarsono
The Indonesian Journal of Dental Research Proceeding Book
Publisher : The Indonesian Journal of Dental Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.124 KB)

Abstract

Introduction: Cashew stem bark (Anacardium occidentale L.) was traditionally used to cure inflammation in the oral cavity. Phenolic substances such as phenol and anacardic acid that have anti-inflammatory effect was found in cashew stem bark. The aim of this study was to investigate the anti-inflammatory activity of the ethanol extract of cashew stem bark and indometazine as Non-steroid anti-inflammatory drug. Materials and Methods: Cashew stem bark was collected from Faculty of Dentistry, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia. Extraction was done by maceration method using ethanol as solvent. Anti-inflammatory activity of 40 mg/kg bw, 80mg/kg bw, 160mg/kg bw dosage of cashew stem bark extract was monitored and indometazine 10 mg/kg bw was used as positive control. Edema volume determination on rat paw was counted as area under cure (AUC) value and anti-inflammatory percentage. Result: This study result showed that total phenolic content on cashew stem bark was 12.25 ± 0.26% w/w gallic acid equivalent (GAE). The anti-inflammatory activity of cashew stem bark extract in this study were 9.985±6.483% for 40mg/kg BW, 15.576±6.754% for 80mg/kg bw, 25.87±19.7% for 160mg/kg bw and 56.85 ±15.52% for Indometazine 10 mg/kg bw. Analysis of Variance (ANOVA) method was applied on the results and showed significant anti-inflammatory activity of ethanol extract on cashew stem bark (p<0.05). Conclusion: In conclusion, ethanol extract of cashew stem bark has anti-inflammatory activity. However, its’ activity is lower than indometazine.
Characteristics Associated with Nurses and Midwives Stigma in People with HIV/AIDS (PLWHA) in The District Health Talun Blitar Sudarsono, Sudarsono
Journal of Ners and Midwifery Vol 2, No 1 (2015): Journal of Ners and Midwifery
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.915 KB) | DOI: 10.26699/jnk.v2i1.ART.p030-037

Abstract

HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus / Acquired Immune Deficiency Syndrome) haslong been an issue along with the continued attention of various circles around the world, especiallythe health sector. The purpose of this study was to determine the characteristics of the relationship withthe health workers in health centers stigma on people living with HIV Talun Blitar regency. This studyused a cross-sectional study design with a population of 36 respondents that all the research sample.Collecting data using questionnaires. Analysis of data using statistical test Pearson and Spearman rhocorrelation with p  0.05. There is no relationship between education and stigma on people living withHIV, with a value of p = 0.367 in Spearman rho correlation test. There is a relationship between longworking with the stigma on people living with HIV, with p = 0.046 in correlatioan Pearson test. Thereis a relationship between knowledge of HIV/AIDS stigma on people living with HIV, with p = 0.035 incorrelatioan Pearson test. Need more attention from policy makers at government level for programs ofprevention of transmission of HIV/AIDS among health workers, by providing a uniform and continuoustraining to all health workers.
Larvicidal Activity of The Mixture of Cashew Nut Shell Liquid (CNSL) and Aqueous Extract of Sapindus rarak DC Against Larvae of Culex quinquefasciatus Fauziah, Rahmi Safarina; Sudarsono, Sudarsono; Mulyaningsih, Budi
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.723 KB) | DOI: 10.14421/biomedich.2014.31.21-23

Abstract

The aim of this study was to evaluate the larvicidal activity of Cashew Nut Shell Liquid (CNSL) against the Culex quinque fasciatus in larval stage. The CNSL was diluted in water by addition of aqueous extract of Sapindus rarak DC to increase its solubility. Larvae were exposed to varying concentrations of that mixture. The larvae mortality was observed after 24 h exposure. LC50 and LC90 value by extrapolation were 20,52 ppm and 55,41 ppm respectively. CNSL were specified by characterizing its physico-chemical properties and  anacardic acid as marker compound by High Performance Chromatography (HPLC). The results were the mixture of Cashew Nut Shell Liquid (CNSL) and Aquous extract of Sapindus rarak DC had larvicidal activity against Cx. Quinque-fasciatus and further investigations were needed to identify the fatty acid derivative as active compound of CNSL which  responsible for larvicidal activity.
Co-Authors . MASWAR A.A. Gd. Tryadi Pradipta A.A. Ketut Agung Cahyawan W AA GN Anom Jambe AA. Devi Pradnyanita AAGN Anom Jambe AAGN Anom Jambe Achmad Fudholi AF. Ismiyanto, AF. Agung Endro Nugroho Agus Selamet Duniaji Agustinus Yuswanto, Agustinus AI DARIAH Al Ichlas Imran Al Ichlas Imran Albert Rufinus Ali Djamhuri Aminur Aminur Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Andayani, Erda Dwi Anisa Intan Hartanti Anjar Hermadi Saputro Ariani Nisfin Kholifah Ariani Nisfin Kholifah Bambang Admadi Harsojuwono Budi Mulyaningsih Budiman Sudia Budiman Sudia Christin Yunanto Chusni Ansori Clarry Sada Dana Putri, Andita Febriansari dewi novita Dina Puti Kartika Dwi Riyanti Dyah Mellawati, Dyah Eka Jana Walianingsih Emir Ramadhan, Emir Endang Susilawati Eni Rosnija Eny Rosnija, Eny Erick, Chrysostomus Erna P. Setyowati Eusabinus Bunau F. AGUS Fajar Laksono Febrian Rahma Putra Firnanda, Sari Gatot Sutapa Gatot Sutapa Gusti Ayu Kadek Diah Puspawati Harmonis, Dinda Ria Harsini Harsini Hasibuan, Hoiruddin Husni Mubarok I D.P. Kartika Pratiwi I Dewa Made Sukrama I Gusti Ayu Ekawati I Gusti Ayu Kadek Puspawati I Gusti Ayu Lani Triani I GUSTI MADE SUBIKSA I Ketut Suter I Made Sugitha I Nengah Kencana I Nengah Kencana Putra I Nyoman Nurjaya I Putu Eka Putra Sentana I Putu Suparthana I Putu Willigis Benito Khatulistiwa I W.R. Widarta I Wayan Rai Widarta I Wayan Ryantama Swastika Braja I. Setiawan, I. I.W. Rai Widarta Ida Ayu Maria Christina Ida Ayu Surya Agustini Ida Bagus Wayan Gunam Indrati, Retno Iwa Sutardja, Iwa Iwan Setiawan Iwan Supardi J Sri Adiningsih Jeany Tio Larosta Jeremy Louis Adisurya Juliawati, Euis Kadek Danthiswara Gelgel KETUT BUDI SUSRUSA KOMANG AYU NOCIANITRI Kurniawati, Suma L.K Darusman L.T Indriyati Lewi Rensia Roulina Hutasoit Lini Fitri Lini Veriony, Lini Lucia Denok Wihartati Lucky Arisonna Roring Luh Putu Trisna Darmayanti Luh Putu Wrasiati Lutfi Suhendra Luwandi Suhartono Luwandi, Luwandi Made Dwi Widyantari Mandayu, Yohana Yosiphanungkas Bahari Marjun, Agustinus Marlentera, Riris Marpaung, Uliana Sara Mauludiana, Poppy Iga Melia Verdiana Meysi Andriani Muchamad Ali Safaat Muhammad Fajar Sidiq Widodo Nanang Endriatno Nanang Endriatno Naniek Widyaningrum Natalie Indirasvari K. S. Ni Kadek Yuli Kesuma Ni Ketut Sri Agustini Ni Komang Ayu Nila Ratna Ni Komang Ayu Nila Ratna Ni Komang Sri Budihartini Ni Komang Trisna Rahayu Ni Luh Ari Yusasrini Ni Made Indri Hapsari Arihantana Ni Made Yusa Ni Nyoman Desi Trisnadewi Ni Nyoman Puspawati Ni Putu Candra Utami Ni Putu Diah Cahyani Subamia Ni Putu Yuni Wulan Sari Ni Wayan Ayuk Yuliantari Ni Wayan Wisaniyasa Nico Kemit Noval Wahyu Adi Novia Hasanah Novriyanti Hutasoit Nur Wienda Permata Wulandari Nursiati, Nursiati Nyoman Citra Suryani NYOMAN SEMADI ANTARA Oktavianti, Siti Pande Ketut Diah Kencana Pande Made Agus S. Diputra Pangga, Wilfred Prinob Aksar Pudji Hastuti Pudji Hastuti Purboyo, Bayu Aji Purwati Purwati Putu Eka Yudhayanti Putu Timur Ina R. SITUMORANG Rahmawati, Sumi Rahmi Safarina Fauziah, Rahmi Safarina Raisa, Metha Retno Indriati Ria Lidyawita, Ria Riani, Bela Rijal, Khairur Rina, Petronela Rubbana Sunardi Rut Elisabet Sianturi S. Arsyad S. Indarto, S. Saefudin Saefudin Saiful Saiful Samhuddin Samhuddin Sandhika Wahyu Adhinugraha Sasy Eka Putri Wahyuningtyas Sayi Hatiningsih Sidharta, Noor Siti Sunarintyas Sri Wahyuni Stevani, Ana Sudibyo Martono Sugiri, Bambang Sugiri, Bambang SUPANDI SUBIHAM Suparmo Suparmo SUPIYANDI SABIHAM Suwasono, Sony Syarif Husin Tito Azhari Saputro Viranci, Nofila Cici W.H SISWORO Wardah Wardah Winarno, Bambang Wulandari Setiadarma Yessica Kristanti Yofita Sandra, S.Pd., M.Pd., Zico Farlin, Dr. Budiwirman, M.Pd., Yohanes Setiyo Yossinta C.C. Kusuma YS Bintari, YS Yuliana, Yohanes Gatot Sutapa Zainal Arifin Zenny Elfryani Purba