Muhammad Syukur
Department Of Sociology Education, Faculty Of Social Science, Universitas Negeri Makassar, Indonesia

Published : 56 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Suru Maca: Tradisi Menyambut Bulan Ramadan Masyarakat Desa Pakkabba Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan Abdul Rahman; Muhammad Syukur; Abdul Aziz
Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) Vol 6, No 2 (2020): Jurnal SMaRT Studi Masyarakat, Religi dan Tradisi
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18784/smart.v6i2.1097

Abstract

The suru maca ritual is a tradition of the Islamic community of Pakkabba Village in Takalar Regency, South Sulawesi province, to welcome Ramadan's arrival. At present, the implementation of this tradition is enjoyed by local communities and enjoyed by immigrant communities of different ethnicities and religions. This tradition is alive and well in society because it is functional and has a significant symbolic meaning for this culture's owner. This study aims to determine the purpose and function of the suru maca ritual for Pakkabba Village people. This research is a qualitative study that uses an ethnographic approach. Data was collected through literature review, participatory observation, and in-depth interviews. Data were analyzed using a functional, structural approach. The results showed that the existence of Islam had been accepted and became part of the Pakkabba village community's social system so that the month of Ramadan, which is the holy month of Muslims, is expressed through the local tradition of suru maca. The suru maca ritual means a communicative act and is an arena of women's power. At the same time, its functions include expressing feelings, strengthening solidarity, strengthening kinship relationships, moral renewing, and maintaining identity
POLA ASUH ORANGTUA SISWA BERPRESTASI DI SMA NEGERI 1 SEGERI KABUPATEN PANGKEP Samad, Nur Asnih; Syukur, Muhammad
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 5 Edisi 1, Maret 2018
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.598 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12208

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui Pola Asuh Orangtua Siswa Berprestasi di SMA Negeri 2 Pangkep; 2) mengetahui faktor yang mempengaruhi pola asuh orangtua siswa berprestasi di SMA Negeri 2 Pangkep. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan jumlah informan 10 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling dengan kriteria yaitu siswa mendapat prestasi baik disekolah sebanyak 5 orang beserta orangtuanya sebanyak 5 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan tahap mereduksi data, mendisplaykan data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data yaitu member check, Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Gambaran pola asuh orangtua siswa berprestasi yaitu jenis pola asuh demokrasi, gaya pengasuhan demokrasi (authoritative) mendorong anak untuk mandiri, namun masih menempatkan batas dan kendali pada tindakan mereka. Gaya ini biasa mengakibatkan perilaku anak berkompeten secara sosial. 2) Faktor yang mempengaruhi pola asuh orangtua siswa berprestasi yaitu, tingkat pendidikan orangtua yang rendah, status ekonomi orangtua, dan jenis kelamin.
SEKOLAH SEBAGAI AGEN SOSIALISASI DALAM PEMBENTUKAN MORAL SISWA DI PONDOK PESANTREN SMP UMMUL MUKMININ MAKASSAR Sitti Arafah; Muhammad Syukur
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 6 Edisi 2, Juli 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.382 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.13247

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Upaya sekolah sebagai agen sosialisasi dalam pembentukan moral siswa di Pondok Pesantren SMP Ummul Mukminin Makassar. 2) Kendala yang dihadapi sekolah dalam membentuk moral siswa di Pondok Pesantren SMP Ummul Mukminin Makassar. Jenis penelitian ini kualitatif dengan penentuan informan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria yaitu informan kepala sekolah, guru BK, pembina asrama dan guru pembina ekskul di Pondok Pesantren SMP Ummul Mukminin Makassar. Siswa kelas VII dan VIII yang pernah masuk ruangan BK di Pondok Pesantren SMP Ummul Mukminin Makassar. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif tipe deskriptif melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan member check. Hasil penelitian menujukkan bahwa; 1) Upaya yang dilakukan sekolah sebagai agen sosialisasi dalam pembentukan moral siswa di Pondok Pesantren SMP Ummul Mukminin Makassar yaitu menumbuhkan sikap disiplin, membentuk keterikatan pada kelompok-kelompok sosial, dan menumbuhkan otonomi. 2) Kendala-kendala yang dihadapi sekolah dalam membentuk moral siswa yaitu kendala yang bersumber dari dalam diri siswa, kendala yang bersumber dari lingkungan keluarga, dan kendala yang bersumber dari teman sebaya.
PERAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI (BNNP) DALAM PEMBINAAN TERHADAP PECANDU NARKOBA DI KOTA SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR Noorhidayah, Noorhidayah; Syukur, Muhammad
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 5 Edisi 2, Juli 2018
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.97 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Kontribusi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) terhadap berkurangnya pengguna narkoba di Kota Samarinda. (2) untuk mengetahui Dampak peran Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) dalam pembinaan terhadap pecandu narkoba di Kota Samarinda. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Adapun pemilihan informan pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria seksi pencegahan dan pemberdayaan masyarakat (P2M), seksi rehabilitasi dan pecandu narkoba di BNNP Kalimantan Timur sebanyak 12 orang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan member check.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kontribusi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) terhadap berkurangnya pengguna narkoba di Kota Samarinda yaitu a) memberikan edukasi, b) menyediakan rehabilitasi dan sc) memberikan life skill tentang keahlian atau minat bakat yang dimiliki para pecandu. (2) Dampak peran Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) dalam pembinaan terhadap pecandu narkoba di Kota Samarinda yaitu para pecandu mendapatkan perubahan pola perilaku yang sekarang menjadi lebih baik dan akan bisa kembali ke masyarakat nantinya.
PRAKTEK KEKERASAN DI SMA NEGERI 8 LUWU TIMUR Masse, Masse; Syukur, Muhammad
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 6 Edisi 2, Juli 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.977 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.13234

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Bentuk-bentuk kekerasan di SMA Negeri 8 Luwu Timur, 2) Faktor-faktor penyebab terjadinya kekerasan di SMA Negeri 8 Luwu Timur, 3) Upaya mencegah kekerasan di SMA Negeri 8 Luwu Timur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan menggunakan 25 orang informan. Teknik dalam menentukan informan menggunakan Purposive Sampling, dengan kriteria yang digunakan yairu siswa-siswi korban kekerasan di SMA Negeri 8 Luwu Timur. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan tahapan mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data yaitu menggunakan teknik Triangulasi Sumber. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Bentuk-bentuk kekerasan yang terjadi disekolah ada empat yaitu: (a) kekerasan fisik seperti dipukul, ditendang, dan dilempar dengan bola basket, (b) kekerasan verbal seperti dikatakan tuli, bodoh, kurang ajar dan dihina, (c) kekerasan mental seperti tatapan mata yang mengancam, ekspresi wajah dan gerak tangan dan (d) kekerasan seksual seperti percobaan pemerkosaan dan penghinaan terhadap lawan jenis. (2) Faktor penyebab terjadinya kekerasan ada empat yaitu: (a) Guru seperti adanya pola relasi yang asemetris antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa, adanya gangguang atau masalah sosiologis yang terdapat pada guru dan kurang dikembangkannya proses pembelajaran yang mampu menarik minat siswa. (b) siswa seperti memiliki kecenderungan kepribadian impulsive dan acap kali kesulitan mengendalikan emosi, harga diri yang terlalu tinggi dan ditambah lagi kepribadian yang kurang matang, (c) keluarga seperti pola asuh, orang tua yang mengalami masalah psikologi dan keluarga yang mengalami disfungsional (d) lingkungan seperti karena adanya budaya kekerasan dan aturan sekolah yang sedikit memberatkan siswa siswi dan mendapatkan hukuman dari guru jika peraturan tersebut tidak dipatuhi (3) Upaya untuk mencegah kekerasan ada tiga yaitu: (a) Upaya sekolah seperti menerapkan pendidikan tanpa kekerasan, mangadakan pendidikan psikologi bagi guru, (b) upaya orang tua atau keluarga seperti menerapkan pola asuh, mengajarkan kepada anak mengenai disiplin dan membentuk mental jasmani yang kuat dan mengingatkan kepada anak untuk tidak mempercayai orang lain, (c) upaya siswa yang mengalami kekerasan seperti sharing atau menceritakan kepada orang tua tau seseorang yang dipercayai mengenai kekerasan yang dialami di sekolah.
PRAKTEK HEGEMONI SENIOR DI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR Ramadhani, Fidya; Syukur, Muhammad
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 6 Edisi 2, Juli 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.976 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.13215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) Bentuk hegemoni yang dilakukan senior di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar. 2) Tingkatan hegemoni yang dilakukan senior di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik dalam menentukan informan menggunakan purposive sampling, dengan kriteria yaitu berstatus sebagai mahasiswa FIS UNM, pernah atau sedang menjabat sebagai pengurus dalam organisasi tingkat fakultas dan mahasiswa junior angkatan 2018 yang aktif dalam himpunan program studi. Jumlah informan sebanyak 8 orang senior dan 5 mahasiswa junior angkatan 2018. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif tipe deskriptif melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan membercheck. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Bentuk hegemoni yang dilakukan senior di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar adalah bentuk persetujuan, dominasi dan kepemimpinan intelektual dan moral. 2) Tingkatan hegemoni yang dilakukan senior di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar berada pada tingkatan hegemoni yang merosot (decadent hegemony). Hal ini dapat dilihat dari hubungan yang terjalin antara mahasiswa senior dengan mahasiswa junior meskipun terjalin baik tapi hanya beberapa junior saja yang menjalin keakraban. Masih adanya pula kecanggungan yang tercipta antara senior dengan junior. Mahasiswa junior aktif dalam mendukung kegiatan himpunan program studi ataupun fakultas karena adanya rasa sungkan apabila tidak melaksanakan arahan senior dan keterpaksaan pada kegiatan yang mewajibkan untuk diikuti karena adanya sanksi yang diberikan senior.
KONFLIK INTERNAL SISWA DAN SEMANGAT BELAJAR (STUDI KASUS SISWA SMA NEGERI 2 SINJAI SELATAN) Nursyam, Herni; Syukur, Muhammad
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 5 Edisi 1, Maret 2018
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.946 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Gambaran konflik internal dan semangat belajar siswa di SMA Negeri 2 Sinjai Selatan; 2) Bagaimana konflik internal mempengaruhi semangat belajar siswa di SMA Negeri 2 Sinjai Selatan. Jenis penelitian ini ini adalah kualitatif deskriptif. Jumlah informan sebanyak 11 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling, dengan kriteria siswa yang sering mengalami konflik internal dan masalah mengenai semangat belajar. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan teknik member chek.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) gambaran konflik internal dan semangat belajar siswa di SMA Negeri 2 Sinjai Selatan yaitu (a) gambaran konflik internal siswa SMA Negeri 2 Sinjai Selatan adalah (1) perasaan yaitu, perasaan senang dan sedih terhadap orangtua, teman dan guru, (2) perasaan emosi yakni, amarah, rasa takut, sedih, jengkel terhadap teman, terhadap orang lain, (b) gambaran semangat belajar siswa SMA Negeri 2 Sinjai Selatan adalah (a) faktor internal meliputi faktor jasmani yaitu ketika dirinya merasa sakit atau kurang enak badan bisa menyebabkan dirinya tidak bersemangat dalam belajar dan faktor psikologis yaitu kondisi kejiwaan yang menyebabkan dirinya tidak semangat dalam belajar. 2) pengaruh antara konflik internal dan semangat belajar siswa SMA Negeri 2 Sinjai Selatan yaitu dapat menyebabkan kurangnya gairah atau semangat dalam menerima pelajaran di sekolah, dapat menyebabkan kurangnya percaya diri dalam belajar di sekolah, dan dapat membuat siswa malas belajar.
TRANSFORMASI PENENUN BUGIS-WAJO MENUJU ERA MODERNITAS Syukur, dkk., Muhammad
Paramita: Historical Studies Journal Vol 24, No 1 (2014): PARAMITA
Publisher : History Department, Semarang State University and Historian Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v24i1.2864

Abstract

This study aims to reveal the transformation process of weaving activity of Wajo people in South Sulawesi. This study uses a constructivist paradigm with a qualitative approach. Data was collected through in depth interviews, observation, documentation, and historical sociology. The analysis data uses data reduction, data presentation, and taking conclusion. The results shows that the weaving activities of Wajo people in design patterns and developing the loom stuffs by cultural fusion from outside of Bugis community and local elements of creativity and local intelligence communities of Wajo. The transformation process began with the use of a loom gedogan in the 13th century, then loom machines in 1950, and the use of looms machine in 2004. Pattern Transformation is begun from plain pattern (1400-1600), squares pattern/palekat (1600-1900), and the pictorial pattern (1900-now). Keywords: Transformation, Weaver, Bugis-Wajo Penelitian ini bertujuan mengungkapkan proses transformasi kegiatan tenun rakyat di Kabupaten Wajo Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data di-lakukan dengan metode wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan studi sosiologi sejarah. Analisis data menggunakan reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pertenunan rakyat di Kabupaten Wajo dalam menunjukkan adanya perpaduan kebudayaan dari luar komunitas Bugis dan unsur kreatifitas dan kecerdasan lokal masyarakat Wajo. Transformasi alat tenun bermula pada penggunaan alat tenun gedogan pada abad ke-13, kemudian Alat Tenun Bukan Mesin pada tahun 1950, dan penggunaan Alat Tenun Mesin tahun 2004. Transormasi corak bermula dari corak tidak bergambar (tahun 1400-1600), corak kotak-kotak/palekat (1600-1900), dan corak bergambar (1900-sekarang). Kata Kunci: Transformasi, Penenun, Bugis-Wajo    
SOLIDARITAS SOSIAL DI DALAM LEMBAGA KEMAHASISWAAN HMPS PENDIDIKAN SOSIOLOGI FIS UNM PERIODE 2016-2017 Ma'ruf, Amar; Syukur, Muhammad
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 Edisi 3 November 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.929 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.11839

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Faktor apakah yang menghambat solidaritas sosial di dalam lembaga kemahasiswaan HMPS Pendidikan Sosiologi FIS UNM Periode 2016-2017. (2) Bagaimana solusi untuk mengatasi terhambatnya solidaritas sosial di dalam lembaga kemahasiswaan HMPS Pendidikan Sosiolgi FIS UNM Periode 2016-2017. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif. Jumlah informan pada penelitian ini sebanyak 12 orang yang ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria mahasiswa pendidikan sosiologi yang pernah masuk dalam pengurus HMPS Pendidikan Sosiologi FIS UNM Periode 2016-2017, mahasiswa yang memiliki jabatan sebagai pengurus inti dalam lembaga kemahasiswaan HMPS Pendidikan Sosiologi FIS UNM Periode 2016-2017. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan teknik member check. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Faktor penghambat solidaritas sosial di dalam lembaga kemahasiswaan HMPS Pendidikan Sosiologi FIS UNM Periode 2106-2017 meliputi: (a) Kekompakan (b) Rasa sepenanggungan (c) kolektifitas (d) Hukum yang bersifat represif (e) Perasaan moral bersama. (2) Solusi untuk mengatasi terhambatnya solidaritas sosial di dalam lembaga kemahasiswaan HMPS Pendidikan Sosiologi FIS UNM Periode 2016-2017 meliputi: (a) Membangun kekompakan (b) Menanamkan rasa sepenanggungan (c) Membangun kolektifitas (d) Mewujudkan hukum yang bersifat represif (e) Menanamkan perasaan moral bersama.
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI 9 SINJAI Yusfika Wardani; Muhammad Syukur
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 6 Edisi 1, Maret 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.181 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12918

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pendekatan saintifik pada kegiatan pembelajaran di SMA Negeri 9 Sinjai. Hambatan yang dialami oleh guru dalam penerapan pendekatan saintifik pada pembelajaran di SMA Negeri 9 Sinjai. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan jumlah informan sebanyak 13 orang. Teknik dalam menentukan informan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan deskriptif kualitatif dengan tahapan mereduksi data, mendisplaykan data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data yaitu member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pendekatan saintifik berjalan dengan baik tinggal bagaimana siswa mampu menghidupkan suasana belajar di dalam kelas dimana penilaian aspek sikap terbagi menjadi empat penilaian, seperti obervasi, penilaian diri sendiri, penilaian antar teman dan jurnal catatan guru 2) Hambatan yang dialami ketika menerapkan pendekatan saintifik tinggal bagaimana menekankan pentingnya keseimbangan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan baik kepada siswa maupun kepada gurunya agar penerapan saintifik ini berjalan dengan baik. Untuk penilaian aspek keterampilan, guru juga belum terlihat melakukan penilaian. Dan yang terakhir untuk penilaian aspek pengetahuan, guru terlihat sudah melakukan penilaian pada aspek pengetahuan dengan menilai hasil diskusi dan pekerjaan individu (evaluasi).