Claim Missing Document
Check
Articles

TRANSFORMASI PENENUN BUGIS-WAJO MENUJU ERA MODERNITAS Syukur, dkk., Muhammad
Paramita: Historical Studies Journal Vol 24, No 1 (2014): PARAMITA
Publisher : History Department, Semarang State University and Historian Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v24i1.2864

Abstract

This study aims to reveal the transformation process of weaving activity of Wajo people in South Sulawesi. This study uses a constructivist paradigm with a qualitative approach. Data was collected through in depth interviews, observation, documentation, and historical sociology. The analysis data uses data reduction, data presentation, and taking conclusion. The results shows that the weaving activities of Wajo people in design patterns and developing the loom stuffs by cultural fusion from outside of Bugis community and local elements of creativity and local intelligence communities of Wajo. The transformation process began with the use of a loom gedogan in the 13th century, then loom machines in 1950, and the use of looms machine in 2004. Pattern Transformation is begun from plain pattern (1400-1600), squares pattern/palekat (1600-1900), and the pictorial pattern (1900-now). Keywords: Transformation, Weaver, Bugis-Wajo Penelitian ini bertujuan mengungkapkan proses transformasi kegiatan tenun rakyat di Kabupaten Wajo Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data di-lakukan dengan metode wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan studi sosiologi sejarah. Analisis data menggunakan reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pertenunan rakyat di Kabupaten Wajo dalam menunjukkan adanya perpaduan kebudayaan dari luar komunitas Bugis dan unsur kreatifitas dan kecerdasan lokal masyarakat Wajo. Transformasi alat tenun bermula pada penggunaan alat tenun gedogan pada abad ke-13, kemudian Alat Tenun Bukan Mesin pada tahun 1950, dan penggunaan Alat Tenun Mesin tahun 2004. Transormasi corak bermula dari corak tidak bergambar (tahun 1400-1600), corak kotak-kotak/palekat (1600-1900), dan corak bergambar (1900-sekarang). Kata Kunci: Transformasi, Penenun, Bugis-Wajo    
TRANSFORMASI PENENUN BUGIS-WAJO MENUJU ERA MODERNITAS Syukur, dkk., Muhammad
Paramita: Historical Studies Journal Vol 24, No 1 (2014): PARAMITA
Publisher : History Department, Semarang State University and Historian Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v24i1.2864

Abstract

This study aims to reveal the transformation process of weaving activity of Wajo people in South Sulawesi. This study uses a constructivist paradigm with a qualitative approach. Data was collected through in depth interviews, observation, documentation, and historical sociology. The analysis data uses data reduction, data presentation, and taking conclusion. The results shows that the weaving activities of Wajo people in design patterns and developing the loom stuffs by cultural fusion from outside of Bugis community and local elements of creativity and local intelligence communities of Wajo. The transformation process began with the use of a loom gedogan in the 13th century, then loom machines in 1950, and the use of looms machine in 2004. Pattern Transformation is begun from plain pattern (1400-1600), squares pattern/palekat (1600-1900), and the pictorial pattern (1900-now). Keywords: Transformation, Weaver, Bugis-Wajo Penelitian ini bertujuan mengungkapkan proses transformasi kegiatan tenun rakyat di Kabupaten Wajo Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data di-lakukan dengan metode wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan studi sosiologi sejarah. Analisis data menggunakan reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pertenunan rakyat di Kabupaten Wajo dalam menunjukkan adanya perpaduan kebudayaan dari luar komunitas Bugis dan unsur kreatifitas dan kecerdasan lokal masyarakat Wajo. Transformasi alat tenun bermula pada penggunaan alat tenun gedogan pada abad ke-13, kemudian Alat Tenun Bukan Mesin pada tahun 1950, dan penggunaan Alat Tenun Mesin tahun 2004. Transormasi corak bermula dari corak tidak bergambar (tahun 1400-1600), corak kotak-kotak/palekat (1600-1900), dan corak bergambar (1900-sekarang). Kata Kunci: Transformasi, Penenun, Bugis-Wajo    
KONFLIK INTERNAL SISWA DAN SEMANGAT BELAJAR (STUDI KASUS SISWA SMA NEGERI 2 SINJAI SELATAN) Nursyam, Herni; Syukur, Muhammad
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 5 Edisi 1, Maret 2018
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.946 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Gambaran konflik internal dan semangat belajar siswa di SMA Negeri 2 Sinjai Selatan; 2) Bagaimana konflik internal mempengaruhi semangat belajar siswa di SMA Negeri 2 Sinjai Selatan. Jenis penelitian ini ini adalah kualitatif deskriptif. Jumlah informan sebanyak 11 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling, dengan kriteria siswa yang sering mengalami konflik internal dan masalah mengenai semangat belajar. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan teknik member chek.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) gambaran konflik internal dan semangat belajar siswa di SMA Negeri 2 Sinjai Selatan yaitu (a) gambaran konflik internal siswa SMA Negeri 2 Sinjai Selatan adalah (1) perasaan yaitu, perasaan senang dan sedih terhadap orangtua, teman dan guru, (2) perasaan emosi yakni, amarah, rasa takut, sedih, jengkel terhadap teman, terhadap orang lain, (b) gambaran semangat belajar siswa SMA Negeri 2 Sinjai Selatan adalah (a) faktor internal meliputi faktor jasmani yaitu ketika dirinya merasa sakit atau kurang enak badan bisa menyebabkan dirinya tidak bersemangat dalam belajar dan faktor psikologis yaitu kondisi kejiwaan yang menyebabkan dirinya tidak semangat dalam belajar. 2) pengaruh antara konflik internal dan semangat belajar siswa SMA Negeri 2 Sinjai Selatan yaitu dapat menyebabkan kurangnya gairah atau semangat dalam menerima pelajaran di sekolah, dapat menyebabkan kurangnya percaya diri dalam belajar di sekolah, dan dapat membuat siswa malas belajar.
SOLIDARITAS SOSIAL DI DALAM LEMBAGA KEMAHASISWAAN HMPS PENDIDIKAN SOSIOLOGI FIS UNM PERIODE 2016-2017 Ma'ruf, Amar; Syukur, Muhammad
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 Edisi 3 November 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.929 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.11839

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Faktor apakah yang menghambat solidaritas sosial di dalam lembaga kemahasiswaan HMPS Pendidikan Sosiologi FIS UNM Periode 2016-2017. (2) Bagaimana solusi untuk mengatasi terhambatnya solidaritas sosial di dalam lembaga kemahasiswaan HMPS Pendidikan Sosiolgi FIS UNM Periode 2016-2017. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif. Jumlah informan pada penelitian ini sebanyak 12 orang yang ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria mahasiswa pendidikan sosiologi yang pernah masuk dalam pengurus HMPS Pendidikan Sosiologi FIS UNM Periode 2016-2017, mahasiswa yang memiliki jabatan sebagai pengurus inti dalam lembaga kemahasiswaan HMPS Pendidikan Sosiologi FIS UNM Periode 2016-2017. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan teknik member check. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Faktor penghambat solidaritas sosial di dalam lembaga kemahasiswaan HMPS Pendidikan Sosiologi FIS UNM Periode 2106-2017 meliputi: (a) Kekompakan (b) Rasa sepenanggungan (c) kolektifitas (d) Hukum yang bersifat represif (e) Perasaan moral bersama. (2) Solusi untuk mengatasi terhambatnya solidaritas sosial di dalam lembaga kemahasiswaan HMPS Pendidikan Sosiologi FIS UNM Periode 2016-2017 meliputi: (a) Membangun kekompakan (b) Menanamkan rasa sepenanggungan (c) Membangun kolektifitas (d) Mewujudkan hukum yang bersifat represif (e) Menanamkan perasaan moral bersama.
PERAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI (BNNP) DALAM PEMBINAAN TERHADAP PECANDU NARKOBA DI KOTA SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR Noorhidayah, Noorhidayah; Syukur, Muhammad
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 5 Edisi 2, Juli 2018
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.97 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Kontribusi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) terhadap berkurangnya pengguna narkoba di Kota Samarinda. (2) untuk mengetahui Dampak peran Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) dalam pembinaan terhadap pecandu narkoba di Kota Samarinda. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Adapun pemilihan informan pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria seksi pencegahan dan pemberdayaan masyarakat (P2M), seksi rehabilitasi dan pecandu narkoba di BNNP Kalimantan Timur sebanyak 12 orang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan member check.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kontribusi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) terhadap berkurangnya pengguna narkoba di Kota Samarinda yaitu a) memberikan edukasi, b) menyediakan rehabilitasi dan sc) memberikan life skill tentang keahlian atau minat bakat yang dimiliki para pecandu. (2) Dampak peran Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) dalam pembinaan terhadap pecandu narkoba di Kota Samarinda yaitu para pecandu mendapatkan perubahan pola perilaku yang sekarang menjadi lebih baik dan akan bisa kembali ke masyarakat nantinya.
PRAKTEK KEKERASAN DI SMA NEGERI 8 LUWU TIMUR Masse, Masse; Syukur, Muhammad
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 6 Edisi 2, Juli 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.977 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.13234

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Bentuk-bentuk kekerasan di SMA Negeri 8 Luwu Timur, 2) Faktor-faktor penyebab terjadinya kekerasan di SMA Negeri 8 Luwu Timur, 3) Upaya mencegah kekerasan di SMA Negeri 8 Luwu Timur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan menggunakan 25 orang informan. Teknik dalam menentukan informan menggunakan Purposive Sampling, dengan kriteria yang digunakan yairu siswa-siswi korban kekerasan di SMA Negeri 8 Luwu Timur. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan tahapan mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data yaitu menggunakan teknik Triangulasi Sumber. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Bentuk-bentuk kekerasan yang terjadi disekolah ada empat yaitu: (a) kekerasan fisik seperti dipukul, ditendang, dan dilempar dengan bola basket, (b) kekerasan verbal seperti dikatakan tuli, bodoh, kurang ajar dan dihina, (c) kekerasan mental seperti tatapan mata yang mengancam, ekspresi wajah dan gerak tangan dan (d) kekerasan seksual seperti percobaan pemerkosaan dan penghinaan terhadap lawan jenis. (2) Faktor penyebab terjadinya kekerasan ada empat yaitu: (a) Guru seperti adanya pola relasi yang asemetris antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa, adanya gangguang atau masalah sosiologis yang terdapat pada guru dan kurang dikembangkannya proses pembelajaran yang mampu menarik minat siswa. (b) siswa seperti memiliki kecenderungan kepribadian impulsive dan acap kali kesulitan mengendalikan emosi, harga diri yang terlalu tinggi dan ditambah lagi kepribadian yang kurang matang, (c) keluarga seperti pola asuh, orang tua yang mengalami masalah psikologi dan keluarga yang mengalami disfungsional (d) lingkungan seperti karena adanya budaya kekerasan dan aturan sekolah yang sedikit memberatkan siswa siswi dan mendapatkan hukuman dari guru jika peraturan tersebut tidak dipatuhi (3) Upaya untuk mencegah kekerasan ada tiga yaitu: (a) Upaya sekolah seperti menerapkan pendidikan tanpa kekerasan, mangadakan pendidikan psikologi bagi guru, (b) upaya orang tua atau keluarga seperti menerapkan pola asuh, mengajarkan kepada anak mengenai disiplin dan membentuk mental jasmani yang kuat dan mengingatkan kepada anak untuk tidak mempercayai orang lain, (c) upaya siswa yang mengalami kekerasan seperti sharing atau menceritakan kepada orang tua tau seseorang yang dipercayai mengenai kekerasan yang dialami di sekolah.
PRAKTEK HEGEMONI SENIOR DI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR Ramadhani, Fidya; Syukur, Muhammad
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 6 Edisi 2, Juli 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.976 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.13215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) Bentuk hegemoni yang dilakukan senior di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar. 2) Tingkatan hegemoni yang dilakukan senior di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik dalam menentukan informan menggunakan purposive sampling, dengan kriteria yaitu berstatus sebagai mahasiswa FIS UNM, pernah atau sedang menjabat sebagai pengurus dalam organisasi tingkat fakultas dan mahasiswa junior angkatan 2018 yang aktif dalam himpunan program studi. Jumlah informan sebanyak 8 orang senior dan 5 mahasiswa junior angkatan 2018. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif tipe deskriptif melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan membercheck. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Bentuk hegemoni yang dilakukan senior di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar adalah bentuk persetujuan, dominasi dan kepemimpinan intelektual dan moral. 2) Tingkatan hegemoni yang dilakukan senior di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar berada pada tingkatan hegemoni yang merosot (decadent hegemony). Hal ini dapat dilihat dari hubungan yang terjalin antara mahasiswa senior dengan mahasiswa junior meskipun terjalin baik tapi hanya beberapa junior saja yang menjalin keakraban. Masih adanya pula kecanggungan yang tercipta antara senior dengan junior. Mahasiswa junior aktif dalam mendukung kegiatan himpunan program studi ataupun fakultas karena adanya rasa sungkan apabila tidak melaksanakan arahan senior dan keterpaksaan pada kegiatan yang mewajibkan untuk diikuti karena adanya sanksi yang diberikan senior.
RENDAHNYA MINAT PENDIDIKAN PADA MASYARAKAT PETANI SINGKONG KELURAHAN SAPAYA KECAMATAN BUNGAYA KABUPATEN GOWA Muslimin, Muslimin; Syukur, Muhammad
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Vol 7, Nomor 1, Maret 2020
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.309 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.13888

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) Faktor apa yang menyebabkan rendahnya minat pendidikan pada masyarakat petani singkong Kelurahan Sapaya, Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa. 2) Upaya apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan pendidikan pada masyarakat petani singkong kelurahan sapaya, kecamatan bungaya kabupaten gowa. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik dalam menentukan informan menggunakan purposive sampling, dengan kriteria yaitu masyarakat petani singkong, berjenis kelamin laki-laki, dan berumur 20-42 tahun yang ada di Kelurahan Sapaya Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif tipe deskriptif melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan membercheck. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Faktor yang menyebabkan rendahnya minat pendidikan pada masyarakat petani singkong sehingga pada umumnya putus sekolah dan tidak lanjutnya ke jenjang pendidikan selanjutnya di masyarakat petani singkong di Kelurahan Sapaya Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa yaitu disebabkan oleh yaitu faktor membantu orang tua, faktor ekonomi, faktor pergaulan dan faktor kurangnya minat belajar. 2) Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan pendidikan yaitu pendidikan formal dan pendidikan nonformal di masyarakat petani singkong di Kelurahan Sapaya Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa.
MAHASISWI PEROKOK DI KOTA MAKASSAR Ayu, Putri; Syukur, Muhammad
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 5 Edisi 2, Juli 2018
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.894 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12243

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Apa faktor yang menyebabkan mahasiswi sebagai kaum terdidik melakukan perilaku merokok di kota Makassar. (2) Bagaimana persepsi masyarakat terhadap perilaku perempuan perokok di Kota Makassar. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Jumlah informan pada penelitian ini sebanyak 14 orang yang ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria mahasiswi yang berperilaku merokok di Kota Makassar, mengkonsumsi rokok selama dua tahun lebih dan kriteria masyarakat yaitu teman dekat dengan mahasiswi perokok, dan masyarakat yang bersedia menjadi informan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan teknik member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Faktor yang menyebabkan mahasiswi Kota Makassar merokok adalah faktor eksternal yaitu pengaruh teman sepergaulan dapat membuat mahasiswi menjadi perokok karena ajakan dari teman dan bergaul di lingkungan perokok aktif. Pengaruh keluarga yang merupakan orang tuanya rata-rata perokok aktif. (2) Persepsi masyarakat terhadap mahasiswi perokok di Kota Makassar yaitu terdapat persepsi negatif, perempuan merokok merupakan perempuan yang tidak baik, perilaku perempuan merokok tidak pantas dan perempuan yang merokok identik dengan pakaian yang minim. Persepsi positif yaitu mahasiswi perokok bukan perilaku yang menyimpang, terkesan modern, dan perempuan yang merokok tidak semua berpakaian minim. Berdasarkan kedua persepsi di atas hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat Makassar terhadap mahasiswi merokok cenderung memilih persepsi positif dikarenakan jawaban rata rata informan menjawab positif. 
POLA ASUH ORANGTUA SISWA BERPRESTASI DI SMA NEGERI 1 SEGERI KABUPATEN PANGKEP Samad, Nur Asnih; Syukur, Muhammad
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 5 Edisi 1, Maret 2018
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.598 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12208

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui Pola Asuh Orangtua Siswa Berprestasi di SMA Negeri 2 Pangkep; 2) mengetahui faktor yang mempengaruhi pola asuh orangtua siswa berprestasi di SMA Negeri 2 Pangkep. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan jumlah informan 10 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling dengan kriteria yaitu siswa mendapat prestasi baik disekolah sebanyak 5 orang beserta orangtuanya sebanyak 5 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan tahap mereduksi data, mendisplaykan data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data yaitu member check, Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Gambaran pola asuh orangtua siswa berprestasi yaitu jenis pola asuh demokrasi, gaya pengasuhan demokrasi (authoritative) mendorong anak untuk mandiri, namun masih menempatkan batas dan kendali pada tindakan mereka. Gaya ini biasa mengakibatkan perilaku anak berkompeten secara sosial. 2) Faktor yang mempengaruhi pola asuh orangtua siswa berprestasi yaitu, tingkat pendidikan orangtua yang rendah, status ekonomi orangtua, dan jenis kelamin.
Co-Authors A. Octamaya Tenri Awaru Abdul Aziz Abdul Hadi Abdul Hakim Abdul Rahman Abdul Rahman Abdul Rahman A Sakka Aenun Megawati Rudy Agus Susanto Agus Susanto Agustang, Andi Agustang, Andi Dodi May Putra Ahmadin Ahmadin Akbar Akbar Ali Djamhuri Andi Dody May Putra Agustang Andi Erlangga Rahmat Andi Irmawanti Nursak Andi Kumalasari Andi Nurul Jannah Andi Sadriani Anrical Anrical April Cahaya Arisal Arisal Aslan Jufri Asmaul Husna Asniar Asniar Asnur Asnur Asri Gani Ayu, Putri Bakhtiar Bakhtiar Bastiana Bastiana Bustan Darman Manda Manda Dewi Aprilia Dwi Fuji Astuti Dwi HAS TUTI Elfira Elfira Elisa Laiuluy Emanuel Omedetho Jermias Erni S Evi Alfira Farida Syafira Nadjib Ahmad Alamudi Firdaus W.Suhaeb Firman Umar Fitrah Amirullah Fitri Handayani Grilyon Tumba' Arrang Hairil Hairil Hamdani Hamdani Hamsu Abdul Gani Hani, M. Reza Hardianti Hardianti Hariati, Hariati Hasni Hasni Hasnita masri Hasrul Hasrul Herdianty Ramlan Hermayanti Hermayanti Ibrahim Arifin Ibrahim Arifin Arifin Iga Sakinah Mawarni Iin Wardiani Indah Sari Ira Ayu Safitri Jamaluddin Arifin Jelsita Banna Juasmar Azis Jumadi Jumadi Jumadi Jusmawati Ridwan Ketut Tirtayasa Khairil Khairil Khairunnisa Alwi M Ridwan S Ahmad M. Darul Aksan Faisal M.Ridwan Said Ahmad Ma'ruf, Amar Mahidin Mahidin Mardayani Mardayani Masniati Masniati Masse, Masse Megawati Megawati Muh. Guntur Saputra Muh. Irfan Maulana Muhammad Ihsan Muhammad Rivai Muhammad Taufik Hidayat Muhammad Watif Massuanna Muhlizar Muhlizar Murlia irmayanti Mutmainnah Arham Mut’mainna Mut’mainna Najamuddin, Najamuddin Nanda Mayla Faizha Nur Nirwana Nirwana Nirwana Nirwana Noorhidayah Noorhidayah, Noorhidayah Nunung andriani Nur Hidayah Nur Rifiatul Azisah Nur Sita Dewi Nuraeni LH Nuraeni LH Nuralam Nuralam Nurlela Nurmajida Elfiana Nursyam, Herni Nurul Auliah. NM Prayoga Putra Aditya Rahma Safitri Rahma Wildana Ramadhani, Fidya Ramlah Ramlah Recsa Indra Revika Pratiwi Rifal Rifal Riska Riska Rosmiati Anas Rudi J Sakmawati, Sakmawati Samad, Nur Asnih Simona CH Litaay Sitti Arafah Sofiana Sofiyana Sofiyana Sri Sugianti Suardi SUDIRAH SUDIRAH Suhaeb, Firdaus W Sulfiana Sulfiana Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Syamsu A Kamaruddin Syamsu A. Kamaruddin Syaputri Intan Muqhni Akhsan Syarifuddin Syartika Wati T.M.I. Mahlia Tahir Kasnawi Torro, Supriadi Ulfa Ningsih Wahyudin Wahyudin Wahyudin Widodo . Widodo Widodo Yulianti Yulianti Yusfika Wardani Yusi Irensi Seppa Zainal Arifin