Claim Missing Document
Check
Articles

PROSES REGRESI CORPUS LUTEUM SAPI ACEH YANG DISINKRONISASI ESTRUS MENGGUNAKAN PROSTAGLANDIN F2 ALFA (PGF 2α) Juli Melia; Delli Lefiana; Tongku Nizwan Siregar; Jalaluddin -
Jurnal Medika Veterinaria Vol 7, No 1 (2013): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.918 KB) | DOI: 10.21157/j.med.vet..v7i1.2923

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui lama waktu proses regresi corpus luteum (CL) menggunakan teknik ultrasonografi (USG) pada sapi aceh yang disinkronisasi estrus dengan prostaglandin F2 alfa (PGF2α) secara intramuskular. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10 ekor sapi aceh yang telah didiagnosis sehat secara reproduksi, umur 5-8 tahun, bobot badan 250-350 kg, dan mempunyai minimal 2 siklus regular dengan skor kondisi tubuh 3-4 pada skala skor 5. Pada hari ke-1 dilakukan diagnosis keberadaan CL, kemudian pada hari ke-2 dilakukan penyuntikan 25 mg PGF 2α secara intramuskular, dan pada hari ke-3 sampai hari ke-5 dilakukan pengamatan regresi CL. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk rataan dan simpangan baku. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa rataan diameter CL setelah penyuntikan PGF2α masing-masing adalah 6,25±2,71; 4,50±1,77; 3,25±0,89 mm. Gambaran proses regresi CL yang diamati menggunakan USG mengalami penurunan dari hari ke-1 sampai hari ke-3 setelah penyuntikan dan akan diikuti dengan ovulasi. Dapat disimpulkan bahwa PGF2α  melisiskan CL selama tiga hari sampai terjadinya peristiwa ovulasi.
6. Administration of Centella Leaf Extract (Centella asiatica (L.) Urban) for Decreasing cAMP Responsive Element Modulator (CREM) Expression in Testicular Seminiferous Tubule of Male Rats (Rattus norvegicus) Susi Darmayanti; Sri Wahyuni; Muslim Akmal; Tongku Nizwan Siregar; Sugito Sugito
The International Journal of Tropical Veterinary and Biomedical Research Vol 1, No 2 (2016): Vol. 1 (2) November 2016
Publisher : The Faculty of Veterinary Medicine of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.092 KB) | DOI: 10.21157/ijtvbr.v1i2.6689

Abstract

The objective of this study was to determine the effect of centella leaf extract administration on decreased of the molecule cAMP responsive element modulator (CREM) expression in the testicular seminiferous tubules of male rats (Rattus norvegicus). Eight rats, aged 3.5 months with 150-250 grams of body weight (BW) were used in this study. All rats were divided randomly into four groups as if K0 as a control group whereas K1, K2, and K3 were given the centella leaf extract with doses 125, 250, and 500 mg / kg body weight respectivelly that given once daily for 30 days. At the end of the treatment, rats were sacrificed and their testes were collected and subsequently fixed in buffered neutral formalin (BNF) 10% as fixative solution for histological preparation. The CREMs expressions were detected using immunohistochemical methods. The results showed that the number of CREM expression in the seminiferous tubules significantly differ (P 0.05) between K0 and the treatment group (K1, K2, and K3). Conclusion, the administration of centella leaf extract with of the dose 125, 250, and 500 mg/kg BW can decreased CREM expression spermatids of testicular seminiferous tubules in male rat.
Peningkatan Motilitas Spermatozoa Kambing Nubian Setelah Pemberian PGF2α dalam Pengencer Andromed Adhea Prestiya; Tongku Nizwan Siregar; Husnurrizal Husnurrizal; Sri Wahyuni; Eka Meutia Sari; Hafizuddin Hafizuddin; Budianto Panjaitan
Jurnal Agripet Vol 20, No 1 (2020): Volume 20, No. 1, April 2020
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.16 KB) | DOI: 10.17969/agripet.v20i1.15509

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian PGF2α dalam pengencer semen komersial (Andromed) terhadap peningkatan motilitas spermatozoa kambing Nubian. Penelitian ini menggunakan sampel semen yang dikoleksi dari 3 ekor kambing Nubian berumur 2-3 tahun menggunakan vagina buatan dan dievaluasi kualitasnya secara makroskopis dan mikroskopis. Setelah dievaluasi, sampel semen ditambahkan pengencer Andromed lalu dibagi atas 3 kelompok perlakuan, yaitu: P1; P2; dan P3 yang masing-masing ditambahkan NaCl fisiologis; 37,5 µg PGF2α; dan 75 µg PGF2α. Seluruh sampel disimpan dalam refrigerator selama 4 jam dan dilakukan pemeriksaan motilitas spermatozoa. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam pola satu arah (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa motilitas spermatozoa (%) kambing Nubian pada P1; P2; dan P3 masing-masing adalah 26,33±5,5; 62,0±3,5; dan61,8±10,13 (P0,05). Disimpulkan bahwa penambahan PGF2α pada pengencer Andromed dapat meningkatkan motilitas spermatozoa kambing Nubian.  (The improvement of sperm motility in Nubian goat after PGF2α administration in andromed semen diluents) ABSTRACT. The study aims to determine the administration effect of PGF2α in a commercial semen diluents (Andromed) on improvement of Nubian goat sperm motility. This study used semen samples that collected from three Nubian goats aged 2-3 using artificial vagina and their quality evaluated macroscopically and microscopically. After evaluated, semen samples were added with Andromed diluents then divided into three groups (P1, P2, and P3) where each group was then added with 0,9% physiologic NaCl, 37.5 µg PGF2α, and 75 µg PGF2α, respectively and stored in a refrigerator for 4 hours and subsequently spermatozoa motility was examined. The data obtained were analyzed by one-way analysis of variance (ANOVA) and followed by Duncan test. The results showed that the spermatozoa motility (%) of Nubian goats at P1, P2, and P3 were 26.33±5.5, 62.0±3.5, and 61.8±10.13, respectively. Based on the statistical tests showed that the administration of PGF2α at P2 and P3 had a significant effect (P0,05) on the motility of spermatozoa of Nubian goats, but the motility decreased in P1. The conclusion of this study is the addition of PGF2α to Andromed diluents can increase the motility of spermatozoa of Nubian goats.
INHIBIN B MENURUNKAN KONSENTRASI FOLLICLE STIMULATING HORMONE (FSH) PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus): UPAYA PENGEMBANGAN KONTRASEPSI HORMON PRIA BERBASIS PEPTIDA Muslim Akmal; Aulanni’am A; M. Aris Widodo; Sutiman B. Sumitro; Basuki B. Purnomo; Tongku Nizwan Siregar; Muhammad Hambal; Amiruddin A; Syafruddin S; Dwinna Aliza; Arman Sayuti; Mulyadi Adam; T. Armansyah; Erdiansyah Rahmi
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 9, No 1 (2015): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v9i1.2788

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui efek injeksi inhibin B terhadap penurunan konsentrasi follicle stimulating hormone (FSH) di dalamserum pada tikus putih (Rattus norvegicus). Dalam penelitian ini digunakan 24 ekor tikus putih berjenis kelamin jantan dengan strain Wistar berumur 4 bulan dengan bobot badan 150-200 g. Tikus-tikus dikelompokkan secara acak ke dalam 4 kelompok, yaitu KK0, KP1, KP2, dan KP3, masing-masing kelompok terdiri atas 6 ekor. Kelompok KK0 merupakan kelompok kontrol hanya diinjeksi dengan phosphate buffer saline (PBS), sedangkan kelompok KP1, KP2, dan KP3 diinjeksi dengan inhibin B dengan dosis berturut-turut 25, 50, dan 100 pg/ekor. Injeksi inhibin B dilakukan secara intraperitoneum sebanyak 5 kali selama 48 hari dengan interval waktu 12 hari. Injeksi pertama inhibin B dilarutkan dengan0,05 ml PBS dan 0,05 ml Freud’s complete adjuvant (FCA). Injeksi kedua sampai kelima, inhibin B dilarutkan dengan 0,05 ml PBS dan 0,05 ml Freud’s incomplete adjuvant (FICA). Pada hari ke-6 setelah injeksi inhibin B terakhir, tikus dikorbankan secara dislocatio cervicalis,lalu darah dikoleksi langsung dari jantung dan didiamkan hingga didapatkan serum untuk pemeriksaan konsentrasi FSH dengan menggunakan metode enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa injeksi inhibin B dengan dosis 100 pg/ekor menurunkan konsentrasi FSH secara nyata (P0,05) bila dibandingkan dengan kelompok kontrol. Berdasarkan hal tersebut, inhibin B berpeluang untuk dikembangkan sebagai kandidat kontrasepsi pria hormon berbasis peptida.
Evaluasi Daya Tahan Hidup Spermatozoa Kambing Peranakan Etawah dalam Beberapa Pengencer Sederhana Tongku Nizwan Siregar; Hamdan .
Jurnal Sain Veteriner Vol 22, No 2 (2004): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1602.536 KB) | DOI: 10.22146/jsv.481

Abstract

.
Tampilan Reproduksi Kambing Lokal Yang Mengalami Kombinasi Sinkronisasi Berahi Dengan Prostaglandin F2-Alfa dan KEhadiran Pejantan Tongku Nizwan Siregar
Jurnal Agripet Vol 2, No 2 (2001): Volume 2, No. 2, Oktober 2001
Publisher : Agricultural Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3412.083 KB) | DOI: 10.17969/agripet.v2i2.3149

Abstract

ABSTRACT. The objective of this study is to know the effectivity of oestrus syncronizination and male effect combination in local does. A research was carried out of ten healthy female local does, 2.5-3.5 years old and non in oestrus or gravid condition. Does are divided in to groups, which consist of 5 does. Oestrus was synchronize by intramuscular injection of 125 u cloprostenol (estroplan TM). The does were injected twice at on interval of 10 days. After second group introduce with one male while at first group without male ever. The second injection was accoplished after the does revealed the charactristic oestrus sign alliwed mating naturally. The percentage of does revealed oestrus after synchronize and male effect combination process (100% vs 100%) with onset of oestrus showed not significantly difference (38.4 ± 9.37 vs 34.4  ±  9.53). All female does were become gravid (100% vs 100%)with average of number of kids was not significantly (1.2 ± 0.45 vs 1.8 ±  0.45).
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN PADA SAPI DI KABUPATEN ASAHAN, SUMATERA UTARA Tria Deviana Putri; Tongku Nizwan Siregar; Cut Nila Thasmi; Juli Melia; Mulyadi Adam
JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : DEPARTMENT OF ANIMAL HUSBANDRY, FACULTY OF AGRICULTURE, UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jipt.v8i3.p111-119

Abstract

Inseminasi buatan dikenal oleh peternak sebagai teknologi reproduksi ternak yang efektif. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan inseminasi buatan pada sapi di Kabupaten Asahan yang dipelihara secara intensif. Metode penelitian ini adalah metode survey, menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan cara membagikan kuesioner dan wawancara langsung ke peternak sebagai tambahan informasi, sedangkan data sekunder didapat dari inseminator terkait tentang hasil inseminasi buatan di Kabupaten Asahan. Kuesioner yang digunakan mencakup pertanyaan tentang karakteristik sapi seperti: status kebuntingan sapi (konfirmasi dari petugas inseminator), jenis sapi, umur sapi, skor kondisi tubuh sapi, jumlah inseminasi buatan sampai bunting, tanda-tanda berahi, waktu pelaksanaan inseminasi buatan, bulan pelaksanaan inseminasi buatan, lama birahi pascapartus, jenis straw, jumlah dosis inseminasi, jarak waktu pelaporan berahi sampai dengan IB dilaksanakan, pakan sapi, ternak dikandangkan serta profil peternak dengan 75 responden peternak dari lima kecamatan. Data dianalisis menggunakan stepwise regression. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 114 ekor ternak sapi betina yang dilakukan IB, sebanyak 76,3% mengalami kebuntingan dan 23,7% tidak mengalami kebuntingan. Variabel independen yang mempunyai korelasi paling kuat adalah umur sapi (sig. 0,006), jarak waktu pelaporan sampai IB (sig. 0,001), serta pakan ternak sapi (sig. 0,004). Kesimpulan penelitian bahwa faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan inseminasi buatan pada sapi di Kabupaten Asahan adalah umur sapi, jarak waktu pelaporan sampai inseminasi buatan dilaksanakan, dan pakan.  Kata kunci: Faktor keberhasilan, Inseminasi buatan, Jenis pakan, Umur sapi
EFFECT OF AN INTRAVAGINAL PROGESTERONE IMPLANT ON SEX RATIO IN BEEF CATTLE = PENGARUH SUATU IMPLAN PROGESTERON INTRAVAGINA TERHADAP RASIO JENIS KELAMIN PADA SAPI POTONG Ginta Riady; Tongku Nizwan Siregar
Jurnal Sain Veteriner Vol 19, No 2 (2001): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.379

Abstract

Suatu penelitian mengenai efek suatu implan progesteron intravagina dalam CIDR-B (Eazibreedmi, InterAg. Hamilton, New Zealand) terhadap rasio jenis kelamin pada sapi potong telah dilakukan. Tujuan penelitan ini adalah menentukan efek perlakuan sinkronisasi birahi dengan progesteron dalam implan C1DR-B terhadap kelahiran anak sapi betina. Dua puluh enam sapi betina yang berumur antara 3 dan 7 tahun dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 1) kelompok perlakuan dan 2) kelompok kontrol. Sinkronisasi birahi dilakukan pada kelompok perlakuan dengan cara memasukkan alat CIDR ke dalam vagina sapi selama 7 hafi. Dua puluh empat jam setelah pengeluaran alat CIDR, sapi-sapi perlakuan disuntik intramuskuler dengan estrogen benzoat (Cidiroff, InterAg, Hamilton, New Zealand) dan akhirnya diinseminasi buatan 24 jam kemudian. Sedangkan kelompok kontrol tidak dikenai prosedur sinkronisasi birahi dan diinseminasi hanya pada saat birahi alami. Semua sampel sapi diamati selama penelitian dan perbandingan jenis kelamin anak sapi dicatat pada saat kelahiran. Data mengenai rasio jenis kelamin dari kedua kelompok perlakuan dianalisis menggunakan uji khi-kuadrat dengan paket perangkat lunak statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok perlakuan menghasilkan lebih banyak anak sapi betina dibandingkan dengan kelompok kontrol. Perbedaan antar perlakuan mengenai rasio jenis kelamin tidak berbeda nyata, yang kemungkinan disebabkan oleh terbatasnya jumlah sampel. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa progesteron dalam alat CIDR-B cenderung meningkatkan kelahiran anak sapi betina.
PEMBERIAN EKSTRAK EPIDIDIMIS BERPOTENSI MENINGKATKAN KUALITAS SPERMATOZOA KAMBING JANTAN LOKAL Muslim Akmal; Tongku Nizwan Siregar; Sri Wahyuni; Muhammad Hambal; Sugito S; Amiruddin A; Syafruddin S; Roslizawaty R; Zainuddin Z; Mulyadi Adam; Gholib G; Cut Dahlia Iskandar; Rinidar R; Nuzul Asmilia; Hamny H; Joharsyah J; Suriadi S
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 9, No 2 (2015): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v9i2.2839

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak epididimis (EE) terhadap peningkatan kualitas spermatozoa kambing jantan  lokal. Dalam penelitian ini digunakan 12 ekor kambing jantan lokal, berumur 1,5 tahun dengan bobot badan 10-15 kg dan dibagi atas empat kelompok (K0, KP1, KP2, dan KP3). Kelompok K0, hanya diinjeksi dengan NaCl fisiologis sedangkan kelompok KP1, KP2, dan KP3 diinjeksi EE masing-masing 1, 2, dan 3 ml/ekor selama 13 hari berturut-turut. Pada hari ke-14, dilakukan pengambilan semen kambing dengan elektroejakulator dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan kualitas spermatozoa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian EE dengan dosis 1 dan 3 ml/ekor EE selama 13 hari berturut-turut menyebabkan peningkatan kualitas spermatozoa dibanding kelompok kontrol. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa EE berpotensi meningkatkan kualitas spermatozoa pada kambing jantan lokal.
HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS ESTRUS DENGAN KONSENTRASI ESTRADIOL PADA SAPI ACEH PADA SAAT INSEMINASI (Relation between Estrous Intensity and Estradiol Concentration on Local Cattle during Insemination) Mauridatun Ramli; Tongku Nizwan Siregar; Cut Nila Thasmi; Dasrul Dasrul; Sri Wahyuni; Arman Sayuti
Jurnal Medika Veterinaria Vol 10, No 1 (2016): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.507 KB) | DOI: 10.21157/j.med.vet..v10i1.4032

Abstract

This study aims to determine the relationship between the intensity of estrus and estradiol concentrations during insemination on local cattle. Ten cows were divided into two groups with each group consist of five cows with category: aged 5-8 years, weight 150-250 kg, clinically healthy, and not pregnant. Plasma samples for examination of the hormone estradiol concentrations were collected during insemination time from jugular vein. Prior to the collection of plasma samples, whole cow were estrus synchronized using prostaglandin F2 alpha (PGF2α) and Ovsynch protocol. The PGF2α were injected twice at intervals of 11 days. Examination of estradiol hormone concentration was performed with enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) using estradiol commercial kits. The results of this study indicate that statistically there is no relationship between estrous intensity and estradiol concentration.
Co-Authors Abdul Harris Adhea Prestiya Aisyah Fadillah Tunnisa Al Azhar Al-Azhar - Amalia Sutriana Amiruddin - Amiruddin A Amiruddin A Andre Afriadi Rahman Aris munandar Arman Sayuti Arman Sayuti Aulanni'am, Aulanni'am Azhari A Azhari Azhari Basuki B. Purnomo Budianto Panjaitan Budianto Panjaitan Budianto Panjaitan Budianto Panjaitan Budianto Panjaitan Citra Chyntia Helwana Cut Dahlia Iskandar Cut Nila Thasmi Cut Nila Thasmi Cut Nila Thasmi Dasrul Dasrul Dasrul Dasrul Delli Lefiana Dewi Ratna Sari Dian Masyitah Dian Nurcahaya Dwinna Aliza Dwinna Aliza Eka Meutia Sari Eka Meutia Sari Erdiansyah Rahmi Fadli A. Gani Farida Athaillah Fuza Khoiriah Gholib Gholib Ginta Riady Ginta Riady Hafizuddin Hafizuddin Hafizuddin Hafizuddin, Hafizuddin Hafnati Rahmatan Hamdan . Hamdan H Hamdan h Hamdan Hamdan Hamdan Hamdan Hamdan Hamdan Hamny Sofyan Hermawaty Tarigan Herrialfian . Herrialfian Herrialfian Husnur rizal Husnurrizal . Husnurrizal Husnurrizal Idawati Nasution Iin Agustina Indah Kesuma Siregar Ira Khubairoh Marpaung Jalaluddi J Jalaluddin - Joharsyah J Juli Melia Juli Melia Ketut Adnyane Mudite Khairil Khairil M. Aris Widodo Mahdi Abrar Mauridatun Ramli Mefrianti Efendi Muhammad Hambal Muhammad Jalaluddin Muhammad Rifki Mulkan Mulkan Mulyadi Adam Mulyadi Adam Mulyadi Adam Mulyadi Adam Mulyadi M Muslim Akmal Muslim Akmal Muslim Akmal Nanda Yuliansyah Nazaruddin Nazaruddin Nellita Meutia Novi Afriani Nur Afriani Nur Novika Ayuni Rambe Nuzul Asmilia R Roslizawaty Rahmandi r Raihatul Jannah Rasmaidar . Rasmaidar Rasmaidar Razali Daud Razali Daud Razali Razali Reni Ayunanda Riani Desky Rinidar R Roslizawaty R Rusli Sulaiman S Syafrudddin Saifan Nur Satria Tanjung Siti Rizki Hardyana Siregar Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Srihadi Agungpriyono Sugito Sugito Suriadi S Susi Darmayanti Sutiman B. Sumitro Syafruddin - Syafruddin S Syafruddin S Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syafruddin T. Armansyah T. Armansyah Teuku Armansyah Teuku Armansyah Tria Deviana Putri Wahyuni, Sri Wenny Novita Sari Wida Puspita Arum Yezi Gita Rahayu Yusmadi Yusmadi YUSRA YUSRA Zainuddin Z Zuhrawati Zuhrawati Zulkifli Z Zuraidawati -