This Author published in this journals
All Journal Kajian Pendidikan & Akuntansi Indonesia Katalogis Indonesia Medicus Veterinus International Journal of Renewable Energy Development J@TI (TEKNIK INDUSTRI) Jurnal Psikologi JURNAL SISTEM INFORMASI BISNIS POSITRON IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya Jurnal INSANIA Pendidikan Biologi Jurnal Kedokteran Brawijaya TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan IQTISHODUNA EL-MUHASABA El-HARAKAH : Jurnal Budaya Islam Jurnal Keuangan dan Perbankan Kompak : Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam El Dinar Jurnal Teknik Kimia Cendekia Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains JURNAL KARSA (Terakreditasi No. 80/DIKTI/Kep/2012) Jurnal Matematika & Sains AKSIOMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Jurnal Teknologi Pertanian Program Kreativitas Mahasiswa - Teknologi PREDIKSI VITASPHERE ATAVISME JURNAL ILMIAH KAJIAN SASTRA KARSA: Jurnal Sosial dan Budaya Keislaman (Journal of Social and Islamic Culture) Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Manajemen Pendidikan Jurnal Penelitian Karet Public Health of Indonesia Jurnal ELTIKOM : Jurnal Teknik Elektro, Teknologi Informasi dan Komputer Unnes Science Education Journal Jurnal Penelitian Politik Jurnal Manajemen Keuangan Publik Publikauma : Jurnal Administrasi Publik Universitas Medan Area Ekspektra: Jurnal Bisnis & Manajemen Jurnal Wiyata : Penelitian Sains dan Kesehatan BELAJEA: Jurnal Pendidikan Islam Tadbir : Jurnal Studi Manajemen Pendidikan PURBAWIDYA: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Mazahib Ijtima'iyya: Journal of Muslim Society Research Jurnal Ilmiah Manuntung Tarbiyatuna Management and Economics Journal (MEC-J) Jurnal Informatika Universitas Pamulang Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Jurnal Pengembangan Riset dan Observasi Teknik Informatika JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran GEMA EKONOMI Psychology, Evaluation, and Technology in Educational Research Eksis: Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis Journal of Physical Education and Sports Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan Journal of Issues in Midwifery Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Syntax Idea BISEI: Jurnal Bisnis dan Ekonomi Islam JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Mabsya : Jurnal Manajemen Bisnis Syariah PENGARUH SISTEM KEUANGAN DAN KEBIJAKAN MONETER TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PADA ERA ORDE BARU DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM Al-Tafaqquh: Journal of Islamic Law Unnes Journal of Mathematics
Claim Missing Document
Check
Articles

OTORITARIANISME PENDIDIKAN DI INDONESIA (Telaah Kebijakan dan Perubahan Paradigma Pendidikan) Siswanto, Siswanto
JURNAL KARSA (Terakreditasi No. 80/DIKTI/Kep/2012) Vol 9, No 1 (2006): Islam dan Wacana Radikalisme
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Bergulirnya reformasi tetap menjadikan pendidikan sebagai sektor yang memprihatinkan dalam kebijakan nasional. Otoritarianisme pendidikan masih mencngekeram kuat dan dominan. Sentralisme dan birokrasi yang kaku masih tetap mewarnai penyelenggaraan pendidikan. Pengelolaan program yang sentralistis dan lebih berfungsi sebagai perpanjangan tangan birokrasi telah mematikan prakarsa, partisipasi, inovasi dan kreativitas peserta didik, masyarakat, dan pengelola satuan pendidikan. Satuan pendidikan terkontaminasi oleh sistem otoritarian sehingga dipaksa adanya suatu penyeragaman (uniformitas) baik dalam hal kurikulum, perilaku guru dan pola manajemen. Maka dari itu, diperlukan reformasi pendidikan dengan perubahan paradigma yang komprehensif dan sistemik. Wujud dari perubahan ini adalah desentralisasi, debirokrasi dan otonomi dengan melibatkan stake holders secara aktif dalam hubungan kemitraan sehingga terwujud demokratisasi dalam seluruh proses pendidikan. Kata kunci; otoritarianisme, paradigma, otonomi pendidikan.
EVALUASI PRAKTIK DOKTER YANG MERESEPKAN JAMU UNTUK PASIEN PENDERITA PENYAKIT DEGENERATIVE DI 12 PROPINSI Widowati, Lucie; Siswanto, Siswanto; Delima, Delima; Siswoyo, Hadi
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 24, No 2 Jun (2014)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.503 KB)

Abstract

AbstrakWHO merekomendasikan penggunaan obat tradisional untuk penyakit degeneratif. Tujuan studi adalah untuk mengevaluasi implementasi praktik dokter komplementer-alternatif menggunakan ramuan jamu untuk penyakit degeneratif di 12 provinsi. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner, secara purposive. Hasil studi menunjukkan bahwa, sebanyak 86% dari 145 responden melakukan praktik komplementer-alternatif, dengan penggunaan obat tradisional/jamu. Separuh dari jumlah dokter tersebut, 49 % berada di Provinsi Jawa Tengah, dan 50 % berpraktik sebagai dokter praktik mandiri. 91,2 % dokter melakukan praktik komplementeralternatif dengan alasan utama atas permintaan masyarakat. Menurut persepsi dan pendapat dokter, alasan terbesar dari pasien berobat ke dokter dan meminta pelayanan jamu, adalah karena percaya, mencapai angka 85,1%. Terdapat upaya untuk memisahkan catatan medik pasien (28,3%) dan meminta pasien untuk menanda tangani informed consent (43,4%). Penggunaan tanaman obat oleh dokter terbanyak berturut-turut adalah jahe (artritis), sambiloto (hiperglikemia), seledri ( hipertensi), jatibelanda (hiperlipidemia dan obesitas), serta sidaguri ( hiperurisemia). Menurut pendapat dokter urutan kecepatan kesembuhan pasien, berurutan mulai dari penyakit artritis, hiperglikemia, hipertensi, hiperlipidemia, hiperurisemia dan terakhir adalah obesitas. Pelayanan dengan jamu/obat tradisional oleh dokter di masyarakat sudah menjadi pilihan pasien. Menurut pendapat dokter obat tradisional/jamu ada manfaatnya.Kata Kunci : Praktik complementary aternative medicine, obat tradisional, penyakit degeneratif , dokterAbstractWHO has recommended the use of traditional medicine for degenerative diseases. The objective of this study is to evaluate the implementation of CAM doctors practice in using traditional medicine for degenerative diseases in 12 provinces. Data were collected through interviews using questionnaire to CAM doctors purposively. This study showed that 86 % of 145 the respondents did CAM practice by using traditional medicine. Almost half (49 %) of the doctors, were in Central Java Province and 50 % were independent doctors. There were 91.2 % doctors did CAM practice by demand from the society as main reason. Based on the doctor’s perception and opinion, the main reason for the patients seeing the doctors and asking for traditional medicine were trust (85.1 %). There were initiatives to differentiate CAM patient medical record from the common one (28.3 %) and ask patients to sign the informed consent (43.4 %). The most common medicinal plant utilized by doctors, consecutively were jahe (arthritis), sambiloto ( hyperglicaemia), seledri ( hypertension), jati belanda ( hyperlipidemia, and obesity), and also sidaguri ( hyperuricemia). Based on the doctors’ opinion, the most rapid disease to heal with traditional medicine consecutively were arthritis, hyperglycemia, hypertension, hyperlipidemia, hyperuricemia, and the last was obesity. Traditional medicine prescribed by the doctors in the community had already been the patient choice. The CAM doctors believed there were benefits from traditional medicine.Keywords : complementary-alternative medicine practice, traditional medicines, degenerative diseases, doctor
SITUASI PATEN OBAT ANTI DIABETES, ANTI HIPERTENSI, ANTI MALARIA DAN ANTI TUBERKULOSIS DI INDONESIA Utami, Basundari Sri; Tuti, Sekar; Anggraini, Anggita Bunga; Faatih, Mukhlissul; Siswanto, Siswanto; Trihono, Trihono
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 24, No 2 Jun (2014)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.483 KB)

Abstract

AbstrakIndonesia merupakan negara berpenduduk keempat terbanyak setelah Cina, India dan Amerika. Indonesia sedang mengalami transisi epidemiologi, dimana terjadi peningkatan penyakit tidak menular (PTM), sementara penyakit menular (PM) seperti malaria, tuberkulosis dan demam dengue prevalensinya masih tinggi. Tingginya morbiditas merupakan lahan yang bagus untuk melaksanakan obat anti PM dan anti PTM yang mendapat paten karena pangsa pasarnya yang sangat luas. Sayangnya potensi pasar yang masih luas ini hanya ditangkap oleh luar negeri. Data dari Direktorat Jendral Hak Kekayaan Intelektual (Ditjen HKI) pada tahun 2010 menunjukkan pemohon paten dalam negeri yang mendapatkan persetujuan perlindungan paten (granted) hanya 4,6% sedangkan dari luar negeri sebanyak 92,03%. Hal yang sangat ironis bagi Indonesia yang merupakan negara dengan potensi bahan dasar obat alam dan keanekaragaman hayati terbanyak ketiga setelah Brazil dan Cina. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi situasi paten obat yang terdaftar di Direktorat Paten, Ditjen HKI, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI dalam 7 tahun terakhir (tahun 2005 sampai 2011) untuk PM (malaria dan tuberkulosis) dan PTM (hipertensi dan diabetes). Metode observasional dengan penelusuran dokumen paten dari alamat web instansi terkait. Hasilnya Indonesia hanya mendaftarkan 4,9% dari seluruh paten yang didaftarkan di Dirjen HKI dari tahun 2005 sampai dengan 2011, sebagai berikut untuk obat anti-hipertensi 3,4% dari 89 paten, anti-diabetes hanya 4,8% dari 250 paten, anti malaria 21,1% dari 18 paten anti-tuberkulosis 7,1% dari 14 paten. Sebagian besar paten yang didaftarkan oleh pendaftar Indonesia merupakan paten obat ekstrak herbal atau komposisinya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah paten obat untuk PTM dan PM di Indonesia masih didominasi paten luar negeri.Kata Kunci : Situasi paten, obat, Ditjen HKI, IndonesiaAbstractIndonesia is the fourth most populous country after China, India and America. There has been an epidemiological transition. While the prevalence of infectious diseases such as malaria, tuberculosis and dengue fever is still high, the incidence of non-communicable diseases is increasing. High rates of morbidity becomes good opportunity to develop medicine for infectious diseases as well as non-communicable diseases to get patent because of a very large market share. Unfortunately, the vast market potential is only captured by foreign countries. Data from the Directorate General of Intellectual Property Rights (IPR DG) in 2010 showed that domestic patent applicants who get approval (granted) were only 4.6% while overseas were 92.03%. This situation is very ironic, since Indonesia is a country with potential basic ingredient of natural medicines and the third highest biodiversity after Brazil and China. The aim of this study was to evaluate patent situation of medicine registered in IPR DG, Law & Human Rights Ministry in the last 7 years (2005 to 2011) for infectious diseases (malaria and tuberculosis) and non communicable (hypertension and diabetes). This study used observational method by tracing patent documents from web addresses of the relevant agencies. It showed that Indonesia only registered 4.9% patent from all patents registered in IPR DG from 2005 to 2011. Indonesia only registered 3.4% from 89 patents for anti-hypertension, 4.8% from 250patents for anti-diabetic, and 21.1% from 18 patents for anti-malaria, and 7.1% from 14 patents for antituberculosis. Most of the patents filled or registered by Indonesian registrant is a patent medicine of herbs’ extract or its composition, it was concluded that medicine patents for non-communicable diseases and infectious diseases in Indonesia are dominated by foreign country.Keywords : Patent situation, medicine, IPR-DG, Indonesia
Peningkatan Produksi dan Pengembangan Kakao ( Theobroma cacao L. ) di Indonesia Rubiyo, Rubiyo; Siswanto, Siswanto
Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 3, No 1 (2012): Buletin Riset Tanaman Rempah Dan Aneka Tanaman Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara pengekspor biji kakao terpenting di dunia. Tahun 2010 Indonesia menduduki posisi sebagai pengekspor biji kakao terbesar ketiga dunia dengan produksi biji kering 550.000 ton. Pada tahun tersebut dari luas 1.651.539 ha areal kakao, sekitar 1.555.596 ha atau 94% adalah kakao rakyat. Hal ini mengindikasikan peran penting kakao baik sebagai sumber lapangan kerja maupun pendapatan bagi petani. Di samping itu, areal dan produksi kakao Indonesia meningkat pesat pada dekade terakhir, dengan laju 5,99% per tahun. Namun demikian, seiring dengan semakin luasnya daerah pengembangan kakao, akhir-akhir ini produksi dan produktivitas kakao di Indonesia terus mengalami penurunan yang sangat berarti. Selain tingkat produktivitas yang lebih kecil dibandingkan dengan potensi klon atau bahan tanam yang ada, aspek mutu juga mengalami penurunan. Menurunnya mutu dan daya hasil tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain serangan organisme pengganggu tanaman seperti infeksi penyakit dan serangan hama penggerek buah kakao (PBK), bahan tanam kakao yang diusahakan, penanganan pasca panen, dan sistem usahatani. Teknologi yang tersedia untuk mendukung peningkatan produksi dan pengembangan kakao antara lain bahan tanaman unggul, informasi kesesuaian lahan, teknologi perbanyakan bahan tanaman, teknologi pengendalian hama dan penyakit utama, teknologi sambung samping dan sambung pucuk, teknologi pengolahan hasil dan teknologi pengembangan industri kakao. Bahan tanaman unggul memegang peranan yang sangat penting dalam usahatani kakao di Indonesia. Saat ini telah dihasilkan beberapa  klon unggul kakao dengan produktivitas di atas 2 ton/ha/th, beberapa di antaranya juga mempunyai sifat tahan terhadap hama dan penyakit utama kakao. Pengendalian hama dan penyakit tersebut, saat ini telah diimplementasikan model pengendalian secara terpadu yang melibatkan komponen bahan tanam unggul resisten terhadap hama dan penyakit, teknologi budidaya serta kriteria lahan yang sesuai untuk tanaman kakao. Produktivitas dan mutu hasil kakao sangat ditentukan oleh kualitas bahan tanam. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas dan mutu hasil kakao dapat dilakukan dengan teknik klonalisasi dengan cara sambung samping. Teknik sambung samping telah terbukti mampu memperbaiki produktivitas dan mutu kakao rakyat. Teknologi sambung samping telah diadopsi oleh para petani pekebun khususnya untuk merehabilitasi tanaman tua dan tanaman kurang produktif. Selain itu, teknologi pengolahan hasil dan pengembangan industri hilir juga telah banyak tersedia antara lain teknologi fermentasi, teknologi pengolahan limbah, dan teknologi diversifikasi produk. Agar usahatani kakao dapat berkembang sesuai dengan yang diharapkan, ke depan diperlukan upaya untuk meningkatkan produktivitas dan pengembangan penanganan hasil dan produk kakao di Indonesia. Improvement and Development Production of Cocoa in IndonesiaABTRACT Indonesia is known as important exporting country of the worlds cocoa beans. In 2010 Indonesia is the third largest world exporter of cocoa beans with production estimated 550,000 tons of dry beans. From1,651,596 ha in Indonesia, approximately 1,555,539 ha or 94% is managed by smallholders. This indicates an important role of cocoa both as a source of employment and income for farmers. In addition, the acreage and production of cocoa Indonesia increased rapidly in the last decade, a rate of 5,99% per year. Cocoa crop is non-oil export commodity which is very important in the estate sub-sector. Aside from being a source of state divisa, cocoa trees in Indonesia is a source of income and employment to estate farmers. Along with the vast development of new cocoa areas in Indonesia, the recent production and productivity of cocoa in Indonesia continues to a significant decline. In addition to a smaller level of productivity compared to the clone or plant material potency, the quality aspect also decreased. The decline in the quality and yield are influenced by many factors, among others, the attacks of infectious diseases and pests such as cocoa fruit borer Conophomorpha cramerella, plant materials, post harvest and farming systems. Technology available to support increased production and development of cocoa among other superior cacao plant materials, information, suitability of land for cocoa, the technology of plant propagation materials, technology major pest and disease control, side-grafting technology and continued shoots, processing technology and technological development of the cocoa industry. Superior cocoa plant material plays a very important role in cocoa farms in Indonesia. At present it has produced some excellent cocoa clones with productivity above 2 tons/ha/yr, some of which also have properties resistant to pests and major diseases of cocoa. To control pests and diseases have now implemented an integrated control model that involves components of superior planting materials that are resistant to pests and diseases, cultivation technology, and the criteria for suitable land for cocoa plants. Productivity and quality of cocoa is largely determined by the quality of planting material. One effort to improve cocoa productivity and quality results can be done with the clonalisasion technique by side-grafting. Side-grafting technique has been shown to improve cocoa productivity and quality of the people. Side-grafting technology has adopted by farmers to rehabilitate crop planters, especially older and less productive plants. Besides processing technology and the development of downstream industries have also been widely available among other  fermentation technology, processing technology and waste  product diversification technology. In order cocoa farming can be developed in the future, the next necessary efforts is to improve product development and processing of cocoa.
Peningkatan Produksi dan Pengembangan Kakao ( Theobroma cacao L. ) di Indonesia Rubiyo, Rubiyo; Siswanto, Siswanto
Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar Vol 3, No 1 (2012): Buletin Riset Tanaman Rempah Dan Aneka Tanaman Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara pengekspor biji kakao terpenting di dunia. Tahun 2010 Indonesia menduduki posisi sebagai pengekspor biji kakao terbesar ketiga dunia dengan produksi biji kering 550.000 ton. Pada tahun tersebut dari luas 1.651.539 ha areal kakao, sekitar 1.555.596 ha atau 94% adalah kakao rakyat. Hal ini mengindikasikan peran penting kakao baik sebagai sumber lapangan kerja maupun pendapatan bagi petani. Di samping itu, areal dan produksi kakao Indonesia meningkat pesat pada dekade terakhir, dengan laju 5,99% per tahun. Namun demikian, seiring dengan semakin luasnya daerah pengembangan kakao, akhir-akhir ini produksi dan produktivitas kakao di Indonesia terus mengalami penurunan yang sangat berarti. Selain tingkat produktivitas yang lebih kecil dibandingkan dengan potensi klon atau bahan tanam yang ada, aspek mutu juga mengalami penurunan. Menurunnya mutu dan daya hasil tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain serangan organisme pengganggu tanaman seperti infeksi penyakit dan serangan hama penggerek buah kakao (PBK), bahan tanam kakao yang diusahakan, penanganan pasca panen, dan sistem usahatani. Teknologi yang tersedia untuk mendukung peningkatan produksi dan pengembangan kakao antara lain bahan tanaman unggul, informasi kesesuaian lahan, teknologi perbanyakan bahan tanaman, teknologi pengendalian hama dan penyakit utama, teknologi sambung samping dan sambung pucuk, teknologi pengolahan hasil dan teknologi pengembangan industri kakao. Bahan tanaman unggul memegang peranan yang sangat penting dalam usahatani kakao di Indonesia. Saat ini telah dihasilkan beberapa  klon unggul kakao dengan produktivitas di atas 2 ton/ha/th, beberapa di antaranya juga mempunyai sifat tahan terhadap hama dan penyakit utama kakao. Pengendalian hama dan penyakit tersebut, saat ini telah diimplementasikan model pengendalian secara terpadu yang melibatkan komponen bahan tanam unggul resisten terhadap hama dan penyakit, teknologi budidaya serta kriteria lahan yang sesuai untuk tanaman kakao. Produktivitas dan mutu hasil kakao sangat ditentukan oleh kualitas bahan tanam. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas dan mutu hasil kakao dapat dilakukan dengan teknik klonalisasi dengan cara sambung samping. Teknik sambung samping telah terbukti mampu memperbaiki produktivitas dan mutu kakao rakyat. Teknologi sambung samping telah diadopsi oleh para petani pekebun khususnya untuk merehabilitasi tanaman tua dan tanaman kurang produktif. Selain itu, teknologi pengolahan hasil dan pengembangan industri hilir juga telah banyak tersedia antara lain teknologi fermentasi, teknologi pengolahan limbah, dan teknologi diversifikasi produk. Agar usahatani kakao dapat berkembang sesuai dengan yang diharapkan, ke depan diperlukan upaya untuk meningkatkan produktivitas dan pengembangan penanganan hasil dan produk kakao di Indonesia. Improvement and Development Production of Cocoa in IndonesiaABTRACT Indonesia is known as important exporting country of the worlds cocoa beans. In 2010 Indonesia is the third largest world exporter of cocoa beans with production estimated 550,000 tons of dry beans. From1,651,596 ha in Indonesia, approximately 1,555,539 ha or 94% is managed by smallholders. This indicates an important role of cocoa both as a source of employment and income for farmers. In addition, the acreage and production of cocoa Indonesia increased rapidly in the last decade, a rate of 5,99% per year. Cocoa crop is non-oil export commodity which is very important in the estate sub-sector. Aside from being a source of state divisa, cocoa trees in Indonesia is a source of income and employment to estate farmers. Along with the vast development of new cocoa areas in Indonesia, the recent production and productivity of cocoa in Indonesia continues to a significant decline. In addition to a smaller level of productivity compared to the clone or plant material potency, the quality aspect also decreased. The decline in the quality and yield are influenced by many factors, among others, the attacks of infectious diseases and pests such as cocoa fruit borer Conophomorpha cramerella, plant materials, post harvest and farming systems. Technology available to support increased production and development of cocoa among other superior cacao plant materials, information, suitability of land for cocoa, the technology of plant propagation materials, technology major pest and disease control, side-grafting technology and continued shoots, processing technology and technological development of the cocoa industry. Superior cocoa plant material plays a very important role in cocoa farms in Indonesia. At present it has produced some excellent cocoa clones with productivity above 2 tons/ha/yr, some of which also have properties resistant to pests and major diseases of cocoa. To control pests and diseases have now implemented an integrated control model that involves components of superior planting materials that are resistant to pests and diseases, cultivation technology, and the criteria for suitable land for cocoa plants. Productivity and quality of cocoa is largely determined by the quality of planting material. One effort to improve cocoa productivity and quality results can be done with the clonalisasion technique by side-grafting. Side-grafting technique has been shown to improve cocoa productivity and quality of the people. Side-grafting technology has adopted by farmers to rehabilitate crop planters, especially older and less productive plants. Besides processing technology and the development of downstream industries have also been widely available among other  fermentation technology, processing technology and waste  product diversification technology. In order cocoa farming can be developed in the future, the next necessary efforts is to improve product development and processing of cocoa.
EFEKTIVITAS TERAPI KOGNITIF MENGGUNAKAN TEKNIK KOLOM GANDA TERHADAP PENDERITA DEPRESI Hendra, Adnan; Siswanto, Siswanto; Hardjanta, George
PREDIKSI Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : PREDIKSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat efek penerapan terapi kognitif menggunakan teknik kolom-ganda untuk menurunkan gejala-gejala depresi pada orang dewasa. Subjek penelitian ini adalah orang dewasa di atas 21 tahun yang mempunyai satu atau lebih gejala depresi. Penelitian ini menggunakan single-case experimental design dengan ABA design. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala The Beck Depression Inventory (BDI). Pengukuran gejala-gejala depresi ini dapay dilihat dari grafik baseline 1, treatment (proses terapi) dan baseline 2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesis diterima, bahwa terapi kognitif menggunakan teknik kolom-ganda dapat menurunkan gejala-gejala depresi pada orang dewasa. Kata kunci: Terapi Kognitif kolom-ganda, depresi, dewasa
PERANCANGAN MESIN MOLDING SEBAGAI ALTERNATIF PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK UNTUK BAHAN DASAR SANGKAR BURUNG Siswanto, Siswanto; Setiawan, Adi Yusuf; Sugiarto, Sugiarto
Program Kreativitas Mahasiswa - Teknologi PKM-T 2014
Publisher : Ditlitabmas, Ditjen DIKTI, Kemdikbud RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.806 KB)

Abstract

Indonesia is a country which has plastic waste problem. Based on BPS’s (1999) data shows that in 1995 volume of import plastic trade in Indonesia especially polipropilena (PP) is 136,122.7 tons whereas in 1999 is 182,523.6 tons. Thus, in that particular time the volume of import plastic trade increases up to 34.15 %. In this case, we create a new innovation in the form of injection molding machine to overcome plastic waste problem. Injection molding machine is a waste processor machine which change plastic waste from solid form into fluidaform then take it into a mold by using screw. Moreover, Injection molding machine could change plastic waste becomes valuable commercial products. One of the products is bird cage. In this case, it helps the bird cage maker to overcome the scarcity of rattan and the explosion volume of plastic waste.Keywords: plastic waste, injection molding machine, product, and bird cage.
EFEKTIVITAS BIBLIOTHERAPY UNTUK MENGURANGI KECEMASAN PADA PENDERITA KANKER Maydiana, Tauristia; siswanto, Siswanto
VITASPHERE Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : VITASPHERE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to know the affectivity of bibliotherapy to reduce anxiety of cancer patients. The hypothesis is there is differentiation before and after bibliotherapy treatment among cancer patients. The anxiety decreases after bibliotherapy treatment. This research uses Single-Case Experimental Design (quasi experiment). Subjects are 1m? female patients with cervix and uterus cancers. There are J 5 sessions, including bibliotherapy treatment 9 sessions. Result shows that there are decreasing anxieties toward their cancers among the subjects. There are differentiations between anxiety scale (Hamilton anxiety scale and Death anxiety scale). After the bibliotherapy treatment, posttest scores are decreasing compared with the pretest scores
STRES KERJA, PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI Adawiyah, Robiatul; Siswanto, Siswanto
El Dinar: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah Vol 3, No 1 (2015): El Dinar
Publisher : Faculty of Economics Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.424 KB) | DOI: 10.18860/ed.v3i1.3336

Abstract

The research aims to determine direct effect of work stress on employee perfor-mance, and job satisfaction as a mediating variable. This research was con-ducted at Islamic Banking in Malang. Explanatory research is used. Samplingtechnique used proportional random sampling with path analysis as dataanalysis. Research results showed the effect of work stress on employee perfor-mance was indirectly significant. While, the influence work stress on employeeperformance was not significant
BEBAN KERJA, IMPLIKASINYA TERHADAP MOTIVASI KERJA DENGAN KEMAMPUAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA KARYAWAN BANK UMKM Azwar, Ircham Robbaq; Siswanto, S
Jurnal Keuangan dan Perbankan Vol 19, No 3 (2015): September 2015
Publisher : D-III Keuangan dan Perbankan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.528 KB)

Abstract

The purpose of this study was to empirically prove effects of workload veriable to job motivation trough workability as intervening variable.  This research is conducted in Bank UMKM Surabaya, East Java. The approach used here is descriptive quantitative with explanatory research method. The sample in this research was 66 respondents and the sampling technique used was probability sampling with simple random sampling approach. In this research, the data was analyzed using validity test, reliability test, T-test, F-test, and path analysis to investigate the direct and indirect effect from workload and workability variables toward the work motivation. From the F-test result, it showed positive and significant from workload and workability variables toward the work motivation, while for the T-test there is no significant effect between workload and work motivation, furthermore there is no significant effect between workload and workability, while between the workability and the work motivation, a positive and significant effect is found. In this case, workload has not directly affected significantly toward work motivation, and workload has indirectly affect the work motivation as the intervening variable.
Co-Authors 12.5202.0161 Daniel Yeri Kristiyanto ABDU RAHMAN BACO, ABDU RAHMAN Ade Lenawati Adi Yusuf Setiawan, Adi Yusuf Adnan Hendra, Adnan Adnyana, Ida Bagus Nararya Primastana Afrinaldi, Rolly Agung Warsito Aisyah Tri Retno Ariadianti, Aisyah Tri Retno Akirman, Akirman Alam, Sohbat Amir, Indra Tjahaya Andi Anwar, Andi Anggita Bunga Anggraini Annisa Nurrachmawati Ansharullah Ansharullah Aravik, Havis ARI SUPARWANTO Asniar Khumas, Asniar Barid, Miftah Basundari Sri Utami Budi Sutrisna, Budi Budiyono Budiyono Busroni, Busroni Cahyanti, Putu Yunika Chatarina Umbul Wahyuni Danang, Danang Dany Elisa Victory, Dany Elisa Darus, Umi Delima Delima Dewantara, Anaz Bima Dewi, Amalia Kusuma Dharmawan, Dadi DWI ANDREAS SANTOSA Dwi Ori Herdianto, Dwi Ori Edy Supriyanto Edy Wibowo Efendi, Moch Ega Trisna Rahayu Eka Jevri Karnanda, Eka Jevri Eli Susanti Fakhruddin Fakhruddin Fuad, Asril Galuh Rio Harto, Galuh Rio Ganewati Wuryandari, Ganewati Gata, Windu George Hardjanta Habrio Ilva YR Hadi Siswoyo Halim, Donny Hari Basuki Notobroto Hastuti Kusreni, Hastuti Hendri Rasminto I Ketut Sumadi Ida Bagus Komang Ardana Ida Bagus Windia Adnyana Idi Warsah, Idi Ifroh, Riza Hayati Ike Anggraeni Imron Imron, Imron Ira Paramastri Ircham Robbaq Azwar, Ircham Robbaq Irma Mustika Sari Irwan Irwan Isnan Murdiansyah Iswandi Anas Chaniago, Iswandi Anas Iwan Harjono Utama Juliswan, Arif Kamba, Ismail Karami, Citra Krisnita Dwi Jayanti, Krisnita Dwi Kusuma, Anton Thista Larasati, Hindun Lita Darmayanti Lubis, Barata Sultan Lucie Widowati M. Andy Rudhito Ma’rufah, Fitri Setya Mabrur, Azas Madi Hartono Maemonah, Maemonah Malik, Shazia Maridi Maridi Marjono Marjono Marliana, Nana Masyhuri Masyhuri Milzam, Mardas Misto Misto Mohammad Lutfi Mubarok, Muhammad Alwi Mudjiatko, Mudjiatko Muhammad Anif Muhammad Mury Syafei Muhammad Rivai Mujahidin, Esa Akhmad Mukhamad Najib Mukhlissul Faatih Mulyadi, Taufik Mursudarinah Mursudarinah NANIK WAHYUNI Nanto Sriyanto, Nanto Novie Susanto Nunuk Sri Muktiati Nurhamzah, Riani Dwi NURUL AZIZAH Oeryana Agustin Widayanti Oktavia, Gumi Panggabean, Hendrix SB Permatasari, Ulfa Purba, Hindra Adi Putra Purnamasari, Niken Putra, Alfis Qutrotu'ain, Salsabila RADIYANTO, INDRIYA Rahmat, Hasbur Ramadhan, Mario Surya Rian Tri Komara Rinaldi Rinaldi Risva, Risva Rizka Fiani Prabaningtyas, Rizka Fiani Rizqi, Achmad Maulana Robiatul Adawiyah Rofi’i, Imam Rohmat, Muhamad Syahrul Rokhmawati, Ilma Eka Nur Rosmala Dewi Rubiyo Rubiyo Samsuddin Samsuddin Saputri, Meidhea Reforma Sekar Tuti Sendi, Okni Aisa Mutiara Simanjuntak, Valentino Siti Aminah Sri Suharyati Sriyono Sriyono Subandi Subandi Sudirman Sudirman Sugiarto S Suhendar, Akip Sukatman Sukatman Sulastri Sulastri Sumarno . Supriyono Supriyono Surya Gumilar Susatyo Handoko Sutardi, Noercholish Madjid Sutarti Sutarti Sutikno, Sigit Sutisna Sutisna Sutrisno, Muhammad Adri Syahrir, Alam Tandiyo Rahayu Tauristia Maydiana, Tauristia Tri Mulyono Tria, Lukis Trianna, Nurul Widji Trihono Trihono Trimaijon, Trimaijon Trimaijon, Trimaijon Umi Hidayati Ummu Fatimah Ria Lestari, Ummu Fatimah Ria Wahyu Purwaningsih Windari, Era Nurisa Windi Atmaka, Windi Wiworo, Wening Wuryanto Wuryanto Yani Jane Yohanna Lilis Handayani Yusiran Yusiran, Yusiran Yusuf, Rozi